KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013


Leave a comment

#576 Gebrakan dari Negeri Tenggelam

Oleh Muhammad Nofrizal
Belanda atau Koninkrijk der Nederlanden ( Kerajaan Tanah-Tanah Rendah) hidup dibawah permukaan laut dan ini tentu memaksa pemerintah Belanda untuk dapat terus melakukan inovasi agar negerinya tidak tenggelam ditelan laut. Jika suatu negara ingin dikenal oleh negara lain sebagai syarat de jure tentu negara tersebut harus melakukan suatuaction. Salah satu hal yang dilakukan oleh Belanda dengan melakukan berbagai inovasi yang diantaranya adalah menerapkan teknik-teknik untuk menghadang terjangan air laut. Mengingat negeri yang sangat dikenal dengan negeri kincir angin ini hampir 27% wilayahnya berada di bawah permukaan laut. Adapun luas wilayah negeri Belanda sendiri sangat jauh dibanding dengan luas wilayah Indonesia yakni hanya sekitar 41.546 km2 dan berpenduduk sekitar 16 juta jiwa.
Banyak tanah rendah dikawal oleh dijk (tanggul) dan dinding tanah. Bahkan ada beberapa daerah seperti kawasanFlevoland harus direklamasi. Ini menandakan  rapuh nya negeri Belanda ini tapi Belanda mampu membuktikan bahwa dirinya tidak rapuh meskipun hidup dibawah laut. 2000 tahun yang lalu bangsa yang mendiami Belanda sudah melakukan tindakan antisipasi agar tidak terbawa omabak laut dengan membuat tanggul-tanggul dan bendungan yang tentunya tidak berfungsi untuk membentengi diri tapi untuk reklamasi daratan dan yang terpenting adalah untuk jalur pengairan. Adapun bentuk inovasi lainnya adalah Afsluitdijk ( Penutup Tanggul ) yang memisahkan danau IJssel (IJsselmeer, dulunya disebut laut Zuider atau Zuiderzee) dengan laut Wadden (Waddenzee). Panjang dari tanggul ini 32 km dan lebarnya 90 m. Proyek ini juga mmampu menghubungkan 2 propinsi yakni Noord Holland dan Friesland. DisampingAfsluitdijk, Negeri bunga tulip ini  juga membuat sebuah proyek besar yakni dengan membentuk bendungan berseri secara berurut-urut yang disebut Deltawerken. Delta works merupakan proyak terbesar yang tentu membuat negara di dunia berdecak kagum yakni dibuat dengan menghadapi arus laut, gelombang dan tanah yang cukup bervariasi.
Tentu kalian tidak asing dengan julukan der oranje. Ya. Itu adalah julukan bagi pasukan sepak bola negeri tulip tersebut. Warna orange jelas menunjukan keceriaan. Keceriaan yang akan selalu membuat inovasi terbaru termasuk dalam hal sepak bola. Belanda-lah pencetus teknik TotallVoetbal. Teknik ini pertama kali digunakan oleh Ajax Amsterdam pada tahun 1969.
Inovasi yang dilakukan Belanda tentu tidak berhenti sampai di Total Football saja melainkan dari kondisi kota juga melakukan inovasi. Kita lihat saja kota Amsterdam yang sangat indah tersebut. Banyak dijumpai kanal-kanal di dalam kota dan hal ini dilakukan tentu untuk memanjakan para wisatawan yang ingin berkeliling kota Amsterdam dengan menggunakan water-bus. Disamping kanal-kanal yang tentu dapat menajakan wisatawan, Belanda juga memiliki sebuah kota yang didesain tanpa adanya jalan raya.
    
Kota tersebut adalah Giethroon, sebuah kota kecil yang tanpa adanya jalan raya tapi memiliki banyak kanal-kanal sehingga bentuk aktifitas penduduk kota ini adalah menggunakan perahu untuk melintasi kanal-kanal tersebut. Terletak di propinsi Overijssel, kota ini memiliki kanal sepanjang 6,5 km dengan rumah-rumah tradisional belanda disekelilinginya. Tentu tidak mengherankan kota ini mendapat julukan wisata sebagai venesia dari Belanda.
Mungkin itulah beberapa bentuk inovasi yang dilakukan sebuah negara tenggelam yang terus melakukan inovasi agar seluruh dunia tahu bahwa keterbatasan lahan bukan sebagai penghalang untuk bisa menjadi negara yang maju.
Referensi


Leave a comment

#516 Water Management Innovation In Dutch

By Billy Novanta Yudistira

 9444eba2-d41d-4bb7-acab-4db239abe5f8

Living on the edge of land and water offers many benefits, which is why the ancestors stayed there despite the intrusive sea, trying to learn to live with water. Excavations near Vlaardingen in the late 1990s proved that water management was already part of life before the Common Era began. Dams, sheet piling and culverts were uncovered that are clearly indicative of water management interventions.

In order to understand how Netherland water management system works, the water systems themselves need to be explained. A water system comprises various components which interconnect to a high degree, particularly in the water management system of the Netherlands. They influence each another, they are co-dependent and moreover they are sensitive to transfer of problems related to water quality and quantity.

Components of our water management system

Rivers and canals

The days when the rivers could determine their own course are long gone. They have taken various measures to control water distribution. Key tools are the weir at Driel, which determines to some extent how much Rhine water flows to the IJssel, the Neder-Rijn and the Waal; the sluice gates in the Afsluitdijk, which enable us to regulate the water level in Lake IJsselmeer; and the Haringvliet and Volkerak sluice gates, which allow us to determine through which ‘exit’ the water will flow into the sea.

The Meuse

The Meuse is a rain-fed river and, as a result, it often goes through periods with little discharge. In order to retain what water there is and to maintain shipping, seven weirs were constructed in the 20th century: at Borgharen, Linne, Roermond, Belfeld, Sambeek, Grave and Lith.

The canals in Midden-Limburg and Noord-Brabant

The provinces of Limburg and Noord-Brabant rely on the Meuse for their water supply. According to several treaties with Belgium since 1863, the Netherlands is obligated to discharge a minimum of 10  into the Zuid-Willemsvaart via the supply culvert at Maastricht. In return, Belgium is obligated to redirect 2 , plus anything exceeding the obligatory 10  that is discharged to the Netherlands at Lozen.

The Rhine and its distributaries

The Rhine crosses the Dutch border at Lobith. The first bifurcation point is near the Pannerdensche Kop. Here the river splits into the Waal and the Pannendersch Kanaal, which flows into the Neder-Rijn. East of Arnhem, the IJssel branches off from the Neder-Rijn.

The Amsterdam-Rijnkanaal and the Noordzeekanaal 

The Amsterdam-Rijnkanaal and the Noordzeekanaal are of major importance for shipping connections between IJmond, Amsterdam and Germany and for regional water management. The canals must be considered as a single system.

IJsselmeer area

This water system comprises lakes IJsselmeer, Markermeer, IJmeer and Randmeren. This is the largest freshwater basin in Western Europe and functions as a buffer which, during periods of drought, can supply water to many of the northern parts of the Netherlands.

Southwestern Delta

The southwestern Delta is demarcated by the Nieuwe Waterweg/Nieuwe Maas, the Biesbosch and the Scheldt estuary. It is a complex system of interconnected and mutually influential fresh- and saltwater waterways.

References

http://www.government.nl/issues/water-management
http://dc.the-netherlands.org/key-topics/water-management


Leave a comment

#509 Cubic House: Hutan Abstrak di Tengah Kota

Oleh Dinta Rahmawaty

Pernah membayangkan tinggal di atas pohon selama bertahun-tahun? Ah, nggak mungkin. Tetapi segala ketidakmungkinan ini bisa menjadi luar biasa di Belanda. Setiap orang yang dilahirkan di Negeri Kincir Angin ini memang sepertinya dianugerahi gen pelopor yang turun-temurun sehingga bisa membuat hasil karya dan penemuan luar biasa yang mungkin tidak pernah terfikirkan oleh bangsa lain.

Salah satu mahakarya yang menjadi kebanggan Belanda adalah gaya arsitektur khas sebagai pertemuan antara kemampuan teknis, matematis dan seni. Di Rotterdam, terdapat perumahan yang dibangun dengan konsep hutan dalam kota, di mana rumah-rumah menjadi pepohonan abstraknya. Rumah kubus yang disebut jugaKubuswoningen ini terletak di Overblakstreet, di samping stasiun kereta bawah tanah Blaak. Di kompleks tersebut terdapat 38 kubus kecil serta dua kubus besar yang melekat satu sama lain.

Konsep Kubuswoningen berawal pada tahun 1970an di Helmond, kota industri di Belanda bagian Selatan. Piet Blom, pengembang desain rumah bergaya unik, mencoba membuat tiruan hutan yang terdiri dari sekumpulan pohon abstrak berupa rumah. Rumah tersebut dibangun menjulang ke atas dengan tiga lantai. Lantai pertama difungsikan sebagai ruang tamu atau ruang keluarga. Selanjutnya, lantai kedua merupakan tempat untuk kamar tidur dan kamar mandi sedangkan lantai ketiga dapat dimanfaatkan sebagai ruangan tambahan atau taman. Bagian tengah kompleksKubuswoningen dapat menjadi tempat berinteraksi antar penghuni dan tempat bermain anak.

Bentuk Kubuswoningen ini mengingatkan kita pada rumah pohon yang sangat nyaman. Abstraksi batang pohon dalam dirupakan sebagai tembok yang menjulang berbentuk heksagonal. Sementara itu, bagian atasnya yang berbentuk kubus dengan kemiringan 45 derajat mewakili dedaunan. Kubuswoningen memusatkan kekuatan di bagian bawah seperti bangunan pada umumnya, namun menonjolkan bagian atas yang berbentuk heksagonal.

Kubuswoningen menjadi tempat tinggal yang ideal bagi keluarga kecil maupunsingletons. Selain sekilas rumah kubus ini tidak terlihat tidak logis, rasanya tidak mungkin jika kita mampu tinggal bertahun-tahun di dalam rumah berbentuk ‘aneh’ ini. Namun, salah seorang penduduk bernama Juliana mengaku telah tinggal dalam rumah kubus selama 20 tahun (Haley, 2011). Hal ini menunjukkan bahwa pembangunanKubuswoningen tidaklah sekedar eksperimen, namun sangat memperhatikan kenyamanan dan keamanan penghuninya. Penataan interior yang sederhana, namun tetap profesional pada bidang horizontal dan vertikal membuatnya menjadi sangat mengagumkan. Bewonderenswaardig!

 

Setelah sukses mendirikan Kubuswoningen di Helmond, Blom menerapkan konsep ini untuk merancang perumahan di atas sebuah jembatan bagi pejalan kaki di Rotterdam. Sangat mengagumkan bahwa Kubuswoningen dibangun di atas pedestrian yang melintasi arteri jalan raya. Kubuswoningen ini sekaligus menyajikan pemandangan yang luar biasa bagi pengguna jalan yang melintas.

Karya yang luar biasa ini memberikan wawasan bahwa kita harus peka terhadap permasalahan dan potensi di sekitar kita serta berfikir out of the box. Kita juga bisa menjadi pionir, seperti Piet Blom karena kita adalah orang-orang hebat. Apalagi, negara kita dianugerahi sumber daya alam yang berlimpah. Semuanya hanya menunggu untuk kita olah dengan cerdas.

Blom menciptakan rumah kubus sebagai solusi atas kebutuhan pembangunan tempat tinggal di lahan terbatas dan keinginan menghadirkan suasana alam yang asri dari tengah hutan ke dalam hiruk pikuk perkotaan. Nah, mengapa bukan kita yang mempunyai lebih banyak hutan yang terinspirasi ya?

Just be more sensitive to surroundings and everything we have in our country. Denk het!

Referensi

Haley, Ken. 2011. Europe @2.4 km/h. Kent Town: Wakefield Press.
http://www.cubehouse.lv/en/index
http://desainuniq.blogspot.com/2012/06/rumah-kubik-cubic-houses-rotterdam.html
http://eurotowns.org/helmond1/
www.hengeveld.nl
http://www.mimoa.eu/projects/Netherlands/Rotterdam/Cube%20Housing
http://situs-berita-terbaru.blogspot.com/2013/04/wow-keren-ada-rumah-bentuk-kubus-di.html
http://unusual-architecture.com/cubic-houses-rotterdam-netherlands/


Leave a comment

#481 Roads Under Water: Solusi Cerdas Ramah Lingkungan

Oleh Rissa Nurismawar

 “While God created the earth, the Dutch created the Netherlands”

Yup!
Ungkapan tersebut sangat akrab di telinga masyarakat Belanda. Berbekal dua pertiga wilayahnya yang berada di bawah permukaan laut justru membuat orang Belanda berjuang menciptakan negaranya dengan berbagai inovasi. Jadilah bangsa Belanda sebagai bangsa yang ahli di banyak bidang.
Bicara soal ahli, Belanda dikenal unggul dalam bidang manajemen air yang disertai dengan teknologinya yang inovatif. Inilah yang menjadikan Belanda sebagai salah satu bangsa yang menelurkan banyak pelopor. Contoh konstruksi yang terkenal adalah Afsluitdijk, tanggul yang memisahkan Danau Ijsselmeer dengan Laut Waddenzee. Proyek megah ini berawal dari gagasan seorang fisikawan peraih nobel, H. A. Lorentz. Setelah melakukan berbagai kajian dan penelitian, pada tahun-tahun 1918-1926, Lorentz berusaha meyakinkan proyek tersebut kepada Dewan Parlemen Belanda untuk melindungi area Zuiderzee dari bencana banjir yang seringkali melanda. Banjir tahun 1916 menyadarkan dewan parlemen akan pentingnya proyek tersebut. Maka, dibangunlah tanggul yang membentang 30 km di sepanjang laut terbuka Zuiderzee.
 Wajah Afsluitdjik kini
Sebelah kanan Zuiderzee dan sebelah kiri Waddenzee
Proyek besar setaraf Afsluitdijk baru satu bukti keunggulan bangsa Belanda dalam mengantisipasi dan menanggulangi bangsanya dari berbagai kemungkinan bencana di masa depan. Kini, mari kita lihat proyek ‘AIR’ lainnya yang tidak kalah mengagumkan!
Apa rasanya jika kita berada di jalanan yang di atasnya AIR?
 
The Ringvaart Haarlemmermeer
 
Terowongan jalan raya bawah air di Danau Veluwemeer
(Aqueduct Veluwemeer)
Melihat kedua gambar di atas secara kasat mata, tentu kita akan mengira jalan raya terputus karena lintasan sungai. Tapi, jangan tertipu dengan gambar tersebut karena sebetulnya jalan raya tidak terputus, tapi berada di bawah air!
Yup, betul sekali! Ini satu lagi jenis inovasi terbarukan yang diusung oleh Belanda.
Jalanan tersembunyi’ begitu penyebutannya. Jalan raya di Belanda semakin banyak menghilang ke bawah tanah. Alasan utama dibangunnya jalan raya ‘tersembunyi’ adalah lingkungan. Ir. Stephen Lezwijn seorang pekerja di Pusat Pembangunan Bawah Tanah menerangkan pembangunan terowongan jalan raya di bawah tanah kian populer. Seiring dengan makmurnya ekonomi masyarakat dan semakin pesatnya laju pertumbuhan penduduk secara otomatis, dampak pertambahan mobilitas dan pertumbuhan infrastruktur pun tak terelakkan.
Lebih dari 16 juta orang tinggal di Belanda dan jutaan arus transportasi darat maupun air terjadi setiap harinya. Baik jalan raya maupun jalur kereta api semakin padat sehingga kapasitas jalur transportasi tidak lagi memadai. Untuk itu, dibangunlah infrastruktur yang didesain menjadi multijalur dalam satu wilayah.
 
Grand Design Aqueduct Veluwemeer
Demi memperlancar lalu lintas, dibangunlah bendungan, kanal, sekaligus jembatan untuk kapal komersial yang berlalu lintas di Veluwermeer. Kanal yang panjangnya sekitar 25 meter ini dibangun tahun 2000, dua tahun kemudian dibuka sebagai jalur resmi. Rata-rata 28.000 kendaraan melintas setiap harinya.
Pembuatan Ringvaart Harlemermeer
Ringvaart (Cincin Kanal), jalur air penting untuk kapal komersial dan sebagai tempat rekreasi. Di bawahnya, dibuat dua jalur untuk kereta dan jalan raya. Jalur air The Ringvaart jadi rute pelayaran dari Hollands Diep ke Ijsselmeer.
Sikap cepat tanggap orang Belanda dengan menunjukkan reaksi dan aksi dalam menemukan solusi di setiap masalah sangat luar biasa. Harmonisasi dalam pembangunan proyek membuktikan kemajuan teknologi bisa selaras dengan lingkungan. Semoga bangsa Indonesia bisa mengikuti jejak Belanda dalam pembangunan.
Referensi
Referensi video


Leave a comment

#475 Jangan Pernah Kehabisan Akal *wink*

Oleh Dina

Sesuai dengan judul saya, saya akan mengambil negara Belanda sebagai contoh bagaimana negara ini jatuh dalam keterpurukan dalam menghadapi letak geografis yang sangat tidak menguntungkan,  hingga memaksa mereka untuk tunduk pada nasib. Tetapi apa yang terjadi? Mereka dapat bangkit dari  keterpurukan nasib dan menemukan jalan keluar.

Saya akan menjelaskan secara singkat dan sederhana proses perjalanan hidup negara yang pantas kita acungkan jempol ini. Jika dilihat dari sisi geografis, negara ini sebagian terdapat di bawah permukaan air laut yakni dari pesisir pantai Belgia sampai utara provinsi Groningen dan Friesland. Bahkan di daerah Nieuwerkerk aan den Ijssel berada 6.76 meter dibawah permukaan laut. Sudah kebayang betapa buruk dan tidak menyenangkannya letak geografis negara ini. Tetapi hal ini juga yang telah menyebabkan negara ini terkenal dengan sebutan Netherlands (tanah rendah), negara Kincir Angin, negara DAM, dan eksotis bunga tulip yang bermekaran setiap musim panas(April-Mei) yang diekspor ke seluruh dunia.

netherlands_provinces_map

Semula pengupayaan pembangunan negara ini sudah berlangsung sejak 1000 tahun yang lalu, di mana  nenek moyang mereka sudah mulai membangun bukit pasir(Duinen) untuk menghindari ancaman air bah, setelah itu terbentuklah sebuah daratan yang lepas dari laut (Folder), namun di dalam folder masih terdapat genangan air, yang kemudian dipompa menggunakan tenaga kincir angin hingga mengeras membentuk daratan. Air yang dipompa tersebut digunakan untuk mengairi tanaman agar tumbuh subur oleh petani seperti tulip.

Sedangkan di daerah pasang surut dibangun sebuah tanggul (Dikjen) di sepanjang pesisir pantai Belgia hingga provinsi Frisland dan Groningen, namun tanggul Zeelandsetinggi 4,55 meter inipun jebol pada tanggal 31 Januari 1935  memakan korban yang tidak sedikitnya 1.800 meninggal dunia, 150 hektar tanah yang terendam, hewan dan harta benda yang tidak terhitung kerugiannya. Peristiwa ini seakan-akan membuat masyarakat Belanda merasa dunia kiamat seketika, alhasil mereka berjanji akan membangun negara mereka semaksimalnya dan tidak akan membiarkan kejadian tersebut terulang kedua kali. Peristiwa ini  dikenal dengan nama waternoodramp.

Dengan adanya peristiwa yang menyayat hati tersebut, Belanda beritikad membangun suatu projek besar Delta Works, pembangunan sebuah tanggul raksasa di provinsi yang terkena bencana, menghubungkan daratan Zeeland dengan pulau-pulau di sebelahnya. Nama bendungan raksasa tersebut adalah Oostterschelde vloegkering, dengan tembok yang setinggi 13 meter tersebut diyakini dapat menahan badai besar yang akan menerpa Belanda. Pembangunan proyek besar tersebut berhasil menarik perhatian internasional dan memasukkannya ke dalam tujuh keajaiban dunia.

Netherlands 248

th-delta-works

Proyek kedua, monumen bendungan Afsluitdijk  merupakan bendungan yang membentang sepanjang 32 km, lebar 90 meter, ketinggian 7,25 meter dari permukaan laut. Di atas bendungan tersebut terdapat  jalan bebas hambatan,  jalur khusus bersepeda serta pemandangan  menakjubkan bagi yang berkendaraan di atasnya. Monumen tersebut juga terdapat tulisan Bangsa yang hidup, membangun masa depannya. Menggambarkan seberapa  gigih perjuangan para penggagasnya.

Afsluitdijk

Afsluitdijk_met_standbeeld_Lely

Kedua mega projek tersebut mencerminkan kepada kita agar tidak mudah putus asa dan kehabisan akal dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Walaupun masalah selalu datang bertubi-tubi,  selalu ada cara untuk menyelesaikan meski sesulit apapun. Tidak ada hal yang mustahil dan terlalu sulit jika Anda belum pernah mencoba mengatasinya. ayo belajar mentalitas dari orang Belanda!!

Take a deep breath, open your minds, you will find a way!


Leave a comment

#466 Memaksa Laut menjadi Danau

Oleh Agung Susanto

Belanda
Hmm, mungkin hal tersebut terdengar sangat mustahil dan tidak mungkin. Mengubah laut untuk menjadi sebuah danau, yang bertujuan untuk memperpendek garis pantai dan menghubungkan provinsi satu dengan yang lain serta menciptakan “tanah” baru untuk memperluas wilayah daratan. Tapi tantangan yang terlihat gila dan mustahil ini dijawab oleh negara yang menjadi perintis dalam bangunan air. Belanda telah berhasil melakukannya.
peta Afsluitdijk (by google map) , dengan Zuiderzee (IJsslemeer)
Memang ini bukan pekerjaan yang mudah, seperti membalikkan telapak tangan. Tentu negeri yang dijuluki dengan sebutan “Negeri Kincir Angin” tersebut memerlukan waktu yang panjang. Namun, hasilnya sangat mengagumkan dan layak untuk diapresiasi. Yakni memisahkan laut Zuiderzee dengan laut Wadden (Waddenzee / laut utara), yang bertujuan untuk memperpendek garis pantai dan juga menjadikan area penghubung antar provinsi. Laut Zuirdezee dan Wadden, keduanya dipisahkan dengan sebuah tanggul yang memiliki panjang 32 km dan lebar 90m yang bernama “Afsluitdijk” (tanggul penutup) pada tahun 1932. Yang menghubungkan Den Oever yang terletak di Noord-Holland dengan provinsi Friesland. Dan Zuiderzee yang tadinya asin, lama kelamaan berubah menjadi tawar.
foto Afsluitdijk dari Den Oever
Ide untuk memisahkan Zuiderzee dengan laut utara tersebut bergerak pada abad ke-17. Memang, pada awalnya ide ini terdengar sangat gila. Belanda memiliki keinginan untuk mengubungkan pulau-pulau Frisian Barat dengan menggunakan bendungan dan daratan. Dan pada tahun 1927, proyek ini mulai di gelar oleh seorang insinyur bernama Cornelis Lely, yang kala itu juga menjabat sebagai Menteri Perhubungan. Proyek berjalan, dan selesailah pada tahun 1932.
patung Cornelis Lely di kawasan Afsluitdijk
Air di Zuiderzee berubah menjadi tawar, tentu sudah tidak pantas lagi disebut “laut”. Mengingat air tak lagi asin. Dan Zuiderzee pun di ganti nama menjadi IJsselmeer. Dan gelarnya turun bukan lagi laut, melainkan danau. Namun, IJsselmeer berhasil menjadi danau terbesar ke-lima di Eropa.

Nama IJsselmeer tersebut diambil berdasarkan nama sungai IJssel yang bermuara di Zuiderzee tersebut. IJsselmeer memiliki luas 1100 km².

Lelystad di Google Map
Dengan adanya danau IJsselmeer tersebut, muncul pula sebuah wilayah hasil reklamasi pada tahun 1967, yakni Lelystad yang merupakan ibukota dari Flevoland. Menggunakan nama “Lely”, bertujuan untuk menghormati Cornelis Lely. Lelystad sendiri berada 5m di bawah permukaan laut.

beberapa provinsi di Belanda
Sekali lagi, tak sekedar membendung laut, Afsluitdjik tersebut menjadi penghubung antara Noord-Holland dan Friesland. Dengan begitu, orang-orang yang hendak bepergian dari Noord-Holland menuju Friesland atau sebaliknya dapat menempuh jalur darat yang lebih dekat. Berbeda dengan sebelumnya, tentu saja mereka harus menyeberangi Zuiderzee dan tentu memakan waktu yang lebih lama. Namun, dengan transportasi darat, dapat melaju lebih cepat dan mempersingkat waktu.
Semoga dengan adanya karya Belanda tersebut, yang mampu mengubah laut menjadi danau, menghubungkan wilayah satu dengan yang lain dengan tanggul, dapat menjadi pemicu negara kita, Indonesia, yang sebagian besar adalah lautan, untuk setidaknya melakukan hal yang serupa. Dengan begitu, akses dalam pulau satu dengan yang lain dapat menjadi lebih mudah. Memang terdengar gila, namun, Belanda saja bisa melakukannya…


Leave a comment

#452 To Make Lemonade out of Lemons: Sebuah Pelajaran dari Negara Raja Willem-Alexander

Oleh Nella Fitri Maya Juwita

Belanda, ya itulah negara sang raja. Negara yang terkenal dengan hamparan bunga tulipnya nan indah adalah negara dataran rendah dimana seperempat dari negara tersebut berada di bawah permukaan laut (bpl). Titik terendahnya mencapai 6.76 meter bpl sedangkan titik tertinggi hanya 323 meter di atas permukaan laut. Dari fakta di atas, tak dapat disangkal bahwa air merupakan momok menakutkan bagi Belanda. Namun bukan Belanda namanya kalau menyerah pada keadaan. Dengan perjuangan tak kenal lelah, ia berhasil menaklukkan kekurangannya dan lebih fenomenal lagi, ia mampu menunggangi kekurangan tersebut hingga menjadikannya negara pionir.

Image

Semua berawal dari bencana banjir yang mengakibatkan Belanda kehilangan area yang luas pada abad ke-9 hingga abad ke-13. Untuk mengatasi bencana ini, dilakukanlah reklamasi terhadap lahan gambut di bagian barat negara tersebut yang berhasil mengurangi level ketinggian air. Namun sebaliknya, hal tersebut juga mengakibatkan penurunan tanah di bagian polder yang berakibat semakin rentannya wilayah tersebut terhadap banjir. Untuk mengatasinya, dibangunlah bendungan di sekitar lahan gambut dan di wilayah polder yang padat penduduk tersebut serta mulai diperkenalkannya kincir angin pada tahun 1250 hingga 1600.

Berbekal mental pekerja keras, tak kenal lelah dan selalu dinaungi rasa ingin tahu yang tinggi, bangsa Belanda terus berusaha menemukan cara terbaik untuk menaklukkan kekurangannya. Pada abad ke-17, dengan kemampuan teknologi yang semakin meningkat, Belanda berhasil melakukan pengeringan terhadap danau Haarlem seluas 18.000 hektar yang salah satu bagiannya menjadi tempat berdirinya bandara Schipol sekarang ini.

Image

Peta sebelum direklamasinya danau Haarlem (Haarlemmermeer)

Image

Pemandangan kota Haarlem (yang tadinya danau) di masa kini

Tidak berhenti sampai disitu saja, proyek pembangunan tanggul skala besar (Afsluitdijk) dimulai pada abad ke-20. Tujuan dari mega proyek ini adalah untuk menutup pintu terbuka Belanda yang langsung menghadap ke laut utara.

Image

Proses pengerjaan Afsluitdijk

Image

Afsluitdijk di Belanda

Namun dengan segala upaya yang telah dikerahkan, air (lagi-lagi) kembali menguji Belanda. Pada tahun 1953 terjadi banjir bandang yang merenggut nyawa 1800 warganya.

Image

Suasana pasca banjir tahun 1953

Putus kah asa Belanda? Tidak, teman. Mereka malah muncul dengan ide yang lebih brilian yang menghantarkannya sebagai negara dataran rendah pertama yang berhasil menaklukkan air. Ya, Belanda menjadi pionir karena air melalui proyekdeltaworks-nya. Deltaworks merupakan proyek proteksi banjir terbesar di dunia yang mulai dirintis oleh Belanda pada tahun 1953. Melalui proyek deltaworks ini, Belanda berhasil membangun 13 bendungan raksasa yang memakan waktu selama 30 tahun. Keberhasilan Belanda dalam proyek deltaworks tidak hanya diakui dinegaranya saja, namun juga di dunia. Hal ini terbukti dengan masuknya deltaworksdalam seven wonders of the modern world.

Image

Peta posisi delta

Image

Penampakan beberapa delta di berbagai tempat

Sudah selesaikah perjuangan Belanda? Belum, teman. Terkait dengan perubahan iklim global, pada tahun 2006 yang lalu Belanda kembali menelurkan pemikiran out-of-the-box nya dalam mengatasi banjir. Alih-alih memisahkan air dengan daratan, kini Belanda memberikan ruang lebih bagi air melalui pelebaran beberapa sungai. Proyek yang membutuhkan dana sebesar €2.3 juta ini diharapkan selesai pada tahun 2015.

Image

Sungai Rhine yang terlihat dari udara: salah satu sungai

yang dalam konsep memberikan ruang lebih pada air akan diperlebar

Itulah Belanda. Negara yang tak pernah lelah berjuang menghadapi kekurangan yang ada. Melihat perjuangannya, aku teringat pada sepenggal firman Allah SWT yang berbunyi:

Sesungguhnya Allah tak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa-apa yang ada pada diri mereka.”

Sungguh Belanda telah membuktikannya. Dengan perjuangan tanpa mengenal lelah akhirnya ia mampu mengubah nasibnya dari negara kerajaan tanah rendah langganan banjir menjadi negara terdepan penakluk sang banjir.

Image

Referensi

Delta Works Flood Protection, Rhine-Meuse-Scheldt Delta, Netherlands. Diakses melalui http://water-technology.net/projects/delta-works-flood-netherlands/
History of Water Management. Diakses melaluihttp://www.ruimtevoorderivier.nl/meta-navigatie/english/history-of-watermanagement/
Made in Holland. Solution for a Changing World.The Netherlands: Worldwide Partner for Water. Diakses melalui www.hollandtrade.com
Pioneering Water. Royal Netherlands Embassy.
Room for the River: Making room for the Dutch approach. Diakses melaluiwww.ruimtevoorderivier.nl
The Disaster of the 1953 Flood. Diakses melaluihttp://www.floodsite.net/juniorfloodsite/en/student/thingstoknow/hydrology/1953flood.html
10 Fakta Menarik Belanda. Diakses melaluihttp://olahraga.plasa.msn.com/football/euro-2012/features/10-fakta-menarik-belanda
Referensi Gambar
http://www.nationsonline.org/maps/netherlands_map.jpg
https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/graphics/flags/large/nl-lgflag.gif
http://25.media.tumblr.com/4abe00891e4baeb2e91657b681f0508f/tumblr_mhcmqsAXZP1s3i8zbo1_500.jpg
http://www.ricksteves.com/images/ben/haar_grote-markt.jpg
https://cdn4.gbot.me/photos/DM/qc/1305070941/Netherlands___Nov_27__013-Haarlem-20000000001581875-500×375.jpg
http://cdn.eupedia.com/images/content/haarlem-2.jpg
http://imagene.youropi.com/haarlem%28p:city,haarlem%29%28c:0%29.jpg
http://www.112sudwestfryslan.nl/wp-content/uploads/2011/01/afsluit.jpg
http://www.huubmous.nl/wordpress/wp-content/uploads/2007/03/afsluitdijk-afb1.jpg
http://www.autoevolution.com/news-image/afsluitdijk-cruising-over-water-11817-3.html
http://www.autoevolution.com/news-image/afsluitdijk-cruising-over-water-11817-4.html
http://davidmixner.typepad.com/.a/6a00d8341c90b153ef017ee4e632f1970d-pi
http://www.wired.com/images/article/magazine/1701/ff_dutch_delta_flood.jpg
http://www.deltawerken.com/modules/mediagallery/images/maps/dammen.jpg
http://images2-telegraaf.nl/multimedia/archive/00756/deltawerken_756512a.jpg
http://www.cityguiderotterdam.com/uploads/pics/deltawerken_01.jpg
http://3.bp.blogspot.com/-xM0SDyDuwxI/TrTvtyKqvBI/AAAAAAAAAOg/tL2IPAEJB4U/s1600/198Delta.jpg
http://www.water.mottmac.com/waterprojects/?mode=type&id=403689
http://yabbedoo.files.wordpress.com/2011/04/tulipsfieldsinholland6.jpg
http://knowinglyundersold.files.wordpress.com/2010/07/lemonsylemonade.jpg
http://thrive.blogs.petaluma360.com/files/2010/05/Lemonade.jpg
http://www.esacademic.com/pictures/eswiki/51/300px-Netherlands_Afsluitdijk.jpg