KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013


Leave a comment

#575 Batavia dan VOC: Titik Awal Globalisasi

Oleh Erwin Hendrawijaya

Sayaterkejut ketika keponakan saya, Alya – 6 tahun, yang tinggal di pinggiran kotaPontianak meminta saya membelikan poster seukuran manusia dari penyanyi tampanasal Canada – Justin Bieber. Saya terkejut tidak hanya pada permintaan Alya,tapi juga pada fakta bahwa globalisasi telah menjangkau daerah-daerah pinggiran. Saya setuju dengan Thomas L. Friedman, pengarang buku The World isflat, bahwa dunia semakin hari semakin flat,bahwa manusia di seluruh dunia akan semakin terhubung. Tapi menerima permintaankeponakan saya tadi, saya masih belum percaya bahwa globalisasi telah begitudahsyat menjalar.

Selain cepatnya kemajuan infrastuktur dan teknologi, munculnya perusahaan multinasional adalah penggerak utama merebaknya globalisasi(1). Merek perusahaan multinasional seperti McDonald, Coca-cola, Nokia, Phillips dan lainnya, kini mudah ditemui di seluruh penjuru dunia. Tidak hanya mempengaruhi budaya –seperti permintaan Alya, perusahaan-perusahaan multinasional ini juga memberikan sumbangsih dalam bidang ekonomi bagi negara dimana mereka beroperasi. Dari 100 entiti ekonomi terbesar dunia, 53 di antaranya adalah perusahaan multinasional. Yang mengejutkan, kekayaan perusahaan-perusahaan tersebut melebih kekayaan dari 120 negara di dunia(1).

Lalu kapan dan apa nama perusahaan multinasional yang pertama berdiri?  Semua orang Indonesia pasti sudah kenal dengan nama perusahaan ini. Ko bisa? Perusahaan ini berdiri di Indonesia berabad tahun lalu. Ia dikenal masyarakat dengan isilah kompeni, atau compagie dari nama lengkapnya Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) atau The Dutch East India Company. VOC didirikan oleh para pedagang Belanda dengan bantuan ide Dutch State General Johan Van Oldebarnevelt  pada tanggal 20 Maret 1602. Dalam perjalanannya, VOC adalah perusahaan dengan multi-etnis pegawai dengan kantor pusatnya di Jakarta (Batavia saat itu) dan Ceylon (Sri Lanka saat ini). Dibangun untuk melindungi monopoli atas hasil bumi Asia dari serangan Portugis dan Spanyol, modal awal VOC adalah modal patungan sebesar sebesar 6.5 juta dutch guilders(2).

VOC saat itu merupakan megacorporation yang pertama kali mengeluarkan saham dan memberikan dividen sebesar 18% per tahun selama 200 tahun(3). Praktekini masih terus diterapkan oleh perusahaan modern saat ini karena manfaat yang dihasilkannya. Pelepasan saham ke masyarakat umum, atau dikenal dengan istilah Initial Public Offering (IPO) diyakini dapat membantu membangun struktur keuangan dan permodalan yang sehat bagi perusahaan, meningkatkan transparansi, produktifitas,dan professionalisme pegawai dan manajemen(4).

Mungkinkita diwarisi ketidaksukaan pada kata kompeni, tapi tanpa sang kompeni mungkin dunia belum tentu mengalami globalisasi seperti saat ini. Terlepas dari pengaruh buruk globalisasi, kita atau setidaknya saya sebenarnya sedang menikmati dampak globalisasi. Saat ini saya sedang berada di depan komputer jinjing bermerek Lenovo buatan China, di sampingnya ada printer Hewlett Packard buatan Amerika,lampu penerang merek Phillips buatan Belanda, dan Blackberry dari Kanada. Globalisasi membuat hidup saya nyaman, tapi tidak merubah sesuatu di dalam diri saya – hati saya selalu dan akan selalu berlabel Indonesia.

Advertisements


Leave a comment

#541 Some Great Accomplishments Of The Dutch

By Al Hanaan

Predestined to be living in a land below sea level is not an excuse for being enslaved by water. People can manage water, and not allow it to manage you. That is what the Dutch have shown, by combating the surging seas surrounding them.voc.jpg

Voyaging to Asia conducted by VOC is an example of the Dutch’s superiority over the might seas. Even one of the most advanced country in technology, the USA needed to pick the Dutch brains to deal with the water damage and flooding when Hurricane ‘Katrina’ struck New Orleans and the Gulf Coast.

Predominantly, most of Holland is located below sea level. Therefore they had to construct all sorts of dykes and levees to keep the sea at bay and even reclaimed some of the land from the sea in order to build on it. And now, with the second biggest problem of World Global Warming phenomena threatening to flood all low lying areas next to the sea, the Dutch have even managed to combat this climate change successfully.

Apart from all the pain and suffering, that we Indonesians have been through, the Dutch colonialists left many magnificent heritage and listed-buildings in Indonesia. Although Indonesia was colonized by the Dutch for about 350 years, we shouldn’t throw the baby out with the bathwater. If the Dutch colonialists had not come to Indonesia, we probably would not have had such a variety of valuable inheritances. Take a look at Bogor Botanical Garden – for example.

kebun_raya_bgor.jpg

Established during the Dutch occupation in 1817, it has become one of the most well-known gardens in the world. Not only offering a recreation and educational experience but also encouraging the appreciation for the natural biodiversity of nature, particularly in tropical plants conservation. Bogor Botanical Garden was established in response to a demand for fostering the expansion of science. That is why Dr. Casper George Carl Reinwardt proposed the idea of establishing a botanical garden. The establishment of this botanical garden designated the beginning of biology development in Indonesia.

images.jpgmuseum_taman_prasasti.jpg

We have the first modern cemetery, Museum of Memorial Stone Park, which was built in 1795 by the Dutch colonial government. This modern cemetery has already existed – since far before Singapore built Fort Canning Park in 1826 and Mount Auburn Cemetery in Cambridge, Australia, which was built in 1831.

 koolhaas03.jpg

In the realm of architecture, a founder member of the Office for Metropolitan Architecture (OMA) in London, Rem Koolhaas is a big name in modern times architecture. Koolhaas has made some very important accomplishments, because of which he was even awarded the prestigious Pritzker Architecture Prize in 2000. His company has recently won three prestigious competitions in France viz. the Bibliothèque Multimédia à Vocation Régionale (BMVR) in Caen, which are to go under construction this summer; the Parc des Expositions in Toulouse; and Ecole Centrale at Saclay, outside Paris in cooperation with Clement Blanchet.

So, we are on the threshold of exciting new developments in architecture. The Dutch have shown us their creativity, why can’t we?

References

http://www.oma.com/news/2013/oma-to-masterplan-southern-neighbourhood-of-bordeaux
http://architecture.about.com/od/architectsaz/p/koolhaas.htm
http://architecture.about.com/od/greatarchitects/tp/pritzkerwinners.htm
http://www.motherjones.com/environment/2007/08/what-dutch-can-teach-us-about-weathering-next-katrina
http://architecture.about.com/od/damsresevoirs/ss/floodcontrol_4.htm
http://architecture.about.com/od/damsresevoirs/ss/floodcontrol_5.htm
http://www.wired.co.uk/news/archive/2012-10/30/smart-highway-glows-in-the-dark
http://www.livescience.com/26088-dutch-smart-highway-netherlands.html


Leave a comment

#533 Masih Ada Belanda di Indonesia

Oleh Pipit Puspita Sari 

Walaupun Indonesia telah terbebas dari jajahan Belanda ratusan tahun yang lalu, tahukah anda bahwa masih ada Belanda di Negara Indonesia? mari simak sekilas tentang keberadaan Belanda di Indonesia. Ini dia si ‘Belanda’ yang sudah lebih dari 100 tahun bertahan di Indonesia (source: http://tempo.co )

Salah satu Belanda yang masih tegap berdiri di pribumi adalah Katoelampa-dam atau Bendungan Katulampa. Iya, Belanda yang saya sebutkan disini bukan penjajah yang menakutkan yang ingin menguasai Tanah Air seperti masa lampau, namun merupakan karya-karya jaman pemerintahan Hindia-Belanda di Indonesia yang sampai sekarang masih memiliki kebermanfaatan dan berpengaruh penting untuk Indonesia. Tentang si ‘Belanda’ yang mempunyai nama Katoelampa-dam atau Bendungan Katulampa ini, warga ibukota dan sekitarnya pasti tidak asing dengan nama tersebut yang hampir selalu muncul disaat musim hujan di Indonesia.

Bendungan Katulampa merupakan bagian sistem perairan di jaman Belanda yang memiliki panjang total 74 meter. Pemerintahan Belanda sudah sejak lampau merencanakan agar kota Batavia (sekarang Jakarta) terbebas dari banjir. Katulampa dirancang untuk mengatur debit air ke kawasan bawah, serangkai dengan Kanal Banjir Barat, Kanal Banjir Timur, dan kanal-kanal kecil lainnya. Pada saat musim hujan, bendungan ini bisa dilewati air dengan debit 630 ribu liter air per detik atau ketinggian 250 centimeter. Selain untuk pengendalian banjir Katulampa juga disebut memiliki fungsi sebagai sistem irigasi. Sekitar 5000 hingga 7000 hektar persawahan dijaman itu mampu dialiri melalui Oosterslokkan (Kali Baru). Sistem Oosterslokkan ini disebut sebagai sistem irigasi tertua yang dibangun oleh Belanda karena jaman itu persawahan di Indonesia belum pernah ada yang menggunakan sistem irigasi serupa.
sungai katulampa 1920-1930 katulampa-dam 2013 (source: http://id.wikipedia.org) (source:http://news.detik.com)

Pembangunan bendungan Katulampa dengan biaya 80.000 gulden ini, dimulai 16 April 1911 dan selesai pada awal Oktober 1912, serta diresmikan oleh Gubernur Jenderal Alexander Willem Frederik Idenburg pada 11 Oktober 1912 yang turut dihadiri oleh pejabat pada masa itu mulai dari camat hingga bupati serta tentu saja sang kreator Ir. Van Breen sebagai orang yang memperkasai karya bendungan tersebut. Hingga sekarang bendungan Katulampa masih tegap berdiri di di Kelurahan Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat dan masih menunjukkan kedigdayaannya. Namun perlu diketahui kembali bahwa Katulampa sebenarnya hanya sebuah sistem informasi dini terhadap bahaya banjir Sungai Ciliwung yang akan memasuki Jakarta. Jika terjadi kenaikan air dibendungan ini maka diperkirakan sekitar tiga hingga empat jam kemudian air akan sampai di kawasan Depok yang selanjutnya akan menuju ke Sungai Ciliwung dan kawasan Jakarta. Satu hal lagi yang harus dipahami bahwa bendungan Katulampa tidak memiliki kemampuan menahan dan membuka-tutup pintu air seperti layaknya pintu air.

Sekilas tentang bendungan Katulampa tersebut menyadarkan bahwa orang Belanda sejak jaman dahulu memang inovatif dan karyanya masih dapat kita rasakan kebermanfaatannya sampai sekarang walaupun telah ratusan tahun berlalu. Sekarang tinggal bagaimana kita sebagai warganegara merawatnya agar karya tersebut tetap terjaga dan terawat dengan baik, sehingga bendungan ini dapat tetap turut menjadi salah satu ‘penanggulangan dini’ banjir yang hampir tiap tahunnya mengancam warga ibukota dan sekitarnya, mengingat sistem bendungan ini telah mengalami kerusakan selama banjir Jakarta 2013 dan rusaknya fasilitas CCTV sehingga harus dilakukan pengamatan mata langsung untuk bisa mengetahui ketinggian air.


Leave a comment

#515 New (Amsterdam/York): Bukti Kesuksesan Belanda di Benua Merah

Oleh Sudarwin

Tahukah anda alasan saya menampilkan gambar diatas?
Atau tahukah anda hubungan antara keduanya?
 
Sebelum saya menjawab pertanyaan tersebut, marilah kita sedikit flashback ke tahun 1600an.
Tahun 1600an
 
Sejak abad ke-16, Belanda telah menjelajah ke pelbagai penjuru dunia. Pada zaman itu Belanda merupakan pusat ekonomi dan perdagangan yang sangat penting. Belanda membangun jaringan perdagangan yang luas melalui pembentukan serikat dagangnya, yakni Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) yang memiliki monopoli untuk aktivitas perdagangan di Hindia Timur dan West-Indische Compagnie (WIC) untuk aktivitas perdagangan di Hindia Barat. Masa keemasan Belanda memunculkan banyak saingan, satu di antara mereka adalah Inggris, yang merupakan salah satu kekuatan besar di dunia Atlantik. Persaingan antara kedua negara ini selalu menyebabkan perang.

Belanda menjajah dunia

Pada 3 September 1609, Henry Hudson dari VOC melakukan eksplorasi ke Benua Amerika, di sekitaran sungai yang saat ini dinamakan Sungai Hudson (nama Sungai Hudson sendiri di ambil dari nama Henry Hudson). Ia mencatat terdapat banyak populasi Beaver (hewan pengerat) di wilayah itu yang tidak dimanfaatkan. Padahal bulu Beaver saat itu sedang menjadi trend fashion di Eropa yang dapat membawa banyak keuntungan. Laporan Hudson mengenai populasi Beaver yang banyak di kawasan Sungai Hudson akhirnya membawa negeri Belanda berkoloni di kawasan tersebut.
 
 Nieuw Amsterdam
 
Dengan semakin banyaknya warga Belanda yang datang ke Kawasan Sungai Hudson, akhirnya pada tahun 1624 belanda mendirikan Kota Nieuw Amsterdam (New Amsterdam) di wilayah itu. Fort Amsterdam yang merupakan benteng pertahanan WIC pun dibangun setahun setelahnya.

Nieuw Amsterdam

Pada tahun 1650, New Amsterdam mengalami booming komersial dan penduduk. Belanda membangun kota tersebut dengan sangat baik. Perdaganganpun berkembang begitu pesatnya. Hal ini kemudian memancing ketertarikan kekuatan-kekuatan lain untuk menguasai wilayah ini termasuk Inggris yang pada akhirnya menguasai wilayah ini pada tahun 1664 dan mengubah namanya menjadi New York.
New York
 
Saat ini New York merupakan kota terbesar di Amerika, dimana kota tersebut merupakan pusat bisnis dan wisata. New York juga disebut sebagai ibu kota keuangan dunia karena merupakan kota global yang menjadi perhubungan perusahaan dan bisnis serta tempat bagi sejumlah bank dan/atau bursa saham terkenal. New York merupakan kota terpadat di Amerika Serikat, dan pusat wilayah metropolitan New York merupakan salah satu wilayah metropolitan terpadat di dunia. Sebuah kota global terdepan, New York memberi pengaruh besar terhadap perdagangan, keuangan, media, budaya, seni, mode, riset, penelitian dan hiburan dunia. New York juga merupakan tempat markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, dimana kota ini menjadi pusat hubungan internasional yang sangat penting.

New York

Mengenali kota tersebut berarti mempelajari sejarah terbentuknya, kesuksesan Belanda merintis lahirnya sebuah kota luar biasa sekelas New York (New Amsterdam) bukanlah hal yang mudah. Butuh kerja keras dan kepintaran melihat peluang dalam mencapai semua itu. Kegigihan dalam berdagang yang dilakukan negeri Belanda merupakan hal yang patut menjadi pelajaran bagi bangsa kita kedepannya.
 
Jawaban Kedua Pertanyaan Sebelumnya
 
Sebagai bentuk penghargaan kepada negara pendirinya, Bendera New York pun didesain memiliki kombinasi warna yang sama dengan bendera Belanda, yakni merah, putih dan Biru, dimana ditengahnya terdapat lingkaran yang bergambar pria pendatang Eropa dan warga pribumi Amerika yang mengapit tameng bergambar baling-baling kincir air khas Belanda.
Referensi

 


Leave a comment

#496 Melompatlah dari Kenyamanan

Oleh Tinnesia Martina

Hidup di era 20 adalah suatu kehidupan dimana hal yang kau perlukan itu tentang kepercayaan pada diri sendiri.Remaja yang tak perlu lagi berjalan kaki jauh atau berkuda untuk ke sekolah atau menimba air dari sumber air.Kehidupan yang bahkan tak perlu memindahkan badan dan hanya berpikir tentang masa depan.

Tetapi entah kau hidup di zaman secanggih apapun itu ,pembaharuan akan selalu terjadi.Indonesia,Negara  yang dikenal sebagai Taman Eden dari Timur ,sumber daya alam yang berlimpah sekali pun tak akan member kita makan dengan sendirinya.Belanda,yang dulu hidup bergantung pada rempah-rempah yang dibeli di Lisabon,bukanlah pilihan untuk selamanya.Tak ada seorang pun yang hidup dengan prediksi yang akurat.Disaat zona nyaman pedagang-pedagang di Rotterdam terganggu oleh kekuasaan Spanyol,Belanda harus melakukan tindakan untuk menyelamatkan kelanjutan kebutuhan akan sumber daya alam ,meskipun kisah mengenai perjalanan melewati Tanjung Harapan  menuju Asia Tenggara bukanlah pilihan yang aman.

Jan Huugen von Lincscoter dengan Cornelis de Houtman  berlayar membawa harapan banyak warga Belanda akan menemukan tempat berasalnya rempah-rempah,yaitu Indonesia.Menjadi seorang pioneer  pelayaran ke Asia Tenggara,bukanlah hal yang mudah,karna bukan hanya berlayar ,de Houtman juga harus menandingi persaingan dengan negara-negara Eropa lainnya dan tentu juga harus berusaha  menjalin kerjasama dengan warga Banten dan Maluku kala itu.Walaupun hasilnya tak sebagus yang diperkirakan,tapi pelayaran de Houtman telah membuka lebar pintu ide yang tadinya hanya impian.Warga Belanda menyambut dengan optimis akan pelayaran berikutnya.

Jika kau mengetahui lebih,kau dapat membantu lebih.Pengaturan strategi yang lebih baik lagi membawa Jacob van Neck &Wybrect lebih diterima masyarakat.Dengan membangun relasi dengan sultan maupun raja-raja menghasilkan hasil lebih banyak,mampu menarik minat pengusaha-pengusaha Belanda.Pemerintah Belanda merasakan akan antusiasme pedagang-pedagang,dan berusaha membuat terobosan terbaru untuk mencapai target kebutuhan dengan lebih baik.Beberapa faktor seperti jarak Belanda-Indonesia yang memerlukan waktu yang sangat lama dianggap kurang efisien jika hanya mengirimkan beberapa perwakilan pemerintah dan semakin ketatnya persaingan rempah-rempah antara Inggris,Spanyol,dll menghasilkan keputusan memberlakukan suatu sistem yang efisien,praktis,dan dapat mengatur proses perdagangan.

Terbentuklah VOC(Vrerenigde Oost Compagnie) suatu persekutuan dagang yang memonopoi aktivitas perdagangan di Asia.VOC dianggap sebagai perusahaan multinasional pertama di dunia karena mempunyai hak-hak yang sangat dominan hingga mampu melaksanakan perjanjian dengan negara-negara maupun sultan atau raja setempat dan banyak kelebihan lainnya.Sekaligus merupakan perusahaan pertama yang mengeluarkan sistem pembagian saham.Untuk memaksimalkan kinerja VOC,terdapat 6 bagian (Kamers) di Amsterdam ,Middelburg,Enkhuizen,Delft,Hoorn,dan Rotterdam.

Semua sistem perdagangan VOC ini menjadi jendela bagi Indonesia,dimana mulai memahami suatu sistem yang lebih resmi mengenai perdagangan,dan hal-hal mengenai produk-produk yang dapat di eksport.Semua hal yang akhirnya menjadi keuntungan besar bagi Belanda berawal dari suatu keinginan untuk menjadi kehidupan manusia lebih baik lagi,dan generasi berikutnya akan terus memperbaharuinya.Jiwa sebagai seorang pelopor untuk kehidupan disekitar kita.

image

image

image


Leave a comment

#462 Naik Sepur Sampai Negerinya Para Londo

Oleh Teguh Prayogo Sudarmanto

Benda ini membuat saya terkesima dengan Belanda di usia muda. Badannya besar dan sangat panjang seperti ular. Jalannya cepat, ada lagunya pula untuk menggiring kita menaikinya, “… tut… tut… tuutt…, siapa hendak turun, ke Bandung, Surabaya”. Seorang dosen pengampu antropologi di kuliah dulu pernah menjelaskan bahwa nama benda ini secara genealogis ada serapannya dalam bahasa Jawa.

***
 “Sepur. Bahasa Jawa dari kereta api. Penamaannya dari kata spoor, bahasa wong Londo, julukan orang Jawa kepada orang Belanda dulu. Belanda, BelondoLondo,” seingat saya, begitu terang dosen itu. Iya, benda tersebut tak lain tak bukan adalah sepur atau kereta api!
 
Sepur Senja Utama (sumber)
Bukan sombong sih, tapi saya sudah mengetahui perihal serapan sepur sejak bangku sekolah menengah. Singgungan bahasa membuka mata bahwa selain bahasa Indonesia, Inggris, Arab, dan Jawa yang diajarkan ke saya sejak bangku sekolah dasar, terbuka lebar mempelajari hal baru bernama Belanda. Apalagi, Belanda seperti dekat namun jauh karena nasionalisasi kemerdekaan lalu.
Perkenalan dengan sepur membuat saya tertarik mempelajari asal-muasal singgungan bahasa itu. Menurut sumberWikipediasepur melintas di tanah Jawa berkat perusahaan swasta Belanda bernama Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) di penghujung abad ke-19. Di masa-masa itu, dunia memang sedang menikmati revolusi industri.
 
Gedung Lawang Sewu di Kota Semarang, bekas Kantor NIS (sumber pribadi)
NIS memulai proyek pembangunan sepur di Jawa bagian tengah dengan menghubungkan Semarang-Solo-Yogyakarta. Seiring semakin meningkatkan pembangunan dan kebutuhan interkoneksi Jawa, NIS membutuhkan banyak dana. Dimintailah bantuan ke Pemerintah Kerajaan Belanda, yang kemudian kerjasama keduanya memperbesar cakupan jaringan sepur di saentero Jawa.
Bogor dan Surabaya terhubung pada tahun 1984. Pembangunan terus digenjot sampai sebelum terpuruk pada krisis finansial 1929. Sepur dan relnya merambah ujung timur Jawa di Banyuwangi hingga ufuk barat Jawa di Anyer, Sumatera bagian utara, Sumatera bagian selatan, Sumatera bagian barat, dan Sulawesi bagian selatan antara Makassar dan Talakar.
Terlepas dari berbagai pelik kerja paksa di pembangunannya yang pernah saya baca di buku-buku sekolah atau sumber lainsepur menjadi aset strategis bagi para penggunanya. Sepur menghubungkan kota-kota industri serta daerah pertanian dan perkebunan. Sepur tak pernah pula absen menjadi aset pertahanan memudahkan distribusi perangkat militer.
Pengguna ini, tak hanya Pemerintah Kerajaan Belanda dan perusahaan-perusahaan Belanda. Rintisan sepur oleh Belanda di tanah seberangnya itu, meski diambil alih oleh Kekaisaran Jepang dan terakhir dinasionalisasi oleh Republik Indonesia, tetap memiliki fungsinya yang tak berubah.
Sepur tetap menjadi moda penting yang kini banyak membantu para komuter pergi dari rumahnya di Bogor menuju tempat kerja mereka di pusat Jakarta. Sepur juga menjadi satu moda transportasi penting yang tiketnya bahkan nyaris habissebelum sebulan pra-lebaran. Kini pun, sepur di lokasi-lokasi tambang Sawahlunto atau di jalur-jalur tinggi seperti Ambarawa, tetap tak ditinggalkan. Sepur-sepur itu menjelma menjadi industri baru penggiat pariwisata.
 
Peta Sepur Jabodetabek. Tampak jalur Bogor-Jakarta padat. (Sumber: krl.co.id)
 
Sepur wisata di Sawahlunto (Sumber: intisari-online.com)
Meski kini penggunaan nama sepur mulai meredup seiring populernya bahasa Indonesia dan Inggris, keberadaannya di Indonesia tak pernah bisa dilepaskan dari rintisan Belanda. Serapan sepur membuktikan bahwa penamaan moda transportasi itu awalnya murni didatangkan dari bahasa perintisnya.
***
“Bisakah saya naik sepur ini sampai negerinya para Londo?” saya melamun. “Bisa! Sepur yang kamu naikin ini nggakmudah dirintis Belanda. Ada visi misi manfaat dan keseriusan penggarapan yang bisa kamu contoh buat ke Belanda,” kepala saya anggukan mantap.


1 Comment

#438 Pelopor yang Melegenda

Oleh Sabatina Putri Wijaya

Walaupun sebuah penjajahan meninggalkan dampak negatif, tapi berdiamnya bangsa Belanda di Indonesia selama lebih dari 3 abad, sebenarnya meninggalkan warisan yang akan dikenang hingga anak-cucu juga. Belanda mewariskan berbagai peninggalan yang sangat berharga.
Yuk, kita flashback dulu!

Cornelis de Houtman

Pada tahun sekitar 1500-an, setelah munculnya teori heliosentris, para penjelajah dari Eropa tergerak untuk membuktikan hal itu. Salah satunya, Cornelis de Houtman, bapak berkebangsaan Belanda yang sudah berjasa membuka jalan sebagai jalur perdagangan dari Eropa ke arah timur untuk mendapatkan rempah-rempah. Berkat Houtman, 65 kapal Belanda berhasil mendarat ke Timur untuk perdagangan rempah-rempah yang juga menjadi cikal bakal adanya Hindia Belanda.

Tahun demi tahun berganti dan teknologi pun semakin maju. Surat kabar pertama kali di Indonesia dicetak oleh Belanda dan berbahasa Belanda, namanyaBataviasche Nouvelles tahun 1744. Lahirnya surat kabar itu memberi dampak nyata bagi Indonesia. Walaupun media cetak sudah agak kalah dengan gadget-gadget super canggih, tapi media cetak memang eksis dalam waktu yang sangat lama sampai hari ini.

Bataviasche Nouvelles

Surat kabar berbahasa Belanda jadi juga “andil” dalam memperkaya kosakata Bahasa Indonesia. Terima kasih pada Belanda dalam kata-kata “Koolkast” atau kulkas, “Ananas” atau nanas, “Kantoor”atau kantor, dan kata-kata lainnya. Oh iya, bahkan kata preman diambil dari Bahasa Belanda, “Vreijman”! Nggak nyangka kan, kata-kata tersebut sebenarnya dari Bahasa Belanda!

Nggak cuma bahasa, tapi juga transportasi kereta api itu dipelopori oleh bangsa Belanda yang mendirikan rel kereta api pertama di Semarang tahun 1864 oleh L.A.J. Wilt baron Sloet van de Beele yang juga seorang Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke-52. Selain pembangunan rel kereta apinya, kita masih bisa melihat stasiun peninggalan Belanda seperti stasiun di Bandung, atau Stasiun Jakarta Kota, yang masih kelihatan kesan jadulnya.

Sekolah rakjat

Nah, setelah sekian lama Belanda menetap di Indonesia, tahun 1900-an awal merupakan tahun munculnya politik etis atau politik balas budi. Kebijakan ini ditujukan untuk masyarakat pribumi. Pemerintah Hindia-Belanda menekankan pada bidang pendidikan, irigasi, dan migrasi. Untuk pertama kalinya, rakyat Indonesia asli dapat mengenyam pendidikan, seperti Sekolah Rakyat yang juga mengenalkan sistem baca-tulis. Sistem irigasi tradisional dikembangkan jadi lebih modern oleh Belanda dan pertama kalinya Indonesia melakukan sistem migrasi. Ternyata dari jaman dulu, Belanda sudah sadar kalau sebagian besar penduduk Indonesia ada di Pulau Jawa, ya!

Setelah mencetak sejarah panjang bagi perkembangan bangsa Indonesia, kali ini Belanda melahirkan aktor-aktor yang menciptakan inovasi yang wow! Pernah terpikirkan nggak, untuk membuat jalan tol yang glow in the dark? Atau, mobil ramah lingkungan? Atau bahkan, mobil yang melintas di jalan sebagai tenaga listrik untuk lampu jalan? Itu semua telah dirancang oleh orang-orang Belanda dengan sempurna!

Jalan glow in the dark

Nah lihat kan, sejak Indonesia masih ada di bawah kekuasaan Belanda, orang-orang Belanda sudah melakukan inovasi yang luar biasa, yang menjadi pioner untuk generasi kita. Bahkan sampai saat ini, Belanda sedang mencetak orang-orang yang berkualitas dan menjadi pelopor yang mendunia!