KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013


Leave a comment

#567 Dari Belanda, Masa Depan Bagi Dunia

Oleh Meta Mulyani

Air dan kincir angin memang menjadi ciri khas Belanda. Jika orang mengatakan Belanda maka yang pertama kali terbayang adalah kincir angin. Terbukti, Belanda sering kita panggil dengan ‘Negara Kincir Angin’. Namun tahukah kita bahwa pada abad ke-19 Belanda dikategorikan dalam negara yang ‘lamban’ dalam proses industrialisasi jika dibandingkan dengan negara tetangganya, terutama karena ketergantungannya terhadap infrastruktur air dan kekuatan angin. Saat itu Belanda dianggap negara yang terlalu konvensional. Kini Belanda sanggup membuktikan bahwa dunia tidak akan lagi menyepelekan tradisi penggunaan kincir angin dan infrastruktur air.

Kincir angin pada awal keberadaannya di Belanda sekitar abad 13 berfungsi untuk mendorong air ke lautan agar terbentuk daratan baru yang lebih luas (polder). Hal ini mengingat letak dataran Belanda yang sebagian besar wilayahnya berada di bawah permukaan laut.

Dengan perkembangan teknologi, sekitar abad ke-17 kincir angin digunakan juga sebagai sarana pembantu di bidang pertanian dan industri. Seperti memproduksi kertas, mengasah kayu, mengeluarkan minyak dari biji, dan menggiling jagung. Pada tahun 1973, kincir angin modern atau turbin angin dimanfaatkan oleh Belanda sebagai alat pembangkit energi listrik. Khususnya pascakrisis energi yang sempat melanda dunia pada dasawarsa 1970-an.

Dimotori oleh pakar energi angin, Chris Westra, pada awal tahun 1970-an mereka aktif berpartisipasi mengembangkan sistem energi tenaga angin untuk memasok listrik bagi sekitar 27 ribu rumah tangga di wilayah sekitar Kamperduin. Dalam perkembangannya, kincir angin pembangkit listrik tak hanya di bangun di daerah daratan. Tetapi juga di laut, tepatnya di daerah-daerah lepas pantai.

Belanda merupakan negara yang sangat serius dalam pengelolaan energi. Terutama pengelolaan energi terbarukan yang ramah lingkungan. Ya, Belanda memang pionernya dalam memanfaatkan apa yang dimilikinya.

Salah satu bukti keseriusan Belanda untuk menjadi pioner pengelolaan energi terbarukan adalah ECN. ECN merupakan kepanjangan dari Energy Research Center of Netherlands. ECN  merupakan salah satu lembaga penelitian tentang energi terbesar di Eropa. ECN sudah mendunia lho.. ECN memiliki kantor di Amsterdam,EindhovenWieringermeerBrussels dan China. ECN meneliti dan menjadi pioner dalam meneliti dan membuat energi baru yang ramah lingkungan. ECN juga melakukan penelitian tentang peluang masa depandal latar belakang ekonomi di bidang energi loh… Semula ECN bernama Reactor Center Netherlands (RCN) yang fokus pada penyebaran energi nuklir yang damai. Namun kemudian Belanda menganggap bahwa energi masa depan tidak hanya bergantung pad nuklir saja. Netherlands is pioneer of peace.

Saat kebanyakan negara di dunia ribut tentang nuklir sebagai energinya, Belanda tenang saja karena Belanda sudah memikirkan teknologi untuk mengoptimalkan energi alternatif malalui ECN. Yup, seperti mottonya ‘Your energy. Our passion’. Energi alternatif ya Belanda lah pionernya.

Selain ECN, Belanda juga punya AEB (Afval Energie Bedrijf). Yeah, Belanda ternyata juga pioner dalam hal pengolahan sampah. AEB merupakan perusahaan terbesar penghasil energi listik berbasis sampah.  Perusahaan tersebut menjadi perusahaan pengolah sampah terbesar di dunia yang mampu menghasilkan energi listrik untuk memenuhi sekitar 320.000 rumah tangga dan listrik seluruh di Amsterdam.

Wow, Belanda memang pioner dalam hal energi alternatif yang ramah lingkungan bagi masa depan. Semoga semua negara di dunia bisa seperti Belanda.

Referensi

http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda
http://listrikindonesia.com/pemanfaatan_energi_angin_di_belanda_belum_optimal_125.htm
http://www.alpensteel.com/article/47-103-energi-angin–wind-turbine–wind-mill/558-perkembangan-energi-angin-belanda-kalah-bersaing-di-darat-.html
http://www.ecn.nl/nl/nieuwsbrief/engels/2013/march/new-strategic-direction-for-ecn-wind-energy/
http://en.wikipedia.org/wiki/Energy_Research_Centre_of_the_Netherlands


Leave a comment

#492 Belanda selalu membangunkan sang raksasa tidur

Oleh Annisa Nurul Khomsa

Orang kreatif bisa menjadi pionir, sedangkan pionir sudah pasti kreatif, karena hasil penemuannya. Tony Buzan penulis Use Your Head mengatakan otak “Anda adalah ibarat raksasa tidur”. Nah apa aja si kira-kira agar sang raksasa tidur itu bisa terbangun dan bisa mendapatkan ide-ide yangcemerlang? Sehingga bisa menjadikannya pionir.
Pionir itu karena adanya stimulasi, mempunyai pemikiran yang aneh, muncul karena kecintaan terhadap lingkungan, sifatnya yang terbuka terhadap ilmu pengetahuan, dan mau menyebarkan ide-ide kreatifnya.
Stimulasi : yang menstimulasi ide bisa dari karena ada problem. Ketika ada masalah kita akan mencoba untuk mengatasinya. Belanda atau yang disebut dengan Nederland yaitu negara yang berdataran rendah yang dikelilingi oleh air, menjadikan masalah sebagai pemicu kekreatifan mereka. Karena mentalitas orang Belanda yang self-service country yaitu yang tidak tergantung pada negara lain. Ketika dihadapkan diantara dua pilihan tenggelam atau menjadi pionir. Tentu saja menjadi pionir, kalau tidak Belanda mungkin sudah tenggelam dan hanya tinggal nama.
inovasi penanggulangan air : kincir angin, bendungan dan reklamasi air laut.
      
Yang kedua yaitu Care from government yaitu pemerintah sangat menghargai orang yang kreatif, misalnya saja adanya kontest dari provinsi Flevoland tentang ide-ide kreatif di bidang kesehatan, dalam kontest ini ada tiga katagori penghargaan yaitu ide terbaik untuk pasien, tenaga kesehatan profesional dan provinsi Flevoland . Masing-masing dari setiap katagori ide tersebut akan dihargai €90.000. Nilai yang lumayan besar dan setimpal untuk sebuah ide yang bermanfaat, apalagi untuk jangka waktu panjang.
Aneh:  menjadi pionir itu harus harus unik, aneh alias out of the box. Kreatif itu memang tidak mudah seperti yang dikatakan Steven Burril “Capital is available, but you have to be creative to find it” jadi sebenarnya walaupun punya cukup modal, tapi kurang kreatif sang modal pun tak akan efektif. Walaupun modal sangat penting, daya kreatif itu bisa ko dengan hal-hal sederhana. Misalnya recycle sampah atau barang yang tak terpakai menjadi barang yang bernilai tinggi. Lihat saja keanehan orang belanda di berbagai bidang ini : Arsitektur :
     
   Teknologi  : Glowing in the dark
Cinta lingkungan: pionir dalam menghasilkan karyanya, juga harus peduli lingkungan sekitarnya malah bahkan mungkin idenya tumbuh karena kecintaannya terhadap lingkungan.
kincir angin tenaga listrik:
    
Sebarkan ide : Dengan menyebarkan ide sebenarnya seperti menanamkan bibit, bibit itu akan tumbuh dan berkembang, seperti adanya TEDx ( Technology, Enterteinment and design) sedangkan x (independent), dengan slogannya “ideas worth spreading”. TEDx Binenhof yaitu menampilkan 10 speaker tentang ide-ide inovatifnya yang dapat membantu dalam menangani tantangan global seperti polusi, biaya perawatan kesehatan, perubahan iklim dan kekurangan sumber daya alam, makanan dan energi.
Terbuka : Masyarakat Belanda terkenal dengan orangnya yang terbuka dan toleran, karena negara ini merupakan rumah dari lebih dari 190 kewarganegaraan, dan latar belakang sejarah yang terhubung dengan banyak negara. Dengan mempunyai sifat terbuka, maka ilmu pengetahuan pun akan mudah diterima, tentunya dengan proses filterisasi. Pionir muncul karena ide kreatifnya yang berasal dari sang raksasa tidur yaitu otak kita yang sebenarnya tak pernah kita duga.
Bagaimana dengan pionir di negeri tercinta kita ini? Mungkin sang raksasa tidur itu harus segera kita bangunkan. Common wake up our sleep giant!!
Referensi  
 http://www.nesoindonesia.or.id/info-praktis/kompetiblog/referensi-dutch-pioneering
 http://startupjuncture.com/2013/02/04/dutch-province-flevoland-funding-contest-awards-e270-000-to-kick-start-pioneering-healthcare-ideas/
 http://www.nesoindonesia.or.id/mengapa-mengambil-studi-di-belanda/be-a-pioneer
Vos Jeannet  & Dryden Gordon. 2000Revolusi Cara Belajar Kaifa, Bandung


1 Comment

#429 Critical Thinking = 3B!

Oleh Christine Islany Sari Mamora

“Critical thinking is the intellectually disciplined process of actively and skillfully conceptualizing, applying, analyzing, synthesizing, and/or evaluating information gathered from, or generated by, observation, experience, reflection, reasoning, or communication, as a guide to belief and action “. -Michael Scriven
Kutipan di atas memang layak disandang oleh masyarakat Belanda yang terkenal dengan cara berfikirnya yang kritis sehingga berdampak pada tingkat kreatifitasnya yang tinggi. Keadaan geografis Belanda yang sebagian permukaan wilayahnya berada kurang 1 meter di bawah permukaan laut membuat masyarakat negeri kincir angin tersebut terpacu untuk menciptakan ide-ide kreatif agar dapat bertahan hidup. 3B yang terdiri dari berkreasi, beraksi, dan bereaksi sangat tepat untuk diterapkan di negara yang juga mendapat julukan sebagai Negeri Tulip tersebut. Yang pertama yakni berkreasi, dimana orang-orang Belanda telah melahirkan beragam inovasi. Mereka berlandaskan pada prinsip ‘think out of the box’ yaitu cara berpikir kreatif untuk menciptakan sesuatu yang berbeda dan memiliki nilai lebih sehingga akan membuat mereka menjadi lebih maju. Karena hampir sebagian daratan Belanda terletak di bawah permukaan laut, masyarakat Belanda berpikir keras dengan mencari solusi agar wilayahnya tidak tenggelam akibat air laut.
 
Yang kedua yakni beraksi dimana masyarakat Belanda telah mengembangkan hasil kreasi mereka dengan beraksi. Pada abad ke-13, masyarakat Belanda membuat sebuah kincir angin yang berfungsi untuk mendorong air ke lautan sehingga terbentuk daratan baru yang lebih luas.Belanda menjadi sangat inovatif ketika harus terjaga dari air karena hampir seluruh wilayah Belanda berada di bawah permukaan laut yaitu rata-rata sekitar 1 meter di bawah laut. Tetapi, otak mereka bekerja keras untuk menemukan cara terbaik mengatasi masalah tersebut. Walaupun dalam sejarahnya kincir angin bukan berasal dari Belanda, namun masyarakat Belanda mengembangkan kincir angin dengan teknologi yang tinggi.
christine
Yang ketiga yakni bereaksi. Ternyata banyak sekali yang dapat dimanfaatkan dari kincir angin tersebut selain untuk mendorong air ke lautan, seperti digunakan untuk pembangkit listrik, menggiling gandum menjadi tepung dan mengalirkan air dari polder sehingga sangat banyak membantu bagi perekonomian Belanda.
 christine2
Setelah ditemukannya mesin uap, kincir air semakin ditinggalkan. Oleh karena itu banyak kincir angin menjadi tidak berfungsi dan akhirnya dihancurkan sehingga dari yang jumlahnya sekitar 10.000 hingga menjadi 2500 buah. Namun negara yang terkenal akan pewarisan budayanya ini tidak serta merta berdiam diri melihat kondisi tersebut. Masyarakat Belanda menjadikan beberapa kincir angin yang tersisa tersebut sebagai tujuan pariwisata di daerahnya bahkan dari seluruh penjuru dunia yang mendatangkan income bagi perekonomian Belanda.Kinderdijk merupakan salah satu kawasan obyek pariwisata yang memiliki 19 sisa kincir angin. Kincir angin tersebut tertata rapi dan terlihat menarik sehingga sangat tepat untuk dijadikan sebagai tujuan pariwisata.
 christine3
Maka sampai hari ini, kincir angin merupakan karakteristik dari pemandangan Belandadan sebagai simbol perjuangan Belanda dengan air. Bangsa Indonesia dapat belajar dari masyarakat Belanda yang critical thinking supaya mampu menemukan terobosan baru guna membangun Indonesia menjadi lebih baik.
Referensi


Leave a comment

#425 Kincir Angin Sang Pelopor

Oleh Isensia Meiveny

Kehangatan warna oranye melambangkan keceriaan, terlihat dari kehidupan di Belanda yang memiliki kebersamaan dan keramahan.
Keindahan bunga tulip melambangkan kasih yang sempurna, terlihat dari keindahan negeri Belanda yang menciptakan suasana yang damai sejahtera.
Kekuatan kincir angin dalam menghadapi berbagai cuaca terlihat dari Negara Belanda yang berdiri teguh di setiap kondisi zaman.
Itulah ketiga julukan untuk Belanda yang sebenarnya memilki makna mendalam terhadap negeri tersebut. Belanda terletak di Eropa Barat yang memiliki luas daerah 40.000km2. Selain sebagai negeri kincir angin, Belanda juga dikenal sebagai negeri bunga tulip dan negeri seribu tanggul. Disebut negeri seribu tanggul karena di Belanda banyak tanggul raksasa yang berfungsi untuk membendung air laut agar tidak mengalir ke daratan.
Belanda adalah negara yang tidak hanya kuat melainkan juga sebagai negara pelopor dan penemu. Mulai dari penemu mikroskop Hans dan Zacharias Janssen, penemu kapal selam Cornelius Drebbel, penemu teleskop praktikal Hans Lippershey,  sampai dengan penemu bakteria Anton van Leeuwenhoek dengan mikroskop kanta tunggalnya, serta pembuat coklat yang terkenal Coenraad Johannes van Houten, dan masih banyak penemu dan pelopor lainnya.
Dari semua penemu-penemu itu, mungkin jarang yang menyadari bagaimana negara dibawah permukaan laut itu bisa tetap makmur, aman, dan jaya dengan kondisi geografisnya yang riskan. Koninkrijk der Nederlanden yang berarti “Kerajaan Tanah-Tanah Rendah” dan sejak abad ke-13 Belanda sudah menggunakan kincir angin baik untuk menggiling gandum ataupun mengatasi aliran air agar terhindar dari banjir.
Walaupun semua kincir angin di Belanda hampir terlihat sama, sebenarnya terdapat berbagai jenis dari kincir angin tersebut. Menurut fungsinya, kincir angin dibagi menjadi dua jenis yaitu kincir angin untuk kepentingan industri dan kincir angin untuk penyaluran air. Selain digunakan untuk membantu proses irigasi dan menggiling hasil panen, kincir angin di Belanda juga digunakan sebagai sarana informasi, yaitu pemberitahuan kematian seseorang dengan arah kincir angin yang berlawanan.
Angin merupakan sumber energi yang relatif bersih dan ramah lingkungan karena tidak menghasilkan karbon dioksida (CO2) atau gas-gas lain yang berperan dalam pemanasan global. Angin juga tidak menghasilkan limbah yang berbahaya bagi lingkungan ataupun manusia, dan mengurangi penyebab efek rumah kaca. Keinginan kuat pemerintah Belanda untuk mengembangkan energi angin, merupakan bagian dari upaya negara itu dalam meningkatkan energi terbarunya, yang masih didominasi oleh energi-energi fosil. Selain itu kincir angin juga berperan dalam bidang objek wisata. Maka dari itu Belanda sering disebut Negeri Kincir Angin, karena banyaknya kincir angin yang dijadikan objek wisata.
Belanda juga mempunyai ekonomi yang maju dan terbuka, terlihat dari perusahaan produk konsumsi rumah tangga (Unilever), perusahaan minyak (Shell), dan perusahaan elektrikal (Philips). Walaupun sektor pertaniannya hanya menyediakan peluang pekerjaan kurang dari 4% populasi, Belanda mampu mengatasinya dengan industri makanan untuk diekspor dan menduduki urutan ketiga dalam daftar pengekspor makanan setelah Amerika Serikat dan Perancis.
Semua teknologi dan kemajuan sekarang ini tidak akan terwujud tanpa ada semangat rakyat Belanda untuk mencari cara mempelajari kekurangan mereka. Walaupun mereka mempunyai kekurangan yaitu daratan yang berada dibawah permukaan air laut, kekurangan itu bukan untuk mereka sesali tetapi memotivasi diri mereka bagaimana mengatasi kekurangan tersebut.
Kincir Angin itu mengamankan daratan Belanda dari dinginnya air laut dan hangatnya daratan Belanda itu kini menghasilkan pelopor-pelopor yang membangun Belanda sampai kejayaannya. Negara yang hebat bukan hanya negara yang memiliki banyak kelebihan, tetapi negara yang bisa bangkit dari kegagalan mengatasi kekurangannya untuk menjadi yang lebih baik. Itulah Negeri Kincir Angin beserta Sang Pelopornya.
Referensi


2 Comments

#396 Belanda, Bagi Saya Ini adalah Perkara Branding

Oleh Riza Nur Afifah

Ketika anda membaca tulisan saya dan mengenai Belanda, apa yang pertama kali terlintas di benak anda menganai negara ini? Bisa dengan mudah saya tebak nampaknya, bisa kincir angin, orange, tulip, keju, atau sepatu tradisional yang biasa disebut clog, red light district? Atau bahkan yang langsung terlintas adalah foto di depan city landmark I amsterdam?

Seperti layaknya Prancis dengan Eiffel towernya, Italia dengan menara Pissa dan Coloseum, ataupun Cina dengan Great Wall-nya, Belanda pun memiliki Kincir angin. Kincir angin? Ya, menurut saya, kincir angin tidak bisa diremehkan untuk kasus branding negara ini. Bayangkan saja bagaimana kabar dari kincir angin belanda ini di dunia luar. Bagaimana sebuah kincir bisa menjadi alat pembangkit energi, penggilingan gandum. Keidentikan kincir angin dengan Belanda menjadikan kelekatan brand tersebut untuk Belanda. Keadaan ini yang menjadikan banyak orang ingin datang berkunjung untuk melihat langsung seperti apa sistemnya.

You see it is an energy solution, but I see this is the way how they make us curios and wanna visit it

Selain karena kincir anginnya, mungkin bungan tulip pun menjadikan anda ingin pergi ke negara ini. Negara ini rasanya bisa dibilang sebagai pioneer dalam halflower parade. Yah, setiap musim semi di tiap tahunnya, biasanya di bulan Maret, ada event yang selalu ada di kota kecil bernama Lisse, bagia utara Belanda. Acara ini merupakan gelaran akbar yang terbilang sangat natural karena para pengunjung akan disajikan dengan pemandangan hamparan bunga tulip yang sedang mekar dan memiliki gradasi warna-warna yang sangat menarik. Hal inilah yang menjadikan Keukenhof menjadi the most event that have to visit bagi para pelancong. Pengenalan bunga tulip sebagai identitas negara Belanda memberikan efek epidemi yang bisa menyebar dengan luas. Pengaruhnya pun bisa terlihat dari pendapatan negara dari devisa yang datang dari pelancong luar negeri tiap event ini digelar.

Keukenhof

Lalu, kasus branding yang lebih sederhana namun sangat sukses dari Belanda adalah mengenai country colour-nya. Siapa sekarang yang tidak mengenal orange Belanda? Supporter sepak bola sudah pasti sangat mengenali warna khas negara ini. Siapa yang mengira juga bahawa warna orange dari wortel awalnya berasal dari usaha petani Belanda untuk menyilangkn wortel warna merah dan kuning agar didapat warna orange, warna Belanda, warna dukungan untuk kemengan Belanda saat perang dengan Spanyol di abad 16.

Gradasi warna asal wortel

Baru-baru ini branding lain yang dilakukan oleh Belanda untuk memperkenalkan potensi dari negaranya adalah membuat city landamark di Amsterdam. Tugu I amsterdam menurut saya adalah sebuat tengaran kota yang sangat kreatif, dan menimbulkan efek triangulasi yang baik, yang bisa menjadikan kota tersebut lebih hidup dan humane. Bagaimana landmark tersebut bisa menjadi tempat bagi warga lokal untuk sekedar sight seeing di sore hari, lalu sebagai tempat untuk para pelancong mengabadikan gambar dirinya di foto. Usaha yang sepele, namun saya yakin, ini adalah hasil pemikiran kreatif yang akhirnya berefek sangat global.

I amsterdam

Perkara country branding, menurut saya adalah sebuah jalan yang sangat konkrit dan mudah untuk dilakukan. Pembenahan negara, didokumentasikan dengan baik, lalu diterbitkan di website resmi negara, sudah, itu saja, ajak warga negaramu untuk menyebarkan di account sosmednya masing-masing. Semakin banyak orang membaca, semakin banyak yang ingin tahu, dan semakin banyak yang ingin mendatangi. Begitu menurut saya. Semoga kita bisa mengambil pelajaran.

Referensi

http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/wortel-oranye-karena-belanda
http://www.orrstravel.com/groups/keukenhof-amsterdam-dutch-highlights/
http://stelianpopa.blogspot.com/2010/09/i-amsterdam.html
http://www.football-shirts.co.uk/holland-shirt.html


Leave a comment

#370 Negara Konsep Kincir Angin

Oleh Karno Dwi Joyoutomo

“Wwuuuuuussshh” suara angin dan kincir angin yang berputar kencang. Ya, seperti yang kita ketahui Negara Belanda terkenal dengan kincir anginnya. Dari permasalahan asal negaranya yang daratannya di bawah permukaan laut sehingga Belanda terpaksa harus berpikir kreatif untuk mencari solusi dari masalah tersebut. “Fiuuh”, begitulah kata Joseph Nedham pencipta kincir angin tersebut.

Begitu pula pada beberapa permasalahan umum di suatu negara yang membuat negara Belanda terpacu berpikir kreatif. Dengan konsep kincir angin (lagi) Belanda terpicu menjadi negara maju. Coba lihat gambar di bawah ini! Tampak 4 baling-baling pada kincir angin yang mana tiap-tiap baling memiliki fungsi sendiri-sendiri untuk membendung masalah-masalah di Belanda.

Kita mulai dari segi pendidikan, sains, dan teknologi. Belanda membuat terobosan baru dalam pendidikan  yaitu siswa dilatih sejak kecil agar dapat mengembangkan potensi diri siswa untuk belajar mandiri dalam menganalisis dan memecahkan masalah, dan juga dituntut untuk menghasilkan ide kreatif dan inovasi baru yang dapat mengembangkan sains dan teknologi. Berikut berbagai temuan dari Belanda dari jaman “bahula” hingga kini yang diantaranya adalah penemuan desain telescop praktis pada tahun 1608 oleh Hans Lippershey, penemuan kapal selam pertama oleh Cornelis Jacobsz Drebbel pada tahun 1620 hingga penemuan cara praktis membuat jalan raya oleh Henk van Kuijk tahun 2013 dan banyak penemuan lain yang tidak cukup disebutkan satu persatu.

Dengan perkembangan teknologi tersebut, “Gaptek” alias gagap-teknologi dalam masyarakatnya berkurang dan semakin sadar akan pentingnya pendidikan. Inilah yg menyebabkan negara Belanda dikenal sebagai negara dengan kekuatan dalam pendidikan di Eropa.

Sekarang kita lihat pada segi perekonomian. Perekonomian Belanda bersifat terbuka yaitu sangat bergantung terhadap perdagangan internasional. Perekonomiannya berkembang sangat baik sehingga Belanda menjadi salah satu pendiri utama lembaga ekonomi dunia seperti Uni Eropa, WTO, dan OECD dan Belanda adalah negara pertama yang mengganti mata uangnya dari gulden menjadi euro.

Perekonomian suatu negara juga dapat dilihat melalui keberadaan pelabuhan karena berpengaruh cukup signifikan terhadap kelancaran kegiatan perekonomian. Sumbangannya terhadap perokonomian sekitar 50%. Untuk itu Belanda memiliki Pelabuhan Rotterdam terbesar di Eropa dan terbesar keempat di dunia yang mengembangkan keselamatan dan efisiensi untuk mengurangi dwelling time.

Belanda mampu meningkatkan pendapatan per kapita yang tinggi yaitu $42,330. (88)

Nah, yuuk lanjut ke bagian yang diminati turis, yaitu kesenian dan budaya yang unik dari Belanda. Ketika berbicara mengenai seni, maka alat indra kita akan dimanjakan di sini, pertama adalah mata kita yang akan tertuju pada hamparan khas ladang bunga Tulip dari Belanda.

Begitu juga dengan karya seni lukisan Vincent van Gogh yang menjadi trendsetter lukisan dunia.

Setelah kita mencuci mata dari pemandangan dan lukisan, kita berlanjut ke sepatu yang khas yang sering kita sebut bakiak atau Clogs. Bakiak tersebut memiliki fungsi tersendiri yaitu untuk menghangatkan kaki pada saat musim “bediding” alias dingin. Karena sepatu tersebut sangat unik yang terbuat dari kayu, bakiak menjadi souvenir bagi turis yang sedang berkunjung.

Hahahaha…. Bahkan Jackie Chan (bintang action mandarin) menggunakan sepatu kayu dalam aksinya di film Who Am I.

Pada sisi budaya, penduduk negeri Belanda lebih senang menggunakan sepeda pancal sebagai sarana transportasi. Hal ini kemungkinan dipicu oleh kesadarannya yg tinggi terhadap masalah polusi karena negara Belanda adalah negara industri besar penghasil polusi yang tinggi.

Dari cerita di atas tentu banyak hal yang harus dilakukan dan dipikirkan untuk berkreasi untuk menyelesaikan berbagai problema. Begitulah yang menjadi budaya pemikiran rakyat negara “tanah rendah” alias Belanda sehingga memiliki SDM yang patut dicontoh untuk bangsa kita sendiri yang justru memiliki sumber kekayaan alam lebih.


Leave a comment

#359 Belanda : Pioneer yang Kreatif

Oleh Alfonsina Abat Amelenan Torimtubun
belandaBelanda (Koninkrijk der Nederlanden) berarti “Kerajaan Tanah-Tanah Rendah”. Sesuai namanya, daratan Belanda memang terletak di bawah permukaan air laut. Hal yang aneh ketika memikirkan bagaimana bisa negara berada di bawah permukaan air laut? Tapi inilah yang terjadi. Pengeringan danau di Beemster tahun 1612 merupakan contoh yang mengagumkan bagaimana bangsa Belanda mampu menciptakan sebagian besar lahan kering di bagian utaa, barat dan barat daya negara mereka. Sebuah bendungan sepanjang 38 km dibangun di sekeliling danau dan ditengah bendungan tersebut digali lingkaran kanal yang berfungsi untuk mengalirkan air sehingga air dapat tertampung di bendungan. Air ini berasal dari air danau yang dipompa oleh 43 kincir angin. Kincir angin tersebut dimanfaatkan untuk memompa air ke permukaan yang lebih tinggi, sehingga danau menjadi surut dan didapatkan daratan yang kering dari air. Tak heran bila lahan Beemster tercatat dalam Daftar Pusaka UNESCO.
15

Hal lain yang terkenal dari Belanda adalah bunga tulip. Negeri Belanda terkenal sebagai negeri bunga tulip. Tulip merupakan tumbuhan tahunan berumbi dengan tinggi antara 10 hingga 70 cm. Bunga yang bermekaran setiap bulan Mei ini, memiliki 6 mahkota dengan aneka warna yang indah.  Karena keindahannya, bunga tulip menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Belanda dan sempat menjadi barang keempat terbanyak yang diekspor Belanda pada tahun 1696. Pada tanggal 20 Maret hingga 20 Mei setiap tahunnya selalu diadakan festival bunga di Keukenhof, Lisse, Belanda. Lebih dari empat juta tulip dipamerkan di festival bunga ini. Festival bunga ini termasuk dalam lima festival terbaik di dunia versi CNNGO.

tulip

Walaupun Belanda terkenal sebagai negeri kincir angin dan negeri bunga tulip, tetapi kincir angin dan bunga tulip ternyata tidak berasal dari Belanda. Lalu darimana asal kedua benda tersebut? Kincir angin pertama kali ditemukan di Persia pada abad ke tujuh masehi dengan cara kerja yang masih relatif sederhana. Kincir angin pada jaman itu masih digunakan untuk membelah kayu, mengangkut air hingga menggiling jagung. Sedangkan bunga tulip berasal dari Turki. Tulip sendiri berasal dari bahasa Persia, delband, yang berarti turban karena bentuknya menyerupai turban.

Walaupun banyak orang terlebih dahulu menemukan sesuatu, tetapi seseorang yang kreatif dan berdaya juang keras memiliki kemampuan

antonimenganalisa dan mengatasi masalah dengan cara berbedalah yang akan menjadi pioneer. Sama halnya dengan Belanda. Belanda mampu membuat kincir angin yang semula hanya digunakan untuk membelah kayu, mengangkut air dan menggiling jagung menjadi tenaga penggerak untuk mengeringkan daratannya. Selain itu, kincir angin ini juga dimanfaatkan sebagai penghasil energi alternatif yang ramah lingkungan, seperti di Lelystad, Flevoland hingga Belanda mampu menduduki 10 negara terbesar penghasil energi terbarukan. Ada pula, Antoni van Leeuwenhoek yang menemukan mikroskop dengan kapasitas pembesaran 270 kali. Walaupun mikroskop telah ditemukan sebelumnya oleh ilmuwan Jerman, namun Antoni mampu mendobrak dunia mikrobiologi dengan banyak menemukan mikroorganisme yang tidak dapat diamati oleh mikroskop sebelumnya. Berkat jasa Antoni, ilmu pengetahuan semakin maju dan memunculkan berkembangnya ilmu-ilmu baru di bidang biologi. Begitu pula dengan tulip, walaupun dari Turki, Belanda mampu menjadikan tulip sebagai barang keempat terbesar yang diekspor Belanda. Belanda mampu mencitrakan dirinya dengan sesuatu yang bukan berasal dari negerinya sendiri. Inilah kelebihan Belanda. Kelebihan yang membuatnya menjadi pioneer.