KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013


Leave a comment

#573 Bronbeek, Sebuah Museum Riset

Oleh Taufik

Kepeloporan Belanda di dunia pendidikan tak perlu diragukan lagi. Universitas-universitas di Belanda termasuk dalam peringkat 10 di antara 200 perguruan terbaik di dunia. Beberapa universitas yang layak dicatat di antaranya, Leiden University, Utrecht University, University of Amsterdam, University of Groningen (untuk universitas riset); Amsterdam School of the Arts, Business School of Amsterdam(untuk universitas terapan), dan sebagainya.
Bahkan, pada tahun 2011, sebanyak 12 universitas di Belanda masuk dalam peringkat 200 besar daftar perguruan tertinggi di dunia. Daya tarik dunia pendidikan di Belanda tak terlepas dari keberadaan beberapa museum. Nama-nama museum itu sangat harum ke seluruh dunia, seperti Museum Leiden, Bronbeek, Tropen dan lain-lain. Museum-museum di Belanda menjadi destinasi dan tempat para ilmuan menggali rujukan sejarah
Saya beruntung bisa melihat negeri Belanda dari dekat, terutama bisa mengunjungi Museum Bronbeek di Arhem, Belanda pada 27 Juli 2010 silam. Selain menyimpan banyak benda-benda bersejarah, museum Bronbeek menjadi istimewa karena terdapat 43 veteran perang. Dari mereka pula kita bisa memperoleh cerita-cerita seputar perang di Nusantara. Mereka dengan senang hati mau berbagi kisah hidup serta pengalaman perang yang mereka alami sewaktu menjadi tentara kolonial dulunya.
Tak mengherankan jika negeri berpenduduk lebih kurang 8 juta orang itu mulai diperhitungkan sebagai kiblat kemajuan dan pusat pendidikan. Hal itu pula yang menyebabkan museum-museum di Belanda ramai dikunjungi para peneliti, pelajar, mahasiswa dan professor dari seluruh dunia.
Awalnya saya membayangkan museum Bronbeek pastilah seperti kebanyakan museum lain di tempat kita: tak terurus, pengap, berantakan dan sangat tak nyaman dikunjungi. Namun, begitu memasuki areal museum, kita pun terkagum-kagum. Kita dapat melihat bagaimana rapinya Belanda merawat ingatan bangsanya dengan nilai-nilai sejarah: melalui benda-benda perang (meriam) dan literatur. Meriam dari berbegai jenis itu dipajang mengelilingi dinding museum. Benda-benda perang ini dibawa dari sejumlah wilayah taklukan di Nusantara.

Museum Bronbeek ini termasuk salah satu museum tertua di Belanda. Pengelola atau conservator museum, Drs. Hans van den Akker menyebutkan, usia museum yang sering disebut Museum Perang ini sudah 150 tahun, sejak pertama kali dibangun oleh Raja Willem III tahun 1863.

Willem atau Willem Alexander Paul Frederik Lodewijk van Oranje-Nassau, lahir di Brussels, Belgia, 17 Februari 1817 merupakan Raja Belanda dan Grand-Ducal House of Luxembourg. Pada 23 November 1890, dia meninggal (pada umur 73 tahun) dan mewariskan tahta kepada putrinya, Wilhelmina (ketika itu baru berumur 10 tahun).
Menurut Hans, Raja Willem III membangun museum ini untuk mengenang pasukan setianya, KNIL sebagai penghormatan atas jasa mereka. Nama Bronbeek diberikan karena “di lokasi dibangun museum ini dulunya terdapat sungai kecil asli (bukan sungai buatan),” kata Hans. Dalam bahasa Belanda, Bronbeek berarti aliran air/sungai kecil.
Meskipun Bronbeek sebagai destinasi wisata untuk umum, museum ini juga menjadi tempat untuk anak-anak sekolah di Belanda mengenal sejarah bangsanya. Ini tak terlepas dari terobosan sistem pembelajaran yang dianut Belanda, melatih siswa untuk menganalisis dan memecahkan masalah dengan praktis dan mandiri melalui penekanan pada cara belajar mandiri dan kedisiplinan.
Museum Bronbeek ini jadi pilihan para peneliti yang ingin mempelajari sejarah Belanda dan bangsa-bangsa taklukannya. Mereka dapat mengakses semua dokumen, benda atau prasasti yang ada di sini untuk keperluan akademiki/studi. []

 

Referensi
http://www.nesoindonesia.or.id/sistem-pendidikan/institusi-pendidikan-di-belanda
http://www.defensie.nl/cdc/bronbeek/museum/
http://edukasi.kompas.com/read/2012/02/06/0949462/Mengapa.Memilih.Studi.ke.Belanda
http://id.wikipedia.org/wiki/Willem_III_dari_Belanda
http://jumpueng.blogspot.com/2011/05/belanda-yang-lain.html


Leave a comment

#571 Bernostalgia dengan Museum Tertua di Belanda

 Oleh Mokhammad Hilman Fatah

Museum merupakan bangunan yang dibuat untuk melestarikan koleksi artefak dan benda-benda yang berasal dari karya seni, budaya, ilmu pengetahuan maupun koleksi peninggalan sejarah yang penting. Museum difungsikan bagi mereka yang ingin melihat benda-benda yang berharga tersebut secara langsung. Konon katanya, didirikannya Museum juga difungsikan sebagai tempat yang dapat mengajak pengunjungnya agar bernostalgia dan menyelami keadaan dari benda-benda yang sedang dipamerkan di museum. Negara belanda merupakan salah satu Negara yang memiliki sejarah panjang dan kiblat dari bidang kesenian dan kebudayaan. Inilah yang melatarbelakangi pemerintah untuk mendirikan beberapa museum. Saat ini tidak mengherankan jika di Belanda sendiri terdapat ratusan museum yang telah didirikan, contohnya saja seperti museum seni klasik dan kontemporer Van Gogh, Rijksmuseum, Royal Picture Gallery Mauritshuis, Bonnefantenmuseum Maastricht dan Kunsthal Rotterdam. Jika Anda merasa masih kurang menjelajahi museum kesenian klasik, Anda juga dapat mengunjungi museum sejarah dan budaya Belanda di Anne Frank House, Museum Sejarah Yahudi Royal Delft, dan Amsterdam Museum. Bahkan pemerintah belanda juga mendirikan museum yang diperuntukan untuk anak-anak. Tidak hanya mendirikan ratusan museum, pemerintah Belanda juga mengagendakan suatu event tertentu di museum yang terkait. Bahkan terdapat program gratis untuk mengunjungi lebih dari 500 museum yang tersebar di belanda pada akhir pekan pertama April yang dinamakan “National Museum Weekend”. Kebanyakan museum juga menyelenggarakan lokakarya dan kegiatan lain untuk kesempatan khusus ini. Akomodasi menuju ke museum juga telah diprogramkan oleh pemerintah contohnya dengan menggunakan Kartu City Pass. City Pass memfasilitasi para wisatawan agar dapat mengunjungi tempat wisata-wisata dan menaiki transportasi di belanda dengan harga yang murah bahkan gratis. City Pass ini diterima di seluruh Belanda, termasuk kota-kota besar Amsterdam, Rotterdam, Utrecht dan Den Haag. Semua program ini dibuat semata-mata untuk menarik wisatawan agar berbondong-bondong mendatangi tempat rekreasi di belanda termasuk Museum.

Pieter Teylers merupakan orang yang berjasa untuk pertama kalinya memperkenalkan museum di belanda. Pieter Teylers ialah salah satu bangsawan kaya yang dimiliki oleh Negara kincir angin saat itu. Dia sangat tertarik untuk mengumpulkan benda-benda berharga dan mewariskan kekayaannya untuk kemajuan agama, seni dan ilmu. Lalu dibuatlah sebuah monument pada saat itu yang dinamakan Museum Teylers untuk menampung benda-benda berharga milik Pieter. Museum Teylers didirikan pada tahun 1778 yang terletak di kota haarlem. Saat itu museum ini menjadi museum yang pertama didirikan di Negara kincir angin. Museum ini membagi hasil pamerannya dalam bidang seni, edukasi dan sejarah disetiap komplek bangunannya. Museum Teylers mengajak pengunjungnya untuk menelusuri berbagai item pada abad kedelapan belas yang ditampilkan melalui  sebuah layar bersejarah yang menarik dan hanya diterangi oleh sinar matahari. Hal ini seolah-olah Anda sedang bernostalgia sebuah ensiklopedi yang memungkinkan setiap objek untuk menceritakan kisah sendiri seperti dari benda- benda meliputi instrumen fosil, instumen mineral atau ilmiah, koin, medali, buku, dan lukisan. Beberapa terkenal, beberapa sangat kompleks, dan semua itu sangat menarik untuk ditelaah lebih jauh. Anda dapat mendengar cerita dari pameran ini melalui sebuah audio tur, atau belajar lebih banyak tentang mereka di kamar Multimedia yang telah disediakan oleh pihak museum. Kebanyakan objek yang ditampilkan di etalase yang sama di mana mereka ditempatkan sesuai tahun pada saat benda itu ditempatkan oleh orang-orang yang berjasa untuk museum teylers ini. Semua membangkitkan sensasi itu, hanya sesaat, dan Anda merasa tidak berada didunia modernisasi seperti saat ini. Di sinilah kita dapat melihat panggung pameran yang memberikan presentasi akan sorotan item tertentu dari koleksi permanen yang besar. Peristiwa ini sering diselenggarakan di sekitar museum saat ini, menggabungkan pinjaman penting dengan fosil kami yang paling indah, koin dan buku, atau dengan gambar oleh seniman terkenal.

Museum ini telah di nobatkan sebagai 100 warisan dari daftar situs Belanda sejak tahun 1990 dan dinominasikan pada tanggal 12 Desember 2011 oleh Kabinet Belanda sebagai status warisan dunia UNESCO berdasarkan sejarah panjang sebagai lembaga pengetahuan publik dan upaya untuk terus melestarikan akses publik terhadap perusahaan koleksi. Museum menyediakan fasilitas berupa informasi yang tersedia dalam bahasa inggris, prancis dan jerman. Tur dalam museum juga dilengkapi oleh tur audio untuk Ipod atau mp3 player Anda,  dan Anda dapat mengunduhnya melalui www.artcast.nl. Pemerintah belanda sangat memperhatikan sisi historis dari sebuah monumen ini hingga dinobatkan sebagai tempat warisan dunia. Benar-benar pemerintah ingin agar penduduk/wisatawan menyelami serta mengetahui sisi sejarah dari Negara belanda. Karena dengan mengetahui sejarahnya maka Anda akan lebih mengetahui lebih dalam tentang sebuah negeri.

“Sudut dari sebuah ruangan di Museum Teylers”


Leave a comment

#527 Belanda… Sang Pionir yang Menarik Hati

Oleh Nida Asma Amaniy

Belanda… Banyak hal yang membuatku tertarik dengan negeri kecil satu ini.

Negeri unik dengan kreativitas dan inovasinya mampu melahirkan semangat untuk terus menjadi pionir. Mari sedikit kuceritakan berbagai kepioniran Belanda.

Belanda merupakan negara pertama di Eropa yang menyediakan program studi berbahasa Inggris. Sekarang, hampir semua program studi untuk siswa internasional diajarkan dalam bahasa Inggris. Berkat kepionirannya ini, Belanda mampu membuka pintu gerbang pendidikan internasional di Eropa. Mayoritas warga Belanda juga mahir berbahasa Inggris sehingga tidak perlu khawatir terkendala masalah bahasa di sana.

Selanjutnya, kebanyakan dari kita merupakan para pemburu beasiswa, iya kan? Aku pun ingin melanjutkan studiku lewat jalur beasiswa.

Berbicara mengenai beasiswa, untuk ke Eropa terdapat sebuah beasiswa terkenal.  Coba tebak? Yup benar sekali…

Beasiswa Erasmus Mundus!

Nama beasiswa Erasmus Mundus diperoleh dari nama filsuf dan humanis Belanda yang terkenal yaitu Desiderius Erasmus. Setelah menyelesaikan studinya di Belanda, Erasmus berkelana ke seluruh Eropa untuk berdebat dengan beberapa ilmuwan dan juga menulis beberapa buku.

b1

Sekarang mari coba bayangkan kita sedang di Belanda. Apa yang hendak teman-teman lakukan di sana? Adakah tempat, makanan, atau hal lainnya yang menjadi target teman-teman?

Kalau aku ingin sekali menyelami karya kepioniran Belanda agar semangat itu menular pada diriku.

Aku sangat suka bersepeda. Aku ingin bersepeda di atas “Smart Highway” yang dibuat oleh Belanda menggunakan sistem glow in the dark.

b2

Inovasi “Glow in the dark” yang dibuat demi keselamatan pesepeda di malam hari
(lihat juga videonya di sini :

)

Mitzi Dominguez dari Meksiko pernah berkata: “Orang Belanda selalu selangkah lebih maju. Coba lihat saja sepeda mereka! Mereka bahkan bisa bersepeda dengan beberapa orang dan hewan peliharaannya sekaligus!”

Gak percaya? Ini buktinya..

b3

Belanda terus mengembangkan inovasi model sepeda sesuai kebutuhan

Aku ingin menikmati hamparan bunga tulip di Keukenkof dan di kota Anna Paulowna. Bunga tulip sebenarnya berasal dari Turki dan pertama kali diperkenalkan ke Belanda pada akhir abad ke-16 oleh ahli holtikultura bernama Carolus Clusius. Kini, orang-orang Belanda berhasil membudidayakan tulip dan menjadikannya salah satu komoditi ekspor utama Belanda.

b4

”Sawah Bunga Tulip” di kota Anna Paulowna yang membentang luas, super cantik dan mengagumkan!

b5

Wisatawan menikmati pemandangan “Sawah Bunga Tulip” dari atas perahu

b6

Taman Bunga Keukenkof, taman bunga terbesar di dunia yang juga disebut sebagai “Garden of Europe”

Menjelajahi masa lalu dengan mengunjungi museum merupakan sarana belajar yang menyenangkan bagiku. Akhir pekan pertama bulan April terdapat National Museum Weekend di Belanda. Kita dapat mengunjungi lebih dari 400 museum GRATIS atau DISKON.

b7

Ayoo serbu museumnya.. mumpung GRATISS :D

Aku ingin memakai sepatu klompen, sepatu tradisional Belanda yang menginspirasi lahirnya sepatu Crocs. Jika di Indonesia aku sering memakai Crocs, maka aku penasaran bagaimana rasanya memakai sepatu klompen. Senyaman Crocskah atau bahkan lebih nyaman?

b8

Prinsipnya kaki kita tinggal masuk, simpel dan ringan..

Aku ingin mencicipi aneka keju di Belanda, keju yang dibuat berdasarkan resep yang telah berumur ratusan tahun dan masih terjaga hingga sekarang. Selama berabad-abad, keju telah menjadi komoditas penting di Belanda dan pada tahun 70-an, Belanda menjadi pemimpin ekspor keju di dunia.

b9

Aneka jenis kjeju Belanda yang memiliki cita rasa tinggi

Aku juga ingin mengunjungi  salah satu museum keju ternama di Belanda, Hollands Kaasmuseum di Alkmaar. Pengunjung museum bisa mengikuti  tur dan dipersilahkan untuk mencicipi aneka keju yang ada di sana.

b10

Di depan museum terdapat pasar keju yang sudah berlangsung sejak tahun 1593. Berikut ini merupakan suasana di pasar keju :

b11Keju-keju yang siap diangkut dan dijual belikan, yummy…

b12

Atraksi dari 4 Tim Pengangkut Keju dengan warna topi berbeda. Harus kompak dan semangat!!!

Ramainya pasar keju di depan Kaasmuseum (hanya terjadi setiap hari Jumat minggu pertama bulan April-September)

Ramainya pasar keju di depan Kaasmuseum (hanya terjadi setiap hari Jumat minggu pertama bulan April-September)

Mengutip apa yang dikatakan Neso Indonesia “Saat Anda mengambil studi di Belanda, Anda akan merasakan bagaimana rasanya menjadi pionir”.

Ya.. karena Belanda Sang pionir mengajarkan kita untuk menjadi pionir.

Hmm.. Aku jadi semakin tertarik.

Apakah kalian juga tertarik untuk bersekolah dan tinggal di Belanda?

Referensi
http://www.nesoindonesia.or.id/mengapa-mengambil-studi-di-belanda/be-a-pioneer
http://studylink.com/study-in-netherlands/?gclid=CNHPpaOz_rYCFY0t6wodU24AMw
http://www.studyworld.com/desiderius_erasmus.htm
http://www.livescience.com/26088-dutch-smart-highway-netherlands.html
http://www.bbc.co.uk/news/world-europe-20942340
http://www.keukenhof.nl/
http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2013/02/27/surga-tulip-keukenhof-belanda-537497.html
http://palingseru.com/18068/foto-pemandangan-indah-taman-bunga-tulip-di-belanda
http://www.museumweekend.nl/
http://www.expatevents.com/calendar/event/national-museum-weekend/
http://joybutik.com/shop/asal-mula-dan-sejarah-crocs
http://id.wikipedia.org/wiki/Keju_Belanda
http://bocahbancar.wordpress.com/2009/03/26/910/
http://chikastuff.wordpress.com/2012/10/23/belanda-keju-dan-klompen/
Referensi Gambar
http://www.emmasia.eu/
http://kelinputih.blogspot.com/2012/05/belanda-dan-dunia-sepeda.html
http://photo.net/photodb/photo?photo_id=1732276
http://www.jibe-group.com/calendar/museum-weekend-netherlands
http://www.eurobookings.com/travel-news/netherlands-national-museum-weekend.html
http://www.museumweekend.nl/LinkClick.aspx?fileticket=0BrK4dGMhPo%3d&tabid=1546
http://souvenirsfromholland.com/nl/12-magneten-klompen
http://www.crocs.web.id/
www.cheesewiki.com
http://abstraho.blogspot.com/2009/11/holland-cheese-market-in-alkmaar.html
http://www.expatevents.com/calendar/event/cheese-market-alkmaar/
http://www.kaasmarkt.nl/content/content.asp?lang=0&menu=1&submenu=13
http://www.vvvhartvannoordholland.nl/content/arrangementen_detail.asp?menu=1060_000020_000000_000035&step


Leave a comment

#519 Tong Tong Fair

Oleh Rr Octanty M 
Tong Tong Fair adalah sebuah festival tahunan paling besar ke-4 di negeri Belanda, festival ini juga merupakan festival tertua di Belanda karena sudah mulai diselenggarakan sejak tahun 1959.
Ketika pertama kali mendengar Tong Tong Fair,  pasti akan terbesit rasa penasaran pada benak kita, sebenarnya apa maksud dari kata “Tong Tong ” tersebut ? . “Tong Tong” berasal dari nama suatu organisasi pada zaman dahulu, yaitu Indische Kunst Kring Tong Tong. Nah, Tong Tong Fair tersebut ialah bentuk sarana penggalangan dana untukorganisasi Indische Kunst Kring Tong Tong.
 Tujuan dari Tong Tong organisasi adalah untuk mendorong Budaya Hindia Eurasia dalam  memperluas pemahaman sejarahnya. Budaya Hindia Eurasia adalah budaya sudah ada selama berabad-abad, yang dimulai ketika pedagang Eropa berlayar ke kepulauan Indonesia dan mendirikan pos perdagangan mereka.
Seiring perkembangan zaman, lama kelamaan Tong Tong Fair tersebut menjadi sebuah tradisi sebagai acara tahunan yang menyajikan festival budaya, pameran, dan pasar barang kerajinan dan makanan .Beberapa tahun kemudian, pada tahun 1976 nama Pasar Malam Tong Tong berubah menjadi Pasar Malam Besar, dan pada tahun 2009 memiliki nama baru, Tong Tong Fair.
Sebenarnya dimana letak festival Tong Tong Fair ini?

Tong Tong Fair dan Tong Tong Festival diadakan di Malieveld di pusat kota Den Haag (Koningskade 1, 2596 AA Den Haag). Cara menempuhnya ialah lima menit jalan kaki dari Stasiun Sentral Den Haag, atau 30 menit dari Bandara Schiphol dengan menggunakan kereta api atau mobil.

Karena merupakan festival ke-4 terbesar di Belanda, serta banyaknya stand dan seni yang dipertunjukkan, maka lahan yang dipergunakan untuk festival ini cukup besar yaitu seluas 22.000 m2.
Di  dalamnya terdapat banyak stand yang menyajikan berbagai macam makanan dan minuman khas Indonesia, yang tentunya sangat lezat. selain itu terdapat juga teater kuliner, media dan seni pertunjukan, area bengkel, area untuk kuliah dan wawancara, daerah pasar, serta daerah untuk perdagangan.
Acara ini berlangsung selama 12 hari dengan ratusan pertunjukan, dengan dimeriahkan juga oleh beberapa artis. Artis-artis yang mengisi acara di Tong Tong Fair tidak hanya berasal dari Indonesia saja, tapi ada juga artis, seperti musisi dan penari dari Amerika, Eropa. Untuk Indonesia sendiri sudah konsisten diundang oleh Tong Tong Fair semenjak tahun 1970. Tidak hanya artis, Tong Tong Fair juga dimeriahkan dengan sajian musik keroncong, dan bela diri khas negara Indonesia, Pencak Silat.
Dari tahun ke tahun, Tong Tong Fair selalu menarik perhatian masyarakat, termasuk negara di sekitar Belanda. Warga setempat termasuk pendatang dari Indonesia begitu antusias menyambut acara. Tercatat sejak tahun 1945 sampai pertengahan 60-an, sekitar 300 ribu orang bermigrasi dari Indonesia ke Belanda. Acara Tong Tong Fair, bisa mengobati kerinduan mereka tentang Indonesia. Tak hanya menggelar, memperkenalkan seni, budaya dan kuliner dari negara-negara Asia Tenggara, Tong Tong Fair juga membantu pembangunan kembali Keraton Solo yang rusak karena kebakaran tahun 1985, juga membantu korban tsunami di Indonesia tahun 2006 dari keuntungan festival tersebut.

Pada tahun 2013 ini Tong Tong Fair akan diadakan pada tanggal tanggal 22 Mei – 2 Juni 2013, mulai pukul 12.00-22.00 waktu setempat.

Referensi

http://jakartaweekend.com/tong-tong-fair-jadi-ajang-indonesia-bidik-turis-asing/


Leave a comment

#512 Hollands Kaasmuseum, Rumah Kejunya Belanda

Oleh Rico Saputra

Peta Belanda

Siapa yang tak kenal dengan Belanda. Negara besar yang terkenal dengan kincir angin, bunga tulip dan berbagai julukan yang memang patut diacungi jempol. Tapi,tahukah kita belanda juga terkenal dengan kejunya yang lezat?

Belanda memang bukan penghasil keju terbesar di dunia tetapi keju buatan Belanda terkenal dengan kualitas yang baik. Di Belanda, keju tidak hanya menjadi produk industri yang diolah dipabrik kemudian dijual lewat toko atau supermarket. Penjualan keju di pasar tradisional yang berlangsung sejak dulu tetap dilestarikan dan dipertahankan di sebuah museum, yakni “Hollands Kaasmuseum”
Hollands Kaasmuseum atau yang lebih dikenal dengan museum keju Belanda adalah salah satu museum terkenal yang berada di kota Alkmaar, Belanda.

Hollands Kaasmuseum

Di dalam museum tersebut terdapat berbagai barang dan peralatan yang digunakan untuk membuat membuat keju tradisional khas Belanda. Di dalam museum juga dipamerkan 24 lukisan dari abad ke-16  yangmenunjukkan wanita dengan pakaian daerah dari daerah Belanda Utara.

Proses pembuatan keju di museum

Di museum ini, kita juga dapat melihat bentuk asli dari pakaian daerah tersebut.
Tak hanya itu, di dalam museum juga terdapat proses pembuatan keju mulai dari awal pengolahan hingga proses terbentuknya keju yang dapat dimakan.
Beranjak keluar museum, terdapat pasar keju tradisonal yang ada setiap bulan April sampai September dari jam 10.00 hingga 12.30 pada jumat minggu pertama.
Wait, jangan berpikiran dulu kalau  pasar tradisional seperti pasar-pasar tradisional yang ada. Pasar keju tradisional ini bukan untuk menjual keju. Namun, merupaan sebuah pertunjukan gratis yang bertujuan untuk memperlihatkan perdagangan keju di masa lalu. Diawali dengan sekelompok orang terlihat mengangkut bongkahan keju berwarna oranye dengan tandu. Mereka mengenakan kemeja berwarna putih dan topi berpita. Keju-keju tadi mereka letakkan berjejer di tengah lapangan dan kemudian ditimbang dan akhirnya di jual kepada pembeli.

Proses perdagangan keju

Pasar keju tradisional

Jangan khawatir, Meski keju di pasar tradisional tadi tidak untuk dijual, pengunjung tetap bisa mencicipi beraneka keju dan membeli keju di kios-kios yang terletak di sekitar museum.
Uniknya, para penjual di kios keju ini banyak yang mengenakan baju tradisional Belanda.

Pedagang di pasar keju tradisional

Inilah kelebihan dari Belanda, melestarikan tradisi dan budaya mereka bahkan makanan tradisional agar tidak punah dari perkembangan zaman. Sudah seharusnya kita melestarikan tradisi dan budaya kita agar dapat dinikmati oleh generasi berikutnya.. So, lets save our culture 🙂
Referensi

http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda
http://id.wikipedia.org/wiki/Keju_Belanda
http://www.kaasmarkt.nl/content/content.asp?lang=0&menu=2&submenu=16
http://www.kaasmuseum.nl/content/content.asp?lang=0&menu=92&submenu=
http://travel.okezone.com/read/2012/07/28/410/669840/large
http://annisajo.wordpress.com/2010/05/24/alkmaar-dan-seluk-beluk-keju/


Leave a comment

#510 Arts Holland: Orange Alert! This is First World Art District!

By Dinta Rahmawaty

As the pioneer, Dutch have awareness of their own potential. They put attention in art, music, and films as well as they work on science discovery for human prosperity. Netherland had created a lot of masterpieces which are very amazing, although I personally think that we (Indonesian) have more. But, they don’t stop here. Dutch want to be recognized by people around the world. That is why Arts Holland was born since 2008, ‘when tourism meets culture’. An attractive idea of combining culture, tourism, and technologies creates great giant events.

 

Arts Holland takes place in 4 big cities of Netherland, those are: Amsterdam, Rotterdam, The Hague, and Utrecht. It offers unique experience to enjoy Dutch arts, heritage, museums, design, fashion, theatre and more. At particular time, visitors can see a live show of artists create drawings, such as depicting the cityscapes of the four cities.

One of must-see art destination is Van-Gogh Museum, Amsterdam. There are placed largest collection pieces by Vincent Van Gogh, a greatest painter in European art-history. His paintings and drawings are the best, the most famous, and the most expensive art-work in the world. Besides the paintings, Van Gogh’s art-development is also interesting to be known. So, there was a special exhibition in March 2013 that arranged Van Gogh’s drawings chronologically, from Van Gogh’s first ambitious drawings in The Hague, when he focused on figures and landscapes, through his impressive landscape drawings in Nuenen, to his Paris water colours paintings. (Holland.com, 2013).

Next, Rotterdam is a perfect destination to learn great architectural. After destroyed in World War II, this city was rebuilt and transformed to the new city which create phenomenal of innovative and inspiring architecture. For instances,  Kubuswoningen (cubic house) which is placed upon overpass, Witte Huis (First skyscraper in Europe), Euromast tower, and Chabot Museum (Charming Modernist villa and Expressionist Art) (artsholland.com).

Third is The Hague, capital city of Netherland. The Hague is seat of the Govenrmnent, parliament, and other governmental functions. But, The Hague will not lose their artistic. This royal gem offers new light through the historical buildings, museums, and galleries show, ranging from Binnenhof as Dutch parliament until CaDance Festival (artsholland.com).

And the last is Utrecht, the cultural treasure of Netherland. Here is the most various kind of art-work made. Not only art and designs museum, there are also music and film festival. Spring Performing Arts festival becomes must-see festival. Performing Arts Festival is an international festival for the most innovative dance, theatre and performing arts in this beating heart city of Holland. All of the festivals will be completed by special light shows (artsholland.com).

 

We can imagine how beautiful and spectacular the Art Holland is. It is created gravely by cooperating between professionals to make the tremendous project. Netherland really want to be destination for all people in the world to get pleasure by delight in the richest and the best art and culture in the world. So, don’t you attracted to explore and show up your own culture?

References

http://www.artsholland.com/
http://www.holland.com/us/press/press-releases/fashion-architecture-design/orange-alert-netherlands-board-of-tourism-and-conventions-launches-arts-holland-the-worlds-arts-district.htm
http://www.holland.com/us/press/press-releases/events/masterpieces-from-the-van-gogh-museum-among-the-many-highlights-of-tefaf-maastricht.htm
http://www.pinterest.com
http://www.sica.nl/en/content/en-us-tourism-meets-culture-launch-arts-holland
http://www.vangoghgallery.com


Leave a comment

#500 Keukenhof, Surga Dunia Versi Belanda

Oleh Gilda Miranda

“The world is a book and those who don’t travel read only one page”-Augustine of Hippo

Bagi para travellers, Belanda sudah menjadi salah satu tujuan destinasi. Kalau dengar kata keju, sepeda, kincir angin, tulip, kita pasti langsung terbayang negeri Belanda. Khusus dalam hal bunga tulip, siapa yang tak kenal dengan Taman Keukenhof? Taman yang dijuluki sebagai Garden of Europe ini selalu menjadi salah satu tujuan destinasi kalau ke Belanda. Taman bunga ini terletak di dekat kota Lisse, sekitar ± 37 km di barat daya kota Amsterdam.

 

Taman Keukenhof ini hanya dibuka selama musim semi sekitar bulan Maret sampai Mei. Dan setiap tahunnya para wisatawan akan dihadapkan pada hamparan bunga seluas 32 hektar yang didesain dengan berbagai bentuk sesuai tema pada tahun itu. Tentu saja bukan hanya bunga tulip. Lavender, mawar, chrysanthemum, daffodil, dan tumbuhan subtropis lainnya yang juga bermekaran di taman ini.  Nah siapa sih sebenarnya yang pertama kali mendesain taman bunga ini? Kok bisa sih ngedesain taman seluas ini? Namanya juga orang Belanda, dari dulu sampai sekarang selalu gila akan kreativitas. Namanya J.D dan L.P Zocher, duo arsitek landscape dari Belanda pada abad ke-19 yang pertama kali menyulap taman yang dulunya berupa taman untuk menanam tanaman herba menjadi sebuah taman bunga. J.D dan L.P Zocher mendesain taman ini dengan gaya English Landscape. Pasangan ayah dan anak ini juga dikenal sebagai arsitek perancang taman Vondelpark di Amsterdam.

 

           J.D. Zocher

 

 Bagi siapa aja yang berencana mengunjungi taman Keukenhof alias si Surga Dunia dari Belanda, sebaiknya susun jadwal sebagus mungkin. Seperti yang kita tahu taman bunga ini hanya buka selama periode Maret sampai pertengahan Mei. Jadi jangan sampai ketinggalan buat nyaksiin gimana indahnya bunga-bunga tulip bermekaran di Belanda.

Referensi

http://www.amsterdamcitytours.com/keukenhof-tours.html

http://www.itotours.nl/keukenhof.html