KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013


Leave a comment

#433 Jika kamu suka cokelat, kau harus tahu Van Houten

Oleh Yunita A Cahyadi 

If You Like Chocolate, You Must Know Van Houten
Dunia modern yang kita diami sekarang tidak lepas dari jasa penemu di masa lalu. Andaikan Thomas Alfa Edison tidak menemukan lampu, mungkin kita tidak bisa merasakan begitu indahnya kota dengan gemerlap lampu ketika malam. Jika anda ditanya apa yang disebut dengan pioneer atau dalam bahasa Indonesianya disebut pelopor ? Saya yakin jawaban anda akan beragam. Mungkin anda akan menjawab pelopor adalah orang pertama yang menemukan atau menciptakan sesuatu. Tetapi menurut saya pelopor adalah orang yang berani mencoba dan mencoba lagi hingga ia menemukan sesuatu yang baru.
Berbicara mengenai pelopor, Belanda memiliki banyak pelopor di berbagai macam bidang. Antara lain Cornelius van Drebbel (penemu kapal selam), Anthony van Leuwenhook (penemu lensa/mikroskop), Willem Johan Kolff (penemu mesin cuci ginjal), dan Coenraad Johannes van Houten (penemu cocoa powder). Saya yakin kalau anda mencarinya di google, anda akan menemukan banyak penemu-penemu hebat lainnya. Berhubung saya penyuka cokelat, saya membahas Coenraad Johannes van Houten atau yang lebih dikenal cokelatnya dengan nama cokelat Van Houten.
Coenraad van Houten lahir di Amsterdam tanggal 15 Maret 1801 dari pasangan Casparus van Houten dan Arnoldina Koster. Ayahnya, van Houten Senior memiliki pabrik cokelat di Amsterdam dan kala itu beliau telah mematenkan temuannya yaitu metode unik menekan lemak dari biji cokelat. Tetapi persentase hasil temuannya itu masih terlalu besar untuk dicerna bagi tubuh. Kemudian oleh Coenraad disempurnakannya. Ia menggunakan pottasium dan sodium karbonat guna menghilangkan rasa pahit dari biji kakao juga agar bubuk cokelat dapat dengan mudah tercampur bersama air sehingga menjadi lebih mudah dicerna oleh tubuh. Metode ini dikenal hingga kini dengan nama “Dutching”. Produknya adalah Dutch Chocolate dengan ciri berwarna hitam dan memiliki rasa yang kuat. Meski kini cokelat telah dikemas dengan berbagai ukuran, jenis, dan rasa; ketika kita merasakan cokelat, kita akan mengingat bagaimana usaha Coenraad van Houten menjadikan cokelat lebih terasa nikmat dan menyenangkan.
Mari kita berandai-andai sejenak. Andaikan saat itu Coenraad berpuas diri dengan penemuan ayahnya dan tidak melakukan apapun, kita tidak akan merasakan cokelat seenak sekarang. Andaikanpun Coenraad melakukan satu uji coba untuk menyempurnakan penemuan ayahnya dan gagal, rasa cokelat masih juga tidak akan seenak sekarang. Untungnya Coenraad tidak melakukan semua pengandaian tersebut. Yang dilakukan Coenraad mencoba dan mencoba hingga ia menemukan sesuatu yang ia cari. Terima kasih Coenraad van Houten dari Belanda untuk rasa cokelat yang enak.
Advertisements


Leave a comment

#418 Manisnya Belanda

Oleh Ronauli Siahaan

Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar “BELANDA” ?

Yup, bener! Saya sependapat dengan yang kalian pikirkan.

Coenraad Johannes van Houten

Belanda paling identik dengan KEJU . Tapi tahukah temen-temen, dari Belanda yang paling terkenal bukan hanya keju tetapi juga coklat. Pasti banyak dari kita yang sangat menggemari cemilan satu ini. Hm, meski kadang ada istilah “haram” bagi sang pemeluk program diet. Hihihi..

Coklat juga sering digunakan sebagai hadiah untuk merayakan moment-moment tertentu. Biasanya adalah ketika hari valentine. Tapi tahukah temen-temen tentang asal-usul coklat? Mari baca lebih lanjut, saya akan coba ceritakan mengenai sejarah coklat.

Penemu coklat pertama kali adalah bangsa Belanda namanya Casparus van Houten dan anaknya Coenraad van Houten. Pada tahun 1828, Casparus van Houten menciptakan alat pemerahan untuk memisahkan lemak coklat dari biji coklat yang sudah dipanggang. Duet ayah dan anak inilah yang menjadi pionir dari perkembangan industri coklat di kancah internasional.

Kemudian proses pembuatan coklat mengalami inovasi. Sang anak Coenraad van Houten menemukan teknik alkalisasi. Proses alkalisasi adalah proses pengolahan kakao, yang berperan penting untuk menghilangkan rasa pahit dari coklat. Kakao padat dipisahkan dari kakao butter dengan cara ditekan. Dengan proses ini asam yang ada dinetralkan, serat melunak dan putus. Hasil dari proses alkalisasi adalah coklat yang berbentuk bubuk, penuh rasa, mudah dicerna, dan mudah larut dalam susu atau air. Coklat yang dilarutkan di air bersama gula dan mentega kemudian dapat dicetak menjadi coklat padat. Melalui coklat padat inilah yang kemudian diinovasi lagi menjadi berbagai bentuk makanan lain tentunya tetap dengan cita rasa coklat seperti, wafer, permen, dan lain lain. Teknik alkalisasi ini dikenal dengan prosesDutching, karena proses tersebut pada saat itu hanya ditemukan di Belanda. Teknik alkalisasi tersebut kemudian dipatenkan secara resmi oleh Raja William IV.

    

Pada tahun 1850, Van Houten membangun pabrik baru di Weesp, Belanda. Sejak saat itu, perusahaan Van Houten mulai mengekspor produknya ke Inggris, Perancis dan Jerman. Bisnisnya mencuat di kancah internasional. Yang dimulai dari partisipasinya pada acara pameran internasional. Saat itu, Van Houten menerima berbagai penghargaan dan medali emas. Pada tahun 1900, Van Houten masuk dalam peringkat 10 merek yang paling terkenal di AS. Dan mulai mengembangkan bisnisnya. Pada 1918, Van Houten membuka pabrik baru di Jerman, Perancis, Inggris, dan Singapura.

    

(variasi coklat Van Houten yang masih ada sampai sekarang)

Ada lagi coklat yang mungkin sering kita jumpai atau mungkin juga sering kita konsumsi. Apa itu?

Ini jawabannya: Mieses atau Meses

Mieses adalah coklat berbentuk butiran. Biasanya sering digunakan sebagai pelengkap makanan seperti, martabak, penambah rasa pada lapisan roti tawar,dll. Ternyata cemilan yang telah kita gemari sejak masa kecil ini berasal dari Belanda. Meises di Belanda disebut hagelslag dan pelengkap variasinya adalah muisjes. Pada awalnya muisjes bukanlah berbahan baku coklat tetapi adas manis (aniseed) yang dibalut dengan gula dan pewarna. Muisjes adalah makanan tradisional Belanda.

Sekarang udah pada tahu kan asal-usul coklat. Mari kita sama-sama belajar dari etos kerja bangsa Belanda. Dengan kerja keras mereka berhasil menjadi pionir dalam banyak hal. Jika Sang Maha Kuasa berkehendak karya kita pun bisa dikenang dunia 🙂

Referensi

http://tokoh-ilmuwan-penemu.blogspot.com/2010/09/pembuat-cokelat-belanda-van-houten.html
http://nadiafriza.wordpress.com/2010/04/10/awal-industri-cokelat-dan-belanda/
http://id.wikipedia.org/wiki/Masakan_Belanda
http://id.wikipedia.org/wiki/Cokelat_butir
http://unik.kompasiana.com/2012/06/18/warisan-nama-makanan-khas-belanda-470686.html


1 Comment

#401 Forget Love, I’d Rather Fall in Chocolate

Oleh Suryandhika Malatsih

Tidak ada yang bisa mengalahkan nikmatnya secangkir coklat hangat sebelum tidur. Semua stress dan rasa lelah setelah seharian beraktivitas seakan hilang bersama tetes demi tetes yang kita teguk. Tetapi mungkin hanya sedikit orang yang tahu bahwa minuman coklat tidak akan selezat sekarang tanpa jasa dari Belanda. Ya, salah satu tokoh yang berperan dalam kenikmatan minuman coklat adalah seorang ahli kimia asal Belanda bernama Coenraad Johannes van Houten. Pada tahun 1828, Coenraad van Houten berhasil menciptakan metode pembuatan bubuk coklat sehingga lebih mudah diolah menjadi minuman seperti saat ini. Metode ini kemudian lebih dikenal dengan nama Dutch process.
Sedikit mundur ke belakang, sebelum Dutch process diciptakan, coklat sudah dikenal luas oleh masyarakat dunia, khususnya Eropa. Awalnya, di Eropa coklat dikonsumsi sebagai minuman. Pembuatan minuman coklat dilakukan dengan menambahkan susu, gula, cinnamon, vanila dan berbagai bahan lain untuk mengurangi rasa pahit yang ada dalam coklat. Pada saat itu minuman coklat yang dihasilkan cenderung sulit larut dalam air, kental dan berminyak, karena tingginya kandungan lemak yang ada di dalam coklat. Kadar lemak yang tinggi tersebut juga membuat coklat lebih sulit untuk dicerna tubuh.

Coenraad Johannes van Houten

Coenraad van Houten lahir tanggal 15 Maret 1801 di Amsterdam dan merupakan putra dari pasangan Casparus van Houten dan Arnoldina Koster. Pada tahun 1815, ayahnya membuka sebuah pabrik coklat, atau tepatnya tempat penggilingan biji coklat. Penemuan Coenraad van Houten yaitu metode Dutch process sebenarnya adalah penyempurnaan dari penemuan sebelumnya dari sang Ayah. Casparus van Houten menciptakan sebuah metode hidrolik yang mampu menurunkan kadar lemak dalam coklat menjadi hampir setengah dari total awalnya. Bubuk coklat yang dihasilkan dari metode ini adalah ‘cikal bakal’ dari hampir semua produk coklat yang kemudian banyak beredar.

Coenraad van Houten menyempurnakan penemuan ayahnya dengan cara mereaksikan ‘cikal bakal’ bubuk coklat tersebut dengan alkali untuk menurunkan rasa pahit yang ada dalam coklat tanpa harus menambahkan susu atau gula. Pereaksian coklat dengan alkali inilah yang kemudian disebut Dutch process. Bubuk coklat dariDutch process ini lebih mudah larut di dalam air serta sehingga tentunya memudahkan untuk pengolahan coklat selanjutnya. Dan yang lebih penting, metode ini mudah dilakukan serta tidak memerlukan biaya yang besar untuk pelaksanaannya.
Bubuk coklat penemuan Coenraad van Houten inilah yang kemudian beredar luas dan dikenal di seluruh penjuru dunia. Seiring dengan perkembangan teknologi, pengolahan coklat menjadi lebih beraneka ragam, tidak hanya sekedar minuman. Bubuk coklatDutch process tetap menjadi bahan utama di setiap produk coklat yang banyak beredar, baik sebagai minuman, coklat batangan, kue coklat maupun tetap dalam bentuk bubuk coklat itu sendiri.  Untuk mengenang jasanya, nama Van Houten masih digunakan sebagai merk sebuah produk coklat dari negeri kincir angin tersebut.

Logo van houten

 Jadi sekarang, setiap kamu akan menikmati coklat hangat, ingatlah bahwa ada Belanda di tiap tetes yang kamu sesap.
 Selamat menikmati!

Let’s fall in chocolate

Referensi

http://en.wikipedia.org/wiki/Coenraad_Johannes_van_Houten
http://www.thenibble.com/reviews/main/beverages/cocoas/hot-chocolate-overview.asp
http://www.metaboliceffect.com/cocoa/
http://bakingbites.com/2009/01/what-is-dutch-processed-cocoa-powder/