KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013


Leave a comment

#508 Elegi untuk Munir, Ode untuk Negeri Tanah Rendah

Oleh Amanatia Junda Solikhah

“Aku harus bersikap tenang walaupun takut, untuk membuat semua orang tidak takut” (Munir, Pejuang HAM)
Munir Said Tholib 1965-2004
Ketenangan itu benar-benar diterapkannya menjelang detik detik kematiannya di ketinggian 40 ribu kaki di atas Rumania, 7 September 2004. Di lantai pesawat, ia ditemukan tak bernyawa oleh awak kabin—yang mengiranya tertidur setelah menahan sakit—dengan telapak tangan membiru dan mulut yang mengeluarkan air liur. Dua jam kemudian ia mendarat di Bandara Schiphol—jika tak ada yang meracuninya—dan perjalanan akan dilanjutkan ke Utrecht University.Kursi untuk studi S2 hukum humaniter sudah menunggunya.

Mengapa Munir berkeinginan menimba ilmu hukum di Belanda?
Saya rasa tidak hanya Utrecht tujuan Munir ke Belanda. Banyak sekali tempat, waktu, dan kesempatan di sana untuknya agar bebas bersuara dan didengar publik internasional mengenai HAM di Indonesia. Saya yakin, salah satu tujuan utamanya adalah Den Haag. Kota yang berada di Belanda Barat ini merupakan markas dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan Mahkamah Internasional PBB (ICJ).
Sejarah panjang mewarnai keberhasilan Den Haag sebagai Kota Perdamaian dan Hukum Internasional. Pada tahun 1889 diadakan “Konferensi Pertama Den Haag”, yang menghasilkan tiga konvensi dan tiga deklarasi menyangkut ketentuan hukum humaniter internasional. Hal ini mengakibatkan didirikannya “Dewan Arbitrase Internasional” yang juga ada di Den Haag sampai sekarang.
Pengadilan/Mahkamah Internasional (ICJ) merupakan badan kehakiman yang terpenting dalam PBB. Dewan keamanan PBB dapat menyerahkan suatu sengketa hukum kepada mahkamah tersebut. ICJ didirikan pada tahun 1945 oleh Piagam PBB, berfungsi sejak tahun 1946 sebagai pengganti dari Mahkamah Internasional Permanen. Mahkamah ini berfungsi untuk menyelesaikan sengketa antar negara dan kasus kasus internasional.

Seorang jutawan asal AS menyumbang dana sebesar $1.500.000 untuk membangun Vredespaleis. Istana Perdamaian ini dibangun tahun 1907 hingga 1913. Kini International Court of Justice (ICJ) berbagi kastil dengan Akademi Hukum Internasional Den Haag. 

Sebuah pengadilan selanjutnya International Criminal Court (ICC), mulai beroperasi pada tahun 2002 melalui diskusi internasional. Ini adalah pengadilan internasional pertama yang mengadili mereka yang melakukan kejahatan perang dan genosida.

Bangunan baru ICC (International Criminal Court) yang berdiri dengan luas 54.000 meter persegi ini juga menggunakan tanaman sebagai ‘secondary skin’ yang ramah lingkungan dengan biaya sebesar 200 juta euro.

Sejak dulu kala memang Belanda telah dikenal sebagai pelopor dalam bidang hukum. Jauh sebelum Konferensi Pertama Den Haag, Perjanjian Damai Westphalia pada 1648 merupakan peristiwa cikal bakal Hukum Internasional. Dasar-dasar yang diletakkan dalam Perjanjian Westphalia diperteguh lagi dalam Perjanjian Utrech.

Sedangkan di sisi tokoh, Belanda diwakili oleh Hugo Grotius. Ia merupakan filsuf Belanda yang menjadi pionir untuk konsep hukum internasional. Grotius yang jenius—terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Leiden sejak umur sebelas tahun—dijuluki Bapak Hukum Internasional.  

Hugo Grotius (1583-1645)

Saya tidak tahu apakah Munir juga mengidolakan bapak yang satu ini, namun salah satu konsep yang Grotius kenalkan pada masanya dalam masterpieceThe Law of War and Peace, yakni ia berpendapat bahwa manusia dapat hidup dengan damai walaupun terdapat potensi konflik dalam dirinya. Hal itu dapat dicapai dengan cara menghormati hak-hak setiap orang. Well, sepertinya Munir tentu sepakat.
Meski pada akhirnya, Munir tak dapat merasakan indahnya belajar di Belanda, namun kisah hidupnya bukanlah hal remeh untuk publik di Negeri Kincir Angin. Berkali-kali Universitas Utrecht mengadakan diskusi terbuka bertemakan Munir, beberapa NGO yang berfokus pada HAM pun telah memproduksi film dokumenter tentangnya, dan bahkan walikota Den Haag membingkiskan kado untuk ulangtahun Suciwati—istri Munir—berupa nama sebuah jalan, Munirstraat.
Saya rasa banyak cara untuk menolak lupa atas tragedi kematian Munir. Salah satunya adalah mencari tahu motif Munir terbang ke Negeri Tanah Rendah, tempat di mana hukum internasional dijunjung tinggi.
Advertisements


Leave a comment

#495 Can You Be Yourself?

By Tinnesia Martina

Netherlands with its capital city,Amsterdam .It has Economic growth in developing countries is now at the heart of the agenda for international cooperation, with greater use being made of Dutch know-how, including business sector expertise. Public-private partnerships, business instruments and economic diplomacy can lead to gains in both commercial profit and poverty reduction.One of developed countries in the world.

One of the effects is this country has been the destination from many people around the world.There are many immigrants have been naturalized to be Dutch.But still there are some cultures  and appearances that make the difference among the society.This multicultural fact has made the distance among society,it is called the discrimination.

With or without we realize this problem has taken on serious stage.It makes us become difficult to work on together with other races.The government of Netherland has been thinking to solve this problem .In June 2009,a national campaign to combat discrimination was launched .The tagline was “Do you have to leave yourself at home when you go outside? “

It is the freedom that has been declared that we can express ourselves in everyway through the good activities.No matter who you are,or where you come from.The Netherlands is the first country in Europe that settled these matters by law.In 2009 the government started a cooperation agreement with the Union of Netherlands Municipalities (Vereniging Nederlandse Gemeenten)

New strict integration policy was installed in October 2010 by the Ministry of Interior and Kingdom Relations (immigration,integration,and Asylum Policy).A national electronic signposting system that brings together  risk signal of youth.

Police,judicial authorities,and social workers work together from one location so-called  Safety House (Veiligheidshuizen) on tracking,prosecution,and assistance.This is such a brilliant idea,where the government cares about the next generation,its problem.The discrimination cant be solved if there is not a willing to work on together.We have been thought that separation will bring nothing to our country.

image

image

image

image


Leave a comment

#439 Grotius, Pioner dari Hukum Perairan Internasional adalah Seorang Buronan?

Oleh Nor Khalim

Masih lekat dalam ingatan kita tentang pengertian Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), batas laut teritorial, atau pun istilah- istilah lain yang berkaitan dengan hukum perairan internasional. Istilah tersebut seringkali mengingatkan kita pada pelajaran IPS semasa masih duduk di bangku SD, dan pelajaran Geografi di bangku SMP dan SMA. Sudah bisa dipastikan istilah- istilah tersebut selalu muncul lagi dan lagi.

Pernahkan terbesit pertanyaan dalam benak anda tentang darimana munculnya istilah tersebut? Atau mungkin juga Siapa sih yang usil menentukan aturan batas perairan di suatu Negara?

Yup!… dan jawaban dari kedua pertanyaan diatas adalah si cerdik Hugo Grotius dari Belanda. Grotius adalah seorang narapidana yang berhasil kabur dari kastil Loevestein melalui bantuan dari istrinya dan sebuah peti penyimpanan buku yang kemudian karyanya, Mare Liberum (The Freedom of the Seas), dijadikan sebagai pedoman dalam menentukan hukum perairan internasional.

Hugo Grotius atau di Belanda lebih dikenal Hugo de Groot adalah seorang cendekiawan yang lahir di Delft pada tahun 1583. Grotius sudah menampakan bakatnya sedari muda, ia mahir dalam menulis aksara latin sebagaimana ia juga mahir dalam menulis aksara Yunani dan Romawi kuno pada usia 8 tahun. Pada usia sebelas tahun ia masuk di Universitas Leiden, dan empat tahun berselang ia mendapat gelar Doktor dari Universitas Orelans. Tentu saja kecerdasan Grotious tidak bisa disamakan dengan anak seusianya pada waktu itu.

Pada tahun 1598, tepatnya saat Grotius masih berusia 15 tahun ia mendampingi Johan van Oldenbarnevelt, pengacara sekaligus perdana mentri dari persatuan Belanda untuk melakukan misi diplomasi dengan Perancis. Grotius membantu membentuk sebuah konsep komunitas internasional, dimana setiap anggota dari komunitas ini menjadi subjek dari hukum yang berlaku dan disepakati secara internasional. Pengaplikasian dari konsep komunitas internasional ini memiliki implikasi yang luas, termasuk Negara- Negara di Eropa dan Amerika. Semenjak itu, raja Henry IV memberikan gelar “The Miracle of Holland”kepada Grotius.

Pria dengan sejuta bakat ini tak pernah berhenti berkarya , ia menulis berbagai wacana tentang theologi dan perdamaian. Melalui salah satu tulisanya yang berjudul Mare Liberumia mengkritik hak yang dimiliki oleh Inggris, Spanyol dan Portugis untuk berlayar menguasai lautan. Jika Negara-negara tersebut secara sah memiliki kekuasaan untuk berlayar, tentu hal ini akan membatasi Belanda untuk berlayar, semisal berlayar untuk menemukan rute Negara penghasil rempah- rempah di Asia.

Grotius  berargumen bahwa kebebasan wilayah perairan internasional merupakan kunci dari komunikasi berbagai negara, tidak dibenarkan bagi suatu negara untuk memonopolinya maupun membatasinya. Ia juga menekankan bahwa orang Belanda berhak untuk turut serta menggunakan wilayah perairan internasional. Pemikiran Grotious inilah yang pada akhirnya digunakan sebagai dasar hukum perairan internasional hingga saat ini, ia dijuluki sebagai bapak dari Hukum Internasional.

Argumen dari Grotious yang berlawanan dengan paham Calvanist ini memicu sebuah perselisihan hingga akhirnya ia dihukum seumur hidup di kastil Loevestein. Grotius berhasil kabur dari kastil tersebut dan terus melarikan diri di berbagai Negara di Eropa, pemerintah menghadiahkan 2000 Guilder untuk kepala Grotius.

Nah…Siapa yang akan menyangka bahwa hasil pemikiran dari seorang narapidana yang kabur dari kastil Loevestein  di Belanda ini pada akhirnya digunakan menjadi dasar hukum perairan internasional. Seorang buronan menjadi pioner hukum perairan internasional?… Unbelievable!

Referensi

Oostrom, Frits Van. (2008). The Netherland in a Nutshell: Highlight from Dutch History and Culture.Amsterdam: Amstrdam University Press.
http://www.ccel.org/ccel/grotius?show=biography
http://www.bookrags.com/biography/hugo-grotius/


1 Comment

#416 Kisah Imigran Gayseksual: Sebuah Refleksi Kebebasan LGBT di Belanda

Oleh Ida Ayu Prasastiasih Dewi

“Understand that sexuality is as wide as the sea. Understand that your morality is not law. Understand that we are you. Understand that if we decide to have sex whether safe, safer, or unsafe, it is our decision and you have no rights in our lovemaking.”― Derek Jarman

Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender (LGBT), kaum yang sering dianggap sebagai kaum sekunder atau minoritas ini masih ‘sibuk’ memperjuangkan kebebasannya. Katanya, ‘kebebasan’ adalah hak asasi manusia yang tidak terbantahkan. Namun, masih banyak yang membiaskan sebuah kebebasan jika terkait dengan isu sensitif seperti ini. Belanda sebagai Negara pertama yang melegalkan perkawinan dan pengasuhan anak oleh pasangan sesama jenis semenjak 1 April 2001 ini, berhasil menjadi Negara pioneeryang memperjuangkan kebebasan kaum LGBT di dunia.

Berita ini pertama kali saya ketahui bukan dari buku, majalah atau internet, melainkan dari dua orang teman saya yang beberapa tahun sempat tinggal di Belanda. Maka lebih menarik jika dalam artikel kali ini, saya akan lebih banyak membahas mengenai kisah nyata imigran Indonesia yang melihat dan merasakan langsung kebijakan kebebasan LGBT. Mega seorang teman yang bekerja sebagai naked photographer di Belanda beberapa tahun lalu. Ia adalah orang pertama yang bercerita kepada saya mengenai pengalamanya memotret pasangan LGBT secara bebas. Setelah mengetahui hal tersebut saya tertarik untuk menggali  informasi lebih dalam. Lalu, dikenalkanlah saya dengan seorang imigran Gayseksual Indonesia, masZachary (bukan nama sebenarnya – kawan lama dosen jurusan saya saat ia berkuliah di Belanda) yang dengan lantang bercerita mengenai kisahnya ketika bersekolah di Belanda (Utrecht University). Disana ia bebas mengakui statusnya sebagai kaum gay dan tidak menutup-nutupinya seperti saat ia berada di Indonesia. Saya tertarik dengan kisahnya mengenai bagaimana imigran gayseksual mampu diterima dengan baik di Negara Belanda (bukan Negara domisilinya) dan memperoleh kebebasan sebagai bentuk aktualisasi diri  kaum gay secara global.

Hitam-Putih

Kalimat pertama ketika ia mencoba menggambarkan kehidupan kaum gay di Indonesia dan Belanda yang sangat jauh berbeda. Bukan hanya sekedar kebijakan tertulis ,melainkan bentuk pengalaman yang ia rasa sangat luar biasa dilakukan di Belanda. Semenjak kecil, anak-anak disana sudah dididik untuk memahami adanya perbedaan orientasi seksual. Pasangan hidup bukan hanya antara laki-laki dan wanita, melainkan ada bentuk hubungan lain yang patut dihormati. Kebebasan Gayseksual di Belanda terlihat pada perayaan “queen’s day Koninginnedag”  yang diisi dengan Gay Parties pada tanggal 31 Agustus dan Amsterdam Gay Pride pada awal Agustus.

Pria yang kini memilih untuk menempuh pendidikanya lagi di Bali, mengatakan bahwa Belanda itu menarik dan ia ingin suatu saat nanti bisa kembali kesana lagi,  walaupun ia sangat mencintai Indonesia. Tak heran jika dari kebijakan ini berdasarkan World Happiness Report pada tahun 2012, Belanda masuk kedalam peringkat ke empat Negara paling bahagia di Dunia.

Referensi

Wawancara langsung dengan Zachary (bukan nama asli)  seorang imigran gay Indonesia yang sempat berkuliah di Utrecht University Belanda.
http://ayumization.blogspot.com/2012/05/menikmati-kebebasan-berorientasi.html
http://www.goodreads.com/quotes/tag/gay-rights
http://mycomparativepolitics.blogspot.com/2012/01/perbandingan-kebijakan-publik-di-beland.html


Leave a comment

#408 Asas Pemerintahan yang Baik A’la Belanda

Oleh Asep Rudi Casmana

Belanda merupakan negara yang telah menjajah Indonesia. Berdasarkan catatan sejrahwan Indonesia mengatakan bahwa lebih dari 350 tahun Indonesia dijajahnya, oleh sebab itu wajar saja jika terjadi kemiripan atau bahkan sama dengan negara penjajah. Salah satunya adalah sumber hukum Indonesia yang hingga saat ini belum diperbaiki. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) atau Wetboek van Strafrecht(WvS), Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer) atau Burgerlijk Wetboek voor Indonesie, Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) atau Wetboek van Koophandel voor Indonesie merupakan produk peninggalan Negara Belanda yang masih digunakan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ada satu hal yang unik mengenai inovasi Negara Belanda dalam bidang hukum, yaitu mengenai Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Baik atau dalam Bahasa BelandanyaAlgemene bginselen Van Beboorlijk. Istilah ini merupakan hasil penelitian dari Komisi de Monchy (Belanda) pada tahun 1950 yang berusaha memberikan perlindungan hukum bagi penduduk Belanda yang dilakukan dengan jalan meneliti yurisprudensi.Dimana hasil penelitian ini kemudian dituangkan dalam sebuah laporan yang berisi pokok-pokok peningkatan perlindungan hukum bagi penduduk Belanda, yaitu dengan ditemukannya asas-asas yang dinamakan Algemene bginselen Van Beboorlijk(Asas-asas Umum Pemerintahan Yang Baik).

Bachan Mustafa(1979;107) menyatakakan bahwa perbuatan pemerintah yang baik atau layak adalah perbuatan pemerintah yang sesuai dengan tujuan pemberian kekuasaan kepadanya oleh undang-undang. Sedangkan tujuan dari pemberian kekuasaan itu adalah agar badan-badan administrasi negeri ini dapat melakukan tugas mereka yang khusus yaitu menyelenggarakan kesejahteraan umum (bestuurzorg) yang khusus diberikan kepada administrasi negara.

Negara Belanda memandang bahwa Asas-asas umum pemerintahan yang baik (ABBB) adalah norma hukum tidak tertulis, namun harus ditaati oleh pemerintah. Diatur dalam Wet AROB (Administrative Rechtspraak Overheidsbeschikkingen) yaitu Ketetapan-ketetapan Pemerintahan dalam Hukum Administrasi oleh Kekuasaan Kehakiman “Tidak bertentangan dengan apa dalam kesadaran hukum umum merupakan asas-asas yang berlaku (hidup) tentang pemerintahan yang baik”. Hal itu dimaksudkan bahwa asas-asas itu sebagai asas-asas yang hidup, digali dan dikembangkan oleh hakim.

Sebagai hukum tidak tertulis, arti yang tepat untuk Algemene bginselen Van Beboorlijk bagi tiap keadaan tersendiri, tidak selalu dapat dijabarkan dengan teliti. Paling sedikit ada 7 Algemene bginselen Van Beboorlijk yang sudah memiliki tempat yang jelas di Belanda. Ketujuh asas tersebut adalah Asas persamaan, asas kepercayaan, asas kepastian hukum, asas kecermatan, asas pemberian alasan, larangan ‘detournement de pouvoir’, dan larangan bertindak sewenang-wenang.

 Berikut adalah penjelasan dari ketujuh asas tersebut:

    1. Asas persamaan: Hal-hal yg sama harus diperlakukan sama
    2. Asas kepercayaan: legal expectation, harapan-harapan yag ditimbulkan (janji-janji, keterangan, aturan-aturan kebijaksanaan dan rencana-rencana) sedapat mungkin harus dipenuhi.
    3. Asas kepastian hukum: secara materiil menghalangi badan pemerintahan, menarik kembali suatu ketetapan dan mengubahnya yang menyebabkan kerugian yang berkepentingan (kecuali karena 4 hal: dipaksa oleh keadaan, didasarkan kekeliruan, berdasarkan keterangan yang tidak benar, syaranya tidak ditaati); secara formil ketetapan yang memberatkan dan menguntungkan harus disusun dengan kata-kata yang jelas.
    4. Asas kecermatan: suatu ketetapan harus diambil dan disusun dengan cermat.
    5. Asas pemberian alasan: ketetapan harus memberikan alasan, harus ada dasar fakta yang teguh dan alasannya harus mendukung.
    6. larangan penyalahgunaan wewenang: tidak boleh menggunakan wewenang untuk tujuan yg lain.
    7. larangan willekeur: wenang, kurang memperhatikan kepentingan umum, dan secara kongkret merugikan

Referensi

Raharjo. 2010. Hukum Administrasi Negara. Jakarta: Laboratorium Press Sosial Politik Universitas Negeri Jakarta.
http://ianbachruddin.blogspot.com/2011/11/asas-umum-pemerintahan-yang-baik.html
http://4iral0tus.blogspot.com/2009/12/asas-asas-umum-pemerintahan-yang-baik.html
http://cendekiaulung.blogspot.com/2012/12/asas-asas-umum-pemerintahan-yang-baik.html
http://www.negarahukum.com/hukum/asas-asas-umum-pemerintahan-yang-baik.html


Leave a comment

#365 Aneka “Sajian” Fantastis ala Dutch

Oleh Rahma Nur Adzhani

Apapun ada di Belanda. Belanda adalah satu-satunya Negara dimana pemilik kedai kopi bisa menjual ganja secara legal. Bahkan anda bisa menemukan aneka sajian menu asli Indonesia yang tersebar dimana-mana. Namun ada juga ”sajian-sajian” lainnya yang diciptakan dan dipelopori dari negeri kincir angin ini, mulai dari A sampai Z.
Adalah Bluetooth dan Wi-fi yang merupakan “sajian” yang diciptakan di bidang komunikasi. Selain itu, dikenalnya si penyimpan data seperti Compact Cassette, Laser Disc, Compact Disc, DVD, hingga tak ketinggalan Blue Ray pun dipelopori oleh negeri ini.
 
Bluetooth & Wifi si penyambung jaringan.
“Sajian” yang dipelopori berikutnya adalah sebuah bank yang mengelola mata uang negara, uang beredar, dan tingkat suku bunga. Bank of Amsterdam adalah pelopor Bank Sentral Modern. Adapun “bank-bank” pelopor lainnya seperti Bank Darah pertama yang didirikan di Belanda adalah pelopor bank darah lainnya di belahan Eropa.

 
Sebuah lukisan karya Pieter Saenredam tentang kota tua di Amsterdam dimana Bank of Amsterdam didirikan.
Ada lagi “sajian” kontroversial yang telah dipelopori Belanda di bidang hukum. Ya, Hukum Pernikahan Sesama Jenis! Pada tahun 2001, Belanda menjadi negara pertama di dunia yang mengakui secara hukum (melegalkan) pernikahan sesama jenis. Anda tertarik?

 
Pernikahan sesama jenis Peter Wittebrood-Lemke, Frank Wittebrood, Ton Jansen, Louis Rogmans, Helene Faasen, dan Anne-Marie, 1 April 2001
Di bidang makanan pun Belanda menjadi pelopor si oranje Wortel dan Cocoa Powder. Nah siapa yang tak kenal dengan Wortel dan Bubuk Coklat van Houten?

 
Bubuk Coklat Van Houten dari  Belanda
Kesehatan menjadi hal yang sangat vital bagi kehidupan. Di bidang kesehatan, Belanda juga tidak main-main. Belanda menjadi pioneer sekaligus penemu ginjal buatan, jantung buatan, dan vitamin antineuritik. Selain itu, penemuan kembali teori Genetika telah berhasil mengembangkan teori mutasi evolusi.

 
Hugo de Fries, yang mengembangkan teori mutasi evolusi
Untuk “sajian” scientific instruments, Belanda juga menjadi pioneer sekaligus penemu si alat pengamat benda kecil dari jauh ataupun dari dekat, apalagi kalau bukan Mikroskop & Teleskop.

 
Mikroskop
“Sajian” Olahraga seperti Kolf/Golf dan Total Footbal juga ternyata diawali dari negeri ini. Fantastis!

 
Total Football didirikan sejak tahun 1974
Beralih ke bidang transportasi, ternyata Belanda juga merupakan pioneer transportasi bawah laut hingga udara, mulai dari Kapal Selam, Flucht, Yacht/Kapal pesiar, Four Wheel Drive sampai mobil terbang PAL-V.

 
Kendaraan 4W (Four Wheel Drive)
 
Mobill terbang PAL-V, mobil masa depan.

Di atas merupakan beberapa “sajian” penemuan dan terobosan dari para dutch yang berhasil menjadi pelopor dunia.

Sebenarnya apa sih rahasia Belanda?
Kalau di Indonesia, KPK dikenal sebagai Komisi Pemberantasan Korupsi. Kalau di Belanda beda lagi artinya, KPK aladutch adalah Keberanian, Pengetahuan dan Ketekunan. Tapi Belanda juga sebenarnya punya KPK sendiri yaitu Komisi Pemberantasan Ketakutan, Ketidaktahuan, Kemalasan. Sifat KPK ini juga merupakan “sajian” yang dimiliki para dutch dan menjadi rahasia dalam kepioneerannya di bidang apapun.

Terbukti dengan Keberanian-nya, para dutch dengan berani membuat proyek kehidupan di Mars. Tak lama lagi, impian manusia tinggal di Mars bukan hanya terjadi di film atau novel fiksi ilmiah.

 
Organisasi Mars One dari Belanda, yang menciptakan proyek tinggal di Mars.
Dengan Pengetahuan, ilmuwan-ilmuwan Belanda telah meraih Nobel di bidang fisika, kimia, fisiologi/kedokteran, ekonomi, maupun perdamaian. Belanda selalu memberikan hal-hal baru dan berbeda. Belanda masuk dalam peringkat 5 negara-negara terkemuka dalam hal pengetahuan inovatif di dunia, hal ini dibuktikan dengan kualitas pendidikan di Belanda. Belanda juga merupakan negara non-Inggris pertama yang menggunakan bahasa Inggris dalam pendidikannya.

 
Johanes Diderik van der Waals, salah satu peraih penghargaan Nobel di bidang fisika kelahiran Belanda (tahun 1970)
Dan dengan ketekunannya bangsa Dutch dapat menaklukkan air. Ini bukan dari ketekunan selama 1 tahun atau 10 tahun saja, namun juga dari pengalaman dan ketekunannya selama 1000 tahun. Tanpa ketekunan dari Dutch, mungkin tidak akan ada bendungan terbesar di dunia, Delta Works si keajaiban dunia modern.

 
Delta Works

“We cannot fight water,

you have to learn how to live with it”.


Leave a comment

#354 Indah, Inovasi tiada henti!

Oleh Naskar 

Jika kita melirik benua Eropa, sangat sulit untuk mengedepankan satu negara tertentu dalam hal tertentu karena sepertinya negara-negara yang ada di eropa merupakan negara-negara yang maju. Namun, jika melihat lebih jauh kedalam negeri bunga tulip, Belanda, kita akan menemukan banyak sekali hal yang sulit dijumpai di negara-negara eropa lainnya, termasuk hal yang Belanda merupakan pemrakarsanya.
Sebut saja sistem transportasinya. Meskipun sepeda berasal dari Jerman, namun saat ini Belanda menduduki posisi pertama sebagai negara dengan jumlah pengguna sepeda terbanyak di dunia. Menyadari hal tersebut, pemerintah Belanda merespon positif untuk memberikan dukungan tidak hanya sekedar kata-kata tapi juga berupa dukungan fisik yaitu pembangunan infrastruktur yang berhubungan dengan kemudahan para pengguna sepeda. Lihat saja, teknologi glow in the dark yang sangat heboh. Sementara negara lain di dunia disibukkan dengan isu kemacetan yang tak kunjung usai, pemerintah Belanda justru fokus menemukan solusi praktis dari setiap tantangan yang dihadapi negaranya.
glow in the dark! Jalan di Belanda dilengkapi dengan penanda/pembatas yang memendar di malam hari.
Dalam Hak Asasi Manusia (HAM), adalah Belanda yang juga merupakan negara pertama yang melegalkan pernikahan sejenis tepatnya pada 31 Maret, 2000. Memang pernikahan sesame jenis adalah hal yang tabu alias tidak biasa di dunia ini namun alih-alih mempermasalahkan isu yang berhubungan dengan perasaan tersebut, lagi-lagi pemerintah Belanda memberikan hak penuh kepada setiap warganya bahkan warga negara lain untuk melakukan apapun yang menjadi keinginan mereka selama itu tidak mengganggu kenyamanan orang lain. Ini bukan berarti dukungan untuk pernikahan sesama jenis tapi harusnya negara lain mengambil pelajaran dari Belanda tentang bagaimana menghormati hak-hak setiap warga negaranya.
Pernikahan sejenis! Belanda merupakan negara pertama yang melegalkan pernikahan sejenis. Meskipun menuai kontra, namun Belanda sukses dalam memberikan hak kepada setiap warganya.
 Banjir? Mungkin ketika mendengar kata banjir, ada satu negara yang selalu muncul di benak kita. Yah, betul sekali, negara kita sendiri. Rupanya, keadilan Tuhan benar-benar tampak dalam urusan air dan tetek bengeknya di Belanda. Bagaimana tidak? Hampir separuh dari Negara Belanda berada kurang dari 1 meter dpl. Namun, dari keterbatasan geografis tersebut, Belanda justru membuat inovasi di bidang penanggulangan banjir dan pembangunan bendungan. Reklamasi, yang disebut Polder, berhasil membuat daerah perairannya menjadi lebih bermanfaat bagi warganya. Tidak hanya itu, konsep rumah terapung pun juga berkembang sebagai integrasi dari reklamasi daerah rendah di Belanda. Konsep-konsep yang diterapkan di Belanda memang selalu holistik, mencakup semua bidang sampai yang sekecil-kecilnya. Bandingkan saja dengan negara lainnya yang merupakan sahabat sejati dari banjir, Indonesia misalnya. Warga di beberapa daerah bukannya menjadikan banjir itu sebagai sebuah masalah tapi justru menikmati dan menjadikannya sebagai sesuatu yang memang “harus” terjadi setiap tahunnya. Sungguh ironis jika dibandingkan dengan kondisi geografis Indonesia yang sangat menguntungkan.
Sistem Polder yang mengantarkan Belanda menjadi negara paling kreative dalam menangani masalah banjir dan daerah rendah.
 Di bidang antariksa? Well, sudah banyak negara yang melakukan penelitian tentang planet merah, Mars, namun belum ada yang nekat untuk mengirimkan awak manusia kesana. Salah satu kabar antariksa yang paling heboh saat ini adalah rencana seorang entrepreneur, Bas Lansdorp, 35 tahun, dari Belanda untuk mengirim sekelompok manusia ke Mars. Dia menamakan mega proyek ini dengan Mars One. Luar biasanya, calon astronotnya diseleksi secara globar seperti di reality show yang ada di tv. Meski banyak yang mengatakan bahwa Bas Lansdorp tidak mengerti permasalahan apa saja yang mungkin muncul dalam proyek ini, namun dia tetap optimis akan mewujudkannya pada tahun 2022.
Mega proyek Mars One yang rencananya akan diwujudkan pada 2022.

Belanda, benar-benar inovasi yang tidak pernah padam.