KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013


Leave a comment

#436 Electric Nose: Mengendus VOC, Menangkap Tuberkulosis

Oleh Aldo Ferly

Seorang anak terkulai lemas di ruang isolasi puskesmas Manggarai Selatan.  Badannya sangat kurus,hingga tulang-tulangnya terlihat dengan jelas. Kucoba memulai pembicaraan dengan anak itu dengan menanyakan “Hai manis, namamu siapa?”. Namun, hanya serangkaian batuk basah yang menyambut. Kulihat lembar informasi yang tergeletak di samping tempat tidur anak tersebut. “Oh, namanya adalah Wening”. Dibawah nama tersebut tertulis: “suspek Tuberkulosis.”

Lebih dari 250 ribu orang di Indonesia menderita tuberkulosis(TB)1. Dimana setiap pasien rata-rata membutuhkan US$662 untuk membeli obat-obatan2. Jumlah yang sangat besar, apalagi kebanyakan pasien TB adalah orang tidak mampu.  Celakanya, bukan hanya pasien yang terkena TB yang harus mengkonsumsi obat-obatan anti TB. Melainkan mereka yang diduga terkena TB. Ya, tes tuberkulosis memakan waktu 6 minggu. Lamanya waktu menunggu diagnosis TB ini membawa banyak konsekuensi bagi Wening dan keluarga: gangguan psikologis bagi Wening muda akibat enam minggu isolasi. Belum lagi enam minggu konsumsi obat-obatan yang menguras uang dan menimbulkan efek samping. Ya, kita butuh alat deteksi TB yang efisien

Solusi dari masalah ini adalah electronic-nose, alat diagnosis penyakit tuberulosis instan dengan ketepatan tinggi hasil karya Niki Fens, peneliti di Academic Medical Centre, University of Amsterdam. Pasien cukup menghembuskan nafas kedalam kantung udara. Selanjutnya, komponen pendeteksi senyawa organik yang bernama electronic nose akan mendeteksi keberadaan volatile organic compounds(VOC), senyawa kimia yang dikeluarkan tubuh apabila pasien menderita penyakit tuberkulosis. Selanjutnya, software komputer akan menghubungkan kadar VOC pasien dengan database VOC yang berisi lebih dari 700 kondisi medis secara automatis3.

Proses deteksi breathomics

Metode deteksi TB instan ini sangat cocok untuk diterapkan di Indonesia. Alat ini kecil, mudah dibawa kemana-mana dan nyaman untuk digunakan oleh pasien. Harga alat ini juga terjangkau, cocok untuk kantong negara berkembang seperti Indonesia. Diagnosis juga dapat ditentukan dengan cepat: dalam waktu enam menit, diagnosis TB yang sebelumnya memakan waktu 6 minggu dapat dilakukan. Selamat tinggal obat yang terbuang sia-sia untuk mengobati pasien suspek TB.

Anda pasti tidak akan menyangka darimana Niki mendapatkan inspirasi membuat electronic-noseSchipol Airport. Ia mengamati polisi yang menggunakan alat deteksi VOC portabel untuk mengantisipasi peredaran narkotika. Ya, ada persamaan antara narkotika dan TB: sama-sama memancarkan senyawa organik. Dari situ timbul pertanyaan di benaknya:”Apa jadinya kalau prinsip detektor VOC saya gunakan untuk mendeteksi TB?”. Ia lalu berdiskusi dengan P.J Sterk, peneliti di Universitas Amsterdam. Sterk suka dengan ide Niki dan Ia membantu Niki menyempurnakan idenya, dan mencari uang serta fasilitas untuk mewujudkan idenya.

Deteksi VOC

Ketika seseorang bertanya mengapa Niki bisa terpikir untuk menerapkan sistem deteksi narkoba untuk mendeteksi penyakit paru. Niki menjawab,”I did it because I think outside the box.” Menurut saya, ide kreatif Niki ini bukan hanya buah dari kreatifitas individu melainkan keterbukaan bangsa Belanda terhadap ide baru yang didukung oleh bukti saintifik yang kuat. Berbeda dengan akademisi negara lain yang akan menertawakan “ide bodoh” dari mahasiswanya. Akademisi dari negeri kincir angin berani menelan harga dirinya dan berkata:”let us try this great idea”. Pikiran terbuka dan orang-orang yang tidak terperangkap oleh “harga diri” inilah yang menjadi dua pilar terpenting dari Dutch Pioneer Spirit: A Culture of Innovation.  Kepada produk-produk hasil inovasi budaya inilah, ratusan ribu pasien seperti Wening berterima kasih.

 Referensi

Maher D, Raviglione M. Global Epidemiology of Tuberculosis. Clini Chest Med. 2005;26:167-82.

Russell S. The Economic Burden of Illness For Households in Developing Countries: A Review of Studies Focusing on Malaria, Tuberculosis, and Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome. The American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. 2004 August 1, 2004;71(2 suppl):147-55.

Fiehn O. The Volatile Binbase.  2001  [cited 10/5 2013]; Available from:http://vocbinbase.fiehnlab.ucdavis.edu/contributor/members

Advertisements


Leave a comment

#432 Health Care System in Dutch : Asuransi Kesehatan untuk Kesejahteraan

Oleh Prasetyo Aji Nugroho
Belanda merupakan negara yang selalu mencari solusi dari setiap masalah yang terjadi. Dalam bidang kesehatan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya, Belanda mempunyai kebijakan sendiri dalam mengatur sistem pembiayaan perawatan kesehatan, yaitu setiap orang yang terdaftar sebagai penduduk Belanda harus menjalankan kewajiban hukum untuk memiliki asuransi kesehatan. Hanya ada satu sistem asuransi kesehatan di Belanda, yang disebut Zorgverzekeringswet (ZVW).
Perusahaan asuransi kesehatan berkewajiban memberikan standar perawatan kesehatan.  Adapun standar perawatan kesehatan yang diberikan oleh perusahaan asuransi kesehatanadalah
1.        Perawatan selama di rumah sakit di kelas III.
2.        Rehabilitasi setelah menjalani perawatan di rumah sakit.
3.        Perawatan medis oleh spesialis, dokter dan bidan.
4.        Perawatan gigi bagi orang-orang muda yang berumur kurang dari 22 tahun.
5.        Terapis, seperti ahli terapi bicara dan ahli diet
6.        Perawatan kesehatan mental.
7.        Perawatan bersalin.
8.        Bantuan medis yang diperlukan selama liburan atau perjalanan bisnis ke luar negeri, di seluruh dunia.
Ada 3 jenis pilihan kebijakan asuransi yang ditetapkan oleh pemerintah Belanda, yaitu:
  1. Policy in kind: perusahaan asuransi menetapkan kesepakatan untuk membuat kontrak dengan pemberi pelayanan kesehatan agar dapat memberikan perawatan kesehatan apabila dibutukan. Pihak asuransi kesehatan akan membayar tagihan langsung kepada pemberi pelayanan kesehatan.
  2. Restitution policy: klien dapat memilih pelayanan kesehatan sesuai dengan keinginannya dan membayar tagihannya sendiri. Setelah melakukan perawatan kesehatan, perusahaan asuransi akan mengganti pembayaran yang telah dilakukan.
  3. Combination policy: sebagian pembayaran akan dilakukan oleh perusahaan asuransi dan sisanya dibayar sendiri.
Premi/ uang pembayaran untuk asuransi dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama terdiri dari premi tahunan sekitar€1,158. Sedangkan bagian lainnya adalah kontribusi pendapatan yang berhubungan dengan otoritas pajak. Kontribusi ini harus dibayarkan oleh perusahaan tempat kita bekerja yang dipotong dari gaji. Jika seseorang mendapatkan pendapatan yang rendah maka akan menerima kontribusi premi asuransi kesehatan dari otoritas pajak. Tunjangan perawatan ini disebut Zorgtoeslag.
Semua orang yang memiliki asuransi kesehatan secara otomatis diasuransikan dan premi yang dibayarkan diambil dari pajak. Sedangkan anggota keluarga yang mempunyai anak-anak dibawah umur 18 tahun harus memiliki asuransi dimana pembayaran premi dilakukan oleh orangtua mereka. Maka, tidak diragukan lagi Belanda mempunyai perhatian yang lebih terhadap kesehatan penduduknya sehingga setiap penduduknya, baik orang yang tidak mampu maupun orang yang mampu bisa mendapatkan pelayanan kesehatan selayaknya sesuai dengan asuransi kesehatan yang dimilikinya. Bagi mereka yang ingin menjadi penduduk tetap di Belanda, tidak usah khawatir terhadap perawatan kesehatan dan pembiayaan kesehatan karena mereka akan mendapatkan asuransi kesehatan sesuai dengan kebutuhan mereka.
Referensi


Leave a comment

#411 Siapa Cepat, Siapa Tepat, Dia Dapat

Oleh Lianggomo Susanto

Penghujung 2011 dunia bergeming saat wafatnya sosok Kim Jong Il, penggerak utama Korea Utara (Korut). Ada hal yang tertinggal dalam otak saya; masyarakatnya yang begitu tunduk dan fanatik. Lihat saja sikap kedukaan mereka yang seolah sangat mendewakan pemimpinnya. Sedang pada kenyataannya, pemerintah merajai kehidupan masyarakat. Hak asasi manusia dibatasi secara ekstrim.
Menilik artikel ‘When It Comes To Health, Wealth And Happiness, Human Freedom Matters’ dalam majalah Forbes. Sebuah tolak ukur dilakukan Fraser Institute mengenai kebebasan manusia. Meliputi kebebasan individu dan ekonomi. Dalam pengertian panjang; kebebasan melakukan sesuai apa yang dinginkan, tanpa ada dan tidak adanya fasilitas. Barangkali paling penting, hampir semua bangsa dalam 10 besar tersebut mahir mendorong kewirausahaan (kutipan Forbes). Tak heran jika Korut tak memiliki catatan yang membanggakan. Semua diawasi, semua dibatasi. Tertulis dalam artikel, bahkan untuk memberikan data keperluan penelitian, pemerintahnya menolak keras.
Berbeda dengan Belanda yang berada di peringkat kedua. Dan juga seperti yang kita tahu, Belanda menduduki peringkat 8 negara paling bahagia dalam catatan Forbes. Menempatkan negara kincir angin ini dalam jajaran prestasi, baik sebagai penemu, penggagas hingga pelaku. Lantas, apa kaitan ‘kebahagiaan yang diperoleh dari kebebasan’ dapat membawa Belanda pada pencapaian inovasi?
***
Pandangan masyarakatnya yang tak terbatas akibat menomorsatukan ‘kebebasan’ memacu semangat berinovasiuntuk berpegang penuh akan apa yang mereka percaya danterbuka terhadap sekelilingnya.
Piet Mondrian, penggagas gerakan seni pionir de Stijl ini awalnya hanya menyerap gaya Kubisme. Ia bersikukuh menganggap hal itu sebagai ‘pelabuhan sementara’ saja dalam perjalanan seninya. Hingga Mondrian meramu sendiri de Stijl dan berhasil membuat banyak orang paham. Seketika juga, ia menyebarkannya.
Antonie van Leeuwenhoek, pun demikian. Bapak biologi yang berkontrobusi terhadap didirikannya Mikrobiologi ini, mendapat peluang untuk mengungkapkan metode penelitiannya pada Royal Society of London dari ahli fisika Belanda, Reinier de Graaf. Teorinya sempat dijatuhkan, namun karena kekokohan prinsip mengenai produknya, ia berhasil.
Sepotong pengalaman seniman Indonesia Aditya Novali yang menuntaskan perkuliahannya di Design Academy Eindhoven Belanda mengungkapkan hal yang sama. “Saya diajarkan banyak mengenai basic idea untuk mempertahankan produk. Adapun tantangan yang diberikan agar orang yang awalnya tidak paham menjadi paham dengan berbagai strategi. Akarnya yang diperkuat”, jelasnya.
Saya juga teringat akan kisah Kartini yang dipertanyakan posisinya sebagai simbol emansipasi. Penelitian guru besar Universitas Indonesia, Prof. Dr. Harsja W. Bachtiar di buku Satu Abad Kartini mengungkapkan, “Kita mengambil alih Kartini sebagai lambang emansipasi wanita di Indonesia dari orang-orang Belanda. Kita tidak mencipta sendiri lambang budaya ini”. Singkatnya, Kartini lahir karena kecekatan tokoh Belanda mengangkat wanita indonesia sebagai pendekar kemajuan wanita pribumi. Padahal banyak pendahulunya yang bisa dianggap lebih berkontribusi. Oleh kedekatan Kartini dengan pihak Belanda jugalah, buah pikirannya tersalurkan. Untuk menciptakan sosok pahlawan bangsa sendiri, kita telah tersalip. Belanda memiliki sikap sergap untuk mengkomunikasikan apa yang dimiliki.
***
Lantas, masihkah kita harus menyembunyikan banyak ‘hal’ baik dan tak pernah cukup yakin dengan ‘hal’ itu? Semua telah ada di tangan. Keberhasilan tokoh-tokoh pelopor Belanda menyadarkan kita bahwa untuk membuat temuan yang baik; diperlukan landasan yang kuat, kesadaran berbagi, serta laju lari yang kencang. Siapa cepat, siapa tepat, dia dapat!
Referensi
Hasil wawancara penulis dengan Aditya Novali via pesan elektronik
Artikel ‘Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah’ yang dimuat di akun facebook Salam Satu Jari DIY & Jateng: http://tinyurl.com/c6mlshl


38 Comments

#387 Sosok Pioneer Belanda dari Tanah Kelahiran Indonesia

Oleh Akbar Syahbana

Who are they? Sosok yang sangat fenomenal. Ayo tebak, siapa mereka? Siapa tau mereka itu tetangga di tempat tinggal kalian? Jika menyerah untuk menebak, mari telusuri lebih jauh mengenai hal ini.

Bidang yang mereka tekuni juga bervariasi, yakni:

Kesehatan

   

Seseorang Willem Einthoven (21 May 1860 – 29 September 1927) seorang dokter Belanda dan fisiologi yang lahir di tanah Semarang. Sang Pioneer Kesehatan, penemu Elektrokardiogram praktis pertama (ECG atau EKG).

Elektrokardiografi (ECG atau EKG dari bahasa Yunani: kardia, yang berarti jantung) adalah transtorakal (di seberang thorax atau dada) yang menggunakan elektrometer ditingkatkan dan formula koreksi dikembangkan secara independen dari Burch, membedakan lima defleksi yang ia nama P, Q, R, S dan T. Karya bidang ini dipimpin dia untuk menerima hadiah Nobel Medicine 1924.

ECG atau EKG biasanya dimanfaatkan yang berkaitan dengan jantung seperti alat pacu jantung dll. sebagai penelitian dan diagnostic.

Musik

Ada juga bocah Kelahiran Makassar yakni Andy Tielman (30 May 1936 – 10 November 2011) Sang Pioneer Musik Rock n’ Roll yang dikenal sebagai “Godfather of Indorock” karena gaya musiknya dan tokoh paling penting dalam music pop Belanda.

Lantas apa yang bisa dibanggakan?

>>> Rentang vocal lebar (5 oktaf),

>>> Bermain gitar virtuoso

>>> Memimpin band rock pertama di belanda dengan gaya tarik mendunia, diakui oleh banyak musisi Belanda termasuk Jan Akkerman Fokus dan Barry Hay Golden Earring,

>>> Karir yang tidak pernah redup dari 1950 – 2011,

>>> Menerima bayaran tertinggi!

>>> Memberikan Andy Tielman Awards 2011 seperti kepada Dee Ann and the Nightcaptains di Route 55 festival Rotterdam.

    

 Teknologi

 Jika mendengar kata Wi-Fi, rasanya tidak asing bagi telinga anda. Namun apakah anda tahu, Sang Pioneer Teknologi yakni Victor “Vic” Hayes merupakan kelahiran Surabaya (31 July 1941 – 16 June 2006) dan dijuluki “Father of Wi-Fi“.

         

 Perannya dalam membangun dan memimpin 802.11 Standar IEEE Kelompok Kerja untuk Wireless Local Area Networks yang membawanya sabet berbagai penghargaan (1998 – 2012, walaupun telah wafat, namun tetap mendapatkan George R. Stibitz Computer & Communications Pioneer Award) dengan publikasi dan buku yang dibuatnya.

Pesawat

Sesi terakhir tulisan saya mengenai Anton Herman Gerard “Anthony” FokkerSang Pioner Penerbang Belanda dan Produsen Pesawat kelahiran Blitar (6 April 1890 – 23 December 1939).

Bermula di Jerman, Belanda, Prancis, dan juga Amerika sebagai produsen pesawat. Dia juga menjadi presiden untuk Fokker Aircraft Corporation of America.

Ini dia jenis dan perkembangan pesawat yang dia produksi:

    

    

Setelah mengetahui paparan diatas, menunjukkan bukti bahwa ada sosok Pioneer Belanda dari Tanah Kelahiran Indonesia baik dia pernah lama atau sejenak menetap di Indonesia.

Sebenarnya masih banyak lagi sosok-sosok Pioneer Belanda lainnya, seperti Adriaan Daniël Fokker (17 August 1887 – 24 September 1972) kelahiran Bandung, Sang Pioneer Musik, dan Frans Johan Louwrens Ghijsels (8 September 1882 – 2 Maret 1947) kelahiran Tulungagung, Sang Pioneer ArsitekturWho else? Atau kah anda selanjutnya? Jika memiliki referensi lain, silahkan komentar untuk berbagi informasi. Terima kasih

Referensi

http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_Dutch_inventions_and_discoveries
http://en.wikipedia.org/wiki/Willem_Einthoven
http://en.wikipedia.org/wiki/Electrocardiograph
http://en.ecgpedia.org/wiki/A_Concise_History_of_the_ECG
http://medicine150.mdhs.unimelb.edu.au/history/willem-einthoven-identifies-p-q-r-s-and-t-phases-electrocardiogram
http://www.nobelprize.org/nobel_prizes/medicine/laureates/1924/einthoven-bio.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Andy_Tielman
http://dee-ann.com/?p=515
http://rollingstone.co.id/read/2011/11/11/173213/1765766/1093/pionir-rock-n-roll-dunia-asal-indonesia-andy-tielman-dari-the-tielman-brothers-tutup-usia
http://latitudes.nu/r-i-p-andy-tielman-one-brother-lost-of-the-tielman-brothers-rock-n-roll-legends/
http://en.wikipedia.org/wiki/Vic_Hayes
http://en.wikipedia.org/wiki/Wi-Fi
http://videolectures.net/vic_hayes/
http://www.economistconferences.co.uk/innovation/winners2004
http://www.amazon.com/Photo-Anthony-1890-1939-aircraft-manufacturer/dp/B0075XGL4E


Leave a comment

#336 The Dutch Ideas of Life

Oleh Erwinton Simatupang 

Health is not everything, but without health everything is nothing

Ungkapan di atas jelas menggambarkan begitu pentingnya kesehatan. Tanpa kesehatan, kita tidak bisa menikmati indahnya hidup. Lantas, apa hubungannya dengan bangsa Belanda? Karena Orang Belanda memiliki andil yang begitu besar dalam dunia kesehatan. Anda tidak percaya? Mari kita telusuri gagasan dan penemuan Orang Belanda di bidang kesehatan.

Anda tau mikroskop? Yups, alat untuk melihat benda tidak kasat mata ini merupakan langkah awal peranan Orang Belanda dibidang kesehatan. Zacharias dan Hans Jansen menjadi pelopor penemuan ini pada tahun 1590.

Foto Zacharias Jansen

Sumber foto : http://www.history-of-the-microscope.org/images/Zacharias-Jansen.jpg

Mereka menempatkan beberapa lensa di dalam sebuah tabung dan menemukan obyek dekat ujung tabung tampak lebih besar, jauh lebih besar daripada kaca pembesar sederhana.[1]Meskipun belum sesempurna mikroskop modern, ini jadi kemajuan penting dari pembesaran lensa tunggal.

Mikroskop Pertama

Sumber foto : http://www.history-of-the-microscope.org/hans-and-zacharias-jansen-microscope-history.php

Hingga pada akhir abad 17, Anton van Leeuwenhoek, yang masih merupakan Orang Belanda, melakukan pengembangan pengamatan terhadap mikrobiologi.[2]

Foto Anton van Leeuwenhoek

Sumber foto : http://www.ucmp.berkeley.edu/history/leeuwenhoek.html

Berkat penemuannya, kita sekarang sadar bahwa dunia ini dikerumuni oleh monster kecil dalam jumlah yang tak terhingga namun tidak kentara dengan mata telanjang. Sehingga, kita dapat mengamati mikroba-mikroba yang merugikan dan mencari cara untuk mengatasi efek negatif yang ditimbulkannya. Atas jasanya, Anton van Leeuwenhoek akhirnya dianggap sebagai the Father of Microbiology. 

(dari kiri ke kanan) 1. Eubakteria 2. Virus

Sumber foto : http://www.med.unhas.ac.id/fkuhmikro/index.php?option=com_content&view=article&id=56:mikro

Masih tidak jauh-jauh dari mikroskop, Jan Swammerdan juga menggunakan mikroskop dalam mengidentifikasi dan mencatat tiap jenis sel-sel darah kira-kira tahun 1658.[3] Sejak saat itu, mikroskop menjadi jendela untuk melihat dunia miniatur butir darah merah dan putih, sel-sel darah platelet, dan bagian cairan yaitu plasma. Perlu untuk diketahui, ternyata setetes darah terdiri dari 6 juta sel dalam setiap millimeter kubik dan tidak seorang pun yang melihat sel-sel tersebut sampai ditemukannya mikroskop. Bahkan, sebelum ditemukanya mikroskop, darah dianggap sesuatu yang dipuja serta dianggap misterius. Malahan, para tabib kuno mengecap darah dan ternyata terasa manis, dan mereka menduga darah mengandung gula.[4]

(Dari kiri ke kanan) 1. Jan Swammerdan 2. Sel darah merah

Sumber foto : http://www.nndb.com/people/334/000098040/

http://base.detik.com/static/a/50b5627af726cc25ed011956/original/darah%20merah%20ts.jpg

Nah, sekarang beralih ke tokoh yang menemukan dan mengembangkan ginjal buatan. Siapa lagi kalo bukanWillem Kolff, seorang dokter paling berpengaruh di abad ke-20.

 

Foto Willem Kolff

Sumber foto : http://graphics8.nytimes.com/images/2009/02/13/us/13kolff_190.jpg

Ginjal buatannya berevolusi menjadi mesin dialisis modern untuk membersihkan darah orang yang mengalami gagal ginjal. Bahkan, jasa beliau berdampak luas pada pengembangan organ buatan, termasuk mata, jantung, telinga dan anggota badan lainnya. Berkat penemuannya, beliau secara luas dinobatkan sebagai bapak organ buatan.[5]

Jantung buatan Willem Kolff

Sumber foto : http://img2.findthebest.com/sites/default/files/718/media/images/Willem_Kolff.jpg

Bahkan, Mesin elektrokardiogram (EKG) merupakan karya seorang lelaki Belanda yang lahir di Semarang, Indonesia. Mesin ini berfungsi untuk mendeteksi kelainan pada fungsi jantung, dengan mendeteksi sinyal-sinyal listrik yang diciptakan oleh gerakan otot jantung.[6]  Penemunya ialah Willem Einthoven, seorang peraih nobel kedokteran, tahun 1924.

(Dari kiri ke kanan) 1. WillemEinthoven 2. Awal mesin EKG

Sumber foto : http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/49/Willem_Einthoven.jpg/220px-Willem_Einthoven.jpg

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/1c/Willem_Einthoven_ECG.jpg/220px-Willem_Einthoven_ECG.jpg

Berbekal pengetahuan tersebut, dokter dapat membuat pengukuran yang detil terhadap aktivitas listrik jantung dengan menempelkan elektroda pada titik-titik tertentu tubuh pasien misalnya di bagian dada, lengan, dan kaki. Hasil yang tercatat, disebut elektrokardiogram, dapat mengidentifikasi kerusakan jantung. Beberapa kerusakan atau kelainan yang dapat diketahui adalah kerusakan cacat bawaan lahir, serangan jantung, dan penyakit sejenis rematik.[7]

Berdasarkan penjelasan di atas, apa yang dapat disimpulkan? Ternyata, kita sehat pun tidak lepas dari peranan Orang Belanda. Tidak salah apabila menyebut Orang Belanda sebagai pionir sejati yang mengubah hidup manusia menjadi lebih baik.

Referensi


Leave a comment

#301 Jantung Negeri Tulip

Oleh Putri Pratiwi

Belanda adalah negeri yang dikenal sebagai negeri kincir angin dan negeri tulip. Banyaknya kincir angin sebagai pembangkit listrik memang tidak asing didengar. Bunga-bunga tulip yang cantik bervariasi warna hidup dengan subur dan keindahanya menarik perhatian seluruh dunia. Selain itu masih banyak hal-hal yang dapat menggambarkan negeri belanda hanya dengan kekhasan yang ada di negara tersebut.

Daya tarik luar biasa negeri belanda tidak hanya sebatas kincir angin dan bunga tulip. Banyak benda yang sering kita jumpai di sekitar kita sebenarnya hasil dari pemikiran orang-orang hebat di Belanda. Dengan terus meningkatkan standar pendidikan dan  pengetahuannya untuk mengembangkan dan menemukan hal-hal baru telah menjadi jantung negeri belanda untuk mencetak para penemu, peneliti dan pengembang.

Keberhasilan jantung negeri belanda dapat di buktikan dengan banyaknya para pionir dari Belanda yang memenangkan nobel di berbagai bidang. Misalnya pada bidang Physiologi sang penyempurna pendeteksi sinyal jantung ( Elektrokardiogram) yaitu Willem Einthoven. Jantung yang berdetak secara involunter telah dapat dideteksi sinyalnya dan diterjemahkan. Penemuan yang sangat memberikan manfaat luar biasa bagi dunia kesehatan di dunia.

Keberhasilan jantung negeri belanda tidak dapat dipungkiri. Seorang pioner yang mampu menemukan rumus yang dapat menyempurnakan metode deteksi sinyal jantung manusia yang telah ada dengan deteksi yang kebih akurat hasilnya beserta instrumennya (golvanometer). Willem Einthoven seseorang yang dilahirkan di Nusantara (Indonesia) tepatnya di Semarang pada 21 Mei 1860 dan kembali ke Holland ketika berumur 6 tahun tidak mencapai kesuksesan dengan mudah. Einthoven menghabiskan waktu 3 tahun bekerja dilaboratorium untuk membuat galvanometer. Dimana golvanometer berfungsi untuk mengetahui fungsi jantung dan penyakit yang berasal daro otot jantung. Walau ia menyadari golvanometer memiliki beberapa kelemahan. Einthoven terus bekerja keras untuk menyempurnakan Elektrokardiogram sehingga pada tahun 1924 Einthoven mendapat Nobel Prize in Physiology or Medicine.

Referensi

http://www.nobelprize.org/nobel_prizes/medicine/laureates/1924/einthoven-bio.html
http://www.biography.com/people/willem-einthoven-9285444
http://www.google.co.id/imgres?um=1&hl=id&biw=1241&bih=571&tbm=isch&tbnid=yGhrGV2IRn25hM:&imgrefurl=http://www.nhlbi.nih.gov/health/health-topics/topics/ekg/during.html&docid=bS4mAarEF7j3UM&imgurl=http://www.nhlbi.nih.gov/health/health-topics/images/ekg.jpg&w=475&h=393&ei=L7OJUbW2FsWJrQfr4IDwBQ&zoom=1&ved=1t:3588,r:3,s:0,i:92&iact=rc&dur=1832&page=1&tbnh=190&tbnw=229&start=0&ndsp=10&tx=108&ty=73
http://anaknegeri.com/photo/168/kincir-angin/
http://www.google.co.id/imgres?um=1&hl=id&biw=1241&bih=619&tbm=isch&tbnid=XoxyfSHKw6fPnM:&imgrefurl=http://cardiologyupdateunand.com/2011/08/14/tahukah-anda-2-penemu-ekg-ternyata-kelahiran-indonesia/&docid=g1i9_p5-O2yatM&imgurl=http://cardiologyupdateunand.files.wordpress.com/2011/08/h4050187-willem_einthoven_dutch_physiologist-spl.jpg&w=530&h=423&ei=mraJUYAFkaqsB_z7gcgN&zoom=1&ved=1t:3588,r:4,s:0,i:88&iact=rc&dur=2554&page=1&tbnh=183&tbnw=229&start=0&ndsp=22&tx=182&ty=67


Leave a comment

#227 Dementiaville, Saat Belanda Mengobati dengan Hati

Oleh Rika Yudani 

Yuk, main tebak-tebakan film. 50 First Dates (2004), Iron Lady (2011), dan The Vow (2012). Apa kesamaannya?

Gambar 1. Apa persamaan ketiga film ini?

 Yup, kehilangan ingatan jadi latar belakang. Lucy hanya mengingat satu hari kehidupannya, Paige kehilangan memori lima tahun terakhir, dan tokoh Margaret Tatcher sulit membedakan masa lalu dan masa kini.

Faktanya, hal tersebut ada di kehidupan nyata. Bertambahnya usia atau shock pada kepala menyebabkan penurunan kondisi otak; yang oleh dunia medis disebut dementia. Salah satu contohnya Alzheimer yang diderita Ronald Reagan, dan menjadi penyakit paling mematikan ke-5.

Penderita dementia mengalami penurunan fungsi intelektual, kehilangan ingatan dan sulit menjaga emosi. Dulu, mereka dianggap gila dan disembunyikan. Mayoritas penderita diawasi 24 jam karena berpotensi membahayakan dirinya sendiri atau orang lain, bahkan menjadi sasaran penipuan sebesar Rp 3 milyar. Sebagian ditempatkan di RS atau panti perawatan; yang dalam beberapa kasus justru memperparah penyakit dan menambah depresinya.

Inilah yang membuat Yvonne van Amerongen tergerak. Tahun 1992, Yvonne tidak nyaman dengan bangsal lengang; para lanjut usia memandang kosong ke televisi. Baginya, “It wasn’t living. It was a kind of dying.”

Mulailah Dementiaville, juga dikenal dengan Hogeway, dikembangkan. Terletak di Weeps, daerah industri di pinggiran Amsterdam, Dementiaville adalah desa pertama dan satu-satunya di dunia yang dibangun untuk penderita dementia.

Gambar 2.Weeps, lokasi Dementiaville

Selain 23 rumah tinggal indah dengan kolam, air mancur, dan hamparan bunga, desa ini juga dilengkapi supermarket, salon, restauran, bar, dan bioskop. Desain tiap rumah berbeda, bahkan ada yang bernuansa Indonesia; mengakomodasi penghuninya yang berdarah Indonesia.

Gambar 3. Suasana Dementiavilla. Desa ini dikembangkan dengan pertanyaan mendasar: Tempat seperti apa yang ingin ditinggali oleh orang tua kita?

Awalnya, Dementiaville menjadi kontroversi karena mengizinkan penderita dementia beraktivitas leluasa tanpa pintu terkunci. Namun, lambat laun, konsep ini mendapat apresiasi seluruh dunia. Dementiaville berhasil meningkatkan kualitas hidup dengan membiarkan penghuninya melakukan hal-hal biasa; berbelanja, pergi ke salon, atau berkumpul di bar. Video tersembunyi dipasang untuk memastikan mereka aman. Para perawat menempatkan diri sebagai asisten rumah tangga, penata rambut, atau pegawai toko sehingga penghuni tidak dikondisikan sebagai pasien.

Ternyata, living the life, menjadi obat efektif!

Pertama datang, mayoritas penderita sulit mengurus diri, kasar, penyendiri, atau sangat bergantung pada obat. Seiring waktu, mereka mampu beraktivitas normal, membantu mengurus rumah, memasak, bahkan berkeliling desa dengan sepeda. Obat diberikan dalam batas minimal.

Gambar 4. Ruang tamu di salah satu rumah di Dementiaville. Tiap penghuni bebas berkunjung; tidak ada pintu yang terkunci.

Gambar 5. Hidup normal. Seorang penghuni Dementiaville mendapatkan perawatan di salon. Tanpa ia sadari, penata rambutnya juga seorang perawat.

Gambar 6. Margaretha Bos dan kakaknya berkeliling desa. Bahkan penderita dementia pun mencintai sepeda, sama seperti seluruh penduduk Belanda.

Gambar 7. Dengan diperbolehkan berbelanja sendiri, penghuni Dementiaville sekaligus diajarkan untuk mandiri.

Gambar 8. Dementia belum dapat disembuhkan total. Karenanya, penting membuat penghuni Dementiaville merasa bermanfaat, salah satunya dengan membiarkan mereka membantu memasak.

Poin yang paling penting: di Dementiaville mereka jauh lebih bahagia. Dementiaville menerapkan pengobatan yang ‘memanusiakan manusia.

Gambar 9. Living the live. Dua sahabat, Lex (kiri, 84 tahun) dan Henk (kanan, 76 tahun), tersenyum bahagia di bar Dementiaville.

Dunia tengah ‘bersiap’ menghadapi peningkatan penderita dementia. WHO memperkirakan akan ada 65 juta penderita dementia pada 2030. Di Inggris, satu dari empat tempat tidur RS digunakan penderita dementia. Sementara di Indonesia, 15 persen masyarakat berusia 65 tahun ke atas mengalami dementia. Biaya kesehatan mereka sangat mahal, sekitar Rp 5.700 triliun pertahun, yang tentu akan membebani perekonomian suatu negara.

Konsep yang dikembangkan di Dementiaville, Belanda, telah menginspirasi banyak negara, termasuk Jepang, Jerman, dan Inggris. Swiss sedang membangun desa dementia-nya sendiri yang ditargetkan selesai tahun 2017

Ketika yang lain baru mulai, 21 tahun lalu Belanda telah mengawali. Inilah bukti, Belanda bukan hanya berinovasi teknologi, kreatif dalam seni, tapi juga menjadi pionir dalam konsep penyembuhan. Ya, karena Belanda mengobati dari hati.

Lalu, apakah Indonesia siap?

Will I remember those I love and those who love me? 
My heart drops
But wait, I am still here 
In the sun’s goodness.

(Steve Coleman, Australia; didiagnosa dementia pada usia 42 tahun)

Referensi

http://www.news.com.au/lifestyle/health-fitness/older-than-time-the-rise-of-early-onset-dementia/story-fneuzlbd-1226624494337
http://www.independent.co.uk/news/world/europe/switzerlands-dementiaville-designed-to-mirror-the-past-6293712.html
http://sehatkufreemagazine.wordpress.com/2012/07/22/

http://www.antaranews.com/berita/370193/kepikunan-dapat-dicegah-dengan-melatih-otak
http://www.dailymail.co.uk/news/article-2109801/Dementiaville-How-experimental-new-town-taking-elderly-happier-healthier-pasts-astonishing-results.html#ixzz2R061grd8
http://www.aplaceformom.com/blog/pioneering-dementia-care-facility/
http://www.floridatoday.com/article/20130423/NEWS01/304230008/Nelson-targets-Jamaican-scam-artists
http://www.alz.org/what-is-dementia.asp
http://en.wikipedia.org/wiki/Ronald_Reagan
http://tribune-democrat.com/local/x1915232181/Brain-disease-costs-on-rise-Alzheimer-s-is-5th-leading-cause-of-death-in-U-S