KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013


1 Comment

#574 Belajar dari Negeri Seribu Tulip

Oleh Erwin Hendrawijaya 

Rasanya senang bercampur aneh berkesempatan menatap langsung bunga tulip di Canberra, Ibu kota Australia. Sejak melihat hamparan bunga tulip berwarna warni dengan bangunan kecil berkincir angin di gambar majalah waktu saya kecil dulu, saya selalu terngiang untuk suatu saat bertatap mata langsung dengan sang bunga menawan ini.

Tulip merupakan family liliacea dengan sekitar 109 species berbeda(1). Tulip merah adalah bunga yang paling popular. Bunga dengan warna bercorak biasanya lebih banyak dicari. Semakin unik kombinasi warna di setiap kelopak, semakin mahal harganya. Uniknya, warna campuran pada kelopak  bunga tulip disebabkan oleh virus yang menyerang kelopak bunganya. Meski berasal dari Turki, Belanda adalah Negara yang memprakarsai komersialisasi tulip pada abad 17. Pernah dalam kurun waktu yang disebut tulipmania (1636-1637) harga sekuntum  tulip 10 kali lebih besar dari penghasilan perbulan buruh berkeahlian(2).

Tidak hanya cantik, tulip juga punya andil besar dalam perekonomian Belanda. Tidak kurang dari 9 miliar kuntum tulip di panen tiap tahun, 7 miliar diantaranya di ekspor ke luar negeri. Dengan harga rata-rata perkuntum tulip di pasaran saat ini sebesar $5(3) terbayang berapa besar penghasilan yang dinikmati negara Belanda dari bisnisini.  Tulip juga yang menyebabkan Belanda tetap bertengger di urutan nomor 1 negara pengekspor bunga potong terbesar didunia.

Meski bukan habitat aslinya, di Belanda lah tulip dapat tumbuh dengan subur. Tulip memang memerlukan musim dingin untuk kemudian bisa berbunga baik. Beberapa ahli bilang, bukan tanah atau cuacanya yang menyebabkan tulip berkembang dengan baik, tapi passion dan kecintaan warga Belanda-lah yang menyebabkan tulip bisa berbunga baik dan akhirnya dapat meningkatkan taraf hidup masyarakatnya.

Meski tidak lagi dalam masa keemasannya, industri tulip saat ini masih menjadi primadona di Belanda. Pada tahun2007 ada sekitar 6.821 perusahaan yang memproduksi bunga tulip dengan nilai ekspor sebesar 5,5 miliar euro atau sekitar 71.5 triliun rupiah(4). Tidak hanya kuntum bunganya, perkebunan tulip yang berwarna-warni menjadi atraksi pariwisata favorit bagi wisatawan yang mengunjungi Belanda. Denganpassion dan perhatian pemerintah dalam pengembangan tulip di Belanda, bisnis tulip masih akan terus menjanjikan meski harga tulip mungkin tidak akan mencapai nilai yang pernah di raih tulip di masa kejayaannya.

Bunga termahal di dunia memang masih di pegang tulip. Tapi itu dulu kala, empat ratus tahun yang lalu. Di era modern ini, predikat bunga termahal diberikan kepada bunga anggrek. Satu pohon anggrek hasil rekayasa ilmuwan China terjual dengan harga USD200,000(5) atau sekitar 2 miliar rupiah. Menakjubkan. Dari sekian banyak  bunga komersial, anggrek memang masih berada di urutan pertama dalam hal harga.

Berguru pada keberhasilan Belanda memberdayakan tulip, mungkin sudah saatnya Indonesia lebih serius membudidayakan anggrek sebagai penggerak ekonomi nasional. Fakta bahwa Indonesia adalah negara dengan varietas anggrek asli terbanyak di dunia, menunjukan bahwa Indonesia memiliki kondisi lahan yang sesuai untuk anggrek berkembang biak. Dengan harga yang memikat dan fakta bahwa kuntum anggrek bisa bertahan segar hingga satu bulan setelah dipetik, anggrek dapat menjadi komoditas ekport primadona dari Indonesia. Dan mimpi (baru) saya berada di tengah hamparan anggrek bulan yang sedang mekar dengan gubuk bambu di tengahnya suatu saat bisa terealisir.

Referensi

1. World Checklist of Selected Plant Families. Retrieved 2010 (www.wikipedia.org)
2. http://www.stock-market-crash.net/tulip-mania/
3. http://www.hollandbulbfarms.com
4. http://afp.google.com/article/ALeqM5g5XOyVc1FCemgawsJXSJJJHVTxDw
5. http://www.petalsandblooms.ca/


Leave a comment

#546 Saus Ganja Pertama di Dunia, Orang Belanda yang Punya

Oleh Dzulfikar Alala

Saus “Aroma” Ganja Pertama di Dunia (dok.http://www.kompasiana.com/talisman)

Memang benar, ganja di Belanda dapat diperjualbelikan secara bebas dengan aturan tertentu. Namun belakangan Pemerintah Belanda pun mulai khawatir karena ada kecenderungan turis asing yang datang ke Belanda hanya sekedar untuk membeli ganja dan ada juga yang memperjualbelikannya kembali di negara lain. Sehingga pemerintah Belanda pun berencana untuk membatasi ganja terutama yang kadar THC-nya lebih dari 15 % sehingga dapat dikategorikan sebagai obat keras seperti kokain dan ekstasi.

Adalah Albert van Beek seorang penemu asli Belanda yang kreatif sampai-sampai membuat saus ganja untuk jajanan kentang gorengnya. Kentang goreng bagi penduduk Belanda sudah merupakan panganan yang lumrah dan jamak di Belanda. Kalau orang Indonesia menganggap kentang goreng ibarat gorengan tahu isi, risol, tempe dan oncom goreng (gorengan). Gorengan tanpa cabai rawit tentu saja kurang menggigit. Sama halnya dengan orang Belanda, kentang goreng tanpa saus serasa sayur tanpa garam. Meskipun kebanyakan orang Belanda menjadikan mayones sebagai pelengkap kentang gorengnya.

Albert van Beek ternyata sudah memiliki gerai kentang goreng Manneken Pis di dua kota Belanda, Utrecht dan Amsterdam. Van Beek terinspirasi membuat saus ganja karena kedai kentang gorengnya di kelilingi kedai ganja. Kedai-kedai kopi ganja memang cukup banyak di kedua kota tersebut.

Meskipun di klaim sebagai saus ganja pertama di Belanda, namun saus ganja buatan Van Beek tidak mengandung THC atau tetra-hydro-cannabinol, zat tertentu yang terkandung dalam ganja. Orang yang memakai ganja akan mengalami perasaan senang yang berkepanjangan tanpa sebab. Orang suku Indian bahkan menyebutnya sebagai simbol perdamaian dengan menghisap ganja melalui sebuah pipa.

Leder nadeel heb z’n voordel (Setiap kekurangan memiliki kelebihan) – Johan Cruyff

Van Beek membuat saus ganjanya sekedar mengambil aroma ganja saja. Sehingga ketika seseorang memakan sausnya tidak akan merasakan sensasi seperti menghirup rokok ganja yang membuat perasaan senang.

Bagi orang Aceh, ganja sebetulnya merupakan lalapan biasa yang biasa juga digunakan sebagai bumbu penyedap rasa. Dari pengalaman beberapa teman dan kerabat yang sudah mencoba masakan dengan bumbu tambahan ganja memang rasanya sedikit berbeda dan dijamin akan membuat mengantuk.

Meskipun kadang ganja disalah gunakan tetepi sesungguhnya ganja memiliki manfaat sebagai obat kanker. Dahlan Iskan (Menteri BUMN RI) malah kini tengah mempertimbangkan masak-masak agar BUMN bisa menanam ganja secara legal untuk kepentingan obat-obatan dan penelitian.

Pemerintah Belanda sendiri tidak membebaskan peredaran ganja sepenuhnya. Mereka membatasi konsumsi ganja untuk masing-masing orang hanya sekitar 5 gram saja perhari. Artinya meskipun ganja tersebut legal tetap ada batasan-batasannya agar penduduk Belanda tetap memiliki rasa tanggung jawab. Pun pemerintah tetap ikut serta mengawasinya dengan ketat.

Tapi untuk urusan saus beraroma ganja, secara khusus tidak ada pembatasan. Inilah yang membuat saus ganja Van Beek menjadi sangat populer. Penggemar kentang goreng kini “mabuk” dengan hadirnya saus ganja buatan Van Beek. Saus ganja tersebut merupakan sebuah ide yang sangat kreatif.

Referensi

http://wisata.kompasiana.com/kuliner/2013/04/10/kentang-goreng-saus-ganja-berani-coba-544727.html
http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2013/02/02/mengintip-legalnya-ganja-di-amsterdam–525005.html
www.bbc.co.uk/indonesia/mobile/majalah/2012/04/120429_canabisnetherland.shtml


Leave a comment

#525 THE CULTURED BEEF PROJECT & WIETSAUS: WHEN DUTCH CREATIVITIES GO WILD!

Oleh Afridah Arifin

“A man can live and be healthy without killing animals for food; therefore, if he eats meat, he participates in taking animal life merely for the sake of his appetite.” (Leo Tolstoy)

Senada dengan kutipan diatas, seorang ilmuwan asal Belanda, Mark Post sekitar Oktober 2012 lalu ‘berternak’ daging sapi sintetis di sebuah laboratorium Maastricht University. Hamburger yang kemudian dinamakan The Cultured Beef Project ini bertujuan untuk menjaga lingkungan dan produksi makanan dunia, mengembangkan cara yang lebih efisien untuk menghasilkan daging daripada memelihara hewan serta ketertarikan dalam transformasi teknologi masa kini. Mark Post menyebutkan bahwa daging hamburger sintetis ini dapat mengurangi keperluan produksi daging hingga 60%. Hal ini merupakan salah satu solusi cerdas untuk memenuhi kebutuhan pangan manusia di masa mendatang. Sebab WHO memprediksikan pada tahun 2030 konsumsi daging global akan mengingkat sebesar 72 persen.

Kemudian muncul pertanyaan, bagaimana daging sintetis ini dibuat?

Kompetiblogger mungkin meragukan bahan penyusun daging sintetis ini. Namun, tenang saja The Cultured Beef Project ini menggunakan organ dalam sapi sebagai komposisi utamanya. Mark Post bersama kawan-kawannya dari Maastricht University  membuat jaringan  otot yang diambil dari otot sapi terbaik. Daging tersebut ditumbuhkan di cawan petri di dalam laboratorium. Kemudian, otot ini dicampur dengan darah dan lemak buatan dalam proses produksinya. Jaringan otot ini  kemudian tumbuh menjadi potongan-potongan otot dengan panjang sekitar 2 cm, lebar 1 cm dan tebal 1 mm.

Gambar: Proses ‘Peternakan’ The Cultured Beef Project dalam Laboratorium

Ternyata, banyak manfaatnya!

Penikmat daging sapi sintetis pun tidak perlu khawatir. Sebab pengolahan jaringan daging sapi yang dilakukan oleh Mark Post dan kawan-kawannya membuat lambung akan menjadi lebih sehat dan kuat. Mengkonsumsi daging sapi sintetis ini pun menurut Mark Post lebih sehat jika dibanding daging sapi reguler, karena kita dapat mengatur jumlah lemak sehat dengan merekayasa sel jaringan sapi tersebut. Selain itu, daging sinstetis ini dibuat tanpa menggunakan hormon dan antibiotik serta bebas dari bakteri Salmonella.

http://www.youtube.com/watch?v=jI1s25cDkkU

http://www.youtube.com/watch?v=7MRCWQLoS_U

Hamburger yang berisi daging sapi sintetis ini sudah mulai dijual pada Oktober 2012 lalu. Selain hamburger, daging ‘hasil ternak’ di laboratorium ini pun dapat dijadikan bahwan sosis dan bahan daging lainnya.

Tidak hanya sampa disitu, Belanda yang sejak lama telah melegalisasikan konsumsi ganja, memicu  sejumlah inovasi para pelaku industri kuliner agar usahanya tetap laku. Sepeti yang dilakukan oleh Albert van Beek, pemilik jaringan restoran internasional Manneken Pis. Restoran yang mengklaim sebagai ‘Voted No. 1 Holland’s Fries’ ini akhirnya menciptakan varian rasa mayonnaise baru sebagai teman makan kentang gorengnya.

Mayonnaise yang diberi nama ‘Waitsaus’  ini  terbuat dari ganja.  Albert van Beek menyatakan dirinya terinspirasi dari aroma ganja yang banyak dihisap orang-orang di kedai kopi seberang restorannya.

Gambar: French Fries dan Mayonnaise ‘Wietsaus’ dari Manneken Pis

Gambar: Restoran Manneken Pis dengan Slogannya ‘Voted No. 1 Holland’s Fries’

Bahan pembuatan mayonnaise tidak murni seluruhnya dari ganja, namun hanya mengambil bagian ganja yang baik, seperti aroma dan rasa. Selain itu, menurut Foodbeastm efek psikoaktif yang didapat dari konsumsi ganja juga tidak disertakan dalam pembuatan mayonnaise sehingga aman untuk dikonsumsi.

Pihak restoran pun telah mengklaim bahwa mayonnaise yang mereka sajikan untuk pelanggan tidak mengandung tetrahydrocannabinol atau THC. THC merupakan zat yang ada dalam ganja yang mampu menyebabkan penggunanya merasa berhalusinasi.  Pemilik restoran, Albert van Beek pun mengungkapkan pada menu masakan mereka telah menulis dengan jelas bahwa mayonaise yang dijual tidak mengandung THC.

Dari kedua ulasan tersebut, yang patut digarisbawahi yaitu  ilmu pengetahuan dan kreatifitas yang dimiliki Belanda berani melahirkan inovasi dan mengemasnya menjadi sesuatu yang menarik serta tiada duanya. Inovasi tidak hanya dapat dikembangkan dari bidang-bidang makro seperti arsitektur, teknologi, seni, pendidikan namun juga dapat berasal dari hal kecil tetapi esensial seperti makanan.

Referensi

http://www.businessinsider.com/dutch-scientist-is-cooking-up-a-groundbreaking-ground-beef-in-his-lab-2012-8#ixzz2T5uUT9qZ
http://www.telegraph.co.uk/science/science-news/9091628/Test-tube-hamburgers-to-be-served-this-year.html
http://metro.co.uk/2013/04/10/hashish-and-chips-dutch-fast-food-shops-to-serve-cannabis-mayonnaise-3590735/
http://newsfeed.time.com/2013/04/12/marijuana-flavored-mayonnaise-coming-soon-to-a-dutch-fast-food-chain-near-you/


Leave a comment

#517 Perusahaan Inovasi dari Negeri Kincir Angin

Oleh Rima Faiqoh Augustine 

Belanda, Negara yang penduduknya gemar berdagang sudah kita kenal ketika kita duduk di bangku SD, dimana buku sejarah menceritakan tentang lembaga persekutuan dagang asal Belanda yang kita kenal VOC. Kini Belanda memiliki perusahaan konsumen terbesar di dunia yaitu Philips.
Philips adalah perusahan elektronik yang berkontor pusat di Amsterdam, Belanda. Produknya meliputi produk elektronik, semikonduktor, lighting, dan sistem medis. Di Indonesia Produk yang paling terkenal adalah lampunya. Tapi tahukah anda bahwa Philips juga dikenal sebagai perusahaan inovasi yang berpangaruh terhadap pertumbuhan elektronik di dunia? Apa sajakah inovasinya? mari simak yuk:
1. Compact Audio Cassette
 
Pada tahun 1962, Philips menciptakan Compact Audio Cassette yang pertama di dunia. Compact Audio Cassette adalah media penyimpan audio. Dengan adanya kaset audio ini juga menyebabkan bertumbuhnya dunia music dengan cepat sehingga banyak orang mengenalnya dengan sebutan musik kaset.

2.       Compact Disc

 
Pada tahun 1979, Philips bekerja sama dengan Sony memperkenalkan Compact Disc yang dapat digunakan menyimpan digital data. Awalnya dikembangkan untuk menyimpan rekaman audio saja. Philips terus mengembangkannya sehingga muncullah media dengan berdasarkan fungsi penyimpanannya yaitu CD-R (read-only), CD-RW (rewriteable), dan VCD (Video Compact Disc).

3.      DVD

 
Pada tahun 1995, Philips bekerjasama dengan Sony, Toshiba dan Panasonic mengembangkan Compact Disc menjadi lebih besar penyimpanannya yang disebut DVD. DVD merupakan cikal bakal dari Blu-Ray.

4.       Senseo

 
Senseo adalah merek dagang sistem coffee brewing (mesin kopi) yang diciptakan oleh Philips pada awal tahun 2001. Dengan adanya mesin kopi ini membuat kopi menjadi lebih mudah, murah dan praktis.
Banyak sekali inovasi yang diciptakan oleh perusahaan asal Belanda ini, hingga Frits Philips, CEO dari Philip menghadiahkan sebuah museum sains untuk masyarakat Eindhoven saat ulang tahun Philips ke 75 tahun yang diberi nama Evoluon. Bangunan ini memiliki desain yang unik seperti UFO (piring terbang) yang mendarat ditengah-tengah kota Eindhoven. Evoluon sangat popular sehingga menarik lebih dari 500.000 pengunjung pada tahun 1970 dengan acara-acara pameran teknologi.
Tanpa kita sadari bahwa banyak sekali penemuan dari Belanda yang kita bisa nikmati dan rasakan hingga saat ini. Terima Kasih Belanda.
Referensi


Leave a comment

#448 Membangun Ekonomi Kreatif Melalui Agrikultur dan Bunga

Oleh Nanda Nur Rafiana

Kreatif!!! Kata yang tepat untuk menggambarkan Belanda. Negeri sudah terkenal di seantero dunia dengan tulipnya. Bertempat di Kekeunhof kebun bunga tulip dibudidayakan. Tulip sangat berbeda dengan bunga lainnya. Orang-orang Belanda membudidayakan tulip dengan beraneka warna. Warna putih, merah,kuning,merah jambu bahkan tulip yang berwarna hitam pun ada loh.
nandaBandingkan dengan bunga yang umumnya seperti mawar yang hanya memiliki dua warna yaitu merah dan putih. Melati yang hanya memiliki satu warna yaitu putih. Sungguh hal ini merupakan ide kreatif orang Belanda karena sudah menjadi pengetahuan umum bahwa bunga tulip bukan tanaman asli dari Belanda melainkan tanaman ini tumbuh dan hidup serta merupakan tanaman nasional di Iran dan Turki. Namun, masyarakat Belanda dapat membudidayakan bunga ini hingga dapat dijadikan kebun bunga terbesar yang terkenal di seluruh dunia yaitu Kekeunhof.
Ada hal khusus lain yang menjadi fondasi ekonomi kreatif Belanda. Bunga-bunga tulip serta jenis bunga lainnya di Belanda juga diperdagangkan melalui kegiatan ekspor dan impor. Seperti halnya perdagangan saham di bursa efek ternyata bunga juga dapat diperdagangkan melalui proses lelang. Aalsmeer Flower Auction(Bloemenveiling Aalsmeer) merupakan pusat bursa lelang bunga terbesar di dunia. Perdagangan yang dilakukan mencapai sekitar 20 juta bunga dan tanaman per harinya.
nanda2
Kreatifitas Belanda pun dapat terlihat nyata dari pusat bursa lelang bunga di Aalsmeer, karena peralihan mata pencaharian penduduk kota ini, dahulunya bukanlah di bidang pertanian dan pembudidayaan bunga. Dahulu kota ini didominasi oleh perairan dalam bentuk danau. Mata pencaharian penduduk di kota ini sebagian besar mengandalkan pada bisnis perikanan. Dengan kekuatan di bidang pertanian dan bunga ini Belanda dikenal sebagai salah satu eksportir bunga terbesar di dunia.
nanda3Belanda merupakan negara yang identik dengan bunga. Di negeri ini terutama masih di wilayah Aalsmeer juga terdapat sekolah merangkai bunga profesional yaituBoerma Instituut. Institusi ini sudah mendapatkan predikat sekolah merangkai bunga profesional terbaik di dunia. Pelajar yang mengenyam ilmu di sekolah ini banyak warga domesik maupun warga negara asing. Institusi ini sangat bermanfaat bagi pelajar yang ingin mrngembangkan bisnis florist atau sekedar tertarik ingin      menambah ilmu pengetahuan saja.
Kreatifitas masyarakat Belanda menciptakan pertumbuhan ekonomi kreatif di sektor pariwisata Belanda. Kekeunhof dengan kebun bunga terbesar dan terkenal di dunia, Aalsmeer dengan bursa pelelangan bunga terbesar di dunia, dan Boerma Institut dengan sekolah merangkai bunga terbaik di dunia merupakan bukti kreatifitas dan suatu inovasi yang dilakukan masyarakat Belanda. Seperti halnya Kekeunhof dan Boerma Institut telah menghadirkan wisatawan domestik dan mancanegara yang dapat menambah devisa negara serta disisi lain dapat memperkuat promosi pariwisata Belanda. Begitu juga Aalsmeer dengan bursa pelelangan bunga terbesar di dunia dapat menambah devisa negara melalui kegiatan ekspor dan impor tanaman dan bunga. Ketersediaan lahan yang terbatas bukan merupakan penghalang bagi masyarakat Belanda dalam membangun industri pertanian dan pembudidayaan bunga, terbukti ketiga icon telah menjadikan negeri kinci angin ini pioneer kemajuan ekonomi kreatif melalui industri agrikultur dan bunga.
Referensi


Leave a comment

#418 Manisnya Belanda

Oleh Ronauli Siahaan

Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar “BELANDA” ?

Yup, bener! Saya sependapat dengan yang kalian pikirkan.

Coenraad Johannes van Houten

Belanda paling identik dengan KEJU . Tapi tahukah temen-temen, dari Belanda yang paling terkenal bukan hanya keju tetapi juga coklat. Pasti banyak dari kita yang sangat menggemari cemilan satu ini. Hm, meski kadang ada istilah “haram” bagi sang pemeluk program diet. Hihihi..

Coklat juga sering digunakan sebagai hadiah untuk merayakan moment-moment tertentu. Biasanya adalah ketika hari valentine. Tapi tahukah temen-temen tentang asal-usul coklat? Mari baca lebih lanjut, saya akan coba ceritakan mengenai sejarah coklat.

Penemu coklat pertama kali adalah bangsa Belanda namanya Casparus van Houten dan anaknya Coenraad van Houten. Pada tahun 1828, Casparus van Houten menciptakan alat pemerahan untuk memisahkan lemak coklat dari biji coklat yang sudah dipanggang. Duet ayah dan anak inilah yang menjadi pionir dari perkembangan industri coklat di kancah internasional.

Kemudian proses pembuatan coklat mengalami inovasi. Sang anak Coenraad van Houten menemukan teknik alkalisasi. Proses alkalisasi adalah proses pengolahan kakao, yang berperan penting untuk menghilangkan rasa pahit dari coklat. Kakao padat dipisahkan dari kakao butter dengan cara ditekan. Dengan proses ini asam yang ada dinetralkan, serat melunak dan putus. Hasil dari proses alkalisasi adalah coklat yang berbentuk bubuk, penuh rasa, mudah dicerna, dan mudah larut dalam susu atau air. Coklat yang dilarutkan di air bersama gula dan mentega kemudian dapat dicetak menjadi coklat padat. Melalui coklat padat inilah yang kemudian diinovasi lagi menjadi berbagai bentuk makanan lain tentunya tetap dengan cita rasa coklat seperti, wafer, permen, dan lain lain. Teknik alkalisasi ini dikenal dengan prosesDutching, karena proses tersebut pada saat itu hanya ditemukan di Belanda. Teknik alkalisasi tersebut kemudian dipatenkan secara resmi oleh Raja William IV.

    

Pada tahun 1850, Van Houten membangun pabrik baru di Weesp, Belanda. Sejak saat itu, perusahaan Van Houten mulai mengekspor produknya ke Inggris, Perancis dan Jerman. Bisnisnya mencuat di kancah internasional. Yang dimulai dari partisipasinya pada acara pameran internasional. Saat itu, Van Houten menerima berbagai penghargaan dan medali emas. Pada tahun 1900, Van Houten masuk dalam peringkat 10 merek yang paling terkenal di AS. Dan mulai mengembangkan bisnisnya. Pada 1918, Van Houten membuka pabrik baru di Jerman, Perancis, Inggris, dan Singapura.

    

(variasi coklat Van Houten yang masih ada sampai sekarang)

Ada lagi coklat yang mungkin sering kita jumpai atau mungkin juga sering kita konsumsi. Apa itu?

Ini jawabannya: Mieses atau Meses

Mieses adalah coklat berbentuk butiran. Biasanya sering digunakan sebagai pelengkap makanan seperti, martabak, penambah rasa pada lapisan roti tawar,dll. Ternyata cemilan yang telah kita gemari sejak masa kecil ini berasal dari Belanda. Meises di Belanda disebut hagelslag dan pelengkap variasinya adalah muisjes. Pada awalnya muisjes bukanlah berbahan baku coklat tetapi adas manis (aniseed) yang dibalut dengan gula dan pewarna. Muisjes adalah makanan tradisional Belanda.

Sekarang udah pada tahu kan asal-usul coklat. Mari kita sama-sama belajar dari etos kerja bangsa Belanda. Dengan kerja keras mereka berhasil menjadi pionir dalam banyak hal. Jika Sang Maha Kuasa berkehendak karya kita pun bisa dikenang dunia 🙂

Referensi

http://tokoh-ilmuwan-penemu.blogspot.com/2010/09/pembuat-cokelat-belanda-van-houten.html
http://nadiafriza.wordpress.com/2010/04/10/awal-industri-cokelat-dan-belanda/
http://id.wikipedia.org/wiki/Masakan_Belanda
http://id.wikipedia.org/wiki/Cokelat_butir
http://unik.kompasiana.com/2012/06/18/warisan-nama-makanan-khas-belanda-470686.html


1 Comment

#401 Forget Love, I’d Rather Fall in Chocolate

Oleh Suryandhika Malatsih

Tidak ada yang bisa mengalahkan nikmatnya secangkir coklat hangat sebelum tidur. Semua stress dan rasa lelah setelah seharian beraktivitas seakan hilang bersama tetes demi tetes yang kita teguk. Tetapi mungkin hanya sedikit orang yang tahu bahwa minuman coklat tidak akan selezat sekarang tanpa jasa dari Belanda. Ya, salah satu tokoh yang berperan dalam kenikmatan minuman coklat adalah seorang ahli kimia asal Belanda bernama Coenraad Johannes van Houten. Pada tahun 1828, Coenraad van Houten berhasil menciptakan metode pembuatan bubuk coklat sehingga lebih mudah diolah menjadi minuman seperti saat ini. Metode ini kemudian lebih dikenal dengan nama Dutch process.
Sedikit mundur ke belakang, sebelum Dutch process diciptakan, coklat sudah dikenal luas oleh masyarakat dunia, khususnya Eropa. Awalnya, di Eropa coklat dikonsumsi sebagai minuman. Pembuatan minuman coklat dilakukan dengan menambahkan susu, gula, cinnamon, vanila dan berbagai bahan lain untuk mengurangi rasa pahit yang ada dalam coklat. Pada saat itu minuman coklat yang dihasilkan cenderung sulit larut dalam air, kental dan berminyak, karena tingginya kandungan lemak yang ada di dalam coklat. Kadar lemak yang tinggi tersebut juga membuat coklat lebih sulit untuk dicerna tubuh.

Coenraad Johannes van Houten

Coenraad van Houten lahir tanggal 15 Maret 1801 di Amsterdam dan merupakan putra dari pasangan Casparus van Houten dan Arnoldina Koster. Pada tahun 1815, ayahnya membuka sebuah pabrik coklat, atau tepatnya tempat penggilingan biji coklat. Penemuan Coenraad van Houten yaitu metode Dutch process sebenarnya adalah penyempurnaan dari penemuan sebelumnya dari sang Ayah. Casparus van Houten menciptakan sebuah metode hidrolik yang mampu menurunkan kadar lemak dalam coklat menjadi hampir setengah dari total awalnya. Bubuk coklat yang dihasilkan dari metode ini adalah ‘cikal bakal’ dari hampir semua produk coklat yang kemudian banyak beredar.

Coenraad van Houten menyempurnakan penemuan ayahnya dengan cara mereaksikan ‘cikal bakal’ bubuk coklat tersebut dengan alkali untuk menurunkan rasa pahit yang ada dalam coklat tanpa harus menambahkan susu atau gula. Pereaksian coklat dengan alkali inilah yang kemudian disebut Dutch process. Bubuk coklat dariDutch process ini lebih mudah larut di dalam air serta sehingga tentunya memudahkan untuk pengolahan coklat selanjutnya. Dan yang lebih penting, metode ini mudah dilakukan serta tidak memerlukan biaya yang besar untuk pelaksanaannya.
Bubuk coklat penemuan Coenraad van Houten inilah yang kemudian beredar luas dan dikenal di seluruh penjuru dunia. Seiring dengan perkembangan teknologi, pengolahan coklat menjadi lebih beraneka ragam, tidak hanya sekedar minuman. Bubuk coklatDutch process tetap menjadi bahan utama di setiap produk coklat yang banyak beredar, baik sebagai minuman, coklat batangan, kue coklat maupun tetap dalam bentuk bubuk coklat itu sendiri.  Untuk mengenang jasanya, nama Van Houten masih digunakan sebagai merk sebuah produk coklat dari negeri kincir angin tersebut.

Logo van houten

 Jadi sekarang, setiap kamu akan menikmati coklat hangat, ingatlah bahwa ada Belanda di tiap tetes yang kamu sesap.
 Selamat menikmati!

Let’s fall in chocolate

Referensi

http://en.wikipedia.org/wiki/Coenraad_Johannes_van_Houten
http://www.thenibble.com/reviews/main/beverages/cocoas/hot-chocolate-overview.asp
http://www.metaboliceffect.com/cocoa/
http://bakingbites.com/2009/01/what-is-dutch-processed-cocoa-powder/