KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013


2 Comments

#578 Hemat Energi ala Negeri Kincir Angin

Oleh Ikhsan Azhar 

Indonesia dan Masalah BBM-nya

Saat ini, mungkin banyak negara-negara yang sedang bingung soal tingginya harga minyak dunia. Bahkan negara kita sendiri, yaitu Indonesia juga “galau” soal itu. Malah hingga saat ini pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat lagi bingung, apakah harus menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), atau tetap dengan harga sekarang dengan konsekuensi pemerintah harus mengeluarkan anggaran yang cukup besar sebagai subsidi untuk menutupi tingginya harga minyak dunia. Selain itu, kita juga harus pahami bahwa permasalahan BBM itu tidak hanya terkait soal harga yang selalu naik, tapi juga terkait dengan ketersediannya. Perlu kita ketahui, bahwa minyak merupakan salah satu sumber energi yang tidak dapat diperbaharui. Itu artinya, pada waktu tertentu minyak akan habis dan kita perlu sesuatu yang bisa kita gunakan sebagai alternatif pengganti minyak sebagai bahan bakar mobil atau motor, serta juga moda transportasi lain yang bisa dipakai tanpa menggunakan BBM.

Nah, biar kita juga tidak ikut pusing tujuh keliling seperti pemerintah, ini saya coba berikan informasi soal solusi yang dilakukan oleh Belanda untuk mengatasi permasalahan tersebut. Nah, solusi ini mungkin bisa dijadikan sebagai solusi alternatif bagi bangsa kita, agar ke depan kita tidak lagi selalu dipusingkan soal BBM.

Solusi yang Ditawarkan Belanda

Belanda yang merupakan negara yang menjadi negara juara 2 di Piala Dunia 2010 di Jerman ini, lagi mengembangkan temuan baru mereka, yaitu memanfaatkan air seni atau urin sebagai bahan bakar minyak pengganti BBM.

 ikhsan11

Gambar Urin

Peneliti dari Universitas Teknologi Delft dan Lembaga Penelitian DHV yang Mengembangkannya

Selama ini banyak orang yang menganggap bahwa urin hanyalah sisa hasil metabolisme yang terjadi di dalam perut manusia. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi para peneliti yang berasal dari Universitas Teknologi Delft dan lembaga penelitian DHV. Seperti berita yang telah dilansir oleh Radio Nederland, disebutkan bahwa para peneliti tersebut telah mengembangkan teknologi pemanfaatan gas amonia yang terdapat di dalam urin sebagai bahan bakar. Bahkan tidak hanya itu, para peneliti itu juga telah mendaftarkan paten temuannya di Cina, Afrika Selatan, Amerika, dan Eropa.

 ikhsan12

Gambar Peneliti sedang Mengamati Urin

Mengubah Urin Menjadi Sumber Energi Alternatif

  “ Sederhana”, ya kata itulah yang tepat digunakan untuk menggambarkan proses mengubah urin menjadi sumber energi alternatif. Pertama-tama, urin yang mengandung senyawa amonia ini dipanaskan secara perlahan. Setelah proses itu dilakukan, urin akan berubah menjadi gas amonia. Gas tersebut kemudian dimasukkan ke dalam sel bahan bakar (fuel cell), sejenis generator. Selanjutnya gas yang telah dimasukkan ke dalam sel bahan bakar itu digunakan untuk memproduksi energi listrik. Nah, apabila pasokan urin dijaga agar selalu tersedia, maka energi listrik pun bisa diproduksi terus-menerus.

 ikhsan13

Gambar Komposisi Kandungan Urin

 Seperti yang disebutkan oleh Radio Nederland, bahan bakar urin ini telah memasok energi setara 110 ribu Megawatt di 30 ribu rumah atau seluas satu kota kecil. Jika produksi urin ditingkatkan, maka para peneliti tersebut bisa memprediksi daya yang dipasok adalah 5 kali lipat. Selain digunakan untuk memasak, BBU (bahan bakar urin) juga bisa digunakan sebagai bahan bakar alternatif untuk menggerakkan mobil bertenaga listrik.  Inilah yang menjadi keunggulan dari teknologi ini, yaitu dengan energi yang dikonversi dari angin dan matahari, yang amat bergantung pada kondisi alam.

 Referensi

http://www.thecrowdvoice.com/post/temuan-baru-bahan-bakar-air-seni%C2%A0urin-3637193.html;
http://sorot.news.viva.co.id/news/read/302369-bbm-air-seni.

 

 


3 Comments

#561 Di Belanda, Membaca Itu Merupakan Gaya Hidup!!

Oleh Sofia Maya

Sebagian besar masyarakat kita masih menganggap bahwa kebiasaan membaca buku merupakan kebiasaan orang-orang “nerd” atau culun. Kutu buku, sebutan untuk orang-orang yang gemar membaca lebih diinterpretasikan sebagai orang yang berkaca mata, suka pergi ke perpustakaan serta berpenampilan yang jauh dari fashionable.

Sebaliknya, di banyak negara maju seperti Belanda, membaca sudah menjadi rutinitas harian. Orang Belanda suka membaca, perpustakaan-perpustakaan di Belanda ramai dikunjungi. Hampir semua orang berlangganan Koran dan membaca Koran. Bahkan setiap pemerintah kota setiap tempat membagikan koran lokal secara cuma-cuma bagi yang enggan membeli koran. Toko-toko buku berkembang marak, mereka bahkan menyediakan boekenbon yaitu kartu kupon seharga 5 Euro, 10 Euro, yang diberikan kepada seseorang sebagai hadiah. Dan setiap orang yang menerima hadiah `buku’ dapat memilih sendiri buku yang diinginkannya, sesuai selera.

 sofia

Figure 1 Warga Belanda sedang membaca koran.

 Di Belanda, kegiatan membaca tidak hanya dilakukan oleh pelajar saja, namun semua orang dari berbagai usia dan latar belakang,hampir semuanya suka membaca, jadi fasilitas-fasilitas bacaan sepeti perpustakaan tidak hanya terdapat di kota-kota besar. Yang unik dari Belanda, ada perpustakaan yang terletak di pantai, jadi orang yang sedang bermain, berenang sampai berjemur pun bisa meluangkan waktu disela-sela kegiatan mereka

Pemerintah Belanda juga menyediakan fasilitas bacaan, seperti perpustakaan yang bagus dan unik untuk menarik warganya gemar membaca, salah satu perpustakaan Belanda menempati 10 besar sebagai perpustakaan terbagus di dunia, yaitu Perpustakaan Universitas Delf. Di atap bangunan universitas Delft ditanami rumput rapi sehingga pengunjung bisa membaca diatas atap yang teduh.

sofia3

Figure 2 Gambar Perpustakaan Universitas Delft

sofia2Di Belanda juga terdapat bangunan yang unik yang disebut dengan Gunung Buku di kota Rotterdam, Belanda. Jika gunung biasanya dikelilingi dengan pepohonan, maka di Belanda, gunung buku tentu saja dikelilingi dengan macam-macam buku, ada sekitar 70.000 koleksi buku yang berada di gunung buku yang ditata  di rak buku raksasa yang menjulang tinggi dan mengerucut menyerupai gunung. Gunung buku mempunyai 5 lantai, dengan luas 9.300 meter. Atapnya berbentuk piramida yang penuh dengan kaca yang juga melingkupi dinding-dindingnya. Sehingga memudahkan sinar matahari masuk pada siang hari, jadi lebih hemat energi. Yang menarik lagi, di puncak gunung buku juga ditanami pepohonan, sehingga pengunjung bisa membaca sambil bersantai dipuncaknya sambil mengamati pemandangan di luar gunung buku.

 sofia4Figure 3 Gambar gunung buku di kota Rotterdam

Berbicara tentang membaca buku, ada istilah menarik yaitu “Jika ingin mengenal tentang Indonesia, pergilah ke Belanda” . Istilah yang cukup aneh, kenapa kita harus jauh-jauh ke Belanda untuk mengenal Indonesia padahal kita orang Indonesia? Ya istilah itu ada karena justru di Belanda lah koleksi buku dan arsip-arsip tentang Indonesia ada dan lebih lengkap daripada di tanah air.

Buku dari pengarang kenamaan Indonesia seperti Pramoedya Ananta Toer, Kumpulan Surat Ibu Kartini, buku-buku kuno sampai arsip tentang resep makan untuk Hayam Wuruk, semua ada di Belanda. Orang-orang Belanda mengapresiasi buku dengan sangat tinggi, dan sudah seharusnya kita mulai meniru kebiasaan orang Belanda dengan gaya hidup membacanya. Jadi, mulai sekarang mari kita tanamkan kegiatan membaca sebagai salah satu gaya hidup kita. Jangan lagi kita mengatakan ‘hari gini baca buku?’ Karena membaca membuka cakrawala.


Leave a comment

#558 Penemu Janda Selamatkan Jutaan Nyawa

Oleh Albertus Indratno

Bisa jadi dia satu-satunya penemu Janda alias Jawa – Belanda: Willem Einthoven. Pria keturunan Belanda kelahiran Kota Semarang, tahun 1860 ini menciptakan alat bernama Electrocardiograph (ECG) yang bermanfaat untuk mendeteksi penyakit di jantung. Selama 10 tahun ia tinggal di Kota Lumpia itu, sebelum akhirnya pindah ke Utrech, Belanda. Einthoven kuliah di Leiden University sampai ia mendapatkan gelar Ph.D dan profesor dari almamaternya tersebut. Bisa jadi iklim belajar di Belanda yang menjunjung tinggi semangat inovasi membuatnya semakin cinta dengan bidang fisiologis. Awalnya penemuan itu terjadi saat Einthoven menyaksikan demonstrasi seorang ahli medis bernama Augustus D Waller dari St. Mary’s Medical School London di sebuah pertemuan bertajuk “First International Congress of Physiologists” di Kota Bale tahun 1889. Lalu, pada tahun 1893 ia memperkenalkan terminologi “electrocardiogram” pada pertemuan Dutch Medical Association. Secara sederhana, bisa dikatakan ECG merupakan alat yang berfungsi untuk mengukur perubahan dan dinamika listrik di jantung. Seperti diketahui bahwa setiap kali jantung berdetak, setiap kali itu juga ada aliran listrik yang dihantarkan ke seluruh tubuh. Aliran listrik ini yang  dimanfaatkan sebagai indikator untuk menemukan penyakit yang berhubungan dengan jantung. Cara untuk menangkap sinyal-sinyal listrik ini ialah dengan menempelkan elektroda di kulit sebagai penyadap. Penempelan di kulit, baik di dada, tangan atau kaki dianggap sudah mampu mewakili sinyal jantung. Elektroda yang ditempelkan ini mampu mengidentifikasi kerusakan pada jantung, lalu hasilnya berupa grafik digital atau cetakan kertas disebut elektrokardiogram. Para dokter menggunakan elektrokardiogram sebagai “standar emas” untuk mendiagnosa aritmia jantung (gangguan irama jantung), terapi untuk pasien yang dicurigai menderita infark otot jantung (gangguan aliran darah ke jantung) atau gangguan yang disebabkan oleh elektrolit seperti hiperkalamia dan hipokalamia. 

Willem Einthoven dengan ECG ciptaannya

Penemuan Einthoven itu terus berkembang. Pada 1928, Ernstine dan Levine menggunakan tabung kedap udara untuk memperkuat ECG. Pada tahun yang sama, perusahaan milik Frank Sanborn, selanjutnya dikenal dengan nama Hewlett – Packard, merubah ECG yang bentuknya seperti meja menjadi ECG portabel dengan berat 50 pounds (sekitar 22 kg) dan menggunakan energi dari baterai 6 volt. Tahun 1938, American Heart Association dan The Cardiac Society of Great Britain mendefinisikan standar untuk posisi, pemasangan kabel untuk mendiagnosa masalah jantung. Sedangkan pada tahun 1942, Emanuel Goldberger  menyempurnakan ciptaan Einthoven dengan menambahkan tiga indikator. Pada ECG sebelumnya hanya ada 9 indikator. ECG dengan 12 indikator inilah yang digunakan sampai hari ini.

 

ECG yang menggunakan 12 indikator.

Penemuan Einthoven sangat bermanfaat. Menurut data dari World Healt Organization (WHO) 2011 yang dilansir situs www. worldlifeexpectancy.com, Indonesia menempati urutan ke-51 dari 192 negara. Data tersebut menunjukkan bahwa 150 per 100.000 penduduk Indonesia berpotensi meninggal karena terserang penyakit jantung. Tahun 2010 populasi penduduk Indonesia berjumlah 237.641.236 (menurut Biro Pusat Statistik). Semisal tahun 2012 penduduk Indonesia menjadi 250.000.000, maka 375000 orang berpotensi meninggal karena serangan jantung. Semisal 10 persennya saja mengecek kondisi jantung dengan ECG, maka kemungkinan ada 37500 orang yang akan terselamatkan. Sedangkan bagi dunia kedokteran, ECG karya Einthoven dipandang sebagai tonggak sejarah yang menandai perkembangan teknologi medis. Buktinya ialah Hadiah Nobel Bidang Fisiologis yang diterima Einthoven pada 1942.

Referensi


Leave a comment

#555 INNOVATION FOR THE NATION

Oleh Rohawani Egryas

Begitu banyak bukti yang dapat kita ketahui mengenai berbagai kemajuan yang telah diperoleh bangsa Belanda. Perkembangan ilmu, teknologi,serta sumber daya manusia yang berkualitas telah dimiliki dan diakui oleh penduduk dunia. Pengakuan penduduk dunia atas prestasi berupa hasil riset membawa Belanda menempati peringkat atas dan menjadi negara yang terdepan dalam riset ilmiah internasional di Eropa  dan menduduki peringkat ke-lima untuk jurnal-jurnal perkapita nya. Apabila dicermati, Belanda telah memiliki hubungan antara kualitas bangsa dan sumber daya manusia yang bersifat klausal berupa adanya keunggulan kompetitif.  Salah satu bentuk keunggulan kompetitif dari bangsa Belanda adalah I.N.O.V.A.S.I.  Inovasi dalam riset, inovasi dalam pembelajaran, serta inovasi dalam pemecahan masalah. 

Arus globalisasi dan perdagangan bebas yang membuat setiap bangsa menjadi tampak borderless mengharuskan suatu bangsa berfikir untuk tidak hanya bagaimana bisa bertahan melainkan juga berfikir bagaimana bisa menjadi pengendali dari arus yang ada. Tidak hanya menjadi follower tetapi menjadi pelopor untuk kedepannya. Inilah bangsa Belanda yang menjadikan inovasi sebagai nafas kehidupan dan pelopor dari berbagai kemajuan yang ada -dengan berprinsip pada suatu bangsa yang tidak memiliki budaya inovasi tidak akan sanggup melakukan perubahan, dan tidak akan pernah bertumbuh dengan sukses- dan telah mampu melakukan salah satu komponen yang mempengaruhi pertumbuhan sebuah negara, yaitu adanya kapasitas untuk belajar (the capacity to learn).

The Times Higher Education Supplement menyatakan bahwa 85% universitas riset di Belanda masuk dalam 200 universitas terbaik didunia. Belanda juga menerima pengakuan internasional untuk masalah terobosan sistem pembelajarannya. Sistem ini melatih siswa untuk menganalisis dan memecahkan masalah dengan praktis dan mandiri melalui penekanan cara belajar mandiri dan kedisiplinan (Problem based Learning).

Wujud pengakuan tersebut merupakan sebuah hasil kerja bangsa Belanda yang berupaya memfokuskan diri mereka untuk pendidikan. Tidak hanya melalui kebijakan alokasi dana pendidikan yang berkisar 37% dari dana APBN tetapi juga sistem pendidikan yang di-setting sejak pendidikan dasar hingga universitas.

Salah satu keunikan lain dari sistem pendidikan di Belanda adalah wajib belajar 16 tahun dan penjurusan yang sudah dimulai sejak pendidikan di tingkat dasar dengan mempertimbangkan minat dan kemampuan akademis siswa yang bersangkutan. Wajib  umur bersekolah adalah 5 tahun dan proses pendidikan dasar adalah sekitar 8 tahun. Sehingga sejak siswa berumur 12 tahun sudah dimulainya penjurusan untuk pendidikan tahap lanjut. Maka tidak heran jika Belanda memiliki sumber daya manusia yang berkualitas tinggi karena Belanda mengutamakan minat diatas segalanya untuk mencapai tujuan atas bangsanya secara matang dalam proses pembelajaran sedari dini.

Sedangkan pada tahap pendidikan tinggi, Belanda bersikap open minded dan mau bekerjasama terhadap dunia internasional dengan diadakannya program studi berbahasa Inggris bagi pendidikan tinggi. Lebih dari 1300 program studi internasional untuk berbagai bidang ditawarkan oleh pendidikan tinggi. Perlu diketahui bahwa Belanda merupakan negara non berbahasa Inggris pertama yang menawarkan program pendidikan tersebut sehingga terdapat lebih dari 81.700 mahasiswa internasional menimba ilmu di Belanda tanpa harus mengalami kendala dalam bahasa.

Bagi Belanda perbedaan bahasa, suku, agama bukanlah sebuah penghalang mencintai riset & menggemari inovasi untuk  membuka diri menerima sebuah masukan dari bangsa lain demi suatu perubahan bagi bangsanya.

Maybe, this is their key to success:

“PASSION+ EDUCATION+COOPERATION = INNOVATION          FOR THE NATION”
(Five ON)

Referensi

Kompas.com, Nuffic Neso Indonesia.


Leave a comment

#553 Belanda sang “penghidup imajinasi”

Oleh Marta Hasibuan 

Saat ini ilmu pengetahuan belum menemukan teori untuk membuat sebuah benda mati menjadi layaknya sebuah benda hidup, yang tidak hanya bergerak namun juga dapat mempertahankan hidupnya secara mandiri.

Dengan imajinasi seorang seniman berkebangsaan Belanda yang bernama Theo Jansen yang memiliki latar belakang pendidikan jurusan fisika saat berada di Delft University of Technology serta pengalaman saat menjadi pelukis profesional, Jansen memulai menghidupkan imajinasinya dengan membuat proyek-proyek yang menggabungkan antara seni dan teknologi yang menciptakan patung kinetis yang dapat bergerak layaknya makhluk hidup dan sekaligus juga dapat mempertahankan hidupnya secara mandiri.

Theo Jansen dalam presentasinya mendemonstrasikan karya patung kinetik yang mirip mahluk hidup dan menakjubkan, yang dibangunnya dari tabung-tabung plastik dan botol limun. Theo jansen menyebut mereka Hewan pantai atau “Strandbeest” yang didesain untuk bergerak dan bahkan untuk bertahan hidup secara mandiri, ”Strandbeest” (Hewan Pantai) tampak begitu organik, yang dari kejauhan terlihat seperti serangga besar yang bergerak atau kerangka raksasa prasejarah.

Strandbeest tidak memerlukan mesin, sensor atau jenis lain dari teknologi canggih untuk bergerak, mereka dapat bergerak berkat kekuatan alam yaitu angin seperti pada pantai. Strandbeest ini mampu menggunakan kekuatan elemen angin untuk memindahkan, menyimpan energi untuk digunakan di lain waktu, dan melindungi diri mereka sendiri dari bahaya. Sama seperti makhluk hidup, yang senantiasa berkembang dan belajar hal-hal baru.

Dengan latar belakang pendidikan jurusan fisika, Jansen menemukan perhitungan jarak-jarak antar tabung yang diperoleh melalui perhitungan algoritma yang rumit yang membuat “Strandbeest” berjalan sedemikian rupa, dan hasil perhitungan tersebut menghasilkan 11 angka kunci  atau Jansen menyebutnya ”11 Holy Numbers”.

Agar benda ini dapat mempertahankan hidupnya secara mandiri seperti layaknya makhluk hidup, Jansen menciptakan kecerdasan buatan sederhana yang membuat “Strandbeest” tersebut dapat  mengambil keputusan atas kondisi bahaya pada lingkungan yang dihadapinya seperti laut dan badai.

Pada video di bawah ini Jansen menunjukkan bagaimana strandbeest dapat menjauhi laut saat kakinya menyentuh air melalui pendeteksi air yang akan menghasilkan daya lawan untuk menjauhi laut saat tabung menyedot air. Pada strandbeest ini juga, Jansen memasang detektor badai pada bagian depan”Strandbeest” sehingga pada saat badai datang, strandbeest dapat menancapkan pasak ke tanah untuk membuatnya tetap bertahan di daratan.

Jansen memiliki cita-cita bahwa kelak Strandbeest ini dapat bertahan hidup secara mandiri. Sehingga, berbagai evolusi atas penelitian ini telah dilakukan Jansen selama lebih kurang 16 tahun. Saat ini Jansen sudah bekerja pada generasi ketujuh standbeest  yaitu Strandbeest yang dapat mengangkut penumpang  yang dinamakan “Animaris Rhinozeros”.

Pada masa yang akan datang, para seniman Belanda memperkirakan bahwa karya Jansen ini akan menjadi karya yang sangat canggih dan fenomenal, dengan mengembangkan sistem otot, sistem saraf, dan beberapa fungsi otak yang dapat mengambil keputusan.

Theo jansen merupakan seniman yang dapat menghidupkan imajinasinya dan akan menjadi pelopor bagi karya-karya kinetis di dunia bahkan penemuan Jansen ini juga bisa dijadikan pelopor bagi penemuan teknologi baru yang ramah lingkungan karena tidak memerlukan sumber energi yang terbatas untuk membuatnya bergerak.

Theo Jansen yang adalah seniman berkebangsaan Belanda, negara dimana terdapat banyak pelopor yang memulai penemuan dan inovasinya berawal dari imajinasi.  Imajinasi menuntun dalam menciptakan hal yang baru sesuai dengan tingkat kreativitas masing-masing individu, merekalah orang-orang yang disebut pelopor sejati di bidangnya.

Referensi

http://www.purselipsquarejaw.org/2008_01_01_blogger_archives.php

http://jeffwerner.ca/2007/04/theo_jansen.html

http://www.artfutura.org/02/05jansen_en.html

http://pradananusantara.wordpress.com/2012/05/03/binatang-buatan-jansen/

http://www.iamexpat.nl/blog/art/theo-jansen-and-his-strandbeests

http://yourdailycake.wordpress.com/2012/05/19/walking-sculpture-theo-jansen/


Leave a comment

#548 Belanda Pioneer Negara Maju Dunia

Oleh Cindy Arieska Pratiwi
Pioneer adalah seseorang yang membantu untuk membuka jalur baru penelitian,teknologi, dan seni. Belanda adalah salah satu negara di dunia yang mampu menjadi pioneer yang dapat mensejahterakan masyarakatnya hingga membantu masyarakat dunia. Tak terkecuali negara- negara maju seperti Jepang, Amerika dan Rusia.
 
Gambar 1. Hugo Grotius-Filsuf Belanda
Hugo Grotius (1583-1645)  seorang filsuf Belanda yang menjadi pionir dari pandangan-pandangan modern terhadap hukum internasional dan salah satu pemikir besar tentang hukum alam, dalam karyanya yang berjudul The Law of War and Peace. Hugo Grotiusberargumentasi bahwa “Manusia pada hakikatnya adalah makhluk sosial dan makhluk yang bersaing. Akan tetapi, manusia dapat hidup dengan damai walaupun terdapat potensi konflik dalam dirinya. Hal itu dapat dicapai dengan cara menghormati hak-hak setiap orang”.
 
Gambar 2. Pioneer
Ungkapan Hugo Grotius dapat terlihat pada negara Belanda, meskipun sejak berabad-abad lalu hingga sekarang Belanda memiliki keunggulan diberbagai bidang seperti ilmu pengetahuan, seni, dan teknologi dikarenakan semangat dan tradisi inovasi sumber daya manusia Belanda. Belanda tak lupa untuk tetap berbagi ilmu kepada negara- negara lain di dunia.
 
Gambar 3. Irigasi-Fukushima
1.      Jepang
Jepang adalah salah satu negara yang memiliki kekuatan ekonomi yang dapat diperhitungkan. Tetapi tahukan anda? Pada masa Restorasi Meiji, seorang negarawan Jepang, yakni Nishi Amane (yang mengenalkan modernisasi barat ke Jepang) dan Tsuda Mamichi (yang menyusun pembaharuan hukum) adalah utusan Jepang yang dikirim ke Belanda untuk mempelajari ilmu politik, ilmu hukum, dan ilmu ekonomi di Universitas Leiden, Belanda.
Selain mengirimkan utusan ke Belanda. Jepang juga belajar  pada Belanda untuk civil engineering dan ilmu sosial. Jepang juga mengakui kehebatan Belanda dalam penanganan banjir, pembuatan sistem irigasi, pelabuhan, dan bendungan. Kanal irigasi di Fukushima adalah bantuan pertama insinyur Belanda C.J Van Doorn kepada Jepang.
 
Gambar 4. California Bay Delta
2.      Amerika
Amerika adalah negara adikuasa dunia. Tetapi hal ini tidak lantas membuat Amerika hebat disegala bidang. Terbukti pada tahun 2005 saat terjadi badai Katarina (salah satu badai yang paling mematikan yang terjadi di Amerika Serikat) mengakibatkan Amerika Serikat merugi sebesar US$200 miliar.  listrik di tiga kota besar, yakni Lousiana, Mississippi dan Alabama, padam total, menewaskan hingga 1.289 jiwa dan membuat sekitar 60 ribu warga mengungsi. Untuk mengurangi resiko terjadinya darurat manajemen air maka, Amerika menggandeng Belanda untuk membuat California Bay Delta, terispirasi dari Delta Works yang ada di Belanda.
 
Gambar 5. Terminal Europoort
3.      Rusia
Belanda dan Rusia adalah kedua negara energi. Kedua negara ini memiliki pengetahuan, keahlian dan jangkauan internasional yang saling melengkapi. Direncanakan pada tahun 2016satu miliar dolar Tank Terminal Europoort Barat dekat daerah pelabuhan Maasvlakte 2 harus sudah bisa digunakan. Karena mereka akan  memberikan kontribusi untuk keamanan energi yang lebih baik untuk Uni Eropa dan Rusia. Mengapa Rusia melibatkan Belanda dalam pengembangan energi? Jawabannya adalah karena Belanda memiliki pengalaman yang cukup dalam menilai dan meminimalkan bahaya lingkungan serta memiliki banyak pengalaman dalam bekerja dalam keadaan ekstrim.
Dari hal yang saya paparkan di atas, kita bisa mengambil pelajaran berharga dari negara yang memiliki luas kurang lebih 41.785 km2 ini. Bahwa keterbatasan wilayah bukan menjadi penghalang kemajuan suatu bangsa. Bahkan dari banyaknya kekurangan yang ada bisa membuat kita semakin kreatif dan inovatif serta mampu memberikan kontribusi terhadap kesejateraan dunia.
Refrensi


Leave a comment

#525 THE CULTURED BEEF PROJECT & WIETSAUS: WHEN DUTCH CREATIVITIES GO WILD!

Oleh Afridah Arifin

“A man can live and be healthy without killing animals for food; therefore, if he eats meat, he participates in taking animal life merely for the sake of his appetite.” (Leo Tolstoy)

Senada dengan kutipan diatas, seorang ilmuwan asal Belanda, Mark Post sekitar Oktober 2012 lalu ‘berternak’ daging sapi sintetis di sebuah laboratorium Maastricht University. Hamburger yang kemudian dinamakan The Cultured Beef Project ini bertujuan untuk menjaga lingkungan dan produksi makanan dunia, mengembangkan cara yang lebih efisien untuk menghasilkan daging daripada memelihara hewan serta ketertarikan dalam transformasi teknologi masa kini. Mark Post menyebutkan bahwa daging hamburger sintetis ini dapat mengurangi keperluan produksi daging hingga 60%. Hal ini merupakan salah satu solusi cerdas untuk memenuhi kebutuhan pangan manusia di masa mendatang. Sebab WHO memprediksikan pada tahun 2030 konsumsi daging global akan mengingkat sebesar 72 persen.

Kemudian muncul pertanyaan, bagaimana daging sintetis ini dibuat?

Kompetiblogger mungkin meragukan bahan penyusun daging sintetis ini. Namun, tenang saja The Cultured Beef Project ini menggunakan organ dalam sapi sebagai komposisi utamanya. Mark Post bersama kawan-kawannya dari Maastricht University  membuat jaringan  otot yang diambil dari otot sapi terbaik. Daging tersebut ditumbuhkan di cawan petri di dalam laboratorium. Kemudian, otot ini dicampur dengan darah dan lemak buatan dalam proses produksinya. Jaringan otot ini  kemudian tumbuh menjadi potongan-potongan otot dengan panjang sekitar 2 cm, lebar 1 cm dan tebal 1 mm.

Gambar: Proses ‘Peternakan’ The Cultured Beef Project dalam Laboratorium

Ternyata, banyak manfaatnya!

Penikmat daging sapi sintetis pun tidak perlu khawatir. Sebab pengolahan jaringan daging sapi yang dilakukan oleh Mark Post dan kawan-kawannya membuat lambung akan menjadi lebih sehat dan kuat. Mengkonsumsi daging sapi sintetis ini pun menurut Mark Post lebih sehat jika dibanding daging sapi reguler, karena kita dapat mengatur jumlah lemak sehat dengan merekayasa sel jaringan sapi tersebut. Selain itu, daging sinstetis ini dibuat tanpa menggunakan hormon dan antibiotik serta bebas dari bakteri Salmonella.

http://www.youtube.com/watch?v=jI1s25cDkkU

http://www.youtube.com/watch?v=7MRCWQLoS_U

Hamburger yang berisi daging sapi sintetis ini sudah mulai dijual pada Oktober 2012 lalu. Selain hamburger, daging ‘hasil ternak’ di laboratorium ini pun dapat dijadikan bahwan sosis dan bahan daging lainnya.

Tidak hanya sampa disitu, Belanda yang sejak lama telah melegalisasikan konsumsi ganja, memicu  sejumlah inovasi para pelaku industri kuliner agar usahanya tetap laku. Sepeti yang dilakukan oleh Albert van Beek, pemilik jaringan restoran internasional Manneken Pis. Restoran yang mengklaim sebagai ‘Voted No. 1 Holland’s Fries’ ini akhirnya menciptakan varian rasa mayonnaise baru sebagai teman makan kentang gorengnya.

Mayonnaise yang diberi nama ‘Waitsaus’  ini  terbuat dari ganja.  Albert van Beek menyatakan dirinya terinspirasi dari aroma ganja yang banyak dihisap orang-orang di kedai kopi seberang restorannya.

Gambar: French Fries dan Mayonnaise ‘Wietsaus’ dari Manneken Pis

Gambar: Restoran Manneken Pis dengan Slogannya ‘Voted No. 1 Holland’s Fries’

Bahan pembuatan mayonnaise tidak murni seluruhnya dari ganja, namun hanya mengambil bagian ganja yang baik, seperti aroma dan rasa. Selain itu, menurut Foodbeastm efek psikoaktif yang didapat dari konsumsi ganja juga tidak disertakan dalam pembuatan mayonnaise sehingga aman untuk dikonsumsi.

Pihak restoran pun telah mengklaim bahwa mayonnaise yang mereka sajikan untuk pelanggan tidak mengandung tetrahydrocannabinol atau THC. THC merupakan zat yang ada dalam ganja yang mampu menyebabkan penggunanya merasa berhalusinasi.  Pemilik restoran, Albert van Beek pun mengungkapkan pada menu masakan mereka telah menulis dengan jelas bahwa mayonaise yang dijual tidak mengandung THC.

Dari kedua ulasan tersebut, yang patut digarisbawahi yaitu  ilmu pengetahuan dan kreatifitas yang dimiliki Belanda berani melahirkan inovasi dan mengemasnya menjadi sesuatu yang menarik serta tiada duanya. Inovasi tidak hanya dapat dikembangkan dari bidang-bidang makro seperti arsitektur, teknologi, seni, pendidikan namun juga dapat berasal dari hal kecil tetapi esensial seperti makanan.

Referensi

http://www.businessinsider.com/dutch-scientist-is-cooking-up-a-groundbreaking-ground-beef-in-his-lab-2012-8#ixzz2T5uUT9qZ
http://www.telegraph.co.uk/science/science-news/9091628/Test-tube-hamburgers-to-be-served-this-year.html
http://metro.co.uk/2013/04/10/hashish-and-chips-dutch-fast-food-shops-to-serve-cannabis-mayonnaise-3590735/
http://newsfeed.time.com/2013/04/12/marijuana-flavored-mayonnaise-coming-soon-to-a-dutch-fast-food-chain-near-you/