KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013


Leave a comment

#544 The Tielman Brothers, Gaung Indorock di Negeri Kincir Angin

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana

Rolling Stone, Jimi Hendrix, The Beatles? Pasti nama-nama tersebut sudah tidak asing lagi di telinga kita. Tapi pernahkah kalian mendengar tentang nama The Tielman Brothers? Mungkin masih sedikit yang mengetahui tentang keberadaan band ini. Mereka adalah legenda musik rock Belanda pada periode 1960an. Banyak orang menyebut mereka sebagai pelopor musik bergenre indorock. Loh kok ada nama Indonya? Jawabannya simpel, karena mereka berdarah Indonesia.

The Tielman Brothers merupakan sebuah band keluarga yang terdiri dari kuartet kakak beradik. Mereka adalah Andy Tielman, Reggy Tielman, Pothon Tielman dan Loulou Tielman. Darah pemusik diwariskan oleh ayah mereka – Herman Tielman – seorang tentara KNIL (tentara kerajaan Hindia-Belanda) yang hobi bermain musik di waktu senggangnya. The Tielman Brothers mulai terbentuk ketika kakak beradik ini rutin bermain di acara keluarga saat masih bermukim di Surabaya. Ketika tampil, Tielman bersaudara biasa membawakan lagu-lagu dan tari daerah. Gaya bermusik awal mereka dominan dipengaruhi oleh musik keroncong dan musisi lawas Indonesia semisal Sam Saimun dan Bing Slamet. Ketika masih tinggal di Indonesia mereka sempat beberapa kali tampil di hadapan presiden Soekarno sebelum pada tahun 1957 mereka memilih untuk hijrah ke Belanda.
  
The Tielman Brothers mulai dikenal di Belanda berkat aliran indorock yang mereka bawa. Termindorock sendiri  disematkan lantaran gaya bermusik mereka yang memadukan musik Hawaii yang pada saat itu tengah populer di Eropa dengan musik keroncong khas Indonesia. Gaya bermain yang rock n’ roll sekali seperti Elvis Presley turut menambah warna pada aliran musik yang dibawa. Term indorock juga seakan menegaskan status mereka sebagai orang-orang yang datang dari negeri timur nun jauh bernama Indonesia dan turut membawa unsur musikalitas khas Indonesia di dalamnya. Satu hal yang membuat nama mereka begitu dikenang adalah sebuah revolusi bermusik yang mereka tampilkan di atas panggung. Dunia musik Eropa seakan disuguhkan sebuah tontonan baru lewat gaya bermusik yang energik. Salah satunya ketika sangfrontman, Andy Tielman, bermain gitar dengan gigi, di belakang kepala atau di belakang badan. Hal itu dilakukan jauh sebelum Jimi Hendrix melakukannya.
  
Pengaruh yang ditimbulkan oleh The Tielman Brothers kepada dunia musik rock Belanda begitu besar. Para pemuda Belanda saat itu banyak yang terinspirasi oleh gaya bermain mereka dan mulai meniru style rockabilly para personilnya. Bahkan pada salah satu kesempatan, George Harrison, personil grup musik The Beatles, secara terang-terangan mengagumi gaya bermain Andy Tielman. Harrison pada satu kesempatan memuji Andy Tielman dengan sebutan “Andy, the Indo-man” setelah melihat atraksi hebatnya di atas panggung. Konon, The Tielman Brothers turut memberikan pengaruh terhadap gaya bermusik The Beatles. Andy Tielman juga dijuluki sebagaithe godfather of indorock dan beliau merupakan pemegang gelar kehormatan Royal decoration in the Order of Orange Nassau berkat dedikasinya kepada dunia musik Belanda.

Andy Tielman

Apa yang telah dilakukan oleh Tielman bersaudara membuktikan bahwa sebenarnya bangsa kita mempunyai potensi untuk menjadi pionir, bahkan di tempat para pionir banyak berasal. The Tielman Brothers telah membuktikan bahwa mereka  memiliki kemampuan itu setengah abad yang lalu. Jika dulu kita bisa, tentu sekarang kita harus bisa.
 
Referensi
Majalah Rolling Stone Indonesia edisi 75, Juli 2011. Konser Terakhir Duta Indorock: Andy Tielman
Advertisements


Leave a comment

#524 Tiesto, Raja Musik Elektronik dari Belanda

Oleh Andini Maulani Ibrahim

Traffic, traffic apa yang digemari penggemar musik dunia ayo??? Tentunya bukan traffic light apalagi traffic jam. Nyerah yaaa?!! Jawabannya adalah Traffic Tiesto! Apa itu Traffic Tiesto? Siapa sih Tiesto? Lalu, mengapa dia dijuluki raja musik elektronik dunia?

 

Caption: Traffic by Tiesto

Jika kamu penggemar musik, pasti tau lagu berjudul “Traffic” yang sangat populer di tahun 2004. Bahkan lagu yang diciptakan oleh Tiesto ini masih populer sampai sekarang, karena di re-mix oleh banyak Disk Jockey (DJ) dari seluruh dunia. Lagu ini beraliran musik Trance, yaitu sebuah genre utama electronic dance music (EDM) yang sering kita sebut dengan musik clubbing atau lagu ajep-ajep.

 

Caption: Senyum khas sang DJ saat menghibur dari belakang turn table

Nah, Tiesto sendiri merupakan salah satu DJ paling terkenal di dunia yang berasal dari Breda, Belanda. Pria bernama lengkap Tijs Michiel Verwest ini mulai bersinar awal tahun 2000-an melalui single berjudul “Lethal Industry” dari albumnya “In My Memory”. Di awal karirnya ia menyabet banyak penghargaan di Belanda dan musiknya pun melanda klub-klub di Eropa serta Amerika.

Pada 10 Mei 2003, Tiesto atau yang lebih dikenal dengan DJ Tiesto, membuat gebrakan di dunia elektronik musik. Ia menjadi DJ pertama yang menggelar solo konser tanpa penampilan dari DJ lainnya atau bahkan opening acts. “Tiesto in Concert” ini digelar di stadion GelreDome Arnhem, Belanda dan menyedot 25.000 penonton.

 

Caption: Suasana seperti ini langganan saat Tiesto tampil

Suksesnya solo konser Tiesto tersebut menarik banyak perhatian dari kalangan industri musik dunia. Ia dianggap memiliki kemampuan untuk menarik massa bahkan orang yang tidak menyukai Trance maupun EDM. “My audience includes everybody,” ucap Tiesto.

 

Caption: Gladi resik Tiesto untuk Opening Ceremony Olimpiade Athena 2004

Hal itu terbukti di tahun berikutnya. Tanggal 13 Agustus 2004, Tiesto mencetak sejarah baru. Ia merupakan DJ pertama di dunia yang tampil live saat upacara pembukaan Olimpiade. Dihadapan 80.000 penonton dengan 15.000 atlet dari 202 negara, ia tampil memukai membawakan lagu-lagu dari album Parade of Atheletes yang khusus ia ciptakan untuk Olimpiade Athena 2004. Ia juga sukses menghibur 4 milyar orang yang menonton siaran langsung via televisi. 8 Tahun kemudian, Jejak manis Tiesto pada event olahraga terbesar di dunia tersebut diikuti oleh the Chemical Brother, Duo DJ asal Inggris.

 

Caption: Cover album Parade of Atheletes

“Nobody can compete with Tiesto. He’s done more things in the DJ world than anybody else,” – Angello, salah satu personil trio DJ Swedish House Mafia.Tiesto diakui sebagai orang yang paling berjasa dalam evolusi EDM di dunia. Karena semenjak solo konser dan penampilannya di Olimpiade, banyak DJ yang sukses menggelar solo konser di tempat-tempat besar yang pernah dicicipi oleh superstars seperti Britney Spears, U2, Lady Gaga, dll.

 

Caption: Dance 4 Life album, Tiesto’s concern in HIV Aids 

 

Caption: Tiesto mencetuskan aksi sosial berupa DJ charity football

Fenomena ini membuat EDM tidak lagi hanya didengarkan oleh kalangan anak muda dan clubbers. Tangga musik di radio dan TV pun mulai dihiasi oleh lagu-lagu bergenre EDM. “Tiesto deserves a lot of respect for what he’s done for EDM scene in the past and he’s still doing it,” – kata DJ Armin van Buuren. Berkat sentuhan tangan dingin Tiesto-lah, musik Trance dan EDM semakin berkembang, diminati serta populer menandingi musik hip hop, rock dan pop.

Nah, coba di Indonesia ada sosok seperti Tiesto! Pelopor dunia musik dari Indonesia, yang misalnya dapat mengantarkan pop beraroma dangdut unjuk gigi di kancah musik internasional. Yuk, mulai sekarang rubah mindset kita menjadi:

Most people learn from pioneer,

we learn to be pioneer!

– Andin Ibrahim

Referensi

http://tiesto.com/
http://www.inthemix.com.au/news/49103/Tiesto_voted_The_Greatest_DJ_of_All_Time
http://www.forbes.com/pictures/eeel45jfeg/1-tiesto-22-million/
http://www.forbes.com/special-report/2012/0802_top-djs.html
http://blog.koldcast.tv/2011/koldcast-news/worlds-8-most-famous-djs/
http://en.wikipedia.org/wiki/2004_Summer_Olympic_Games
http://www.vibe.com/London-Olympic-Games-2012-Gets-Chemical
http://id-trance.blogspot.com/2011/03/top-10-dj-trance.html
http://thedjlist.com/djs/TI%C3%8BSTO/bio/
http://thehousedanbuilt.co.uk/features/tiesto/
http://www.beatsandbeyond.com/archives/tiesto-to-do-largest-single-headline-dj-show-in-us-history.html
http://www.vibe.com/article/armin-van-buuren-talks-msg-surprises-state-trance-tiesto-and-more
http://www.vibe.com/article/gregor-salto-talks-chugging-ti%C3%ABsto-afrojacks-studio-secrets
http://tiestoclublife.wordpress.com/biography-tiesto/
http://www.spin.com/articles/tiesto-interview-edm-clubs-rave/
http://www.inthemix.com.au/news/49078/Tiestos_new_genre_Trance_House_Trouse
http://www.ranker.com/crowdranked-list/most-influential-djs-of-all-time
http://www.ranker.com/crowdranked-list/the-best-djs-in-the-world-1
http://www.ranker.com/list/most-influential-djs-of-all-time-v1/fashionpassion


Leave a comment

#460 The Voice of : Radical Revision of Talent Show

Oleh Nana Sitompul

Saya jarang nonton TV karena tayangannya tidak begitu menarik perhatian saya. Apalagi belakangan ini acara reality singing talent show agak menjadi bias karena bukan hanya suara ataupun teknik menyanyi yang kadang dijadikan pertimbangan namun sering kali justru gesture maupun fisik para peserta. Suatu hari saya menonton The Voice of Indonesia. Hati saya tergugah menonton acara ini. Karena formatnya tidak bisa. Dari manakah asalnya talent show ini? Ternyata sang pionir acara talent show spectakuler ini adalah Belanda. Pertama kali disiarkan di Belanda pada tahun 2010 dengan judul The Voice of Holland.

The-Voice-NBC_20110406112636-e1302089509795

Menurut hemat saya, kelebihan kelebihan pada acara TheVoice merupakan revisi yang cukup radikal terhadap talent show sejenis. Sehingga acara show ini memang lebih humanis, lebih jujur, lebih menonjolkan bakat yang dimilki peserta. Sejauh ini keunggulannya sbb:

 1. Saat kontestan bernyanyi, para coaches membelakangi kontestan yang notabene mereka tidak melihat para kontestan. Keputusan coaches berdasarkan suara dan teknik menyanyi, tidak bias dengan bentuk wajah maupun tubuh. Setelah babak demi babak, yang tersisa adalah para kontestan terbaik. Jadi, pemirsa memilih lebih kepada selera karena seluruh kontestan pada babak Live Show memang yang terbaik.

 2. Konsep coaches. Peserta memiliki coach. Sebenarnya X Factor juga mengusung konsep yang sama. Namun kelebihan the Voice, coach memilih saat blind audition.

 3. Lebih jujur. Dengan konsep peserta dinilai berdasarkan suara dan teknik vokal, The Voice menghadirkan acara yang lebih jujur

 Menurut data Imdb, rating The Voice di Amerika merupakan acara talent show tertinggi dibandingkan dengan acara sejenis lainnya seperti X Factor dan Idols. The Voice mendapatkan nilai rating sebesar 6.5, sementara X Factor 5.0 dan Idols 4.1. Hal ini membuktikan bahwa talent show asal negeri kincir angin ini lebih diminati karena lebih rasional.

John_de_Mol_jr

 The Voice of ini merupakan ciptaan seorang Belanda bernama John De Mol. Beliau merupakan pioner dalam merombak Talent Show menjadi lebih kompeten dan disesuaikan dengan peruntukannya. Meski acara ini masih seumur jagung, yaitu 2010, namun hingga saat ini terhitung 49 negara termasuk Indonesia mengudarakan acara talent show ini yang diberi judul awal The Voice dan diikuti dengan nama negara masing-masing. Bahkan acara ini telah mengalami diversifikasi yaitu dengan adanya acara The Voice Kids yang diperuntukkan bagi anak anak.

 Siapakah John De Mol? Beliau adalah seorang tycoon media. Namun menurut hemat saya, beliau adalah seorang kreatif, inovator dan pebisnis sejati. Bagaimana John De Mol sampai pada proses kreatif tersebut? Tentunya itu tidak terjadi dalam sehari. Namun merupakan akumulasi dari keputusan keputusan penting yang telah dilakukannya di masa lalu. John De Mol tentunya melihat keinginan masyarakat akan tayangan yang lebih honest.

Referesi

1.  http://en.wikipedia.org/wiki/John_de_Mol
2.  imdb
3.  http://en.wikipedia.org/wiki/The_Voice_of_Holland


Leave a comment

#397 Kaset Pita dan Gelombang Budaya Pop Global

Oleh Nicko Rizqi Azhari

Jauh sebelum Youtube, iTunes, dan bahkan MTV ada, budaya populer telah berekspansi membentuk kultur dominan yang disukai banyak orang di seluruh dunia. Memang, sebagian besar budaya pop itu diproduksi di AS, di sisi barat Atlantik. Tapi, tahukah Anda kalau media penyebar budaya pop itu pertama kali di produksi di sisi timur Atlantik, di sebuah negara kecil bernama Belanda? Ya, Belanda. Dan, penyebar budaya pop itu adalah kaset pita!

Kaset pita adalah media penyimpan data dengan format suara, berbentuk persegi panjang dan berisi pita magnetik, yang digulungkan pada sepasang roda penggulung kecil. Saat dimainkan dengan pemutar kaset, pita akan bergulung dari satu roda ke arah roda yang lain. Kedua sisi (arah gulungan) roda dapat digunakan sebagai media perekaman suara dan dapat dimainkan.

Kaset pita dan perekam kaset pertama buatan Philips (Foto: philipsmuseumeindhoven.nl/phe/products/e_cc.htm)

Media penyimpan suara ini ditemukan pada 1962 oleh Philips, perusahaan elektronik asal Belanda. Pada 1963, kaset pita diperkenalkan pada gelaran Berlin Radio Show di Jerman. Tahun berikutnya, produksi kaset pita mulai dilakukan secara massal di Hannover, Jerman. Pada 1965, kaset rekaman musik (musicassettes) diperkenalkan di Eropa, kemudian menyusul di AS pada 1966.

Alih-alih melindungi kaset pita sebagai teknologi eksklusif, Philips justru mendorong perusahaan lain untuk menggunakannya dengan lisensi. Karena itu, popularitas kaset pita cepat meluas. Pada 1968, sekitar 45 pabrik elektronik telah menjual lebih dari 2,4 juta pemutar kaset di seluruh dunia. Nilai bisnis dari kaset pita pun telah mencapai 150 juta dollar AS. Pada akhir dekade 60-an, kaset pita Philips telah menjadi format standar bagi industri rekaman.

Meluasnya penggunaan kaset pita pada industri rekaman telah memperluas pasar dan penetrasi industri musik serta budaya pop global. Dari awal dekade 70-an hingga akhir abad ke-20, penjualan album meningkat dua kali lipat. Pada periode yang sama, penjualan album dengan media piringan hitam terus menurun, hingga kemudian runtuh. Dekade 80-an, kaset pita menjadi media utama penjualan album musik. Puncaknya, pada 1988 sebanyak 73 juta unit rekaman musik terjual.

Iklan penjualan kaset pada tahun 80-an (Foto: Billboard Magazine, 6 Nov 1982)

Kaset pita audio menjadi sangat penting bagi para remaja penggila musik pada dekade 80-an. Pada awal dekade tersebut, dilaporkan penetrasi pemutar kaset pita di negara-negara Barat telah melebihi 100 persen, yang berarti melebihi jumlah rumah tangga yang ada. Sementara di negara-negara berkembang, keberadaan kaset pita seakan menjadi tanda kehadiran budaya Barat. Sebagai teknologi rekaman yang portabel dan mudah dikopi, kaset pita juga digunakan dalam produksi, penggandaan, dan penyebaran musik-musik lokal serta penciptaan aliran-aliran musik baru. Punk dan rap adalah aliran musik yang perkembangannya didorong oleh peran kaset pita.

Kaset pita juga menentukan tren gadget pada paruh kedua abad ke-20. Pertengahan dekade 70-an, piranti gabungan teknologi radio transistor dan pemutar kaset mulai populer. Pada dekade 80-an pun anak-anak muda dunia menggandrungi perangkat pemutar dan perekam portabel Walkman buatan Sony.

Meski kini masa dominasi kaset pita sudah berlalu, gelombang budaya pop global yang dirintis olehnya masih terus berlanjut. Terbayang bukan, bagaimana penemuan ”kecil” dari sebuah negara ”kecil” bisa merevolusi sekaligus menciptakan budaya pop global? Bisa jadi tanpa kaset pita, generasi ayah ibu kita–juga kita–tidak akan pernah mengenal nama-nama seperti David Bowie, Stevie Wonder, The Rolling Stones, Bob Marley, Elton John, atau ABBA.

Referensi

Sukher, Ray. 2005. Popular Music: The Key Concept. Oxon: Routledge.
Wall, Tim. 2003. Studying Popular Culture. London: SAGE Publications.
Billboard Magazine, 6 Nov 1982
http://www.soc.duke.edu/~s142tm01/history4.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Compact_Cassette


Leave a comment

#394 Mencium Hilversum dari Solo

Oleh Fakhri Zakaria

Tahun 2010 lalu saya diberi kesempatan menunaikan mimpi besar jurnalis musik. Menulis artikel panjang untuk majalah Rolling Stone. Saya dan rekan saya, Ayos Purwoaji, datang ke Solo. Mengunjungi episentrum musik Indonesia bernama Lokananta. Sebuah pabrik piringan hitam yang kemudian berkembang menjadi studio musik, juga perusahaan rekaman yang didirikan pemerintah pada tahun 1956 silam.

Selama satu bulan kami masuk ke dalam brankas musik Indonesia. Membabat literatur-literatur tentang Lokananta, mencari jejak-jejak pendiri Lokananta sampai menemui musisi-musisi besar Indonesia yang pernah merintis karier di Lokananta, Waldjinah dan Buby Chen. Kami  akhirnya sampai pada satu nama. Berpuluh ribu kilometer di benua Eropa sana. Hilversum.

Hilversum Media Park. Sumber: http://www.tulipinnhilversum.nl/toeristische-informatie-hilversum.41081.aspx?Language=NL

Terletak 30 kilometer tenggara Amsterdam, Hilversum adalah “ibu kota” bagi stasiun radio dan televisi di Belanda. Studio televisi dan radio Nederlandse Omroep Stichting (NOS)lembaga penyiaran milik pemerintah Belanda berlokasi di kota yang berkembang sejak Zaman Perunggu atau tahun 800 S.M ini. Selain itu, studio dan kantor semua organisasi penyiaran publik di Belanda serta studio produksi siaran TV komersial juga ada di kota yang berpenduduk 86 ribu jiwa ini. Begitu pentingnya Hilversum terlihat di di banyak frekuensi radio tua di Inggris yang memiliki “Hilversum” sebagai posisi pada gelombang siaran mereka.

Hilversum juga menjadi rumah Radio Nederland Wereldomroep atau Radio Netherlands Worldwide (RNW) yang memproduksi dan menyiarkan program untuk publik internasional di luar Belanda. RNW memulai siaran sejak tahun 1927 dengan menggunakan gelombang pendek yang menghubungan Belanda dengan Indonesia.

Maladi, yang juga dikenal sebagai Menteri Penerangan serta tokoh sepakbola, bermimpi menjadikan Solo layaknya Hilversum. Solo terpilih karena menjadi pusat budaya mengingat posisinya yang dekat dengan empat kerajaan besar di Jawa yang masih eksis: Kasunanan dan Mangkunegaran di Solo serta Kasultanan dan Pakualaman di Jogja.

Lokananta diniatkan menjadi pusat rekaman untuk lagu dan budaya Nusantara. Mirip dengan Hilversum yang menjadi rumah seni sejak pada abad ke-19, terutama seni lukis lanskap. Sangat mungkin jika masterplan Maladi tadi berhasil, Solo saat ini seperti Hilversum.

Lokananta

Saat itu di medio 50-an, nama-nama seperti Nat King Cole, Frank Sinatra, dan Elvis Presley merajai chart musik RRI, mengalahkan penyanyi lokal. R. Maladi yang saat itu menjabat sebagai Direktur RRI Jakarta resah.

Maladi bersama dua rekannya R. Oetojo Soemowidjojo dan R. Ngabehi Soegoto Soerjodipoero, yang masing-masing menjabat sebagai Kepala Studio dan Kepala Teknik Produksi RRI Surakarta, lalu berinisiatif mendirikan pabrik piringan hitam milik pemerintah untuk mendukung siaran 49 jaringan RRI di seluruh Indonesia. Setiap stasiun lokal diinstruksikan mengirimkan minimal dua buah lagu daerah untuk diproduksi dalam format piringan hitam. Tanggal 29 Oktober 1956 Lokananta resmi berdiri.

Memang, Maladi belum berhasil mewujudkan mimpinya. Lokananta tenggelam pasca dibubarkannya Departemen Penerangan meski kini sudah ada inisiatif publik untuk merevitalisasinya. Namun yang jelas dari Hilversum kita semua tahu betapa pentingnya keberadaan media sebagai sumber informasi. Lewat Maladi, dari Lokananta dan Solo kita masih bisa mencium Hilversum.


38 Comments

#387 Sosok Pioneer Belanda dari Tanah Kelahiran Indonesia

Oleh Akbar Syahbana

Who are they? Sosok yang sangat fenomenal. Ayo tebak, siapa mereka? Siapa tau mereka itu tetangga di tempat tinggal kalian? Jika menyerah untuk menebak, mari telusuri lebih jauh mengenai hal ini.

Bidang yang mereka tekuni juga bervariasi, yakni:

Kesehatan

   

Seseorang Willem Einthoven (21 May 1860 – 29 September 1927) seorang dokter Belanda dan fisiologi yang lahir di tanah Semarang. Sang Pioneer Kesehatan, penemu Elektrokardiogram praktis pertama (ECG atau EKG).

Elektrokardiografi (ECG atau EKG dari bahasa Yunani: kardia, yang berarti jantung) adalah transtorakal (di seberang thorax atau dada) yang menggunakan elektrometer ditingkatkan dan formula koreksi dikembangkan secara independen dari Burch, membedakan lima defleksi yang ia nama P, Q, R, S dan T. Karya bidang ini dipimpin dia untuk menerima hadiah Nobel Medicine 1924.

ECG atau EKG biasanya dimanfaatkan yang berkaitan dengan jantung seperti alat pacu jantung dll. sebagai penelitian dan diagnostic.

Musik

Ada juga bocah Kelahiran Makassar yakni Andy Tielman (30 May 1936 – 10 November 2011) Sang Pioneer Musik Rock n’ Roll yang dikenal sebagai “Godfather of Indorock” karena gaya musiknya dan tokoh paling penting dalam music pop Belanda.

Lantas apa yang bisa dibanggakan?

>>> Rentang vocal lebar (5 oktaf),

>>> Bermain gitar virtuoso

>>> Memimpin band rock pertama di belanda dengan gaya tarik mendunia, diakui oleh banyak musisi Belanda termasuk Jan Akkerman Fokus dan Barry Hay Golden Earring,

>>> Karir yang tidak pernah redup dari 1950 – 2011,

>>> Menerima bayaran tertinggi!

>>> Memberikan Andy Tielman Awards 2011 seperti kepada Dee Ann and the Nightcaptains di Route 55 festival Rotterdam.

    

 Teknologi

 Jika mendengar kata Wi-Fi, rasanya tidak asing bagi telinga anda. Namun apakah anda tahu, Sang Pioneer Teknologi yakni Victor “Vic” Hayes merupakan kelahiran Surabaya (31 July 1941 – 16 June 2006) dan dijuluki “Father of Wi-Fi“.

         

 Perannya dalam membangun dan memimpin 802.11 Standar IEEE Kelompok Kerja untuk Wireless Local Area Networks yang membawanya sabet berbagai penghargaan (1998 – 2012, walaupun telah wafat, namun tetap mendapatkan George R. Stibitz Computer & Communications Pioneer Award) dengan publikasi dan buku yang dibuatnya.

Pesawat

Sesi terakhir tulisan saya mengenai Anton Herman Gerard “Anthony” FokkerSang Pioner Penerbang Belanda dan Produsen Pesawat kelahiran Blitar (6 April 1890 – 23 December 1939).

Bermula di Jerman, Belanda, Prancis, dan juga Amerika sebagai produsen pesawat. Dia juga menjadi presiden untuk Fokker Aircraft Corporation of America.

Ini dia jenis dan perkembangan pesawat yang dia produksi:

    

    

Setelah mengetahui paparan diatas, menunjukkan bukti bahwa ada sosok Pioneer Belanda dari Tanah Kelahiran Indonesia baik dia pernah lama atau sejenak menetap di Indonesia.

Sebenarnya masih banyak lagi sosok-sosok Pioneer Belanda lainnya, seperti Adriaan Daniël Fokker (17 August 1887 – 24 September 1972) kelahiran Bandung, Sang Pioneer Musik, dan Frans Johan Louwrens Ghijsels (8 September 1882 – 2 Maret 1947) kelahiran Tulungagung, Sang Pioneer ArsitekturWho else? Atau kah anda selanjutnya? Jika memiliki referensi lain, silahkan komentar untuk berbagi informasi. Terima kasih

Referensi

http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_Dutch_inventions_and_discoveries
http://en.wikipedia.org/wiki/Willem_Einthoven
http://en.wikipedia.org/wiki/Electrocardiograph
http://en.ecgpedia.org/wiki/A_Concise_History_of_the_ECG
http://medicine150.mdhs.unimelb.edu.au/history/willem-einthoven-identifies-p-q-r-s-and-t-phases-electrocardiogram
http://www.nobelprize.org/nobel_prizes/medicine/laureates/1924/einthoven-bio.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Andy_Tielman
http://dee-ann.com/?p=515
http://rollingstone.co.id/read/2011/11/11/173213/1765766/1093/pionir-rock-n-roll-dunia-asal-indonesia-andy-tielman-dari-the-tielman-brothers-tutup-usia
http://latitudes.nu/r-i-p-andy-tielman-one-brother-lost-of-the-tielman-brothers-rock-n-roll-legends/
http://en.wikipedia.org/wiki/Vic_Hayes
http://en.wikipedia.org/wiki/Wi-Fi
http://videolectures.net/vic_hayes/
http://www.economistconferences.co.uk/innovation/winners2004
http://www.amazon.com/Photo-Anthony-1890-1939-aircraft-manufacturer/dp/B0075XGL4E


1 Comment

#147 Dari Belanda menyebar ke seluruh dunia!

Oleh Azia Azmi Faonia RZ

Belanda menciptakan fenomena baru dalam industri hiburan televisi. Reality show buatan Belanda menyebar ke seluruh dunia. Tidak percaya? Berikut beberapa program reality show yang aslinya dari Belanda.

Big Brother

 

Big Brother pertama kali tayang pada tahun 1999 di Belanda melalui channel tv Veronica. Dua belas orang yang tadinya tidak saling kenal ditempatkan dalam satu rumah dan harus berbagi untuk 100 hari kedepan. Hubungan dengan dunia luar diputus. Tidak ada televisi, handphone, koran. Mereka sendirian. Gerak gerik mereka diikuti oleh pemirsa dari kamera di setiap sudut rumah. Drama, konflik, stress, tawa dan air mata hadir dalam rumah Big Brother. Siapa lawan? Siapa teman? Tak ada yang mereka ketahui benar-benar. Masing-masing kontestan menominasikan satu atau dua orang untuk dideportasi.  Namun keputusan deportasi berada di tangan pemirsa.

Fear Factor

 

Acara Fear Factor agak berbeda dengan yang lain karena masing-masing kontestan berjuang menaklukkan rasa takut mereka. Konsep awalnya bermula dari program ‘Now or Never’ dari Endemol Belanda yang ditayangkan kurun waktu 1993-1999. Endemol Amerika dan NBC mengubah nama acara menjadi Fear Factor untuk pasar Amerika, nama inilah yang kemudian menjadi terkenal. Tantangan yang dihadapi kontestan campuran antara adrenalin, uji stamina dan ketahanan mental. Mulai dari berjalan di atas ketinggian gedung pencakar langit, melewati terowongan bawah tanah yang dipenuhi tikus hingga menghadapi tantangan kuliner seperti makan jeroan hewan yang masih amis dan bikin muntah, Jika kontestan berhasil melampau semua tantangan,dia akan mendapatkan hadiah utama sebesar USD 50.000. Jika tidak, mereka tidak akan mendapatkan apa-apa.

Deal or No Deal

 

Deal or No Deal tayang pertama kali pada 25 November 2000 di Belanda. Ada 26 koper yang berisi uang dalam nominal tertentu untuk dipilih peserta. Pemain akan memilih enam koper.  Masing-masing koper dibuka sesuai urutan pilihan. Lawan misterius yang dinamakan ‘banker’ akan menawarkan pemain sejumlah uang untuk ditukarkan dengan isi koper tersebut. Di antara koper-koper terselip jackpot yang dihindari oleh peserta. Tak hanya sekadar mengandalkan instuisi,keberanian peserta diuji dalam mengambil langkah untuk sesuatu yang lebih baik atau malah lebih buruk dari yang telah didapatkannya. Apakah peserta menerima tawaran banker atau tetap terus bermain? Deal or No Deal ?

The Voice

Satu lagi kontes menyanyi ngehits saat ini adalah The Voice juga berasal dari Belanda. Pada tahun 2010, John De Mol melaunching program The Voice of Holland yang menuai sukses di publik Belanda. Ciri khas The Voice adalah tahap blind audition. Keempat juri mendengarkan kontestan dengan posisi membelakangi kontestan dan hanya mendengarkan suara dari kontestan. Jika juri menyukai apa yang mereka dengar, mereka akan menekan tombol untuk memutar kursi dan menandakan mereka tertarik untuk mengajak kerja sama dengan kontestan. Jika lebih dari satu juri yang tertarik, kontestan memilih juri yang mereka inginkan untuk kerja sama.  Konsep ini kreasi dari John de Mol dan penyanyi Belanda Roel van Velzen. Kontestan harus melewati beberapa tahap untuk sampai ke final dimana penyanyi terbaik dari masing-masing tim akan menyanyikan lagu sendiri. Dari keempat finalis hanya satu orang yang akan dinamakan “The Voice” dan menerima hadiah tunai serta kontrak rekaman.

 Referensi

http://www.endemol.com
http://en.wikipedia.org/wiki/The_Voice_(TV_series)