KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013


Leave a comment

#371 Dari Susu Menjadi Keju

Oleh Martina Nurma Dewi

Dalam beberapa kali komunikasi via telepon, ibu menyisipkan nasihat yang sama “dek, jangan lupa minum susu, kalau bisa disempatkan beli roti dan keju ya dek untuk cemilan di kosan”. Ibu memang sosok penuh perhatian yang selalu mengingatkan pentingnya nutrisi asupan makanan anaknya di rantau kota metropolitan, beliau mengerti betul bahwa beberapa minggu terakhir ini cuaca tidak bersahabat dan anak manusia siapapun sepertinya rentan untuk terserang flu jika tidak mampu mengimbanginya dengan pola makan dan nutrisi yang baik. Entahlah, sedari saya kecilsusu menjadi menu wajib untuk diminum setiap pagi maupun malam, tambahannya jika saya sakit, keju seolah menjadi obat penawar racun yang jika dimakan hari ini, besoknya saya langsung sembuh, sepertinya memang kurang ilmiah tapi hal tersebut berlaku bagi tubuh saya.

Susu dan keju’ merupakan dua hal yang saling terkait erat, tentu saja karena susu dan keju adalah suatu hal yang sama namun terbedakan oleh tahap lanjut proses pengolahan. Sangat menarik bagi saya yang dalam tubuhnya ini mengalir nutrisi susudan keju untuk mengetahui lebih mendalam mengenai negara produsen susu dan kejuyang juga memiliki ikatan historical dengan Indonesia.

 

Mungkin anda pernah mendengar atau melihat kata-kata berikut ini “Holland, your partner in food and nutrition” yap itulah Belanda, merupakan negara yang mendunia dengan kepopulerannya dalam hal nutrisi makanan, sebut saja susu dan keju.  Fakta menarik, Belanda memiliki 19,2 ribu peternakan dengan jumlah sapi perah sebanyak 1,5 juta ekor, bayangkan berapa banyak susu yang diproduksi setiap harinya. Tidak hanya itu, Belanda senantiasa memiliki statistik yang baik dalam hal produksi dan suplai susu. Berdasarkan data terakhir dari Statistic Netherlands – Centraal Bureau voor de Statistiek, suplai susu per bulan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dan pada tahun 2012 mencapai nilai tertinggi sebesar 11.670.079.000 kg diikuti peningkatan persentase kandungan nutrisi yakni protein dan lemak.

Sumber: Statistic Netherlands-CBS 2013

Fakta lain, dapat dilihat dari grafik di bawah bahwa produksi susu olahan berupa keju mengungguli olahan lainnya yakni buttermilk powder, dan concentrated milk, sangat layak jika dikatakan bahwa Belanda unggul dalam hal produksi keju.

 Dairy production yang tinggi senantiasa menempatkan Belanda pada peringkat limaTop 20 Global Dairy Companies, 2012 oleh Rabobank’s Food & Agribusiness Research and Advisory Group berdasarkan nilai omset terbanyak.

Hasil olahan susu yakni keju yang dalam Bahasa Belanda disebut Kaas merupakan komoditas ekspor yang sangat penting dalam perekonomian, bahkan pada tahun 1970an Belanda memimpin dunia dalam mengekspor keju. Sebagai negara yang telah membuat keju sejak 400 Masehi, negeri ini memperoleh reputasi internasional sebagai “Cheese Land’. Jenis keju paling terkenal adalah Gouda dan Edam yang namanya diambil dari nama kota di Zuid Holland dan Noord Holland yang merupakan pasar keju ternama di Belanda.

Menariknya, kedua jenis keju ini memiliki nilai nutrisi yang tinggi, pasalnya dalam 100 gram Keju Gouda terdapat 356 kalori dengan rincian 68% lemak,  2% karbohidrat, dan 30% protein. Persentase rincian tersebut sama untuk 100 gram Keju Edam dengan kandungan kalori sebesar 357.

*Informasi nilai gizi berdasarkan AKG dari 2000 kalori

Kepioniran Belanda dalam hal produksi susu dan keju patut diacungi jempol, karena kuantitas dan kualitas yang baik merupakan dua hal yang selaras dikedepankan oleh negeri ini.

Referensi

http://statline.cbs.nl/StatWeb/publication/?VW=T&DM=SLEN&PA=7425eng&LA=EN
http://www.holland.com/us/tourism/activities/traditional/cheese-2/dutch-cheese-brands.htm
http://hollandfoodpartner.com/trade/areas-of-expertise/
http://dutchfood.about.com/od/aboutdutchcooking/a/SayCheese.htm
http://dairybusiness.com/seo/headline.php?title=rabobank-world-s-top-20-dairy
http://www.fatsecret.co.id/kalori-gizi/umum/
http://id.wikipedia.org/wiki/Keju_Belanda


Leave a comment

#167 “Mooooww”.. Friesian Holstein beraksi

Oleh Christerra Ellen Kusumaningrum

Belanda..!! Terlintas dalam benak saya, mengapa banyak kincir angin di Belanda? Setelah menelusuri lebih lanjut, kincir angin yang digunakan pertama kali sekitar abad 13 ini bermanfaat untuk mengeringkan lahan yang dahulunya adalah air. Hampir keseluruhan wilayah di Belanda berada di bawah permukaan air laut. Air yang ada di wilayah Belanda dialihkan, disalurkan dan dibendung dengan menggunakan kincir air yang terdapat dalam bangunan kincir angin. Lahan yang masih agak sedikit basah di keringkan dengan menggunakan kincir angin.

Kincir angin di Belanda

Dalam perkembangannya banyak manfaat dari kincir angin, khususnya di bidang pertanian dan peternakan. Salah satunya adalah pemanfaatan lahan yang telah kering untuk bercocok tanam dan beternak. Telah diketahui bahwa sektor pertanian dan peternakan di Belanda menyumbang sebesar 20 % Pendapatan Nasional Belanda. Friesian Holstein atau disebut juga Fries Holland, si penghasil susu, merupakan salah satu yang berkontribusi di dalamnya.

Penampakan Friesian Holstein

 Penasaran dengan Friesian Holstein, apa rahasia sapi ini mampu menghasilkan susu yang istimewa? Kita kenalan dulu dengan si Frisean Holstein. Sapi holstein atau frisia merupakan salah satu trah sapi perah yang sekarang dikenal sebagai sapi yang terbanyak memproduksi susu. Berasal dari Eropa, sapi holstein dikembangbiakkan di daerah yang sekarang menjadi Provinsi Holland Utara dan Friesland, Belanda (jadi bukan dari Holstein, Jerman). Sapi ini mampu memproduksi susu 1,800 liter – 2.000 liter per masa laktasi atau sekitar 8,92 liter – 10 liter per hari, bahkan di daerah subtropis dapat mencapai hingga 4.500 liter – 5.755 liter per masa laktasi. Bobot badan dewasa 570 kg – 730 kg pada betina dan 800 kg – 1.000 kg pada jantan. Bulu berwarna belang hitam dan putih, dimana pada dahi terdapat warna putih berbentuk segitiga dan pada bagian dada, perut bagian bawah, ekor dan kaki berwarna putih.

Bicara tentang pakan yang diberikan pada Friesian Holstein, peternak di Belanda memanfaatkan teknologi yang disebut ensilasi, yaitu metode pengawetan hijauan berdasarkan pada proses  fermentasi asam laktat yang terjadi secara alami dalam kondisi anaerobik. Tujuannya untuk memaksimumkan pengawetan kandungan nutrisi yang terdapat pada hijauan atau pakan ternak lainnya, agar bisa disimpan dalam kurun waktu lama, untuk kemudian diberikan sebagai pakan ternak. Dan, hampir 90% hijauan yang dihasilkan dari lahan pertanian di Belanda diproses dengan teknik ensilasi.

Lahan pertanian, proses pembuatan silase gulung dan pemanfaatannya pada ternak sapi

Bibit ternak sudah tidak diragukan lagi, teknologi pakan yang diberikan juga sudah mumpuni. Namun ada satu hal yang dilakukan oleh peternak, yaitu memperlakukan sapi dengan sangat istimewa. Mari kita tengok ke Wapse Farm. Wooow, apa yang terjadi disana? 80 sapi di Wapse Farm mengenakan pamper dan layanan pemijatan. Beberapa diantaranya bahkan mendapatkan tempat tidur air. Menurut Nancy Vermeer pemilik Sun farmer: Sapi-sapi tersebut harus bergembira. Jika tidak, mereka tidak akan mau menghasilkan susu. Matras yang digunakan sekarang kebanyakan terbuat dari bahan karet, meskipun untuk beberapa sapi tertentu para pemilik peternakan tersebut rela menggunakan tempat tidur air.” Peternak memberikan layanan khusus pada sapi-sapinya agar produktifitas susunya meningkat.

Sapi yang mendapatkan perlakuan istimewa “beralaskan karpet”

Terkuak sudah rahasia dibalik julukan Belanda sebagai salah satu negara penghasil susu dan keju terbesar di dunia, jawabannya adalah manajemen pemeliharaan yang baik, peralatan modern serta perlakuan istimewa untuk si Friesian Holstein.

Keju Produksi Belanda berasal dari Susu si Friesian Holstein

 Ada baiknya kita belajar dari kehidupan masyarakat di Belanda, memanfaatkan kelemahan menjadi potensi yang besar dan mengoptimalkan potensi yang ada untuk menunjang kesejahteraan masyarakatnya.

Referensi

http://akbar.blog.ugm.ac.id/2013/02/17/fermentasi-hijauan-pakan-ternak-silase/
http://ternak-ruminansia.peternakan.co.id/sapi-friesian-holstein/
http://id.wikipedia.org/wiki/Sapi_holstein
http://www.kagakribet.com/fun.php/ijp19xxW08HG/


Leave a comment

#030 Minum Susu, Sehat ala Belanda

oleh Muhammad Ikhsan Mahar

(fredhoogervorst.com)

Minum susu bagi sebagian orang Indonesia adalah hal mewah. Namun tidak begitu dengan Belanda. Kegemaran mereka mengomsumsi susu telah membawa negara, yang memiliki populasi sekitar 16 juta penduduk ini, dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat kesehatan penduduk yang tinggi. Bagi orang Belanda, susu merupakan asupan wajib harian, mulai dari sarapan hingga mereka menjelang tidur. Bahkan di pub kita pun bisa menemui orang minum susu. Selain itu, tidak sekedar sebagai tambahan cereal, mereka juga mencampurkan susu pada secangkir teh atau kopi sebagai penambah nikmat.

Dari data statistik tahun 2007, Belanda tercatat berada di urutan ketiga sebagai negara pengomsumsi susu tertinggi di dunia, dengan jumlah komsumsi 320,15 kg susu per kapita. Hanya kalah dari dua negara Skandinavia, Finlandia dan Swedia. Belanda juga memproduksi berbagai macam jenis susu, seperti susu bubuk dan susu kental manis, namun 100% orang Belanda hanya meminum susu cair. Kedua jenis susu itu mereka pionirkan ke negara-negara nan jauh dari tanah air mereka, contohnya Indonesia. Jadilah di negara-negara dunia ketiga, susu bubuk dan kental manis lebih populer dibanding susu cair yang memiliki kandungan gizi jauh lebih tinggi.

Menetap selama bertahun-tahun di negeri asing otomatis membuat para tentara dan pengusaha Belanda di Hindia-Belanda merasakan homesick, salah satunya kebiasaan minum susu mereka. Hal ini yang membuat pemerintah Hindia-Belanda menggalakkan impor sapi perah asli Belanda yang berasal dari kawasan Friesland, yang memang merupakan pemasok susu perah terbaik di negeri kincir angin itu. Sapi-sapi itu diternakkan di kawasan Bandung (Jawa Barat) dan Petamburan (Jakarta), sehingga pada masa itu Bandung dikenal sebagai pemasok susu utama Hindia-Belanda, sedangkan Jakarta (Batavia) dijadikan promosi wisata bagi pelancong kulit putih pada masa itu sekaligus mengindikasikan kepada mereka bahwa di Hindia-Belanda juga bisa mengomsumsi susu.

Di dunia pun produk susu asal Belanda sangat digemari. Berdasarkan data Rabobank International 2011, perusahaan susu Belanda, FrieslandCampina menduduki urutan kelima sebagai produsen susu terbesar di dunia. Produsen susu ini memiliki peran besar dalam mempopulerkan susu kemasan di kawasan Asia dan Afrika.

Persentase 100% susu cair yang diminum di Belanda ialah susu olahan dari sapi. Sehingga, budaya minum susu yang disebarkan bangsa Belanda semenjak masa kolonialisme di abad 19, menyebabkan persepsi masyarakat dunia bahwa susu sapi ialah susu hewani terbaik. Hal ini diperkuat dengan data WHO pada 2011, yang mengatakan 85% susu komersial berasal dari sapi. Padahal, di Asia Barat dan Asia Tengah susu kerbau dan kambing jauh lebih populer.

Kini, susu telah menjadi pangan syarat sehat di seluruh belahan bumi. Belanda, dengan perannya sebagai salah satu penyebar kebiasaan minum susu, telah mengajak dunia untuk hidup sehat. Meskipun masih banyak mitos-mitos negatif tentang susu, toh Belanda telah membuktikan susu mampu membuat mereka termasyur selama berabad-abad.