KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013


4 Comments

#577 Bersepeda di Belanda ternyata Menyenangkan dan Nyaman

Oleh Ikhsan Azhar

Animo Warga Negaranya yang Begitu Tinggi

Selain dikenal sebagai negeri kincir angin, Belanda juga lebih dikenal sebagai negeri sepeda. Hal ini disebabkan oleh Belanda menjadi negara satu-satunya  yang mempunyai populasi sepeda terbanyak di dunia. Saat ini saja, populasi sepeda di Negeri Belanda mencapai 22 juta unit. Padahal jumlah penduduknya hanya 16,6 juta jiwa. Ini artinya, setiap warga negara Belanda mempunyai lebih dari satu sepeda.

Begitu besarnya populasi sepeda di Belanda, membuat animo masyarakat, baik itu yang tua-muda, dan anak-anak atau orang dewasa selalu memenuhi jalan-jalan di Belanda dengan mengendarai sepeda.

 ikhsan

Gambar anak-anak dan orang dewasa sedang mengendarai sepeda

 Beragam Bentuk Sepeda di Belanda

Bukan Belanda namanya jika tidak kreatif menciptakan inovasi-inovasi terbaru. Untuk membuat masyarakatnya nyaman dan menyenangkan ketika bersepeda, maka dibuatlah begitu banyak inovasi teknologi mengembangkan sepeda. Ada 4  bentuk atau model sepeda yang membuat pengendara sepeda di Belanda merasa menyenangkan.

Pertama adalah bentuk sepeda Omafiets.

Bentuk ini adalah bentuk sepeda yang populer di Belanda. Omafiets disebut juga Grandma’s bike. Sepeda  Omafiets tradisional berwarna hitam, dengan frame yang agak jauh, sehingga membuat posisi tegak, bagian rantai yang tertutup sebagai penahan lumpur. Pada awal pembuatan sepeda Belanda hanya ada gigi satu atau gigi tiga, sehingga kecepatannya rendah. Namun, sepeda Belanda sekarang dilengkapi dengan gigi yang lebih tinggi, bisa mencapai gigi 8.

 ikhsan2

Sepeda Omafiets

Yang kedua adalah sepeda Taga Hybrid.

Bentuk sepeda seperti ini dibuat oleh desainer sepeda asal Belanda-Israel. Desainnya yang menarik dan mampu membawa dua anak jadi pilihan bersepeda dengan keluarga. Bentuk sepeda seperti ini bisa jadi pilihan bagi ibu-ibu membawa anak balitanya jalan-jalan mengitari kota-kota di Belanda.

 ikhsan3 Sepeda Taga Hybrid

Kemudian yang ketiga adalah bentuk sepeda taxi.

Bentu sepeda ini banyak ditemukan di ibukota Belanda, yaitu Amsterdam. Konsep sepeda taxi cukup menarik, karena sepeda ini bisa digunakan untuk beberapa orang. Oleh karena itu, konsep sepada ini dikenal dengan slogan yaitu “many people, one bicycle”.

 ikhsan4 Sepeda dengan Bentuk Mirip Taxi

Keempat adalah sepeda Berbentuk “bus sekolah”.

Bentuknya yang seperti bus membuat sepeda ini unik . Sepeda ini diperuntukan untuk anak-anak sekolah usia 4-12 tahun. Perlu kalian ketahui, bahwa bentuk seperti ini menjadi pertama dan satu-satunya di dunia!

ikhsan5

Sepeda berbentuk Bus Sekolah

Begitu Nyamannya Bersepeda di Belanda

Pada umumnya, sepeda di Belanda dilengkapi dengan dua pedal rem belakang atau rem kaki yang berfungsi seperti rem lainnya. Akan tetapi, rem ini lebih baik jika pengendara melaju dengan kecepatan tinggi. Hal inilah yang membuat para pengendara sepeda di Belanda merasa aman dan nyaman.

Hal lain yang membuat masyarakat Belanda nyaman ketika bersepeda adalah sepeda-sepeda di Belanda dapat disimpan di luar sepanjang tahun dengan kondisi hujan dan salju tanpa berkarat. Hal ini penting di Belanda, karena keterbatasan ruangan.

Untuk membuat masyarakatnya lebih aman lagi ketika bersepeda, saat ini beberapa sepeda dilengkapi dengan dinamo yang terhubung dengan roda sepeda, sehingga bisa menyalakan lampu sepeda. Selain itu, pemerintah Belanda juga menyediakan jalur sepeda yang bisa mengeluarkan cahaya pada waktu malam hari.

 ikhsan6

Jalur Bagi Pengendara Sepeda yang Mengeluarkan Cahaya ketika Malam Hari

Referensi

http://ada2ja.wordpress.com/;
http://luar-negeri.kompasiana.com/2013/04/12/bbm-naik-di-belanda-tidak-masalah-karena-ada-sepeda-550384.html;
http://kelinputih.blogspot.com/2012/05/belanda-dan-dunia-sepeda.html.

Advertisements


Leave a comment

#527 Belanda… Sang Pionir yang Menarik Hati

Oleh Nida Asma Amaniy

Belanda… Banyak hal yang membuatku tertarik dengan negeri kecil satu ini.

Negeri unik dengan kreativitas dan inovasinya mampu melahirkan semangat untuk terus menjadi pionir. Mari sedikit kuceritakan berbagai kepioniran Belanda.

Belanda merupakan negara pertama di Eropa yang menyediakan program studi berbahasa Inggris. Sekarang, hampir semua program studi untuk siswa internasional diajarkan dalam bahasa Inggris. Berkat kepionirannya ini, Belanda mampu membuka pintu gerbang pendidikan internasional di Eropa. Mayoritas warga Belanda juga mahir berbahasa Inggris sehingga tidak perlu khawatir terkendala masalah bahasa di sana.

Selanjutnya, kebanyakan dari kita merupakan para pemburu beasiswa, iya kan? Aku pun ingin melanjutkan studiku lewat jalur beasiswa.

Berbicara mengenai beasiswa, untuk ke Eropa terdapat sebuah beasiswa terkenal.  Coba tebak? Yup benar sekali…

Beasiswa Erasmus Mundus!

Nama beasiswa Erasmus Mundus diperoleh dari nama filsuf dan humanis Belanda yang terkenal yaitu Desiderius Erasmus. Setelah menyelesaikan studinya di Belanda, Erasmus berkelana ke seluruh Eropa untuk berdebat dengan beberapa ilmuwan dan juga menulis beberapa buku.

b1

Sekarang mari coba bayangkan kita sedang di Belanda. Apa yang hendak teman-teman lakukan di sana? Adakah tempat, makanan, atau hal lainnya yang menjadi target teman-teman?

Kalau aku ingin sekali menyelami karya kepioniran Belanda agar semangat itu menular pada diriku.

Aku sangat suka bersepeda. Aku ingin bersepeda di atas “Smart Highway” yang dibuat oleh Belanda menggunakan sistem glow in the dark.

b2

Inovasi “Glow in the dark” yang dibuat demi keselamatan pesepeda di malam hari
(lihat juga videonya di sini :

)

Mitzi Dominguez dari Meksiko pernah berkata: “Orang Belanda selalu selangkah lebih maju. Coba lihat saja sepeda mereka! Mereka bahkan bisa bersepeda dengan beberapa orang dan hewan peliharaannya sekaligus!”

Gak percaya? Ini buktinya..

b3

Belanda terus mengembangkan inovasi model sepeda sesuai kebutuhan

Aku ingin menikmati hamparan bunga tulip di Keukenkof dan di kota Anna Paulowna. Bunga tulip sebenarnya berasal dari Turki dan pertama kali diperkenalkan ke Belanda pada akhir abad ke-16 oleh ahli holtikultura bernama Carolus Clusius. Kini, orang-orang Belanda berhasil membudidayakan tulip dan menjadikannya salah satu komoditi ekspor utama Belanda.

b4

”Sawah Bunga Tulip” di kota Anna Paulowna yang membentang luas, super cantik dan mengagumkan!

b5

Wisatawan menikmati pemandangan “Sawah Bunga Tulip” dari atas perahu

b6

Taman Bunga Keukenkof, taman bunga terbesar di dunia yang juga disebut sebagai “Garden of Europe”

Menjelajahi masa lalu dengan mengunjungi museum merupakan sarana belajar yang menyenangkan bagiku. Akhir pekan pertama bulan April terdapat National Museum Weekend di Belanda. Kita dapat mengunjungi lebih dari 400 museum GRATIS atau DISKON.

b7

Ayoo serbu museumnya.. mumpung GRATISS :D

Aku ingin memakai sepatu klompen, sepatu tradisional Belanda yang menginspirasi lahirnya sepatu Crocs. Jika di Indonesia aku sering memakai Crocs, maka aku penasaran bagaimana rasanya memakai sepatu klompen. Senyaman Crocskah atau bahkan lebih nyaman?

b8

Prinsipnya kaki kita tinggal masuk, simpel dan ringan..

Aku ingin mencicipi aneka keju di Belanda, keju yang dibuat berdasarkan resep yang telah berumur ratusan tahun dan masih terjaga hingga sekarang. Selama berabad-abad, keju telah menjadi komoditas penting di Belanda dan pada tahun 70-an, Belanda menjadi pemimpin ekspor keju di dunia.

b9

Aneka jenis kjeju Belanda yang memiliki cita rasa tinggi

Aku juga ingin mengunjungi  salah satu museum keju ternama di Belanda, Hollands Kaasmuseum di Alkmaar. Pengunjung museum bisa mengikuti  tur dan dipersilahkan untuk mencicipi aneka keju yang ada di sana.

b10

Di depan museum terdapat pasar keju yang sudah berlangsung sejak tahun 1593. Berikut ini merupakan suasana di pasar keju :

b11Keju-keju yang siap diangkut dan dijual belikan, yummy…

b12

Atraksi dari 4 Tim Pengangkut Keju dengan warna topi berbeda. Harus kompak dan semangat!!!

Ramainya pasar keju di depan Kaasmuseum (hanya terjadi setiap hari Jumat minggu pertama bulan April-September)

Ramainya pasar keju di depan Kaasmuseum (hanya terjadi setiap hari Jumat minggu pertama bulan April-September)

Mengutip apa yang dikatakan Neso Indonesia “Saat Anda mengambil studi di Belanda, Anda akan merasakan bagaimana rasanya menjadi pionir”.

Ya.. karena Belanda Sang pionir mengajarkan kita untuk menjadi pionir.

Hmm.. Aku jadi semakin tertarik.

Apakah kalian juga tertarik untuk bersekolah dan tinggal di Belanda?

Referensi
http://www.nesoindonesia.or.id/mengapa-mengambil-studi-di-belanda/be-a-pioneer
http://studylink.com/study-in-netherlands/?gclid=CNHPpaOz_rYCFY0t6wodU24AMw
http://www.studyworld.com/desiderius_erasmus.htm
http://www.livescience.com/26088-dutch-smart-highway-netherlands.html
http://www.bbc.co.uk/news/world-europe-20942340
http://www.keukenhof.nl/
http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2013/02/27/surga-tulip-keukenhof-belanda-537497.html
http://palingseru.com/18068/foto-pemandangan-indah-taman-bunga-tulip-di-belanda
http://www.museumweekend.nl/
http://www.expatevents.com/calendar/event/national-museum-weekend/
http://joybutik.com/shop/asal-mula-dan-sejarah-crocs
http://id.wikipedia.org/wiki/Keju_Belanda
http://bocahbancar.wordpress.com/2009/03/26/910/
http://chikastuff.wordpress.com/2012/10/23/belanda-keju-dan-klompen/
Referensi Gambar
http://www.emmasia.eu/
http://kelinputih.blogspot.com/2012/05/belanda-dan-dunia-sepeda.html
http://photo.net/photodb/photo?photo_id=1732276
http://www.jibe-group.com/calendar/museum-weekend-netherlands
http://www.eurobookings.com/travel-news/netherlands-national-museum-weekend.html
http://www.museumweekend.nl/LinkClick.aspx?fileticket=0BrK4dGMhPo%3d&tabid=1546
http://souvenirsfromholland.com/nl/12-magneten-klompen
http://www.crocs.web.id/
www.cheesewiki.com
http://abstraho.blogspot.com/2009/11/holland-cheese-market-in-alkmaar.html
http://www.expatevents.com/calendar/event/cheese-market-alkmaar/
http://www.kaasmarkt.nl/content/content.asp?lang=0&menu=1&submenu=13
http://www.vvvhartvannoordholland.nl/content/arrangementen_detail.asp?menu=1060_000020_000000_000035&step


Leave a comment

#472 Break The Limit, Being Futuristic A la Belanda

Oleh Sarah Sofiana Nabila Kuartanegara

Ketika kampanye bike to work, digaungkan hampir di seluruh dunia, masyarakat dalam sebuah negara kecil dengan luas daratan kurang lebih sebesar provinsi Jawa Barat, melenggang santai dengan dua roda sepedanya. Sudah menjadi budaya mereka sejak ratusan tahun yang lalu. Entah ke kantor, ke pasar, ke sekolah, ke bioskop bahkan ke Café, mereka bersepeda. Entah seorang buruh, guru, dosen, mahasiswa, profesor bahkan seorang pejabat seperti duta besar, mereka bersepeda.

Negara itu negara Belanda.

Belanda adalah negara maju dan memiliki alat-alat transportasi yang canggih. Tapi mengapa di Belanda hampir semua kalangan bersepeda? Bukan, mereka bukan bersepeda untuk gegayaan apalagi pencitraan. Itu memang budaya mereka.

Budaya gemar bersepada di Belanda bermula dari usainya Perang Dunia Kedua, dimana diproduksinya mobil secara massal yang menyebabkan Belanda krisis energi pada tahun 1970an. Krisis yang berdampak pada krisis ekonomi tersebut mendorong masyarakat Belanda untuk banting setir ke sepeda. Selain lebih ramah lingkungan dan tidak menguras space dan energy yang besar, faktor geografis Belanda juga memacu masyarakatnya untuk bersepeda. Belanda adalah sebuah negara mungil dan relatif datar konturnya yang jarak antar kotanya relatif dekat sehingga dapat cepat dan mudah dilalui sepeda.

 

Sejarah sepeda di Belanda dimulai sejak 1868, dimana sepeda menjadi gaya hidup kelas atas masyarakat Belanda. Meskipun begitu, mulai 1896, dengan slogan “Everybody on the bicycle”penggunaan sepeda di Belanda meluas ke masyarakat umum.

Lain dengan di Indonesia, sebelum kampanye “bike-to-bike-to-an” muncul, bersepeda dianggap kuno, kolot dan ketinggalan jaman. Baru ketika isu global warming dilemparkan, masyarakat mulai latah berwara-wiri kampanye peduli lingkungan hidup. Pun masyarakat dunia saat digegerkan kenaikan harga BBM, yang kemudian mereka mengekori Belanda dengan mulai menggaungkan sepeda sebagai moda pergerakan masyarakat. Konsistensi kepedulian Belanda dalam lingkungan hidup memang juara.

Lain lagi ketika para pelancong mencibir akan budaya pelit masyarakat Belanda. Stereotip masyarakat dunia pada Belanda itu memang sudah lama melekat. Perlu pembenaran bahwa orang Belanda itu bukan pelit, melainkan hemat. Mereka akan sangat perhitungan dengan jumlah uang yang dikeluarkan. Dalam bahasa Belanda ada ungkapan elk dubbeltje omdraaien, yang artinya putar koin dua kali sebelum berpikir untuk membelanjakannya. Meskipun industri menawarkan konsumerisme tetapi tetap saja orang Belanda akan memilah barang mana yang diperlukan, atau jika harga & kualitas barang tersebut bisa menjadi investasi, mereka tidak ragu untuk membelinya. Bagi mereka, de kost gaat de baat uit, dimana ada pengeluaran harus ada keuntungan.

Budaya hemat ini didorong oleh faktor geografis, Belanda yang daratan dan cuacanya tidak menjanjikan tanaman dapat tumbuh subur sepanjang tahun. Masyarakat Belanda terbiasa berhemat untuk mengatasi kesulitannya.

Budaya itu berbuah manis. Ketika krisis ekonomi melanda Eropa, Belanda tidak kelimpungan. Budaya perhitungan inilah yang kemudian mulai ditiru oleh negara lain dalam merencanakan keuangan.

Negara itu memang tidak seperti Indonesia yang dianugerahi sumber daya yang melimpah, namun dengan kekurangan yang dimiliki, negara ini mampu menunjukkan keunggulannya dalam mencari solusi alternatif dan tidak lantas bersikap seakan-akan besok hari akhir dan menghamburkan semua hasil keringat individunya. Negara itu berpikir jauh ke depan. Bagaimana generasi selanjutnya bisa meneruskan eksistensi negara dan menjadi pionir bagi negara-negara lain.

Negara itu negara Belanda. 🙂

Referensi

http://atjehpost.com/read/2012/12/13/31355/51/51/Belanda-dan-Sejarah-Awal-Warganya-Gemar-Bersepeda
http://coffeeoriental.wordpress.com/2010/04/17/stereotipe-orang-belanda-itu
http://umihabibah.com/berjalan-dengan-dua-roda-di-belanda


Leave a comment

#463 The Cycling Dutchman, bukan Cerita Mitos

Oleh Luthfi noor Muntafi’ah

Keberadaan “Cycling Dutchman” alias orang Belanda bersepeda telah melegenda seperti mitos Flying Dutchman yang terkenal di dunia itu. Ibarat telur dan ayam: di Belanda lebih dulu mana antara banyaknya orang yang mengendarai sepeda dan infrastruktur serta fasilitas untuk orang yang bersepeda memang sedikit membingungkan, apakah infrastruktur yang menyebabkan banyaknya orang tertarik menggunakan sepeda, ataukah justru karena saking banyaknya orang belanda yang mengendarai sepeda sebagai transportasi utama hingga muncul lah berbagai fasilitas serta infrastruktur untuk para pengendara sepeda. Di Saat modern seperti sekarang ini, di mana manusia berlomba mengendarai kendaraan bermotor paling canggih, orang-orang Belanda memilih sepeda sebagai transportasi kebanggaan mereka. Jumlah “cycling dutchman” semakin hari justru semakin banyak, maka tak heran bila ibu kota Belanda, Amsterdam,  dinobatkan sebagai kota bersepeda nomor satu di dunia. Penobatan ini nampaknya tak hanya karena jumlah pengguna sepeda, namun juga kesepadanan fasilitas yang disediakan dan kebijakan yang diterapkan untuk para pengendara sepeda di negara tersebut.

Fenomena unik yang melanda Belanda ini sebenarnya sudah lama menggelitik para ahli sejarah dunia. Majalah Harper’s dari Amerika Serikat pernah memberitakan bahwa sekitar tahun 1880 telah ada sebuah kota di Belanda yang mengistimewakan keberadaan sepeda. Disebutkan, di kota kecil tersebut membangun jalan khusus yang melarang adanya kuda melintas, hal ini mengindikasikan betapa istimewanya transportasi manual beroda dua ini. Sejarawan sosial, Anne Ebert, bahkan menyebut sepeda sebagai “identitas national Belanda”. Beliau mengungkapkan, “Kesuksesan maha dahsyat atas keberadaan sepeda di Belanda ialah ia pada akhirnya menjadi identitas nasional Belanda. Siap menjadi warga Belanda, artinya siap bersepeda ke mana saja. Anggapan ini sudah mendunia sejak zaman perang dunia, bahkan hingga sekarang.”

Old dutch cycling

Keberadaan sepeda dan infrastrukturnya di Belanda sungguh tak bisa diremehkan, walaupun ketersediaan berbagai fasilitas bersepeda disinyalir telah ada sejak lama, hal ini tak secara tiba-tiba menyulap Belanda menjadi “cycling nation” begitu saja. Orang-orang Belanda menganggap bersepeda adalah bagian dari budaya dan bahkan gaya hidup mereka. Keseriusan ini dibuktikan dengan dibangunnya secara resmi jalan-jalan khusus sepeda pada tahun 1890an oleh pemerintah. Selain adanya fasilitas, kebijakan mengenai bersepeda juga dimunculkan baik oleh pemerintah maupun organisasi-organisasi lokal. Seperti pada tahun 1891 hingga tahun 1907,organisasi ANWB getol mengkampanyekan manfaat bersepeda bagi seluruh kalangan masyarakat tanpa memandang profesi dan jabatan.

Usaha mereka tidak sia-sia, pada tahun 1910 tercatat penjualan sepeda sejumlah 450.000 unit di Belanda. Jumlah ini meningkat dua kali pada sembilan tahun berikutnya setelah muncul sepeda bergaya Belanda— sepeda  yang dilengkapi keranjang untuk membawa barang bawaan– mewabah di seluruh penjuru dunia. Setiap orang dari berbagai kalangan, termasuk para menteri pun bersepeda ke kantor dinasnya. Semenjak itulah Belanda dianggap menjadi Trend setter dan pelopor gaya hidup bersepeda. Belanda telah memulai jauh lebih awal sebelum para aktivis go green mengkampanyekan bersepeda sebagai gaya hidup dalam usaha menyelamatkan bumi. Nampaknya orang Belanda telah membuka mata lebih dulu atas manfaat sepeda. Di tengah maraknya worldwide issue seperti pemansan global, dunia membutuhkan moda transportasi yang ramah lingkungan, seperti sepeda yang tidak mengeluarkan polusi, perawatan sepeda yan jauh lebih murah dibanding kendaraan lainnya menjadikannya alternatif utama untuk berhemat, selain itu sepeda juga menggunakan sumber energi paling potensial di dunia, yakni otot manusia.

Modern dutch

Referensi

http://www.dutchdailynews.com/netherlands-bicycle-capital-of-the-world/
www.dutchcycling.nl/


Leave a comment

#459 2 (2πr) = Cara Belanda Memprakarsai Transportasi Hijau Bagi Dunia

Oleh Novia Chandra Sari

Siapapun yang pernah mengenyam pendidikan sekolah dasar, pasti mengenal 2πr. Sebuah formula untuk menghitung keliling sebuah bangun geometri datar yaitu lingkaran, 2 kali pi (π) dikali jari-jari (r) .

Namun bagaimana hanya dengan 2 (2πr) dunia bisa belajar tentang transportasi ramah lingkungan dari Belanda? Sederhana saja, 2 (2πr) adalah sebuah semiotika. 2 (2πr) berarti dua buah lingkaran, simbol dari dua roda = bi-cycle. Ya SEPEDA!

Holland : The Kingdom of Bicycle
Bersepeda telah menjadi budaya bagi masyarakat di Belanda sejak akhir abad 19 hingga saat ini. Seluruh lapisan masyarakat Belanda termasuk anggota kerajaan merupakan pengguna sepeda.  Maka tak heran selain dikenal dengan negeri kincir angin, sepeda merupakan national identity Belanda. Sebagaimana sejarawan sosial, Anne Ebert berpendapat :
“The tremendous success of the bicycle in the Netherlands can be at least partly explained by the particular way in which the bicycle was constructed and conceived as a promoter of Dutch national identity. To be Dutch meant to cycle, and this viewpoint remains so to this day.”
 
 Cycling culture:  the Dutch way of life

Untuk mengurangi dampak polusi, kemacetan, meningkatkan kualitas hidup dan menurunkan angka kecelakaan yang disebabkan oleh peningkatan kepemilikan mobil, pemerintah Belanda telah menerapkan kebijakan-kebijakan untuk mengembalikan sepeda sebagai way of life. Beberapa diantaranya adalah:

  • Mengurangi akses mobil ke pusat kota dan menciptakan daerah bebas mobil;
  • Membuat tarif parkir di pusat kota lebih mahal;
  • Membangun jalur sepeda yang hingga saait ini mencapai 35.000km dengan mengurangi ruang jalan untuk mobil;
  • Memfasilitasi pengguna sepeda melalui desain jalan yang terintegrasi, dilengkapi rambu-rambu, parkir serta menjalankan penegakan hukum yang kuat,
  • Mengurangi kecepatan maksimum kendaraan di perkotaan sampai 30 km/jam;
  • Membuat rencana jangka panjang kebijakan pro-sepeda dalam The Dutch Bicycle Master Plan di bawah naungan Ministry of Transport, Public Works and Water Management.
 
Nyatanya, usaha pemerintah Belanda tersebut tidak sia-sia. Pada tahun 1975 penggunaan sepeda mengingkat menjadi  25% dan hingga kini mencapai 40%. Bayangkan saja jumlah sepeda di Belanda saat ini adalah sekitar 18 juta, melebihi jumlah populasi manusianya. Semua itu karena Belanda berhasil membuat bersepeda menjadi aman dan nyaman bagi pengguna sepeda dari berbagai usia. Bahkan membawa sepeda naik ke atas kereta maupun pesawat juga bukan masalah besar di sana. Tak pelak saat ini tiga kota di Belanda yaitu Amsterdam, Utrecht dan Eindhoven berada di ranking teratas The Most Bicycle Friendly City in the World menurut Copehagenize Index tahun 2013!
What the world can learn.
Selain murah dan menyehatkan, bersepeda  merupakan green movement untuk mengurangi Global Warming. Kelangkaan bahan bakar minyak dan polusi jadi permasalahan tak berujung dunia. Pertanyaan mengenai sustainable transportation yang selama ini yang prakteknya terhambat oleh mahalnya produksi mobil beremisi rendah mungkin jawabanya memang sesederhana 2 (2πr ).  Maka untuk mewujudkannya, setiap negara dapat meniru Belanda dalam membangun infrastruktur dan menerapkan kebijakan yang pro pada pengguna sepeda. Karena sesungguhnya sepeda punya hak yang sama dengan mobil di jalan raya. I believe that everyone on earth would like to cycle like the Dutch!
  
Referensi


Leave a comment

#388 Dutch As Pioneer of Car Free Day

Oleh Elfira Maya

Car Free Day atau dalam bahasa Indonesia yang disebut Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) merupakan hari dimana kendaraan bermotor baik mobil dan motor pribadi ataupun angkutan umum dilarang untuk melintasi jalan-jalan tertentu. Car Free Day bertujuan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan bermotor.

Dari tahun ke tahun, angka kendaraan bermotor di Indonesia bahkan di dunia semakin meningkat. Salah satu dampak yang tidak bisa dipungkiri dari peningkatan jumlah kendaraan bermotor yaitu polusi. Hal tersebut menyebabkan kualitas udara juga semakin buruk. Setiap emisi yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor ke udara membawa serta gas atau zat yang sangat berbahaya bagi kesehatan.
Melihat kondisi pencemaran udara yang semakin mengkhawatirkan, pemerintah daerah dikota-kota besar di dunia bahkan di Indonesia mulai berpikir untuk menemukan solusi dalam rangka mengurangi polusi. Salah satu upaya yang telah diterapkan di dunia dan Indonesia pun tidak mau ketinggalan yaitu Car Free Day. Bagaimana efek dari car free day ini? Sebagai contoh efek penerapan car free day di Jakarta, kadar debu di Jakarta pada tahun 2009 berkurang sampai 40 persen dan efek positif lainnya yaitu antusiasme olahraga masyarakat semakin meningkat. Bagaimana tidak meningkat, masyarakat yang biasanya susah menemukan lahan yang cukup luas untuk berolahraga kini mereka bisa leluasa memanfaatkan lahan jalan raya untuk bersepeda, jogging, senam, bulu tangkis, dan lainnya. Terlebih lagi mereka gratis untuk menggunakan lahan jalan raya tersebut, artinya mereka tidak perlu untuk mengeluarkan biaya masuk arena olahraga atau sewa gedung untuk berolahraga.
Apakah anda tahu asal mula car free day? Berdasarkan kronologi waktu, the first car free day Sunday diselenggaarakan pada tahun 1956. Car free day tersebut diselenggarakan di dua negara dan salah satu penyelenggaranya yaitu Belanda. Mulai saat itu, mulai 25 November 1956 setiap hari Minggu diadakan car free day. Pada kelanjutannya sesuai kesepakatan, world car free day diperingati tiap tahunnya pada 22 September.
   
Tentu saja program car free day ini semakin membuat Belanda percaya diri untuk menunjukkan kekonsistensiannya sebagai the world’s number one cycling country karena jumlah sepeda yang melebihi jumlah penduduknya. Budaya bersepeda di Belanda dimulai selepas perang dunia II tahun 1948-1970. Disela-sela perjuangan mewujudkan budaya bersepeda, Belanda mulai menerapkan car free day pada tahun 1956. Tata kota di negara Belanda tidak mendukung cepatnya laju kepadatan mobil karena jalan-jalannya yang sempit. Gedung-gedung harus dihancurkan untuk lahan parkir dan jalan-jalan mobil. Hal ini juga mendorong munculnya krisis kebersihan udara seiring pertumbuhan jumlah mobil. Oleh karena itu, Belanda semakin mantap untuk menerapkan budaya bersepeda. Car free day di Belanda masih dilakukan hingga saat ini. Car free day di Belanda biasanya terdapat juga parade pertunjukan jalanan. Well, It is Dutch that always consistent as the pioneer.
Referensi

 


Leave a comment

#379 Infrastruktur dan Teknologi yang Hadir dalam Aktivitas Bersepeda di Belanda

Oleh Arditama Nusantara Putra

(Foto 1: Salah satu sudut kota Zwolle)

Saat ini jika kita tengah bersepeda pada malam hari di kota Zwolle, Belanda, maka perjalanan kita akan ditemani oleh penanda jalan yang dapat menyala dalam gelap! Teknologi “Glow in the Dark Roads” ini sedang diuji coba oleh Daan Roosegaarde (desainer Belanda) beserta timnya, dengan menggunakan cat khusus yang mengandung bubuk foto-bercahaya. Di dalam bubuk tersebut terdapat kristal yang dapat menyimpan energi matahari pada siang hari, yang kemudian akan dikonversikan menjadi cahaya untuk menerangi permukaan jalan di malam hari dengan daya tahan hingga 10 jam. Teknologi ini hadir sebagai salah satu solusi bagi upaya pemerintah yang hendak menghemat pengeluaran negara dengan cara mematikan sebagian lampu jalan di malam hari, dengan tetap memperhatikan kenyamanan dan keselamatan bersepeda.


Tak sampai disitu, Roosegaarde beserta timnya juga tengah mengembangkan sebuah teknologi di mana jalan dapat dihangatkan pada musim dingin (Heated Cycle Tracks), sehingga kecelakaan yang disebabkan oleh jalan yang licin dapat diminimalisir. Caranya adalah dengan menempatkan pipa kecil pada beton yang terdapat di bawah jalan, yang nantinya akan dialiri air tanah yang hangat untuk menjaga suhu jalan agar tetap berada di atas titik beku. “If cycle lanes are frozen over for four weeks, that results in about 7,000 more accidents involving cyclists.” kata Arien de Jong, juru bicara Dutch Cyclists Unions.

Lalu mengapa Belanda sangat giat mengembangkan teknologi yang mendukung aktivitas bersepeda bagi warganya?

Jawabannya: “Holland and bicycles go together like bread and jam!”

(Foto 2: Aktivitas bersepeda di Amsterdam)

Belanda dan Sepeda memang dua hal yang sulit untuk dipisahkan. Di negeri tersebut aktivitas bersepeda tidak dilihat sebagai latihan ramah lingkungan, melainkan cara untuk menjangkau sekitar. Bersepeda merupakan cara bagi orang dewasa untuk bekerja, dan cara bagi anak-anak untuk pergi ke sekolah. Proses pembudayaan dalam aktivitas bersepeda juga telah dilakukan sejak usia dini, di mana adalah hal yang sangat umum jika kita melihat seorang Balita yang sedang dibawa bersepeda oleh orang tuanya.

(Foto 3: Seorang Ibu yang membawa anak-anaknya bersepeda)

(Foto 3: Seorang Ibu yang membawa anak-anaknya bersepeda)

Setiap hari seorang warga Belanda rata-rata bisa bersepeda sejauh 2,5 km. Dan selama berpuluh-puluh tahun infrastruktur dan jaringan sepeda di Belanda telah didesain secara terencana serta terintegrasi dengan transportasi umum lainnya seperti kereta, sehingga jarak yang jauh tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk beraktivitas dengan menggunakan sepeda. “The workplace of many people could be 50 km away from home. They take a bike to station, take the train for 45 km, and again use bike in the last few km,” kata Roelof Wittink, Direktur dari Dutch Cycling Embassy.

(Foto 4: Area parkir sepeda di stasiun kereta Amsterdam)

Budaya bersepeda di Belanda, juga infrastruktur dan teknologi yang hadir disekitarnya saat ini, pada dasarnya merupakan sebuah upaya berkelanjutan sejak tahun 1970-an ketika pemerintah Belanda mulai mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang lebih mendukung penggunaan sepeda daripada mobil sebagai alat transportasi bagi warganya. Dan hasilnya kini? 99,1% dari total 16,6 juta warga Belanda adalah pengguna sepeda! “The concepts they pioneered then shaped the culture and the appreciation of the bicycle today,” kata Tom Godefrooij dari Dutch Cycling Embassy. Selain itu kota-kota di Belanda juga menjadi lebih layak huni, memiliki kualitas udara yang lebih baik, dan ekonomi lokal tumbuh karena ada lebih banyak orang yang berada di jalan.

Referensi

  1. BBC, “Dutch Try Heated Cycle Tracks and Glow in the Dark Roads”, http://www.bbc.co.uk/news/world-europe-20942340
  2. ____, “Heated Cycle Lanes to Warm Dutch Winter Cyclists,” http://www.bbc.co.uk/news/world-europe-20041522
  3. Mamoni Das, “How the Netherlands Encourages Use of Bicycles”, http://www.thehindubusinessline.com/industry-and-economy/logistics/how-the-netherlands-encourages-use-of-bicycles/article2804088.ece
  4. Markenlei, “How the Dutch Got Their Cycle Paths”, http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=XuBdf9jYj7o
  5. _________, “Junction Design the Dutch – Cycle Friendly – Way”, http://www.youtube.com/watch?v=FlApbxLz6pA&feature=player_embedded
  6. Richard Peace, “High Tech Dutch Roads to Benefit Cyclists”,http://www.bikeradar.com:80/commuting/news/article/high-tech-dutch-roads-to-benefit-cyclists-36155/
  7. Russel Shorto, “The Dutch Way: Bicycles and Fresh Bread”, http://www.nytimes.com/2011/07/31/opinion/sunday/the-dutch-way-bicycles-and-fresh-bread.html?_r=1&
  8. CBC, “Revolutionary Road: The Netherlands Is Making Plans To Introduce Glow In The Dark Roads And Heated Bike Lanes”, http://www.cbc.ca/strombo/technology-1/revolutionary-road-the-netherlands-is-making-plans-to-introduce-glow-in-the-dark-roads-and-heated-bi.html
  9. Steve Hall, “The Orange Revolution: Can the Dutch Change the World?”, http://www.andbike.cc/bike-and-cycling-culture/the-orange-revolution-can-the-dutch-change-the-world/
  10. Willowthewisp, “Dutch Bicycle Culture”, http://willothewisp.nl/the-netherlands/dutch-bicycle-culture/

Referensi gambar

  1. Chris, “Amsterdam”, http://www.flickr.com/photos/_dchris/7329056452/
  2. Onderwijsgek, “Zwolle”, http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Zwolle_Grote_Markt_2006.JPG
  3. Marion Rice, Riding with kids: Which bike set-ups work best? http://bikeportland.org/2008/04/15/carfree-with-kids-which-bikes-work-best-7148
  4. Larry Lagarde, “Re-Emergence of Cycling & Urban Living”, http://ridethisbike.com/2008/07/re-emergence-of-cycling-urban-living.html

Referensi video

  1. BBC, “Dutch Try Heated Cycle Tracks and Glow in the Dark Roads”, http://www.youtube.com/watch?v=GCglplOWND4