KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013


Leave a comment

#510 Arts Holland: Orange Alert! This is First World Art District!

By Dinta Rahmawaty

As the pioneer, Dutch have awareness of their own potential. They put attention in art, music, and films as well as they work on science discovery for human prosperity. Netherland had created a lot of masterpieces which are very amazing, although I personally think that we (Indonesian) have more. But, they don’t stop here. Dutch want to be recognized by people around the world. That is why Arts Holland was born since 2008, ‘when tourism meets culture’. An attractive idea of combining culture, tourism, and technologies creates great giant events.

 

Arts Holland takes place in 4 big cities of Netherland, those are: Amsterdam, Rotterdam, The Hague, and Utrecht. It offers unique experience to enjoy Dutch arts, heritage, museums, design, fashion, theatre and more. At particular time, visitors can see a live show of artists create drawings, such as depicting the cityscapes of the four cities.

One of must-see art destination is Van-Gogh Museum, Amsterdam. There are placed largest collection pieces by Vincent Van Gogh, a greatest painter in European art-history. His paintings and drawings are the best, the most famous, and the most expensive art-work in the world. Besides the paintings, Van Gogh’s art-development is also interesting to be known. So, there was a special exhibition in March 2013 that arranged Van Gogh’s drawings chronologically, from Van Gogh’s first ambitious drawings in The Hague, when he focused on figures and landscapes, through his impressive landscape drawings in Nuenen, to his Paris water colours paintings. (Holland.com, 2013).

Next, Rotterdam is a perfect destination to learn great architectural. After destroyed in World War II, this city was rebuilt and transformed to the new city which create phenomenal of innovative and inspiring architecture. For instances,  Kubuswoningen (cubic house) which is placed upon overpass, Witte Huis (First skyscraper in Europe), Euromast tower, and Chabot Museum (Charming Modernist villa and Expressionist Art) (artsholland.com).

Third is The Hague, capital city of Netherland. The Hague is seat of the Govenrmnent, parliament, and other governmental functions. But, The Hague will not lose their artistic. This royal gem offers new light through the historical buildings, museums, and galleries show, ranging from Binnenhof as Dutch parliament until CaDance Festival (artsholland.com).

And the last is Utrecht, the cultural treasure of Netherland. Here is the most various kind of art-work made. Not only art and designs museum, there are also music and film festival. Spring Performing Arts festival becomes must-see festival. Performing Arts Festival is an international festival for the most innovative dance, theatre and performing arts in this beating heart city of Holland. All of the festivals will be completed by special light shows (artsholland.com).

 

We can imagine how beautiful and spectacular the Art Holland is. It is created gravely by cooperating between professionals to make the tremendous project. Netherland really want to be destination for all people in the world to get pleasure by delight in the richest and the best art and culture in the world. So, don’t you attracted to explore and show up your own culture?

References

http://www.artsholland.com/
http://www.holland.com/us/press/press-releases/fashion-architecture-design/orange-alert-netherlands-board-of-tourism-and-conventions-launches-arts-holland-the-worlds-arts-district.htm
http://www.holland.com/us/press/press-releases/events/masterpieces-from-the-van-gogh-museum-among-the-many-highlights-of-tefaf-maastricht.htm
http://www.pinterest.com
http://www.sica.nl/en/content/en-us-tourism-meets-culture-launch-arts-holland
http://www.vangoghgallery.com

Advertisements


1 Comment

#468 Nadi Perekonomian Eropa di Pelabuhan Belanda

Oleh Happy Ari Setyani

“Sebagai eksportir barang terbesar kelima di dunia, Belanda menempati posisi penting dalam perdagangan dunia.”

Lalu apa hubungannya dengan pelabuhan? Iya, benar sekali. Karena Belanda memiliki salah satu pelabuhan penting untuk perdagangan di Eropa dan seluruh Dunia. Pelabuhan utama Belanda saat ini, yaitu Rotterdam memiliki posisi strategis dalam perdagangan eropa terletak di mulut sungai-sungai yang mencapai jantung ekonomi dan industri Eropa.

Kepiawaian Belanda dalam mengelola pelabuhan tidak perlu diragukan lagi, ini memang karena Belanda sudah banyak makan asam garam dalam perdagangan dunia yang melibatkan pelabuhan-pelabuhan utama seluruh negara. Ini juga bisa dilihat dari jejaknya di Indonesia. Rata-rata sisa peradaban Belanda yang masih tersisa berada dekat dengan Pelabuhan. Misalnya di daerah sekitar pelabuhan Buleleng, Bali, atau kota tua di Jakarta dekat dengan pelabuhan Sunda Kelapa. Sejarah mengantarkan Belanda dalam keunggulan pelabuhannya.

Pelabuhan Amsterdam

Pada mulanya pelabuhan Amsterdam, sebuah pelabuhan nelayan kecil. Karena posisinya dekat dengan pusat perdagangan dan pusat keuangan di Amsterdam pada saat itu, pelabuhan ini menempati posisi penting dalam perdagangan Internasional. Pada masa awal masa keemasan Belanda, abad ke-17 pelabuhan Amsterdam menjadi pelabuhan utama Belanda. Kini pelabuhan Amsterdam bukan menjadi pelabuhan utama dan dikembangakan menjadi tempat berlabuhnya kapal-kapal pesiar.

Pelabuhan Rotterdam baru menempati posisi penting sejak pertengahan abad 19. Sebelumnya akses jalan menuju laut dari pelabuhan Rotterdam sulit, barang-barang yang dikirim dari pelabuhan Rotterdam dipindahkan melalui tangan menuju kapal laut. Berkat penemuan mesin uap membuat pelabuhan ini mampu menyediakan fasilitas untuk memindahkan barang lebih mudah dan akses dari pusat perdagangan dan keuangan juga lebih cepat berkat ditemukannya kereta api. Kini pelabuhan Rotterdam menjadi bagian penting yang membawa Belanda menjadi negara dengan perekonomian terbesar ke-15 dan pengekspor terbesar ke-10 di dunia. Dan pada tahun 2007, Belanda menjadi negara pengekspor terbesar ke-3 setelah Jerman dan Perancis.

Pelabuhan Rotterdam

Apa hanya karena posisi strategis? Tidak, pelabuhan Rotterdam juga menggunakan jasa pelayanan khusus dalam menjaga kualitas pengirimannya. Canggihnya sistem transportasi di Belanda membuat pelabuhan Rotterdam mampu memberikan servis paling cepat hingga ke daerah pedalaman di Eropa. Selain itu yang paling utama, Belanda sebagai negara terkemuka dalam berbagi informasi elektronik sehingga berbagai informasi antara otoritas pelabuhan dan kapal mudah dan cepat diakses.

Bagian tiga besar pelabuhan penting di Belanda lainnyaa adalah Zealand seaport. Pelabuhan yang berada di kota industri kecil ini memiliki peran penting dalam distribusi barang dari Belanda dan Belgia menuju jerman, Perancis Timur dan Swiss.

Zeeland Seaports

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Biro Belanda untuk Analisis Kebijakan Ekonomi, Belanda menghasilkan sekitar 33% pendapatannya dari ekspor barang dan jasa. Peran pelabuhan menjadi sangat penting bagi Belanda karena negara ini yang membawa dan mendistribusikan hampir 90% dari barang-barang yang beredar di Eropa.

Pemerintah Belanda juga memberi perhatian besar terhadap pelabuhan yang dimilikinya. Sejak tahun 2009 pemerintah Belanda melakukan proyek inovasi pelabuhan yang berkelanjutan terhadap tiga pelabuhan besar dan satu pelabuhan lain, Moerdijk. Proyek ini meliputi cara menjaga lingkungan pelabuhan, keselamatan navigasi dan keamanan pelayaran. Proyek yang dikembangkan sebagai Communication on a European Ports Policy ini dikarenakan Eropa belum memiliki undang-undang tentang pelabuhan sementara pelabuhan memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Eropa.

Sejarah mengantarkan Belanda menjadi bagian penting dalam tubuh Eropa


Leave a comment

#204 “Lahan Kosong Habis?, Gak Masalah Masih Ada Air”

Oleh Madito Mahardika 

Tinggal di kota besar menjadi sebuah daya tarik tersendiri bagi kebanyakan orang. umat manusia seakan didorong oleh keinginan besar untuk memperindah bentuk kehidupannya dengan gaya yang sejalan dengan akselerasi zaman. namun apa yang terjadi jika lahan kosong untuk menampung arus urbanisasi ini sudah tidak lagi tersedia?

Rotterdam, Sebuah kota di Belanda yang terkenal sebagai salah satu kota pelabuhan terbesar di dunia yang berawal hanya dari sebuah dam yang dibangun di Sungai Rotte. Pada hari ini Rotterdam menjelma sebagai pusat komersial internasional. tidak berbeda dengan kota besar lain, Rotterdam juga memiliki masalah terkait dengan urbanisasi. sedikit gambaran mengenai keadaan di Rotterdam, luas area yang mereka miliki adalah 319 Km2 (darat : 206 km2, air : 113 Km2)  dan populasi di kota itu mencapai 1.211.523 jiwa, artinya ada sekitar 2850 orang per km2

Keadaan ini disikapi oleh Pemerintah setempat untuk membuat sebuah distrik terapung. dimana masyarakat bisa hidup, berbelanja, bekerja, dan berkreasi diatas air. kedengaran sedikit tidak biasa? percayalah karena distrik yang dimaksud adalah nyata. Drijvend Paviljoen atau Paviliun Terapung dalam bahasa indonesia telah selesai dibangun pada Mei 2010, di desain oleh tim Arsitektur Belanda bernama Deltasync/PublicDomain Architects dan dibangun oleh para kontraktor dari Dura Vermeer. Gambar-gambar berikut akan memberitahu kamu mengenai Paviliun Terapung Rotterdam.

Suasana dalam sebuah Konferensi dari luar

Suasana dalam sebuah konferensi dari dalam

Paviliun Terapung ketika dibawa menuju Rijnhaven Rotterdam

Denah Paviliun

Suasana Malam

Sentimental yang ingin dibangun dalam terwujudnya inovasi ini adalah merealisasikan sebuah bangunan yang mewakili isu iklim, konservasi energi dan air. Drijvend Paviljoen menggunakan teknologi ramah lingkungan yang sustainable dimana energi surya dan air menjadi sumber penggerak segala aktifitas di dalamnya. Pemurnian limbah buang toilet dilakukan secara mandiri oleh sistem yang telah terpasang. yang menarik adalah bangunan terapung ini menggunakan kertas timah sebagai “baju” bangunan. benda bernama ETFE Foil itu diyakini 100 kali lebih ringan dibandingkan kaca.

Apa yang bisa dilakukan disana? tentu banyak seperti penyelenggaraan event MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) mengingat tersedianya Auditorium yang dapat menampung kurang lebih 150 orang.

Dome Auditorium

Rasanya tidak perlu lagi mengkhawatirkan segala hal yang berkaitan dengan banjir jika telah berada disini, karena bangunan akan tetap stabil berada dipermukaan dan otomatis mengikuti tinggi permukaan air. sebuah karya besar teknologi yang keberadaannya akan sangat dibutuhkan oleh kota-kota bertipikal sama seperti Rotterdam.

Keberadaan Paviliun Terapung ini pada akhirnya menjadi bukti bahwasannya Belanda merupakan salah satu yang terdepan dalam bidang terkait dan mengukir posisi kompetitif sebagai Pioneer dalam pengembangan bangunan kreatif dan inovatif di seluruh penjuru dunia.

Jika tertarik untuk mengunjungi Drijvend Paviljoen Rotterdam ini, pengunjung tidak dikenakan biaya masuk. penyelenggaraan event juga sering diadakan disana, terapung di sungai Rotterdam.

Bangunan terapung merupakan sebuah solusi tepat untuk pemaksimalan lahan yang bisa dimanfaatkan untuk keberlangsungan aktifitas masyarakat di dalam sebuah kota yang mana memiliki luas perairan tidak jauh berbeda dari luas daratan yang dimilikinya.

Akhir kata ternyata sebuah ketidakberuntungan tidak menjadi hambatan untuk tetap berakselerasi maju dan berinovasi serta menjadi yang terdepan dalam bidang tersebut.

Referensi

http://www.rotterdamclimateinitiative.nl/en/100_climate_proof/projects/floating_pavilion?portfolio_id=19
http://en.wikipedia.org/wiki/Rotterdam
http://www.holland.com/global/tourism/blogs/dutch-design-and-architecture/floating-architecture.htm
http://www.deltasync.nl/deltasync/index.php?id=5
http://www.dezeen.com/2011/04/21/watervilla-de-omval-by-31-architects/


Leave a comment

#087 Floating City, The Brilliant Concept from “Waterland”

Oleh Nesa Tasya Asmarany

Belanda, Negara yang pada awalnya terdiri dari 70% laut ini benar-benar tak pernah kehabisan akal untuk membuat inovasi baru yang mutakhir. Seperti halnya, Belanda tak berhenti dengan hanya membangun Bendungan untuk memperluas daratan sekaligus memperluas permukiman. Populasi yang semakin meningkat dengan peningkatan 0.452% per tahun, juga peningkatan permukaan air laut efek perubahan iklim semakin memantapkan niat Belanda untuk mengembangkan inovasi baru kependudukan yang bernama floating city.

Design konsep floating city

Floating city adalah konsep kota terapung, dimana nantinya bangunan dan segala infrastrukturnya dibangun di atas air. Negara air ini tentu tidak mengalami kesulitan yang berarti unruk mengembangkan konsep floating city. Sudah sejak lama Belanda terkenal dengan inovasinya mengelola air. Berawal dari pembangunan ribuan bendungan lalu seiring berjalannya waktu lahirlah banyak inovasi pengelolaan air di Belanda, seperti pembangunan water tap (air keran siap minum) dan masih banyak lagi.

Pada tahun 2009, Rutger de Graaf, penggagas konsep ini mengatakan pembangunan floating city tidak dapat menyelesaikan masalah perubahan iklim, tapi bisa menjadi solusi yang mungkin dilakukan dan dikembangkan. Rutger de Graaf, melalui perusahaan miliknya Deltasync dan perusahaan arsitektur PublicDomain Architects telah merealisasikan konsep floating city dengan membangun proyek bernama Rotterdam Floating Pavilion. Proyek yang didukung oleh Rotterdam Climate Initiative ini telah sampai tahap pembangunan prototype yang sudah selesai dibangun dan dipamerkan pada Januari 2013.

Floating city tak hanya berteknologi modern tapi juga ramah lingkungan karena tenaga yang dipakai bangunannya adalah panas matahari yang ditarik dari permukaan air lalu disimpan di dalam tanah di bawah bangunan atau tanah sekitar bangunan yang akan digunakan kembali sebagai sumber energy. Hal ini membuktikan bahwa floating city dapat mengurangi suhu air permukaan yang disebabkan oleh perubahan iklim. Menurut arsitek Deltasync, keuntungan lain membangun floating city adalah dapat membantu mengatasi masalah melonjaknya harga real estate dan kemacetan di pusat-pusat perkotaan, dimana seperti yang diketahui bahwa 89,2% penduduk Belanda tinggal di kota-kota besar seperti Rotterdam.

Rotterdam Floating Pavilion rencananya akan dikembangkan menjadi kawasan perkotaan terintegrasi yang didalamnya terdapat perkantoran, ruang public, dan 13.000 tempat tinggal (1200-nya akan terapung diatas air). Dream project ini ditargetkan selesai pada tahun 2040.

Prototype Rotterdam Floating Pavilion saat pengerjaan

Prototype Rotterdam Floating Pavilion

Tampak dalam prototype Rotterdam Floating Pavilion

Bukan hanya Deltasync dan PublicDomain Architects, perusahaan lain Waterstudio.NL milik salah satu arsitek kenamaan Belanda Koen Olthuis tidak mau kalah untuk mengembangkan floating architecture dengan konsep floating city.  Waterstudio.NL telah berhasil membangun membangun floating water villas, floating apartments di Citadel, Naaldwijk dan floating mosque di The Hague. Waterstudio.NL tidak hanya menerapkan floating architecture di negaranya tapi juga di mancanegara. Mereka sudah menerapkannya di Maldives dengan membangun sebuah padang golf terapung, mendesign Palm Islands, pulau buatan di Dubai, dan memikirkan untuk merealisasikan floating city di Negara-negara berkembang seperti Bangladesh juga Indonesia. Maka tak heran di tahun 2012, Waterstudio.NL memenangkan “Architecture & Sea Level Rise” Award 2012 dalam kategori App-grading Wet Slums (Pembangunan Permukiman Kumuh dan Basah).

Design floating mosque

Sebagai pelopor teknologi mutakhir, satu yang tak pernah dilupakan Belanda yaitu keseimbangan lingkungan. Itulah yang saya kagumi dari Belanda. 🙂

Referensi

http://green.blogs.nytimes.com/2009/10/27/as-sea-levels-rise-dutch-see-floating-cities/
http://www.earthtechling.com/2013/01/hollands-floating-pavilion-designed-for-rising-seas/
http://www.rotterdamclimateinitiative.nl/en/100_climate_proof/projects/floating_pavilion?portfolio_id=19
http://www.reuters.com/article/2012/10/09/uk-dutch-architect-water-idUSLNE89801Z20121009
http://www.waterstudio.nl
http://www.indexmundi.com/netherlands/demographics_profile.html


Leave a comment

#073 Belanda: Menjaga Hidup dengan Inovasi

Oleh Hanna Suryadika

Inovasi akan membawa perubahan pada segmen kehidupan sebuah masyarakat. Di Belanda, sistem pendidikannya memungkinkan semua orang untuk menghasilkan ide dan karya- karya yang segar. Semua orang bisa menghasilkan pembaharuan dan menjadi pionir mulai dari hal terkecil hingga hal paling kompleks sekalipun. Lantas, bagaimanakah orang Belanda membawa inovasi serta menjadi seorang perintis dalam kehidupannya?

Salah satu sektor unggulan di Belanda adalah seni arsitekturnya. Belanda merupakan negara dengan jumlah penduduk terpadat di Eropa dengan luas wilayah ‘hanya’ 41.000 km2. Oleh karena itu, masyarakat Belanda dihadapkan pada kondisi yang mengharuskan mereka untuk berkreasi serta menghasilkan inovasi agar bisa bertahan hidup dengan keadaan lingkungan mereka. Dalam hal infrastruktur dan wilayah untuk tempat tinggal, mereka diharuskan pandai- pandai memutar otak.

Alhasil kini lihatlah kota- kota besar di Belanda. Banyak bangunan bersejarah berdampingan dalam ruang kota yang sama dengan gedung berarsitektur modern. Rotterdam misalnya, kota ini punya nama yang mahsyur soal arsitektur bangunannya. Tak heran jika kota yang juga bergelar The Architecture City ini juga memiliki Netherlands Architecture Institute (NAi). NAi merupakan salah satu kampus kiblat arsitektur dunia yang memiliki koleksi arsitektur terbesar dengan jumlah koleksi mencapai 35ribu buku.

Netherlands Architecture Institute (NAi)

Di Rotterdam kita dapat melihat mulai dari gedung- gedung pencakar langit seperti The Maastoren, ada pula gereja kuno St. Laurenskerk, beberapa museum seni hingga The Cube House, yaitu rumah- rumah berbentuk kubus yang unik. Dengan memadukan konsep urban masa kini dan konsep historis sebuah bangunan, maka deretan bangunan di Rotterdam menunjukkan betapa Belanda telah selangkah lebih maju untuk memperhatikan estetika kota tanpa mengesampingkan fungsionalisasi ruang.

Bangunan- bangunan di Rotterdam. Searah jarum jam: The Maastoren, Cubes- House,The World Museum, dan gambar Rotterdam sebagian.

Rotterdam juga telah menghantarkan Belanda menjadi salah satu negara dagang yang paling berpengaruh di jaman modern. Dengan kondisi tanah yang lebih rendah dari permukaan lautnya, Belanda punya cara tersendiri. Di Rotterdam, ada sebuah pelabuhan besar yang merupakan The Gateway to the World. Lokasi pelabuhan ini merupakan tempat paling strategis untuk wilayah Eropa serta membuka jalur dagang bagi 100juta orang.

Masih soal arsitektur, tak hanya Rotterdam, Utrecht pun memiliki seorang arsitek ternama yaitu Gerrit Rietveld. Dia merupakan pendiri Rietveld Schröder House. Gedung tersebut bahkan telah diakui UNESCO sebagai gedung paling berpengaruh di awal masa modern.

Rietveld Schröder House di Utrecht. UNESCO mengakui gedung ini sebagai ikon Pergerakan Modern di dunia Arsitektur karena bentuk bangunannya yang terbuka dan bersifat dinamis.

Pencampuran periode arsitektural yang berbeda pada bangunan di Belanda juga nampak di Amsterdam dan Maastricht. Suasana kota Amsterdam yang menampakkan bangunan bersejarah dengan bangunan khas kota metropolis yang modern. Bahkan ada lagi istilah floating architecture di Amsterdam. Ratusan rumah disini dibangun mengapung dan dirancang dengan konsep futuristik dan memanjakan mata anda karena pemandangan kanalnya yang indah.
Berawal dari keadaannya struktur alamnya yang dikelilingi air, dan tingkat kepadatan penduduknya yang tinggi, masyarakat Belanda akhirnya menemukan cara untuk bisa mengelola negaranya. Akibat keterbatasan itulah akhirnya Belanda tumbuh menjadi negara yang indah dipandang dengan gedung- gedungnya yang rapi tertata. Selain itu, nilai fungsional, historis, dan estetisnya tetap menjadi unsur padu yang terjaga dengan tetap memperhatikan konsep sustainable living condition. Belanda kini telah menyebarkan ciri khas arsitekturalnya ke seluruh dunia dengan menjadi pionir dalam bidang arsitektur dunia.

Referensi

http://www.holland.com/global/tourism/Blogs/dutch-design-and-architecture/Floating-architecture.htm
http://entoen.nu/havenvanrotterdam/en
http://indonesia-in.nlembassy.org/you-and-netherlands/about-the-netherlands.html
http://www.holland.com/global/tourism/Activities/Architecture.htm


2 Comments

#069 Nuansa Madinah di Rotterdam

Oleh Dimas Mulyawan

Kehidupan masyarakat Muslim di Belanda terus mengalami perkembangan positif dari hari ke hari. Sentimen kelompok anti-Muslim yang beberapa waktu lalu sering melakukan intimidasi kepada kelompok Muslim di Belanda pun perlahan semakin berkurang. Kehidupan antar umat beragama pun kini semakin terasa. Sebuah perkembangan yang menjanjikan dan patut menjadi contoh bagi negara lain di Eropa.

tampak masjid essalam dari dekat

Salah satu wujud yang mewakili keberhasilan tersebut adalah hadirnya Masjid Essalam di kota Rotterdam. Masjid yang diresmikan pada Jum’at 17 Desember 2010 lalu kini menjadi masjid terbesar di Eropa Barat, yang sekaligus mengukuhkan eksistensi Muslim di Belanda. Padahal pembangunan masjid yang dimulai tahun 2003 lalu ini menuai berbagai hambatan hingga pembangunannya pun teramat panjang. Mulai dari pertikaian internal panitia pembangunan, pertentangan dari kelompok yang anti pembangunan masjid, hingga ke masalah finansial. Pada akhirnya setelah tujuh tahun pembangunan, pembangunan masjid yang menghabiskan dana 4 juta Euro ini pun rampung dan berdiri kokoh di Rotterdam. Bahkan masjid yang terletak di taman Varkenoordse di Southbank di selatan Rotterdam ini dianggap sebagai Islamic Center terbesar serta pionir berkembangnya Islam di Eropa dewasa ini.

Penyelesaian pembangunan Masjid Essalam ini pun tak terlepas dari bantuan Yayasan Amal Al-Maktoum, sebuah yayasan amal milik Sheik asal Dubai, yaitu Sheikh Hamad bin Rashid Al-Maktoum, yang kemudian menempatkan satu orang dari yayasannya masuk dalam jajaran kepengurusan masjid tersebut. Al-Maktoum lah yang mengambil alih pembiayaan penyelesaian pembangunan masjid ini.

Jika dilihat, arsitektur bangunan Masjid Essalam ini sungguh luar biasa indahnya. Diarsiteki oleh Wilfried van Winden, dibawah nama Molenaar & Van Winden Architects, masjid ini dibangun empat lantai dengan luas 2.500 meter persegi dan memiliki dua menara yang menjulang setinggi sekitar 50 meter. Lantai dasar dari masjid ini dipakai untuk keperluan aktivitas non religius termasuk tempat wudhu bagi laki-laki, toko, dapur dan ruang umum untuk segala aktivitas pengurus. Selain itu ada juga ruang untuk kantor, ruang kelas, ruang imam, serta ruang makan.

tiang-tiang kokoh tampak terlihat di depan pintu masuk

Dibagian tengah ruang balkon lantai satu dan lantai dua digunakan sebagai ruang sholat jamaah laki laki, sedangkan lantai paling atas dipakai untuk ruang sholat bagi jemaah wanita. Masing masing ruang sholat terkoneksi dengan ruang hampa yang memberikan penerangan alami dari kubah yang berukuran 25 meter di atas masjid.

Eksterior masjid ini dirancang dengan gaya Masjid Nabawi di Madinah dipadu dengan gaya Mesir abad ke 15. Itulah mengapa nuansa Madinah begitu kental terasa di masjid ini. Keseluruhan bangunan tertutup dengan batu alam dengan aksen warna warni batu abu abu kebiruan. Sedangkan lengkungan jendela dibuat dari batu buatan. Pintu utama masjid diletakkan di sebelah barat, dengan ruang mihrab di sisi tenggara masjid.

susunan tangga melingkar sepanjang empat lantai

Rotterdam sendiri dikenal sebagai salah satu kota paling ramah bagi Muslim di Eropa. Dengan jumlah presentase Muslim 40% dari 585.000 penduduk (data tahun 2009), Rotterdam bukan hanya dipimpin oleh Ahmed Aboutaleb, seorang walikota muslim pertama di Rotterdam, tetapi juga telah menjadi tujuan imigran muslim terbesar di Belanda. Di Rotterdam terdapat cukup banyak kios daging halal, masjid, dan organisasi keIslaman setempat.

Kini keberadaan Masjid Essalam seolah menunjukkan bahwa bangunan yang dulu ditentang ini tidak hanya merupakan pionir Islam di Belanda namun simbol kebanggaan seluruh warga Belanda.

masjid essalam tampak kejauhan diselimuti salju

Referensi

http://bujangmasjid.blogspot.com/2011/02/masjid-essalam-rotterdam-terbesar-di.html
http://www.thenational.ae/news/world/europe/essalam-a-symbol-of-pride-opens-its-doors-in-holland
http://iniunic.blogspot.com/2011/09/melihat-essalam-mosque-rotterdam-masjid.html
http://archinect.com/wam-architecten/project/essalam-mosque-rotterdam
http://islamineurope.blogspot.com/2006/08/rotterdam-essalam-mosque-in-progress.html


Leave a comment

#051 Stay Fit with Lekker Fit

by Theodorus Eko Pramudito

Lifestyle of a modern person tends to be far away from what can be considered as healthy. From lack of exercise, unhealthy intake of junk food, and sedentary routine activity, our body is piling up time bombs of cardiovascular disease and other health problems. The worst part is how this lifestyle is beginning to infect the young people especially children, a group that should be exercising more due to their undergoing growth and development. Said lifestyle can lead to problematic cases of childhood obesity among children of the 21st century. In order to counter this problem, several schools in the Netherlands have taken the initiative to create the ‘Lekker Fit!’ program.

What is ‘Lekker Fit!’ program? It is a regional scale program to promote healthy lifestyle in primary and secondary school students through exercise and healthy food. As portrayed by the name of the program, which means ‘enjoy being healthy’, the aim of the program is not only limited to healthy lifestyle and well-being but also making the activity fun and merry. Rotterdam is the first city to implement the ‘Lekker Fit!’ program to its 20,000 students and school officials claim that the program managed to quell the previously rising number of obesity among the youngsters. Inspired by the success of Rotterdam in implementing this healthy lifestyle, other areas all across Netherlands, such as Woudrichem and Amsterdam, began to follow suit.

Rotterdam, despite its image as the ‘sport city’ of the Netherlands, has higher number of childhood obesity compared to the nation’s average number. Childhood obesity drew concern from the city’s officials and dieticians because it leads to fatigue, learning difficulty, loneliness, and bullying to children. There are also looming health risks such as diabetes and backache which can hinder a child’s development. For that reason, several schools decided to band together with dieticians to start the ‘Lekker Fit!’ program.

The whole program is designed for children to partake in. The committee fully realized that the main problem with problem with promoting healthy lifestyle is how to make it enjoyable. To tackle that problem, ‘Lekker Fit!’ involves not only children but the teachers and their parents as well. The committee provides training module for parents so the children can keep practicing healthy lifestyle even if they are not at schools and above all, children won’t feel lonely that they are exercising alone because the teachers and parents will join them with the fun.

Development and improvement are still underway for the program. Right now ‘Lekker Fit!’ has been developed for toddlers, preschoolers, and for teenagers. The committee is also looking for partners to help popularizing the program across the nation. Wageningen University has also joined the program by conducting ‘Expeditie Lekker Fit!’ supplemental research program to analyze the effects of healthy lifestyle to children. This program has shown us how the Dutch has taken the initiative among Western nations to promote healthy and fit lifestyle among the younger generation.

Reference

http://www.rotterdamlekkerfit.nl/
http://www.lekkerfitopschool.nl/