KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013


Leave a comment

#309 Kotoran pun Disulap Menjadi Pembangkit Listrik oleh Belanda

Oleh Dwi Cahya Astriya Nugraha 

Selain pelopor kincir angin, Belanda pun menjadi pelopor dalam manajemen kotoran ternak menjadi pembangkit listrik.  Sebagai negara penghasil produksi peternakan nomor dua di dunia, faktanya Belanda yang berpenduduk sekitar 15 juta orang ini, tinggal di negara kecil dengan luas daerah 41,526 km2 dan  penduduk  berbagi tanah dengan 4,7 juta sapi, 13,4 juta babi, 44 juta ayam petelur, ayam pedaging 41 juta, dan 1,7 juta domba.
Limbah kotoran ternak menjadi masalah karena ternak menghasilkan kotoran 3 sampai 4 kali dari yang dibutuhkan untuk pertanian. Limbah ini pun selain mengotori lingkungan juga berpotensi mencemari air sungai. Namun berangkat dari semangat pionir, Belanda mendapati solusi  untuk masalah tersebut.
Gerda Verburg, menteri pertanian, lingkungan dan kualitas pangan Belanda, meresmikan pembangkit listrik biomassa terbesar di dunia yang menggunakan bahan baku kotoran ayam.
Proyek senilai 150 juta euro dimiliki dan dioperasikan oleh beberapa perusahaan, yaitu Delta, ZLTO, Austrian Energy & Environment A.G.. Fasilitas tersebut bisa menghasilkan listrik sebesar 270 juta kWh pertahunnya atau cukup untuk 90.000 rumah.
Pembangkit yang berkapasitas 38MW tersebut merupakan solusi yang tepat untuk masalah lingkungan di Belanda. Dengan kebutuhan bahan baku 440.000 ton kotoran ayam setiap tahunnya, akan menghasilkan lebih dari 270 juta kilowatt jam listrik per tahun. Setidaknya telah mengurangi sepertiga dari jumlah total kotoran ayam yang dihasilkan. Belanda menghasilkan 1,2 juta ton kotoran ayam setiap tahunnya. Hingga kini, sebanyak 800.000 ton diproses.
Belanda juga mempunyai perusahaan terbesar di dunia yang dapat mengubah sampah menjadi energi listrik.
Warga Belanda memisahkan sampah menjadi: sampah organik, sampah yang bisa didaur ulang, sampah yang tidak berbahaya bila dibakar, dan sampah yang berbahaya/beracun. Pemerintah Belanda menyediakan tempat-tempat sampah sesuai jenisnya, sehingga memudahkan dinas pengelolaan sampah untuk mengolahnya. Sampah organik seperti sisa makanan ataupun daun-daunan kemudian diproses menjadi pupuk kompos. Sampah-sampah seperti kertas, kaca, dan logam bisa didaur ulang kembali. Sedangkan sampah-sampah yang tidak berbahaya dibakar untuk kemudian bisa membangkitkan pembangkit listrik tenaga uap (ini bisa jadi solusi buat PLN yang katanya lagi krisis energi). Sedangkan sampah-sampah berbahaya seperti batu baterai dan aki di karantina karena berbahaya bagi lingkungan (sanitary landfill).
Dengan dibantu staf Avilux, perusahaan kolektor sampah, seorang warga Belanda akan membuang sampah yang diangkut oleh mobilnnya
Dari sampah, Belanda dapat memperoleh pembangkit listrik.Pembuangan sampah di TPA sudah tidak menjadi pilihan lagi karena TPA memerlukan lahan yang luas sedangkan Belanda dihadapkan pada keterbatasan lahan. Suatu solusi terintegrasi yang seharusnya bisa diterapkan di Indonesia.
Pembakaran sampah (incineration)recycling, dancomposting, menjadi tumpuan dalam penanganan sampah di Belanda pada saat ini. Saat ini ada lebih dari 11 incinerator power plant  yang dikelola oleh 6 perusahaan yang berbeda, yaitu: AEB, HVC, AZN, Twence, AVR, dan Essent. Total listrik yang dihasilkan dari semuaincinerator power plant  tersebut adalah sebesar 365 MWatt. Incinerator AVR sanggup membakar sampah sebesar 50 ribu ton per jam untuk memproduksi listrik sebesar 15 MWatt.
Melalui sejarah yang cukup panjang ditambah dengan aktivitas manusia yang terlihat boros energi, Belanda berhasil mengelola kotoran secara ramah lingkungan dan mengubahnya menjadi pembangkit listrik.

Referensi


Leave a comment

#198 Delta Bagi Belanda, Dari Dam Sampai Kotoran Ayam

Oleh Mira Marsellia

Delta dalam sistem alfabet Yunani adalah nama dari  huruf keempat sistem tersebut. Delta (dalam huruf besar adalah  Δ, untuk huruf kecil δ; dibunyikan dengan Δέλτα  dibaca Délta). Dalam matematika dan science,  Delta berarti lambang untuk “perbedaan” atau “perubahan”.  Ternyata Delta pun menjadi simbol seorang penemu dan arsitek dalam mitologi Yunani bernama Daedalus.

Di Belanda, Delta juga ternyata mewakili semangat pionir dan kreativitas bangsa Belanda. Mari kita simak mengapa. Sudah tahu kan kalau Belanda tidak pernah tahan untuk hanya berdiam dan pasrah terhadap kesulitan yang dihadapi?
Mereka selalumencari solusi dan menjadi pionir untuk penemuan demi hidup yang lebih baik dan  pencari solusi kreatif dalam mengatasi masalah. Nah, Delta ini berarti semangat untuk “berbeda dan berubah”,  dan diterapkan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan Belanda  memang mendorong ide-ide kreatif dan inovatif, sehingga mampu memikirkan solusi dan metodologi yang non-konvensional, untuk menjadi yang terdepan. Tidak mengherankan jika Belanda memiliki banyak tokoh pionir di berbagai bidan
 

Belanda lebih rendah dari laut, mereka selalu mencari solusi dan alternatif untuk menjaga kaki mereka tetap kering, bahkan mereklamasi daratan, agar dapat menyediakan lahan bagi pertumbuhan penduduknya. Delta Works dibangun dengan rencana pembuatan selama 30 tahun, membendung delta atau muara-muara di Belanda, sehingga banjir dan kenaikan air laut dapat dihindari oleh adanya dam tersebut.  Belanda dikenal sebagai ahlinya dalam menangani air, sehingga menjadi konsultan untuk pembangunan dam dan bendungan di berbagai belahan dunia.

Belanda pun menjadi pionir dalam manajemen kotoran ternak.  Sebagai negara penghasil produksi peternakan nomor dua di dunia, faktanya Belanda yang berpenduduk sekitar 15 juta orang ini, tinggal di  negara kecil dengan luas daerah 41,526 km2  dan  penduduk  berbagi tanah dengan 4,7 juta sapi, 13,4 juta babi, 44 juta ayam petelur, ayam pedaging 41 juta, dan 1,7 juta domba.

Limbah kotoran ternak menjadi masalah karena ternak menghasilkan kotoran 3 sampai 4 kali dari yang dibutuhkan untuk pertanian. Limbah ini pun selain mengotori lingkungan juga berpotensi mencemari air sungai. Namun berangkat dari semangat pionir, Belanda mendapati solusi  untuk masalah tersebut. Sejak tahun 1980 pemerintah Belanda menetapkan aturan ketat dalam penanganan kotoran ternak ini. Ada penghargaan bagi inovasi dalam penanganan kotoran ternak, dan juga ada hukuman bagi yang lalai.

Bahkan ada  “Dewan Pupuk Kotoran Ternak” yang didirikan untuk mengatur arus distribusi pupuk kandang, dan membantu menemukan pengguna pupuk baru. Dewan ini juga melakukan penelitian, membantu  pengolahan pupuk kandang dan menetapkan pabrik pengolahan.

Tak hanya dijadikan pupuk  bentuk pelet yang diekspor ke luar negeri,  Belanda tidak berhenti sampai disitu dalam hal inovasi,  mereka pun membuat pembangkit tenaga listrik dari kotoran ayam!.

Delta NV di kota Moerdijk  membangun pembangkit listrik dengan tenaga kotoran unggas terbesar di dunia. Fasilitas  ini diharapkan dapat mengkonversi 440.000 metrik ton (490.000 ton) dari kotoran unggas menjadi lebih dari 207 juta kilowatt-jam listrik setiap tahun,  dan dapat menyerap sekitar sepertiga dari  ‘kelebihan stok pupuk’. Dengan kemampuan fasilitas tersebut maka akan mampu menghasilkan listrik yang cukup untuk sekitar 90.000 rumah per tahun.

Delta tak hanya berarti mega konstruksi  pembangunan bendungan dan penahan badai yang luar biasa, Delta juga pembangkit listrik dari sesuatu yang tadinya hanya berupa limbah. Delta yang  menjadi rumus matematika untuk perubahan ini benar-benar menjadi lambang semangat dan kesuksesan bagi kepioniran Belanda di berbagai bidang ilmu dan terobosan bagi masa depan dunia yang lebih baik lagi.

Referensi

http://www.bayjournal.com/article/netherlands_a_pioneer_in_manure_management_
http://inhabitat.com/dutch-harvest-chicken-manure-to-power-90000-homes/
http://biomassmagazine.com/articles/2132/poultry-litter-fuels-new-dutch-power-plant
http://en.wikipedia.org/wiki/Delta_(letter)
http://news.mongabay.com/bioenergy/2008/09/worlds-largest-biomass-plant-running-on.html


Leave a comment

#167 “Mooooww”.. Friesian Holstein beraksi

Oleh Christerra Ellen Kusumaningrum

Belanda..!! Terlintas dalam benak saya, mengapa banyak kincir angin di Belanda? Setelah menelusuri lebih lanjut, kincir angin yang digunakan pertama kali sekitar abad 13 ini bermanfaat untuk mengeringkan lahan yang dahulunya adalah air. Hampir keseluruhan wilayah di Belanda berada di bawah permukaan air laut. Air yang ada di wilayah Belanda dialihkan, disalurkan dan dibendung dengan menggunakan kincir air yang terdapat dalam bangunan kincir angin. Lahan yang masih agak sedikit basah di keringkan dengan menggunakan kincir angin.

Kincir angin di Belanda

Dalam perkembangannya banyak manfaat dari kincir angin, khususnya di bidang pertanian dan peternakan. Salah satunya adalah pemanfaatan lahan yang telah kering untuk bercocok tanam dan beternak. Telah diketahui bahwa sektor pertanian dan peternakan di Belanda menyumbang sebesar 20 % Pendapatan Nasional Belanda. Friesian Holstein atau disebut juga Fries Holland, si penghasil susu, merupakan salah satu yang berkontribusi di dalamnya.

Penampakan Friesian Holstein

 Penasaran dengan Friesian Holstein, apa rahasia sapi ini mampu menghasilkan susu yang istimewa? Kita kenalan dulu dengan si Frisean Holstein. Sapi holstein atau frisia merupakan salah satu trah sapi perah yang sekarang dikenal sebagai sapi yang terbanyak memproduksi susu. Berasal dari Eropa, sapi holstein dikembangbiakkan di daerah yang sekarang menjadi Provinsi Holland Utara dan Friesland, Belanda (jadi bukan dari Holstein, Jerman). Sapi ini mampu memproduksi susu 1,800 liter – 2.000 liter per masa laktasi atau sekitar 8,92 liter – 10 liter per hari, bahkan di daerah subtropis dapat mencapai hingga 4.500 liter – 5.755 liter per masa laktasi. Bobot badan dewasa 570 kg – 730 kg pada betina dan 800 kg – 1.000 kg pada jantan. Bulu berwarna belang hitam dan putih, dimana pada dahi terdapat warna putih berbentuk segitiga dan pada bagian dada, perut bagian bawah, ekor dan kaki berwarna putih.

Bicara tentang pakan yang diberikan pada Friesian Holstein, peternak di Belanda memanfaatkan teknologi yang disebut ensilasi, yaitu metode pengawetan hijauan berdasarkan pada proses  fermentasi asam laktat yang terjadi secara alami dalam kondisi anaerobik. Tujuannya untuk memaksimumkan pengawetan kandungan nutrisi yang terdapat pada hijauan atau pakan ternak lainnya, agar bisa disimpan dalam kurun waktu lama, untuk kemudian diberikan sebagai pakan ternak. Dan, hampir 90% hijauan yang dihasilkan dari lahan pertanian di Belanda diproses dengan teknik ensilasi.

Lahan pertanian, proses pembuatan silase gulung dan pemanfaatannya pada ternak sapi

Bibit ternak sudah tidak diragukan lagi, teknologi pakan yang diberikan juga sudah mumpuni. Namun ada satu hal yang dilakukan oleh peternak, yaitu memperlakukan sapi dengan sangat istimewa. Mari kita tengok ke Wapse Farm. Wooow, apa yang terjadi disana? 80 sapi di Wapse Farm mengenakan pamper dan layanan pemijatan. Beberapa diantaranya bahkan mendapatkan tempat tidur air. Menurut Nancy Vermeer pemilik Sun farmer: Sapi-sapi tersebut harus bergembira. Jika tidak, mereka tidak akan mau menghasilkan susu. Matras yang digunakan sekarang kebanyakan terbuat dari bahan karet, meskipun untuk beberapa sapi tertentu para pemilik peternakan tersebut rela menggunakan tempat tidur air.” Peternak memberikan layanan khusus pada sapi-sapinya agar produktifitas susunya meningkat.

Sapi yang mendapatkan perlakuan istimewa “beralaskan karpet”

Terkuak sudah rahasia dibalik julukan Belanda sebagai salah satu negara penghasil susu dan keju terbesar di dunia, jawabannya adalah manajemen pemeliharaan yang baik, peralatan modern serta perlakuan istimewa untuk si Friesian Holstein.

Keju Produksi Belanda berasal dari Susu si Friesian Holstein

 Ada baiknya kita belajar dari kehidupan masyarakat di Belanda, memanfaatkan kelemahan menjadi potensi yang besar dan mengoptimalkan potensi yang ada untuk menunjang kesejahteraan masyarakatnya.

Referensi

http://akbar.blog.ugm.ac.id/2013/02/17/fermentasi-hijauan-pakan-ternak-silase/
http://ternak-ruminansia.peternakan.co.id/sapi-friesian-holstein/
http://id.wikipedia.org/wiki/Sapi_holstein
http://www.kagakribet.com/fun.php/ijp19xxW08HG/


Leave a comment

#145 Dairy Products: Milk is a Must

Oleh Ayu Adriyani 

If you don’t take care of your body, where are you going to live?”  -Unknown-

Susu dikenal kaya akan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Hal ini didasari pada banyak hal, misalnya saja susu dipercaya mampu memperkuat tulang sehingga tulang tidak rapuh dan tentunya tidak mudah diserang gejala osteoporosis. Hal ini disebabkan karena kebutuhan kalsium untuk tulang dapat dengan mudah ditemukan dalam susu. Tidak hanya itu, susu juga mengandung zat-zat gizi lain yang berperan dalam pembentukan tulang dan peningkatan status gizi. Selain itu, susu pun mampu menetralisir racun yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh tubuh, dan banyak lagi manfaat susu yang dapat diperoleh.

Belanda menjadi salah satu Negara yang terkenal dengan dairy productsnya. Tentunya, masing-masing kita mengenal keju, mentega, yoghurt, es krim dan banyak makanan olahan lainnya yang berbahan dasar susu, bukan? Di negeri orange ini, mengonsumsinya telah menjadi gaya hidup.

 

Pandai melihat peluang. Di atas tanah yang subur, lahan peternakan dan perkebunan menjadi pilihan yang tidak pernah salah untuk Negara yang satu ini. Di tahun 2010 saja, telah tercatat sekitar 30.000 peternakan susu dapat dijumpai di Belanda. Nah, satu hal yang patut diacungi jempol adalah kuantitas akan senantiasa berbanding lurus dengan kualitas susu yang dihasilkan. Artinya, meskipun jumlah pabrik terus bertambah, kualitas tetap menjadi nomor satu.

Dalam kehidupan sehari-hari, Bruin brood met kaas (roti keju) menjadi teman setia orang Belanda untuk sarapan. Sedangkan untuk makan siang, orang Belanda tidak pernah pusing untuk memikirkan di restaurant mana mereka akan makan karena mereka sangat sederahana. Di siang hari, sepanjang mata memandang akan ada banyak orang-orang yang sedang membuka plastik yang berisi roti keju yang dibawanya dari rumah. Tidak hanya itu, tidak jarang pula mereka membawa kotak-kotak kecil susu atau pun yoghurt. Sedangkan di malam hari, desertnya pun tidak pernah lepas dari vla.

Dairy products telah jadi semacam bagian hidup orang Belanda, jika di Indonesia ada nasi, di Mesir ada Isy (berbentuk seperti roti, bulat dan terbuat dari gandum), di Afrika ada Ketela,  di Meksiko ada Jagung, maka di Belanda ada dairy products (susu dan berbagai olahan makanan berbahan dasar susu).

Konsumsi dairy products yang tinggi memberi sumbangsih yang jelas pada fakta bahwa tinggi badan rata-rata penduduk Belanda berada di atas rata-rata. Bahkan, predikat the tallest people in the world tidak tanggung-tanggung diberikan kepada penduduknya. Tingi rata-rata orang dewasa di negeri ini mencapai 6 feet 1 inch (1.85 m). Tidak hanya itu, ketinggian penduduk Belanda pun terkesan menular kepada para pendatang. Mereka menjadi lebih tinggi dibanding orang-orang dari suku atau daerah asalnya. Dan sekali lagi, tentu saja konsumsi dairy products memiliki korelasi yang berkesinambungan dengan fakta tersebut.

 Di Belanda, Milk is a Must!

Referensi

http://greatminds2.wordpress.com/tag/studi-di-belanda/
http://permathic.blogspot.com/2012/05/manfaat-dan-kandungan-susu-bagi.html
http://www.123rf.com/photo_10923480_dairy-products.html
http://coteus.blogspot.com/2012/11/milk-selection-for-coffee.html
http://dutchcommunity.com/2012/06/22/dutch-consumers-given-food-for-thought-as-cost-of-breakfast-falls/
Oky Adrian, Penerima Beasiswa Unggulan, Master in Information Systems Development, HAN University Scholarship of Applied Sciences;
Raidah Intizar Yusuf, mahasiswa Communication and Information Sciences di Tilburg University, penerima Tilburg University Scholarship for Academic Excellence;


Leave a comment

#141 Made in Holland

Oleh Vitradi

Pada tahun 2050, 70% dari populasi dunia akan hidup di perkotaan. Itu berarti bahwa akan ada sembilan miliar mulut yang butuh untuk disuapi makan di dunia ini. Bukan hanya itu, sumber daya yang vital seperti air, tanah, dan energi akan menjadi semakin langka. Hal ini akan mengancam produksi pangan dan keamanan pangan. Ini lah satu satu tantangan terbesar yang harus kita hadapi. Bagaimana kita dapat membuat populasi manusia menjadi lebih sehat dengan dunia yang lebih baik?

Belanda hanya lah sebuah negara kecil yang hanya memiliki 16,79 juta penduduk (2013) namun memiliki pemikiran yang besar dalam menghadapi tantangan global.
Sumber foto: http://en.wikipedia.org/wiki/File:EU-Netherlands.svg

Ada sebuah pameo mengatakan,

If a job’s worth doing, it’s worth doing well”.

Itulah yang tercermin dalam keinginan Belanda untuk mengimplementasikan perubahan ke dalam setiap rantai bagian kehidupan. Belanda hanya lah sebuah negara kecil namun memiliki pemikiran yang besar. Tanah yang subur dan ide yang cemerlang menjadikan Belanda sebagai eksportir terbesar kedua produk pertanian pangan di dunia setelah negeri Paman Sam. Perusahaan, institusi pendidikan, dan pembuat kebijakan bekerja sama untuk menciptakan infrastruktur pengetahuan yang lengkap dan efektif untuk memenuhi sektor pertanian pangan saat ini. Kesinergian dari kerjasama ini telah melahirkan produk berkelanjutan yang berkualitas tinggi, sehat, dan enak di lidah. Para pengusaha dan peneliti Belanda ingin mengatasi dan memecahkan tantangan global dengan mengembangkan solusi praktis bagi sektor pangan.

Inilah made in Holland di sektor pertanian dan pangan.

 20 Tahun Robotika Yang Revolusioner

Peternak sapi perah menyebut ‘robot pemerah’ adalah penemuan abad ke 20 yang paling mutakhir. Lely Astronaut, dari produsen mesin Belanda Lely, telah secara signifikan mengurangi jumlah tenaga kerja yang diperlukan di sektor pertanian. ‘Robot pemerah’ dapat digunakan 24 jam per hari, tidak pernah ‘jatuh sakit’, dan juga para sapi tidak pernah mengeluh. Sejak penemuannya di tahun 1992, Lely telah menjadi pemain global.

Ini lah proses kerja ‘milking robot’ yang telah dirancang mengikuti kebiasaan alami sapi.
Sumber foto: http://www.lely.com/en/milking/robotic-milkingsystem/astronaut-a4

 Selain itu, perusahaannya juga telah mengembangkan robot pemberi makan yang diberi nama Lely Juno. Bersama dengan perusahaan software Triodor, Lely memenangkan Technology Award untuk kategori “Time for Cows”. Hasil kerjasama ini memberikan gambaran keseluruhan kepada para peternak sapi perah mengenai tingkat produktivitas dan kesehatan ternak mereka.

Dua puluh tahun setelah robot pemerah pertama diluncurkan, Lely Astronaut telah memasang 12.000 unit robot pemerah di akhir 2011. Di kesempatan yang baik tersebut, Lely meluncurkan kompetisi bagi pelanggannya di Youtube. Hanya dalam dua bulan, sebanyak 51 video telah diikutsertakan dari 15 negara yang berbeda.

Lely Juno akan bergerak dengan sendirinya tanpa mengganggu sapi yang berada di belakang pagar.
Sumber foto: http://www.lely.com/en/feeding/feed-pusher/juno_2

 Tepung + Air + Panas = Serasa Ayam

Kaum fleksitarian tidak lah sama dengan vegetarian, mereka hanya memakan sedikit daging. Ojah telah mengembangkan olahan pengganti daging untuk kelompok ini. ‘Beeter’ (sebuah kata yang berasal dari bahasa Belanda ‘beter’ yang berarti ‘better’ = lebih baik) adalah olahan yang terbuat dari protein nabati di mana strukturnya akan mirip dengan daging ketika dipanaskan dalam suhu yang tinggi. Olahan ini juga bebas gluten sehingga sehat untuk dikonsumsi.

“Kami telah mencampur dan memadatkan tepur dan air dengan cara yang cerdas.” kata Direktur Penjualan Jeroen Wilemsen.

‘Beeter’ yang diolah untuk berbagai jenis makanan, cocok untuk fleksitarian dan vegetarian.
Sumber foto: http://plenti.eu/further-information/

“Selama tahap uji coba rasa, kami berani mengatakan, “rasanya seperti ayam”.” imbuhnya lagi.

Ojah mengelola seluruh proyek itu sendiri, mulai dari konsep produk hingga mendistribusikannya ke pasar. Perusahaan ini juga telah menerima penghargaan yang paling bergengsi di Dutch SME Innovation Award tahun 2012.

 Referensi

http://www.lto.nl/english/
http://www.plenti.eu/
http://www.lely.com/en/home/
http://beeter.nl/
http://en.wikipedia.org/wiki/Netherlands


Leave a comment

#140 Houden van Hennen

Oleh Vitradi

Apa yang terlintas dalam pikiran Anda jika mendengar tempat peternakan ayam? Anda mungkin akan membayangkan kandang-kandang kotor dan bau yang berjejer rapat dengan kepala ayam yang selalu ‘mengintip’ ke luar. Tapi kondisi seperti itu tidak berlaku untuk peternakan ayam di Belanda. Negeri kincir angin ini punya cara yang unik dan kreatif dalam membudidayakan ayam.

Di Belanda, ada sekitar 35 juta ekor ayam yang memproduksi hampir 10 miliar butir telur dalam setahun. Yang artinya tiap ekor ayam harus menelurkan sebanyak 285 butir telur dalam 365 hari! Bagaimana caranya agar si ayam dapat dipelihara sedemikian rupa sehingga kebutuhan tersebut terpenuhi?

Rumah peternakan Roundel punya solusinya. Roundel memiliki konsep peternakan ayam yang unik untuk ayam petelur, di mana konsep ini merupakan hasil studi yang dilakukan oleh tim dari Universitas Wageningen. Konsep yang dinamakan Houden van Hennen (“Pemeliharaan dan Pecinta Ayam”) ini adalah contoh utama dari transisi menuju masa depan yang berkelanjutan, menunjukkan keseimbangan yang sempurna antara hubungan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility), kesejahteraan hewan, dan lingkungan kerja yang menyenangkan bagi para peternak unggas.

Ilustrasi perilaku alami ayam dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber foto: http://www.wageningenur.nl/upload_mm/0/d/b/10c1a14b-dff0-4312-bc8e-c01995b8aa3f_houdenvanhennen.jpg

Sistem peternakan di Roundel sengaja dirancang untuk memungkinkan semua unggas hidup sesuai perilaku alamiah mereka. Jadi, ayam dipelihara dan diperlakukan dengan memperhatikan aspek kesejahteraan dan ekosistem lingkungan mereka. Ruang hidup ayam ditentukan dari rutinitas sehari-hari mereka. 30.000 ekor ayam yang hidup di Roundel dapat hidup bebas mencari makan sendiri, mandi pasir, minum, serta bertengger.

Sistem ini memiliki 4 bagian utama, yaitu night quarters, day quarters, wooded area, dan central core.

Night quarters, adalah ruang yang menyediakan kebutuhan utama ayam, seperti makan, minum, istirahat, dan bertelur. Perangkat teknologi yang digunakan dalam ruang ini adalah sistem kandang yang bertingkat, sistem pengaturan aliran udara, dan  mesin pengangkut telur.

Day quarters, memberikan ruang bagi ayam untuk menikmati perilaku alamiah mereka, seperti mencari makan dan mandi pasir. Kondisi yang alamiah diterapkan di dalamnya. Sebuah sistem perangkat unik berupa pintu gulung memungkinkan untuk menciptakan iklim udara yang seragam antara day quarters dan night quarters. Ini akan mendorong para ayam untuk berkeliaran dengan bebas.

Sejumlah tempat air digantung di area day quarters sehingga ayam yang berada di luar bisa bebas mengakses air minum.
Sumber foto: http://www.rondeel.org/public/images/Drinktoren.jpg

Wooded area, area ini juga memberikan lingkungan yang alami untuk ayam agar dapat mencari makanan, berkeliaran, dan mencari tempat teduh. Apabila wabah terjadi, seperti flu burung, yang mengharuskan ayam diisolasi, maka area ini dimungkinkan untuk ditutup. Kendati pun demikian, para ayam masih bisa mengakses daerah day quarters di mana kebutuhan alami mereka akan terpenuhi. Inilah fitur unik dari Roundel dibandingkan peternakan lain.

Penahan angin ini diletakkan di antara day quarters dan wooded area. Penahan angin ini bisa mengurangi hingga 60% kekuatan angin.
Sumber foto: http://www.rondeel.org/public/images/Windbreekgaas.jpg

Wooded area dilengkapi dengan batang pohon dan serutan kayu. Area ini juga memiliki permukaan yang berpasir dan berpori sehingga dapat membuang air dengan cepat dan tidak digenangi air.
Sumber foto: http://www.rondeel.org/public/images/Bosrand%20Rondeel.jpg

Central core, dibagi atas tiga area, yaitu:

  • Lantai dasar adalah wilayah kerja bagi peternak unggas.
  • Lantai satu mengakomodasi daerah di mana pengunjung dapat melihat bagaimana sistem bekerja. Dinding lantai satu ini dibuat dari kaca transparan sehingga memungkinkan pengunjung untuk melihat proses pengemasan telur secara otomatis ataupun ke dalam day quarters melalui terowongan kaca. Daerah ini juga menyediakan ruang rapat.
    • Lantai dua adalah ruang kontrol udara yang digunakan untuk mengatur iklim udara di night quarters dan mengeringkan kotoran.

Apakah Anda tertarik untuk mengembangkannya di Indonesia?

(dari kiri ke kanan) 1. Situasi di visitor area, 2. Ruangan rapat, 3. Solar panel yang berada di atap night quarters untuk memasok energi di peternakan Roundel.
Sumber foto: http://www.rondeel.org/uk/the-system/central-core-area/

Referensi

http://www.wageningenur.nl/en/Publications.htm?publicationId=publication-way-333833333430
http://www.houdenvanhennen.nl
http://www.rondeel.org