KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013


Leave a comment

#573 Bronbeek, Sebuah Museum Riset

Oleh Taufik

Kepeloporan Belanda di dunia pendidikan tak perlu diragukan lagi. Universitas-universitas di Belanda termasuk dalam peringkat 10 di antara 200 perguruan terbaik di dunia. Beberapa universitas yang layak dicatat di antaranya, Leiden University, Utrecht University, University of Amsterdam, University of Groningen (untuk universitas riset); Amsterdam School of the Arts, Business School of Amsterdam(untuk universitas terapan), dan sebagainya.
Bahkan, pada tahun 2011, sebanyak 12 universitas di Belanda masuk dalam peringkat 200 besar daftar perguruan tertinggi di dunia. Daya tarik dunia pendidikan di Belanda tak terlepas dari keberadaan beberapa museum. Nama-nama museum itu sangat harum ke seluruh dunia, seperti Museum Leiden, Bronbeek, Tropen dan lain-lain. Museum-museum di Belanda menjadi destinasi dan tempat para ilmuan menggali rujukan sejarah
Saya beruntung bisa melihat negeri Belanda dari dekat, terutama bisa mengunjungi Museum Bronbeek di Arhem, Belanda pada 27 Juli 2010 silam. Selain menyimpan banyak benda-benda bersejarah, museum Bronbeek menjadi istimewa karena terdapat 43 veteran perang. Dari mereka pula kita bisa memperoleh cerita-cerita seputar perang di Nusantara. Mereka dengan senang hati mau berbagi kisah hidup serta pengalaman perang yang mereka alami sewaktu menjadi tentara kolonial dulunya.
Tak mengherankan jika negeri berpenduduk lebih kurang 8 juta orang itu mulai diperhitungkan sebagai kiblat kemajuan dan pusat pendidikan. Hal itu pula yang menyebabkan museum-museum di Belanda ramai dikunjungi para peneliti, pelajar, mahasiswa dan professor dari seluruh dunia.
Awalnya saya membayangkan museum Bronbeek pastilah seperti kebanyakan museum lain di tempat kita: tak terurus, pengap, berantakan dan sangat tak nyaman dikunjungi. Namun, begitu memasuki areal museum, kita pun terkagum-kagum. Kita dapat melihat bagaimana rapinya Belanda merawat ingatan bangsanya dengan nilai-nilai sejarah: melalui benda-benda perang (meriam) dan literatur. Meriam dari berbegai jenis itu dipajang mengelilingi dinding museum. Benda-benda perang ini dibawa dari sejumlah wilayah taklukan di Nusantara.

Museum Bronbeek ini termasuk salah satu museum tertua di Belanda. Pengelola atau conservator museum, Drs. Hans van den Akker menyebutkan, usia museum yang sering disebut Museum Perang ini sudah 150 tahun, sejak pertama kali dibangun oleh Raja Willem III tahun 1863.

Willem atau Willem Alexander Paul Frederik Lodewijk van Oranje-Nassau, lahir di Brussels, Belgia, 17 Februari 1817 merupakan Raja Belanda dan Grand-Ducal House of Luxembourg. Pada 23 November 1890, dia meninggal (pada umur 73 tahun) dan mewariskan tahta kepada putrinya, Wilhelmina (ketika itu baru berumur 10 tahun).
Menurut Hans, Raja Willem III membangun museum ini untuk mengenang pasukan setianya, KNIL sebagai penghormatan atas jasa mereka. Nama Bronbeek diberikan karena “di lokasi dibangun museum ini dulunya terdapat sungai kecil asli (bukan sungai buatan),” kata Hans. Dalam bahasa Belanda, Bronbeek berarti aliran air/sungai kecil.
Meskipun Bronbeek sebagai destinasi wisata untuk umum, museum ini juga menjadi tempat untuk anak-anak sekolah di Belanda mengenal sejarah bangsanya. Ini tak terlepas dari terobosan sistem pembelajaran yang dianut Belanda, melatih siswa untuk menganalisis dan memecahkan masalah dengan praktis dan mandiri melalui penekanan pada cara belajar mandiri dan kedisiplinan.
Museum Bronbeek ini jadi pilihan para peneliti yang ingin mempelajari sejarah Belanda dan bangsa-bangsa taklukannya. Mereka dapat mengakses semua dokumen, benda atau prasasti yang ada di sini untuk keperluan akademiki/studi. []

 

Referensi
http://www.nesoindonesia.or.id/sistem-pendidikan/institusi-pendidikan-di-belanda
http://www.defensie.nl/cdc/bronbeek/museum/
http://edukasi.kompas.com/read/2012/02/06/0949462/Mengapa.Memilih.Studi.ke.Belanda
http://id.wikipedia.org/wiki/Willem_III_dari_Belanda
http://jumpueng.blogspot.com/2011/05/belanda-yang-lain.html

Advertisements


Leave a comment

#560 Bermula Dari Inisiatif Menjadi Profesional

Oleh Hanifah K

Jika ditanya mau  jadi manusia seperti apa? kebanyakan pasti menjawab “ingin menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain”.  Untuk menjadi bermanfaat tentunya harus mempunyai inisiatif. Berawal dari inisiatif  pada tanggal 24 April 1978  seorang pensiunan kewarganegaraan Belanda yang memiliki harta karun pengalaman, Christian, membentuk Organisasi bernama PUM Netherland Senior Experts. PUM ini dibiaya oleh Pemerintahan Belanda dan para Pengusaha di Belanda. Misi mereka adalah mentransfer pengetahuan ke berbagai negara berkembang. Hingga saat ini PUM sudah memiliki 3.200 relawan. Yah relawan karena mereka membantu tanpa menerima upah alias gratis.  Sudah 35 tahun Organisasi PUM berkarya dengan membagi pengalaman yang dimilikinya selama 30 tahun. Begitu Pedulinya Bangsa Belanda dalam membagikan Ilmu Pengetahuannya menjadikan mereka bangsa yang profesional dan expert serta memiliki gelar The Truly Pioneer, karena sangat dermawan dalam membagi ilmu pengetahuan.

Perkenalan Saya dengan PUM Netherland Senior Experts bermula di tempat Saya bekerja yaitu di Politeknik Kampar Riau. Pada saat itu Saya diperkenalkan dengan Mr. mario Van Berlo dan Mr. Martin Jacobs. Mereka adalah seorang pensiunan di bidang pendidikan yang ditugaskan oleh PUM untuk mengembangkan Pendidikan di Politeknik Kampar Riau. Kerjasama PUM dengan Politeknik Kampar sudah 2 tahun berjalan, mulai Tahun 2010 hingga 2012. Mereka mempunyai tugas masing-masing, Mr. Mario Van berlo membantu Kami dalam  pengembangan kurikulum dan Mr. Martin membantu dalam sistem manajemennya.

 hanifah2Sebelah Kiri adalah Mr. Martin Jacob dan sebelah Kanan adalah Mr. Mario

Tahun 2010 Mr. Mario mengadakan Training Of The Trainers (TOT) yang di khususkan untuk para pendidik mulai Guru hingga dosen di Wilayah Kampar. Materi  yang diperoleh dari training ini adalah Education Methods, Problem Based Learning, How to Develop a Lesson Plan, Career Coaching, Study Skill, communication Skills, Social Skills, dan Competencies. Inti dari training ini adalah memberi pengetahuan dasar untuk menjadi pendidik yang benar-benar mendidik mulai dari kompetensi yang dimiliki hingga pembinaan karir bagi lulusan.

hanifah

Foto bersama antara PUM dan pegawai Politeknik Kampar

Masukan Mr. Mario terhadap kurikulum Politeknik Kampar adalah dimasukkannya mata kuliah Project. Tujuan dari Project ini adalah untuk melatih mahasiswa membuat proyek yang sesuai dengan minatnya, sehingga mahasiswa sudah terlatih untuk menganalisis suatu permasalahan dan mencari jalan keluarnya sehingga mahasiswa Politeknik Kampar Riau terlatih menjadi  seorang yang siap bekerja dan siap bersaing di dunia Industri.

Mulai Tahun 2010 hingga Tahun 2012 kerja sama PUM dengan Indonesia khususnya didaerah Sumatera semakin berkembang. Kerjasama ini bergerak di bidang perkebunan, pertanian, pengelolaan air, pendidikan, dll. Hal ini merupakan kontribusi nyata yang di berikan organisasi PUM untuk pembangunan Indonesia secara berkelanjutan.

Kurang Jelas tapi bisa di lihat langsung ke Web nya kalau Indonesia adalah negara yang paling banyak menerima bantuan proyek dari PUM

Pada kesempatan ini juga Kami mengucapkan terima kasih Kepada Pemerintahan Belanda yang sudah menugaskan PUM atas warisan pengetahuan dan pengalaman kepada kami sehingga kami bisa menjadi seorang Pendidik yang benar-benar mendidik penerus generasi kami. Jadilah seperti padi semakin lama semakin merunduk, semakin bertambah ilmu kita semakin banyak pengetahuan yang kita peroleh, tetap harus rendah hati dan berusaha menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain.

Referensi

https://www.pum.nl/ipublish/ipublishprins.nsf/$$ProjectsCountry?OpenForm&Language=EN&region=Asia

http://www.nttd.com.tr/companies/414-pum-netherland-senior-experts

http://www.linkedin.com/company/pum-netherlands-senior-experts

http://politeknik-kampar.com/


8 Comments

#539 Belanda, Pionir Pendidikan Individu Berkebutuhan Khusus

Oleh Puji Setiawan Wijaya

Berbicara mengenai kepiawaian negeri Belanda dalam merintis sesuatu tidak jauh dari hal-hal yang berbau teknologi. Sebagai negara dengan julukan “low country” akibat dari permukaan tanahnya yang rata-rata 1 meter lebih tinggi dari permukaan laut, tentunya Belanda memiliki cara tersendiri untuk membuat negaranya tetap dapat ditinggali dengan aman dan nyaman, seperti pembuatan tanggul afsluitdijk yang tidak usah ditanyakan kemampuan fantastisnya. Selain itu, Belanda pun piawai dalam hal teknologi kesehatan, terbukti dengan kehadiran para pakar vaksin dari negeri Belanda yang terkenal akan keahliannya, semisal Prof. Jan Hendriks. Di bidang lain, seni dan kebudayaan, Belanda pun memiliki peran yang besar, tak heran apabila kita berkunjung ke Belanda menjadi hal yang wajib untuk berkunjung ke museum-museum Belanda dan pameran instalasi seninya, beberapa yang terkenal ialah Anne Frank House, Mauritshuis Museum, Rijks Museum.
Namun, tahukah teman-teman bahwa selain piawai dalam merintis beberapa hal yang telah disebutkan di atas, Belanda juga menjadi pelopor dalam bidang pendidikan? Lebih detailnya dalam pendidikan individu berkebutuhan khusus (IBK).
Masih teringat dalam benak saya, beberapa bulan yang lalu tepatnya di bulan Januari 2013, Pusat Studi Individu Berkebutuhan Khusus (PSIBK) milik universitas saya mengadakan sebuah pelatihan untuk guru-guru Sekolah Luar Biasa (SLB). Tujuan kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan kompetensi guru-guru SLB mengingat kurangnya kompetensi yang dimiliki pendidik IBK di Indonesia. Pelatihan ini tidak hanya diikuti oleh guru SLB yang berdomisili di Yogyakarta, tetapi juga guru-guru dari daerah lain seperti Semarang, Jakarta, dan Malang. Menarik bagi saya, bahwa kegiatan ini didukung oleh sebuah organisasi sosial asal Belanda yang memiliki perhatian khusus bagi para IBK, bernama Kentalis International Foundation. Dalam pelatihan ini, trainer (pelatih) nya ialah orang Belanda dari organisasi tersebut.
Lalu, yang jadi pertanyaan selanjutnya, mengapa dukungan datang dari negara Belanda?

 
Melihat sejarahnya, baru saya ketahui pula, ternyata Belanda memiliki peran besar dalam mempelopori pengembangan SLB di Indonesia. Diawali dengan didirikan yayasan untuk individu tuna netra tahun 1901 oleh seorang dokter berkebangsaan Belanda bernama Dr. C. H. A. Westhoff di Bandung. Lalu, tidak sampai di situ saja, setelah itu muncul pula rumah tuna grahita serta sekolah tuna rungu – wicara di kota yang sama. Singkat cerita, dari situ lah awal kepedulian bagi IBK di Indonesia muncul. Misi yang diemban yaitu membuat IBK dapat hidup mandiri dan mampu mengurangi ketergantungannya.
Namun, tidak hanya sampai di situ saja alasannya. Di negara asalnya, semangat Belanda dalam mendidik IBK terlihat pula dalam pengembangan sistem kemudahan akses bagi IBK. Salah satunya adalah kehadiran dari Netherlands Knowledge Center for Deaf-Blindness (LED), yang memiliki misi mengembangkan IBK ke arah kehidupan yang lebih baik, termasuk pada penyediaan sistem transportasi yang ramah IBK, seperti pemasangan sensor bunyi di lampu merah, lalu pembuatan jalan umum dengan lantai pengenal untuk tuna-netra, kewajiban penyediaan jasa lift untuk IBK oleh pengelola gedung di sana, sampai ke pengembangan bahasa isyarat demi kelancaran komunikasi tuna-wicara. SLB di Belanda pum menerapkan sistem sekolah inklusi yang memungkinkan murid IBK juga berinteraksi dengan murid biasa, dengan begitu diharapkan IBK memiliki kemampuan adaptasi yang baik.

Dukungan pun tidak hanya sampai di sana, pemerintah Belanda memliki komitmen dalam mengurus dan menjamin kehidupan IBK. Di Belanda, sudah kewajiban negara untuk mengayomi mereka sehingga hidup mereka sejahtera tak ubahnya orang lain yang normal. Selain itu, Belanda juga salah satu negara yang rajin mengadakan consortium dalam bidang ini.

So, kurang apa lagi Belanda dalam menggagas ide-ide yang memajukan dan menakjubkan. Belanda dapat menunjukkan bahwa ia mempelopori banyak hal di berbagai bidang. Saya berpikir, menjadi sangat pantas apabila Belanda dijuluki negara pionir.
Referensi


Leave a comment

#535 Menjadi Pionir, Menjadi Diri Sendiri

Oleh Handini Suwarno

Adalah nonsense ketika berhasil di bidang pendidikan, tetapi tidak bisa membiayai kehidupan dengan baik. Nyatanya di banyak negara berkembang yang menggembor-gemborkan sistem pendidikan nomor satu dengan lulusan yang menghasilkan nilai akademis yang tinggi tidak berbanding lurus dengan tingkat penghasilan yang mumpuni. Terjun ke profesi tertentu semisal artis adalah salah satu hal yang sedang marak mengingat penghasilan artis yang dirogoh dari dunia entertain memang membius. Kurikulum problem based learning yang diterapkan Belanda menjadi jawaban sekaigus penghubung antara keinginan manusia untuk menjadi nomor satu secara pendidikan dan secara ekonomi. Otak kiri yang berbasis logika dan otak kanan yang cenderung kreatif saling bekerjasama secara maksimal menciptakan peluang yang ditunggu pasar. Jadi, tidak hanya mengejar nilai secara akademis, kreatifitas dan kelanjutan dari praktik tersebut mendapatkan kesempatan untuk berhasil sama baiknya di atas kertas dengan kualitas kehidupan yang ditunjang dari sisi potensial income.

Menjadi pionir! Inilah cita-cita yang menjadi budaya di Belanda. Selain karena karakteristik manusia yang unik dan memiliki tingkat efektifitas yang berbeda di setiap bidang kehidupan, pada dasarnya menjadi diri sendiri yang berhasil adalah hasrat alami seluruh manusia. Sangat kompleks bila kita melihat negara Belanda dengan bentang alam dan sumber daya yang terbatas mampu menciptakan kreatifitas yang berpengaruh di dunia. Pembangunan perkembangan kreatifitas dan hasil-hasilnya bagi perekonomian Belanda memang bukan dengan jalan pintas atau sulap. Ada integrasi khusus antara pemerintah, sistem pendidikan dan peluang perekonomian yang saling bersinergi dalam proses panjang menciptakan Belanda dengan lahirnya pionir-pionir baru yang mengisi balok- balok industri.

Pionir di Belanda bukanlah sesuatu yang misterius. Pada dasarnya para pionir dibentuk oleh produk-produk budaya di sekitarnya semisal lingkungan. Pada lingkungan keluarga, kesadaran akan makanan dan gizi terbaik guna menstimulasi otak sebagai perangkat terbaik dalam berpikir mendapat perhatian ekstra. Para orangtua di Belanda selalu menyiapkan roti gandum, keju, mentega dan meises untuk sarapan pagi. Menu siang dan malam, mereka terbiasa dengan sayur , kacang-kacangan, ikan, daging, dan buah-buahan beraneka warna. Dengan angka kriminalitas yang rendah, wajah Belanda sebagai negara paling bahagia ikut menentukan kualitas hidup yang baik
untuk pertumbuhan para pionir muda. Yang lebih menjanjikan, mereka menggunakan transportasi sepeda yang memungkinkan para pionir bergerak mengayuh, yang secara alami menanamkan olahraga menjadi bagian dari habit untuk menjadi sosok yang sehat.

Dr. Kenneth Cooper dari Sekolah Angkatan Udara Amerika Serikat mengatakan bahwasanya, “Telah ditemukan hubungan yang pasti antara kebugaran fisik dan kesiagaan mental serta kestabilan emosi… Meningkatnya kinerja ketahanan tubuh akan membuat tubuh tidak terlalu rentan terhadap keletihan, dan akibatnya lebih jarang membuat
kesalahan mental maupun fisik. “

Menjadi pionir dapat diartikan menjadi perintis, pelopor, pembuka jalan yang memiliki ide-ide luar biasa aneh dan tak jarang dianggap mustahil. Mental yang kuat adalah satu mesin sukses yang harus dimiliki pionir selain rajin, tekun, sabar, ulet, memiliki hasrat tinggi, berkemauan besar dan tahan banting karena dalam proses menjadi pionir, akan ada saat-saat ketika ide-ide dianggap rendah, ditertawakan, dikucilkan, dijauhi, diremehkan,maupun dianggap gila. Attitude yang baik dan positif dapat menunjang segala kesulitan tersebut menjadi daya ungkit untuk melejitkan diri melalui kreatifitas dan inovasi.

Referensi

Buzan, Tony. 2006. Mind Map. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama
Davis, Vicky Therese, dkk. 2010. Vade Mecum 7 : The Baron Son. Jakarta. Gramedia Pustaka utama
Ray, James Arthur. 2008. The Science of Succes. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama
Ray, James Arthur. 2009. Harmonic Wealth. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama
Wattles, Wallace. 2008. The Science of getting Rich. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama.


Leave a comment

#527 Belanda… Sang Pionir yang Menarik Hati

Oleh Nida Asma Amaniy

Belanda… Banyak hal yang membuatku tertarik dengan negeri kecil satu ini.

Negeri unik dengan kreativitas dan inovasinya mampu melahirkan semangat untuk terus menjadi pionir. Mari sedikit kuceritakan berbagai kepioniran Belanda.

Belanda merupakan negara pertama di Eropa yang menyediakan program studi berbahasa Inggris. Sekarang, hampir semua program studi untuk siswa internasional diajarkan dalam bahasa Inggris. Berkat kepionirannya ini, Belanda mampu membuka pintu gerbang pendidikan internasional di Eropa. Mayoritas warga Belanda juga mahir berbahasa Inggris sehingga tidak perlu khawatir terkendala masalah bahasa di sana.

Selanjutnya, kebanyakan dari kita merupakan para pemburu beasiswa, iya kan? Aku pun ingin melanjutkan studiku lewat jalur beasiswa.

Berbicara mengenai beasiswa, untuk ke Eropa terdapat sebuah beasiswa terkenal.  Coba tebak? Yup benar sekali…

Beasiswa Erasmus Mundus!

Nama beasiswa Erasmus Mundus diperoleh dari nama filsuf dan humanis Belanda yang terkenal yaitu Desiderius Erasmus. Setelah menyelesaikan studinya di Belanda, Erasmus berkelana ke seluruh Eropa untuk berdebat dengan beberapa ilmuwan dan juga menulis beberapa buku.

b1

Sekarang mari coba bayangkan kita sedang di Belanda. Apa yang hendak teman-teman lakukan di sana? Adakah tempat, makanan, atau hal lainnya yang menjadi target teman-teman?

Kalau aku ingin sekali menyelami karya kepioniran Belanda agar semangat itu menular pada diriku.

Aku sangat suka bersepeda. Aku ingin bersepeda di atas “Smart Highway” yang dibuat oleh Belanda menggunakan sistem glow in the dark.

b2

Inovasi “Glow in the dark” yang dibuat demi keselamatan pesepeda di malam hari
(lihat juga videonya di sini :

)

Mitzi Dominguez dari Meksiko pernah berkata: “Orang Belanda selalu selangkah lebih maju. Coba lihat saja sepeda mereka! Mereka bahkan bisa bersepeda dengan beberapa orang dan hewan peliharaannya sekaligus!”

Gak percaya? Ini buktinya..

b3

Belanda terus mengembangkan inovasi model sepeda sesuai kebutuhan

Aku ingin menikmati hamparan bunga tulip di Keukenkof dan di kota Anna Paulowna. Bunga tulip sebenarnya berasal dari Turki dan pertama kali diperkenalkan ke Belanda pada akhir abad ke-16 oleh ahli holtikultura bernama Carolus Clusius. Kini, orang-orang Belanda berhasil membudidayakan tulip dan menjadikannya salah satu komoditi ekspor utama Belanda.

b4

”Sawah Bunga Tulip” di kota Anna Paulowna yang membentang luas, super cantik dan mengagumkan!

b5

Wisatawan menikmati pemandangan “Sawah Bunga Tulip” dari atas perahu

b6

Taman Bunga Keukenkof, taman bunga terbesar di dunia yang juga disebut sebagai “Garden of Europe”

Menjelajahi masa lalu dengan mengunjungi museum merupakan sarana belajar yang menyenangkan bagiku. Akhir pekan pertama bulan April terdapat National Museum Weekend di Belanda. Kita dapat mengunjungi lebih dari 400 museum GRATIS atau DISKON.

b7

Ayoo serbu museumnya.. mumpung GRATISS :D

Aku ingin memakai sepatu klompen, sepatu tradisional Belanda yang menginspirasi lahirnya sepatu Crocs. Jika di Indonesia aku sering memakai Crocs, maka aku penasaran bagaimana rasanya memakai sepatu klompen. Senyaman Crocskah atau bahkan lebih nyaman?

b8

Prinsipnya kaki kita tinggal masuk, simpel dan ringan..

Aku ingin mencicipi aneka keju di Belanda, keju yang dibuat berdasarkan resep yang telah berumur ratusan tahun dan masih terjaga hingga sekarang. Selama berabad-abad, keju telah menjadi komoditas penting di Belanda dan pada tahun 70-an, Belanda menjadi pemimpin ekspor keju di dunia.

b9

Aneka jenis kjeju Belanda yang memiliki cita rasa tinggi

Aku juga ingin mengunjungi  salah satu museum keju ternama di Belanda, Hollands Kaasmuseum di Alkmaar. Pengunjung museum bisa mengikuti  tur dan dipersilahkan untuk mencicipi aneka keju yang ada di sana.

b10

Di depan museum terdapat pasar keju yang sudah berlangsung sejak tahun 1593. Berikut ini merupakan suasana di pasar keju :

b11Keju-keju yang siap diangkut dan dijual belikan, yummy…

b12

Atraksi dari 4 Tim Pengangkut Keju dengan warna topi berbeda. Harus kompak dan semangat!!!

Ramainya pasar keju di depan Kaasmuseum (hanya terjadi setiap hari Jumat minggu pertama bulan April-September)

Ramainya pasar keju di depan Kaasmuseum (hanya terjadi setiap hari Jumat minggu pertama bulan April-September)

Mengutip apa yang dikatakan Neso Indonesia “Saat Anda mengambil studi di Belanda, Anda akan merasakan bagaimana rasanya menjadi pionir”.

Ya.. karena Belanda Sang pionir mengajarkan kita untuk menjadi pionir.

Hmm.. Aku jadi semakin tertarik.

Apakah kalian juga tertarik untuk bersekolah dan tinggal di Belanda?

Referensi
http://www.nesoindonesia.or.id/mengapa-mengambil-studi-di-belanda/be-a-pioneer
http://studylink.com/study-in-netherlands/?gclid=CNHPpaOz_rYCFY0t6wodU24AMw
http://www.studyworld.com/desiderius_erasmus.htm
http://www.livescience.com/26088-dutch-smart-highway-netherlands.html
http://www.bbc.co.uk/news/world-europe-20942340
http://www.keukenhof.nl/
http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2013/02/27/surga-tulip-keukenhof-belanda-537497.html
http://palingseru.com/18068/foto-pemandangan-indah-taman-bunga-tulip-di-belanda
http://www.museumweekend.nl/
http://www.expatevents.com/calendar/event/national-museum-weekend/
http://joybutik.com/shop/asal-mula-dan-sejarah-crocs
http://id.wikipedia.org/wiki/Keju_Belanda
http://bocahbancar.wordpress.com/2009/03/26/910/
http://chikastuff.wordpress.com/2012/10/23/belanda-keju-dan-klompen/
Referensi Gambar
http://www.emmasia.eu/
http://kelinputih.blogspot.com/2012/05/belanda-dan-dunia-sepeda.html
http://photo.net/photodb/photo?photo_id=1732276
http://www.jibe-group.com/calendar/museum-weekend-netherlands
http://www.eurobookings.com/travel-news/netherlands-national-museum-weekend.html
http://www.museumweekend.nl/LinkClick.aspx?fileticket=0BrK4dGMhPo%3d&tabid=1546
http://souvenirsfromholland.com/nl/12-magneten-klompen
http://www.crocs.web.id/
www.cheesewiki.com
http://abstraho.blogspot.com/2009/11/holland-cheese-market-in-alkmaar.html
http://www.expatevents.com/calendar/event/cheese-market-alkmaar/
http://www.kaasmarkt.nl/content/content.asp?lang=0&menu=1&submenu=13
http://www.vvvhartvannoordholland.nl/content/arrangementen_detail.asp?menu=1060_000020_000000_000035&step


Leave a comment

#520 yang Mengintip Masa Depan Melalui Pendidikan dan Penemuan

Oleh Varida Megawati Simarmata

Apabila judul diatas merupakan pertanyan isian sebuah teka-teki silang, maka jawaban yang mewakili adalah Belanda. Ya, Belanda. Mungkin sempat terlintas di benak kita, kenapa Belanda? Apa yang menarik dari negara yang luas wilayahnya tidak melebihi setengah pulau Sumatera Utara ini, sehingga dapat menjadi jawaban atas judul diatas?

 

Koninkrijk der Nederlanden (biasa kita kenal dengan “Belanda”) secara harafiah berarti “Kerajaan Tanah-Tanah Rendah” berkaitan erat dengan letak dan kondisi geografis Belanda yang sebagian besar berada dibawah permukaan laut dan selalu bertatap muka dengan ancaman banjir dan pasang air laut. Pada tahun 1953, Belanda mengalami banjir besar yang mengakibatkan 1800 korban jiwa. Namun, justru ancaman dan kontur bumi Belanda yang tidak bersahabat inilah yang ‘memaksa’ penduduk Belanda untuk beradaptasi melalui berbagai upaya serta inovasi dan bermuara pada Delta Worksyangmerupakan proyek raksasa pembangunan tanggul penahan gelombang laut. Terbukti, hingga saat ini bangunan ini berhasil “mengamankan” Belanda dari bahaya banjir dan membuat sistem pengelolaan air di Belanda menjadi yang terbaik di dunia.

 

Selain ‘perasaan terancam’ ini, pendidikan, penelitian, dan berbagai penemuan juga memberikan sumbangsih terhadap kemajuan Belanda.Negara yang terkenal dengan djik(bendungan), kincir angin, bunga tulip, dan keju inidengan sistem pendidikan dan berbagai penemuan yang memberikan manfaat bagi kemanusiaan. Di era globalisasi yang menjadikan Eropa semakin bebas tanpa batas justru dimanfaatkan Belanda untuk “mengintip” rupa masa depan dunia melalui pendidikan, ilmu pengetahuan dan penemuan.

 

Belanda menawarkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan cukup terjangkau. Saat ini, terdapat setidaknya lebih dari 1.700 program studi internasional yang disuguhkan dengan penuh keramahan menggunakan bahasa inggris sebagai pengantar. Ini merupakan penawaran terbesar dari seluruh negara di Benua Eropa. Terobosan lainnya adalah dengan menciptakan Pembelajaran Berbasis Persoalan (Problem Based Learning) yang melatih mahasiswa belajar mandiri dalam menganalisis dan memecahkan permasalahan praktis. Berita yang dirilis oleh huffingtonpostmenunjukkan Belanda masuk dalam peringkat ketujuh Best Countries for Educationdan disaat negara lain hanya menempatkan satu institusi pendidikannya di 200 perguruan tinggi terbaik di dunia, Belanda berhasil menempatkan 11 institusi pendidikannya dalam daftar tersebut.Hal ini semakin mengukuhkan betapa sistem pendidikan Belanda bagus dan sudah sepatutnya dijadikan kiblat.

 

Pendidikan berkualitas tinggi inilah yang menjadi salah satu roda penggerak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi Belanda yang kemudian turut ‘dicicipi’ oleh seluruh negara di belahan dunia. Berbagai penemuan Belanda yang akhirnya mempermudah kegiatan manusia adalah Mikroskop, Teleskop, Jam Bandul, Kapal Selam, dll.

Penemuan terbaru Belanda di bidang transportasi adalah mobil terbang PAL-V one flying car telah berhasil dilakukan test drive bulan April 2012 lalu dan diharapkan menjadi pelopor mobil terbang di masa depan.

 

Penemuan lainnya yang masih berkaitan dengan transportasi adalah Smart Highway. Rancangan yang meraih penghargaan Best Future Concept  dalam ajang Dutch Designer Awardsini tidak berfokus pada mesin kendaraan, namun pada jalan yang menjadi arenanya. Pembatas jalur jalanan yang terbuat dari cat photoluminescent yang bercahaya pada malam har sekaligus memberitahu kondisi jalan, cuaca dan mengisi ulang energi pada siang hari.

Beberapa fakta kemajuan sistem pendidikan dan penemuan diatas hanya segelintirDutch pioneering yang mencoba mengintip bahkan menghadirkan masa depan beribu langkah lebih cepat di hadapan kita. Bagaimana dengan Indonesia? Jangan sampai ‘rasa aman’ justru menjadi penghambat kemajuan bangsa.

Referensi
http://www.deltawerken.com/, diakses pada tanggal 12 Mei 2013, pukul 12.00 wib
http://www.studyinholland.nl/education-system, diakses pada tanggal 12 Mei 2013, pukul 13:45 wib.
http://www.huffingtonpost.com/2012/11/27/best-education-in-the-wor_n_2199795.html#slide=1810080, diakses pada tanggal 10 Mei 2013, pukul 14:25 wib
http://www.eupedia.com/forum/threads/16865-Greatest-Dutch-contributions-to-the-world,diakses pada tanggal 11 Mei 2013, pukul 12:10 wib
http://www.dutchsubmarines.com/specials/special_drebbel.htm, diakses pada tanggal  12 Mei 2013, pukul 13.00 wib
http://www.historytoday.com/nick-pelling/who-invented-telescope, diakses pada 11 Mei 2013, pukul 15:10 wib


Leave a comment

#489 Guru RME dari Belanda yang Mendunia

Oleh Fanni Fatoni

Sang guru berujar kepada murid-murid nya

“Aku dulu nya adalah gurumu”
“Sekarang engkau adalah rekan ku”
“Dan esok suatu masa nanti engkau adalah guru ku”

Sang Guru disini adalah Belanda, sebagai negara pertama yang merintisRealistic Mathematics Education (RME). Lalu apakah RME itu? Mari kita lihat lebih mendalam mengenai RME dan kita lihat pula, Bagaimana Belanda bisa menjadi sebagai negara pertama yang merintis RME tersebut?

RME merupakan rintisan teori pembelajaran yang dikembangkan di Belanda sejak tahun 1970-an yang dipengaruhi oleh pemikiran Hans Freudenthal, salah satu profesor di Utrecht University. Hal ini disebabkan karena adanya suatu perbedaan sudut pandang yang sangat jelas berbeda dengan matematika yang tercetak di buku dan tertanam dalam pikirannya pada saat itu. Pada periode 1980-1990, pendidikan matematika di Belanda mengalami suatu revolusi yang kemudian dengan inovasi-inovasi buah pemikiran nya tersebut melahirkan RME.
Rintisan Hans Freudenthal tentang RME beranggapan bahwa matematika diawali sebagai aktivitas manusia dalam kehidupan sehari-hari. Aktivitas tersebut bisa dilihat dalam menyelesaikan, mencari masalah dan mengorganisasi subyek masalah, apakah itu masalah matematika ataukah data yang diperoleh dari kehidupan nyata baik itu matematika murni maupun aplikasinya sehingga diketemukanlah suatu kesepakatan-kesepakatan dalam bentuk rumus matematika kebanyakan saat ini. Matematika bukanlah suatu ilmu yang dahulunya tiba-tiba mendesak muncul sendiri dalam bentuk bahasa-bahasa rumus seperti ax^2 + bx^2 + c = 0 yang kadang membuat siswa-siswi pusing. Bukan pula suatu ilmu yang tercipta dengan sendiri nya.
Selain itu, melalui RME matematika harus dikaitkan dengan kenyataan, dekat dengan pengalaman anak dan relevan terhadap kehidupan masyarakat/situasi kehidupan sehari-hari untuk menjadi manusia yang bernilai. Hans Freudenthal telah menjadikan matematika menjadi lebih dekat dengan anak-anak sehingga memberikan efek yang begitu besar dalam proses belajar mengajar anak di Belanda. Hal inilah yang membawa perubahan besar pada pola pikir anak.
RME benar-benar membawa perubahan yang lebih baik bagi perkembangan pendidikan matematika di Belanda. Tidak hanya di negara tersebut, salah satu murid-murid dari sang guru negeri Belanda adalah Indonesia. Selain Indonesia, RME berkembang di negara-negara eropa seperti Inggris, Jerman, Denmark, Spanyol, Portugal. Tidak juga ketinggalan bahkan negara di Afrika Selatan, Brazil, USA, Jepang dan Malaysia telah mengadopsi teori RME.
Sang MURID di Indonesia kini telah menjadi REKAN bagi berkembang nya RME. Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) merupakan buah hasil dari Murid yang telah belajar kepada Sang Guru. PMRI memulai usaha  untuk mereformasi pendidikan matematika di Indonesia melalui Tim PMRI secara resmi mulai tahun 1998. Tim mengirim sejumlah dosen pendidikan matematika dari beberapa perguruan tinggi untuk mengambil program S3 maupun S2 hingga saat ini untuk mempelajari RME. Berjalan nya sang waktu, PMRI sebagai REKAN dari RME telah diterapkan secara serentak di berbagai daerah. Setelah berjalan dari sejak tahun berdiri nya PMRI pada tahun 2001,pada tahun 2009 terdapat 18 perguruan tinggi dan tidak kurang dari 1000sekolah sebagai Sekolah Mitra PMRI sebagai perkembangan RME
Dari sekarang yang menjadi REKAN, bukan tidak mungkin suatu massa nanti dengan seiring majunya penelitian dan pendidikan di Indonesia, akan menjadikan pula Indonesia sama-sama sebagai GURU untuk RME dengan tidak lain untuk memajukan dunia pendidikan khususnya matematika.
Referensi
Gravemeijer, K., and Terwel, J. (2000) Hans Freudenthal: a mathematician on didactics and  curriculum theory. Journal of Curriculum Studies, Vol. 32, No. 6, 777-796, online, -http://www.tandf.co.uk/journals.
http://edukasi.kompas.com/read/2013/01/30/22584528/20.Dosen.Muda.Studi.Matematika.di.Belanda. Accessed on 4 Mei 2013.
http://funfatoni.blogspot.com/2012/12/web-based-leson-desain-pembelajaran.html. Accessed on 4 Mei 2013.
http://p4mriaceh.wordpress.com/2010/11/20/realistic-mathematics-education-in-the-netherlands-1980-1990/ . Accessed on 3 Mei 2013.
http://p4mri.net/new/?page_id=160. Accessed on 4 Mei 2013.
http://p4mrium.wordpress.com/2012/11/12/matematika-sebagai-suatu-aktivitas-manusia/ Accessed on 4 Mei 2013.
http://www.fisme.science.uu.nl/en/wiki/index.php/Realistic_Mathematics_Education. Accessed on 1 Mei 2013.
http://www.icmihistory.unito.it/portrait/freudenthal.php. Accessed on 3 Mei 2013.
Van den Heuvel-Panhuizen, M. 1998. Realistic Mathematics Education, Work in Progress. Artikel berdasarkan perkuliahan-NORMA, dilaksanakan di Kristiansand, Norway pada tanggal 5 – 9 Juni 1998