KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013


2 Comments

#578 Hemat Energi ala Negeri Kincir Angin

Oleh Ikhsan Azhar 

Indonesia dan Masalah BBM-nya

Saat ini, mungkin banyak negara-negara yang sedang bingung soal tingginya harga minyak dunia. Bahkan negara kita sendiri, yaitu Indonesia juga “galau” soal itu. Malah hingga saat ini pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat lagi bingung, apakah harus menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), atau tetap dengan harga sekarang dengan konsekuensi pemerintah harus mengeluarkan anggaran yang cukup besar sebagai subsidi untuk menutupi tingginya harga minyak dunia. Selain itu, kita juga harus pahami bahwa permasalahan BBM itu tidak hanya terkait soal harga yang selalu naik, tapi juga terkait dengan ketersediannya. Perlu kita ketahui, bahwa minyak merupakan salah satu sumber energi yang tidak dapat diperbaharui. Itu artinya, pada waktu tertentu minyak akan habis dan kita perlu sesuatu yang bisa kita gunakan sebagai alternatif pengganti minyak sebagai bahan bakar mobil atau motor, serta juga moda transportasi lain yang bisa dipakai tanpa menggunakan BBM.

Nah, biar kita juga tidak ikut pusing tujuh keliling seperti pemerintah, ini saya coba berikan informasi soal solusi yang dilakukan oleh Belanda untuk mengatasi permasalahan tersebut. Nah, solusi ini mungkin bisa dijadikan sebagai solusi alternatif bagi bangsa kita, agar ke depan kita tidak lagi selalu dipusingkan soal BBM.

Solusi yang Ditawarkan Belanda

Belanda yang merupakan negara yang menjadi negara juara 2 di Piala Dunia 2010 di Jerman ini, lagi mengembangkan temuan baru mereka, yaitu memanfaatkan air seni atau urin sebagai bahan bakar minyak pengganti BBM.

 ikhsan11

Gambar Urin

Peneliti dari Universitas Teknologi Delft dan Lembaga Penelitian DHV yang Mengembangkannya

Selama ini banyak orang yang menganggap bahwa urin hanyalah sisa hasil metabolisme yang terjadi di dalam perut manusia. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi para peneliti yang berasal dari Universitas Teknologi Delft dan lembaga penelitian DHV. Seperti berita yang telah dilansir oleh Radio Nederland, disebutkan bahwa para peneliti tersebut telah mengembangkan teknologi pemanfaatan gas amonia yang terdapat di dalam urin sebagai bahan bakar. Bahkan tidak hanya itu, para peneliti itu juga telah mendaftarkan paten temuannya di Cina, Afrika Selatan, Amerika, dan Eropa.

 ikhsan12

Gambar Peneliti sedang Mengamati Urin

Mengubah Urin Menjadi Sumber Energi Alternatif

  “ Sederhana”, ya kata itulah yang tepat digunakan untuk menggambarkan proses mengubah urin menjadi sumber energi alternatif. Pertama-tama, urin yang mengandung senyawa amonia ini dipanaskan secara perlahan. Setelah proses itu dilakukan, urin akan berubah menjadi gas amonia. Gas tersebut kemudian dimasukkan ke dalam sel bahan bakar (fuel cell), sejenis generator. Selanjutnya gas yang telah dimasukkan ke dalam sel bahan bakar itu digunakan untuk memproduksi energi listrik. Nah, apabila pasokan urin dijaga agar selalu tersedia, maka energi listrik pun bisa diproduksi terus-menerus.

 ikhsan13

Gambar Komposisi Kandungan Urin

 Seperti yang disebutkan oleh Radio Nederland, bahan bakar urin ini telah memasok energi setara 110 ribu Megawatt di 30 ribu rumah atau seluas satu kota kecil. Jika produksi urin ditingkatkan, maka para peneliti tersebut bisa memprediksi daya yang dipasok adalah 5 kali lipat. Selain digunakan untuk memasak, BBU (bahan bakar urin) juga bisa digunakan sebagai bahan bakar alternatif untuk menggerakkan mobil bertenaga listrik.  Inilah yang menjadi keunggulan dari teknologi ini, yaitu dengan energi yang dikonversi dari angin dan matahari, yang amat bergantung pada kondisi alam.

 Referensi

http://www.thecrowdvoice.com/post/temuan-baru-bahan-bakar-air-seni%C2%A0urin-3637193.html;
http://sorot.news.viva.co.id/news/read/302369-bbm-air-seni.

 

 

Advertisements


4 Comments

#577 Bersepeda di Belanda ternyata Menyenangkan dan Nyaman

Oleh Ikhsan Azhar

Animo Warga Negaranya yang Begitu Tinggi

Selain dikenal sebagai negeri kincir angin, Belanda juga lebih dikenal sebagai negeri sepeda. Hal ini disebabkan oleh Belanda menjadi negara satu-satunya  yang mempunyai populasi sepeda terbanyak di dunia. Saat ini saja, populasi sepeda di Negeri Belanda mencapai 22 juta unit. Padahal jumlah penduduknya hanya 16,6 juta jiwa. Ini artinya, setiap warga negara Belanda mempunyai lebih dari satu sepeda.

Begitu besarnya populasi sepeda di Belanda, membuat animo masyarakat, baik itu yang tua-muda, dan anak-anak atau orang dewasa selalu memenuhi jalan-jalan di Belanda dengan mengendarai sepeda.

 ikhsan

Gambar anak-anak dan orang dewasa sedang mengendarai sepeda

 Beragam Bentuk Sepeda di Belanda

Bukan Belanda namanya jika tidak kreatif menciptakan inovasi-inovasi terbaru. Untuk membuat masyarakatnya nyaman dan menyenangkan ketika bersepeda, maka dibuatlah begitu banyak inovasi teknologi mengembangkan sepeda. Ada 4  bentuk atau model sepeda yang membuat pengendara sepeda di Belanda merasa menyenangkan.

Pertama adalah bentuk sepeda Omafiets.

Bentuk ini adalah bentuk sepeda yang populer di Belanda. Omafiets disebut juga Grandma’s bike. Sepeda  Omafiets tradisional berwarna hitam, dengan frame yang agak jauh, sehingga membuat posisi tegak, bagian rantai yang tertutup sebagai penahan lumpur. Pada awal pembuatan sepeda Belanda hanya ada gigi satu atau gigi tiga, sehingga kecepatannya rendah. Namun, sepeda Belanda sekarang dilengkapi dengan gigi yang lebih tinggi, bisa mencapai gigi 8.

 ikhsan2

Sepeda Omafiets

Yang kedua adalah sepeda Taga Hybrid.

Bentuk sepeda seperti ini dibuat oleh desainer sepeda asal Belanda-Israel. Desainnya yang menarik dan mampu membawa dua anak jadi pilihan bersepeda dengan keluarga. Bentuk sepeda seperti ini bisa jadi pilihan bagi ibu-ibu membawa anak balitanya jalan-jalan mengitari kota-kota di Belanda.

 ikhsan3 Sepeda Taga Hybrid

Kemudian yang ketiga adalah bentuk sepeda taxi.

Bentu sepeda ini banyak ditemukan di ibukota Belanda, yaitu Amsterdam. Konsep sepeda taxi cukup menarik, karena sepeda ini bisa digunakan untuk beberapa orang. Oleh karena itu, konsep sepada ini dikenal dengan slogan yaitu “many people, one bicycle”.

 ikhsan4 Sepeda dengan Bentuk Mirip Taxi

Keempat adalah sepeda Berbentuk “bus sekolah”.

Bentuknya yang seperti bus membuat sepeda ini unik . Sepeda ini diperuntukan untuk anak-anak sekolah usia 4-12 tahun. Perlu kalian ketahui, bahwa bentuk seperti ini menjadi pertama dan satu-satunya di dunia!

ikhsan5

Sepeda berbentuk Bus Sekolah

Begitu Nyamannya Bersepeda di Belanda

Pada umumnya, sepeda di Belanda dilengkapi dengan dua pedal rem belakang atau rem kaki yang berfungsi seperti rem lainnya. Akan tetapi, rem ini lebih baik jika pengendara melaju dengan kecepatan tinggi. Hal inilah yang membuat para pengendara sepeda di Belanda merasa aman dan nyaman.

Hal lain yang membuat masyarakat Belanda nyaman ketika bersepeda adalah sepeda-sepeda di Belanda dapat disimpan di luar sepanjang tahun dengan kondisi hujan dan salju tanpa berkarat. Hal ini penting di Belanda, karena keterbatasan ruangan.

Untuk membuat masyarakatnya lebih aman lagi ketika bersepeda, saat ini beberapa sepeda dilengkapi dengan dinamo yang terhubung dengan roda sepeda, sehingga bisa menyalakan lampu sepeda. Selain itu, pemerintah Belanda juga menyediakan jalur sepeda yang bisa mengeluarkan cahaya pada waktu malam hari.

 ikhsan6

Jalur Bagi Pengendara Sepeda yang Mengeluarkan Cahaya ketika Malam Hari

Referensi

http://ada2ja.wordpress.com/;
http://luar-negeri.kompasiana.com/2013/04/12/bbm-naik-di-belanda-tidak-masalah-karena-ada-sepeda-550384.html;
http://kelinputih.blogspot.com/2012/05/belanda-dan-dunia-sepeda.html.


Leave a comment

#576 Gebrakan dari Negeri Tenggelam

Oleh Muhammad Nofrizal
Belanda atau Koninkrijk der Nederlanden ( Kerajaan Tanah-Tanah Rendah) hidup dibawah permukaan laut dan ini tentu memaksa pemerintah Belanda untuk dapat terus melakukan inovasi agar negerinya tidak tenggelam ditelan laut. Jika suatu negara ingin dikenal oleh negara lain sebagai syarat de jure tentu negara tersebut harus melakukan suatuaction. Salah satu hal yang dilakukan oleh Belanda dengan melakukan berbagai inovasi yang diantaranya adalah menerapkan teknik-teknik untuk menghadang terjangan air laut. Mengingat negeri yang sangat dikenal dengan negeri kincir angin ini hampir 27% wilayahnya berada di bawah permukaan laut. Adapun luas wilayah negeri Belanda sendiri sangat jauh dibanding dengan luas wilayah Indonesia yakni hanya sekitar 41.546 km2 dan berpenduduk sekitar 16 juta jiwa.
Banyak tanah rendah dikawal oleh dijk (tanggul) dan dinding tanah. Bahkan ada beberapa daerah seperti kawasanFlevoland harus direklamasi. Ini menandakan  rapuh nya negeri Belanda ini tapi Belanda mampu membuktikan bahwa dirinya tidak rapuh meskipun hidup dibawah laut. 2000 tahun yang lalu bangsa yang mendiami Belanda sudah melakukan tindakan antisipasi agar tidak terbawa omabak laut dengan membuat tanggul-tanggul dan bendungan yang tentunya tidak berfungsi untuk membentengi diri tapi untuk reklamasi daratan dan yang terpenting adalah untuk jalur pengairan. Adapun bentuk inovasi lainnya adalah Afsluitdijk ( Penutup Tanggul ) yang memisahkan danau IJssel (IJsselmeer, dulunya disebut laut Zuider atau Zuiderzee) dengan laut Wadden (Waddenzee). Panjang dari tanggul ini 32 km dan lebarnya 90 m. Proyek ini juga mmampu menghubungkan 2 propinsi yakni Noord Holland dan Friesland. DisampingAfsluitdijk, Negeri bunga tulip ini  juga membuat sebuah proyek besar yakni dengan membentuk bendungan berseri secara berurut-urut yang disebut Deltawerken. Delta works merupakan proyak terbesar yang tentu membuat negara di dunia berdecak kagum yakni dibuat dengan menghadapi arus laut, gelombang dan tanah yang cukup bervariasi.
Tentu kalian tidak asing dengan julukan der oranje. Ya. Itu adalah julukan bagi pasukan sepak bola negeri tulip tersebut. Warna orange jelas menunjukan keceriaan. Keceriaan yang akan selalu membuat inovasi terbaru termasuk dalam hal sepak bola. Belanda-lah pencetus teknik TotallVoetbal. Teknik ini pertama kali digunakan oleh Ajax Amsterdam pada tahun 1969.
Inovasi yang dilakukan Belanda tentu tidak berhenti sampai di Total Football saja melainkan dari kondisi kota juga melakukan inovasi. Kita lihat saja kota Amsterdam yang sangat indah tersebut. Banyak dijumpai kanal-kanal di dalam kota dan hal ini dilakukan tentu untuk memanjakan para wisatawan yang ingin berkeliling kota Amsterdam dengan menggunakan water-bus. Disamping kanal-kanal yang tentu dapat menajakan wisatawan, Belanda juga memiliki sebuah kota yang didesain tanpa adanya jalan raya.
    
Kota tersebut adalah Giethroon, sebuah kota kecil yang tanpa adanya jalan raya tapi memiliki banyak kanal-kanal sehingga bentuk aktifitas penduduk kota ini adalah menggunakan perahu untuk melintasi kanal-kanal tersebut. Terletak di propinsi Overijssel, kota ini memiliki kanal sepanjang 6,5 km dengan rumah-rumah tradisional belanda disekelilinginya. Tentu tidak mengherankan kota ini mendapat julukan wisata sebagai venesia dari Belanda.
Mungkin itulah beberapa bentuk inovasi yang dilakukan sebuah negara tenggelam yang terus melakukan inovasi agar seluruh dunia tahu bahwa keterbatasan lahan bukan sebagai penghalang untuk bisa menjadi negara yang maju.
Referensi


Leave a comment

#575 Batavia dan VOC: Titik Awal Globalisasi

Oleh Erwin Hendrawijaya

Sayaterkejut ketika keponakan saya, Alya – 6 tahun, yang tinggal di pinggiran kotaPontianak meminta saya membelikan poster seukuran manusia dari penyanyi tampanasal Canada – Justin Bieber. Saya terkejut tidak hanya pada permintaan Alya,tapi juga pada fakta bahwa globalisasi telah menjangkau daerah-daerah pinggiran. Saya setuju dengan Thomas L. Friedman, pengarang buku The World isflat, bahwa dunia semakin hari semakin flat,bahwa manusia di seluruh dunia akan semakin terhubung. Tapi menerima permintaankeponakan saya tadi, saya masih belum percaya bahwa globalisasi telah begitudahsyat menjalar.

Selain cepatnya kemajuan infrastuktur dan teknologi, munculnya perusahaan multinasional adalah penggerak utama merebaknya globalisasi(1). Merek perusahaan multinasional seperti McDonald, Coca-cola, Nokia, Phillips dan lainnya, kini mudah ditemui di seluruh penjuru dunia. Tidak hanya mempengaruhi budaya –seperti permintaan Alya, perusahaan-perusahaan multinasional ini juga memberikan sumbangsih dalam bidang ekonomi bagi negara dimana mereka beroperasi. Dari 100 entiti ekonomi terbesar dunia, 53 di antaranya adalah perusahaan multinasional. Yang mengejutkan, kekayaan perusahaan-perusahaan tersebut melebih kekayaan dari 120 negara di dunia(1).

Lalu kapan dan apa nama perusahaan multinasional yang pertama berdiri?  Semua orang Indonesia pasti sudah kenal dengan nama perusahaan ini. Ko bisa? Perusahaan ini berdiri di Indonesia berabad tahun lalu. Ia dikenal masyarakat dengan isilah kompeni, atau compagie dari nama lengkapnya Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) atau The Dutch East India Company. VOC didirikan oleh para pedagang Belanda dengan bantuan ide Dutch State General Johan Van Oldebarnevelt  pada tanggal 20 Maret 1602. Dalam perjalanannya, VOC adalah perusahaan dengan multi-etnis pegawai dengan kantor pusatnya di Jakarta (Batavia saat itu) dan Ceylon (Sri Lanka saat ini). Dibangun untuk melindungi monopoli atas hasil bumi Asia dari serangan Portugis dan Spanyol, modal awal VOC adalah modal patungan sebesar sebesar 6.5 juta dutch guilders(2).

VOC saat itu merupakan megacorporation yang pertama kali mengeluarkan saham dan memberikan dividen sebesar 18% per tahun selama 200 tahun(3). Praktekini masih terus diterapkan oleh perusahaan modern saat ini karena manfaat yang dihasilkannya. Pelepasan saham ke masyarakat umum, atau dikenal dengan istilah Initial Public Offering (IPO) diyakini dapat membantu membangun struktur keuangan dan permodalan yang sehat bagi perusahaan, meningkatkan transparansi, produktifitas,dan professionalisme pegawai dan manajemen(4).

Mungkinkita diwarisi ketidaksukaan pada kata kompeni, tapi tanpa sang kompeni mungkin dunia belum tentu mengalami globalisasi seperti saat ini. Terlepas dari pengaruh buruk globalisasi, kita atau setidaknya saya sebenarnya sedang menikmati dampak globalisasi. Saat ini saya sedang berada di depan komputer jinjing bermerek Lenovo buatan China, di sampingnya ada printer Hewlett Packard buatan Amerika,lampu penerang merek Phillips buatan Belanda, dan Blackberry dari Kanada. Globalisasi membuat hidup saya nyaman, tapi tidak merubah sesuatu di dalam diri saya – hati saya selalu dan akan selalu berlabel Indonesia.


1 Comment

#574 Belajar dari Negeri Seribu Tulip

Oleh Erwin Hendrawijaya 

Rasanya senang bercampur aneh berkesempatan menatap langsung bunga tulip di Canberra, Ibu kota Australia. Sejak melihat hamparan bunga tulip berwarna warni dengan bangunan kecil berkincir angin di gambar majalah waktu saya kecil dulu, saya selalu terngiang untuk suatu saat bertatap mata langsung dengan sang bunga menawan ini.

Tulip merupakan family liliacea dengan sekitar 109 species berbeda(1). Tulip merah adalah bunga yang paling popular. Bunga dengan warna bercorak biasanya lebih banyak dicari. Semakin unik kombinasi warna di setiap kelopak, semakin mahal harganya. Uniknya, warna campuran pada kelopak  bunga tulip disebabkan oleh virus yang menyerang kelopak bunganya. Meski berasal dari Turki, Belanda adalah Negara yang memprakarsai komersialisasi tulip pada abad 17. Pernah dalam kurun waktu yang disebut tulipmania (1636-1637) harga sekuntum  tulip 10 kali lebih besar dari penghasilan perbulan buruh berkeahlian(2).

Tidak hanya cantik, tulip juga punya andil besar dalam perekonomian Belanda. Tidak kurang dari 9 miliar kuntum tulip di panen tiap tahun, 7 miliar diantaranya di ekspor ke luar negeri. Dengan harga rata-rata perkuntum tulip di pasaran saat ini sebesar $5(3) terbayang berapa besar penghasilan yang dinikmati negara Belanda dari bisnisini.  Tulip juga yang menyebabkan Belanda tetap bertengger di urutan nomor 1 negara pengekspor bunga potong terbesar didunia.

Meski bukan habitat aslinya, di Belanda lah tulip dapat tumbuh dengan subur. Tulip memang memerlukan musim dingin untuk kemudian bisa berbunga baik. Beberapa ahli bilang, bukan tanah atau cuacanya yang menyebabkan tulip berkembang dengan baik, tapi passion dan kecintaan warga Belanda-lah yang menyebabkan tulip bisa berbunga baik dan akhirnya dapat meningkatkan taraf hidup masyarakatnya.

Meski tidak lagi dalam masa keemasannya, industri tulip saat ini masih menjadi primadona di Belanda. Pada tahun2007 ada sekitar 6.821 perusahaan yang memproduksi bunga tulip dengan nilai ekspor sebesar 5,5 miliar euro atau sekitar 71.5 triliun rupiah(4). Tidak hanya kuntum bunganya, perkebunan tulip yang berwarna-warni menjadi atraksi pariwisata favorit bagi wisatawan yang mengunjungi Belanda. Denganpassion dan perhatian pemerintah dalam pengembangan tulip di Belanda, bisnis tulip masih akan terus menjanjikan meski harga tulip mungkin tidak akan mencapai nilai yang pernah di raih tulip di masa kejayaannya.

Bunga termahal di dunia memang masih di pegang tulip. Tapi itu dulu kala, empat ratus tahun yang lalu. Di era modern ini, predikat bunga termahal diberikan kepada bunga anggrek. Satu pohon anggrek hasil rekayasa ilmuwan China terjual dengan harga USD200,000(5) atau sekitar 2 miliar rupiah. Menakjubkan. Dari sekian banyak  bunga komersial, anggrek memang masih berada di urutan pertama dalam hal harga.

Berguru pada keberhasilan Belanda memberdayakan tulip, mungkin sudah saatnya Indonesia lebih serius membudidayakan anggrek sebagai penggerak ekonomi nasional. Fakta bahwa Indonesia adalah negara dengan varietas anggrek asli terbanyak di dunia, menunjukan bahwa Indonesia memiliki kondisi lahan yang sesuai untuk anggrek berkembang biak. Dengan harga yang memikat dan fakta bahwa kuntum anggrek bisa bertahan segar hingga satu bulan setelah dipetik, anggrek dapat menjadi komoditas ekport primadona dari Indonesia. Dan mimpi (baru) saya berada di tengah hamparan anggrek bulan yang sedang mekar dengan gubuk bambu di tengahnya suatu saat bisa terealisir.

Referensi

1. World Checklist of Selected Plant Families. Retrieved 2010 (www.wikipedia.org)
2. http://www.stock-market-crash.net/tulip-mania/
3. http://www.hollandbulbfarms.com
4. http://afp.google.com/article/ALeqM5g5XOyVc1FCemgawsJXSJJJHVTxDw
5. http://www.petalsandblooms.ca/


Leave a comment

#573 Bronbeek, Sebuah Museum Riset

Oleh Taufik

Kepeloporan Belanda di dunia pendidikan tak perlu diragukan lagi. Universitas-universitas di Belanda termasuk dalam peringkat 10 di antara 200 perguruan terbaik di dunia. Beberapa universitas yang layak dicatat di antaranya, Leiden University, Utrecht University, University of Amsterdam, University of Groningen (untuk universitas riset); Amsterdam School of the Arts, Business School of Amsterdam(untuk universitas terapan), dan sebagainya.
Bahkan, pada tahun 2011, sebanyak 12 universitas di Belanda masuk dalam peringkat 200 besar daftar perguruan tertinggi di dunia. Daya tarik dunia pendidikan di Belanda tak terlepas dari keberadaan beberapa museum. Nama-nama museum itu sangat harum ke seluruh dunia, seperti Museum Leiden, Bronbeek, Tropen dan lain-lain. Museum-museum di Belanda menjadi destinasi dan tempat para ilmuan menggali rujukan sejarah
Saya beruntung bisa melihat negeri Belanda dari dekat, terutama bisa mengunjungi Museum Bronbeek di Arhem, Belanda pada 27 Juli 2010 silam. Selain menyimpan banyak benda-benda bersejarah, museum Bronbeek menjadi istimewa karena terdapat 43 veteran perang. Dari mereka pula kita bisa memperoleh cerita-cerita seputar perang di Nusantara. Mereka dengan senang hati mau berbagi kisah hidup serta pengalaman perang yang mereka alami sewaktu menjadi tentara kolonial dulunya.
Tak mengherankan jika negeri berpenduduk lebih kurang 8 juta orang itu mulai diperhitungkan sebagai kiblat kemajuan dan pusat pendidikan. Hal itu pula yang menyebabkan museum-museum di Belanda ramai dikunjungi para peneliti, pelajar, mahasiswa dan professor dari seluruh dunia.
Awalnya saya membayangkan museum Bronbeek pastilah seperti kebanyakan museum lain di tempat kita: tak terurus, pengap, berantakan dan sangat tak nyaman dikunjungi. Namun, begitu memasuki areal museum, kita pun terkagum-kagum. Kita dapat melihat bagaimana rapinya Belanda merawat ingatan bangsanya dengan nilai-nilai sejarah: melalui benda-benda perang (meriam) dan literatur. Meriam dari berbegai jenis itu dipajang mengelilingi dinding museum. Benda-benda perang ini dibawa dari sejumlah wilayah taklukan di Nusantara.

Museum Bronbeek ini termasuk salah satu museum tertua di Belanda. Pengelola atau conservator museum, Drs. Hans van den Akker menyebutkan, usia museum yang sering disebut Museum Perang ini sudah 150 tahun, sejak pertama kali dibangun oleh Raja Willem III tahun 1863.

Willem atau Willem Alexander Paul Frederik Lodewijk van Oranje-Nassau, lahir di Brussels, Belgia, 17 Februari 1817 merupakan Raja Belanda dan Grand-Ducal House of Luxembourg. Pada 23 November 1890, dia meninggal (pada umur 73 tahun) dan mewariskan tahta kepada putrinya, Wilhelmina (ketika itu baru berumur 10 tahun).
Menurut Hans, Raja Willem III membangun museum ini untuk mengenang pasukan setianya, KNIL sebagai penghormatan atas jasa mereka. Nama Bronbeek diberikan karena “di lokasi dibangun museum ini dulunya terdapat sungai kecil asli (bukan sungai buatan),” kata Hans. Dalam bahasa Belanda, Bronbeek berarti aliran air/sungai kecil.
Meskipun Bronbeek sebagai destinasi wisata untuk umum, museum ini juga menjadi tempat untuk anak-anak sekolah di Belanda mengenal sejarah bangsanya. Ini tak terlepas dari terobosan sistem pembelajaran yang dianut Belanda, melatih siswa untuk menganalisis dan memecahkan masalah dengan praktis dan mandiri melalui penekanan pada cara belajar mandiri dan kedisiplinan.
Museum Bronbeek ini jadi pilihan para peneliti yang ingin mempelajari sejarah Belanda dan bangsa-bangsa taklukannya. Mereka dapat mengakses semua dokumen, benda atau prasasti yang ada di sini untuk keperluan akademiki/studi. []

 

Referensi
http://www.nesoindonesia.or.id/sistem-pendidikan/institusi-pendidikan-di-belanda
http://www.defensie.nl/cdc/bronbeek/museum/
http://edukasi.kompas.com/read/2012/02/06/0949462/Mengapa.Memilih.Studi.ke.Belanda
http://id.wikipedia.org/wiki/Willem_III_dari_Belanda
http://jumpueng.blogspot.com/2011/05/belanda-yang-lain.html


Leave a comment

#572 Bio-Coat sebagai Energi pengganti yang ramah lingkungan

Oleh Mokhammad Hilman Fatah

Saat ini banyak dikembangkan teknologi biotek untuk menggantikan bahan bakar konvensional  dikarenakan ketersediaan bahan bakar tersebut yang makin menipis. Pengembangan teknologi biotek tidak hanya sekadar untuk menggantikan bahan bakar yang sudah ada tetapi juga dikembangkan agar bahan bakar penggantinya juga berefek ramah lingkungan. Salah satu teknologi biotek yang saat ini gencar dilakukan pengembangannya ialah teknologi briket bio-coal. Bio-Coal merupakan bahan bakar alami yang diproses melalui proses Torrefaction (pembakaran)  dari bahan-bahan limbah yang kering. Torrefaction dianggap sebagai teknologi untuk membuat bio-mass lebih mudah terbakar.Torrefaction memproses bio-mass yang dipanaskan pada suhu antara 200-300° C dalam ruangan kedap oksigen. Proses ini melepaskan senyawa organik yang mudah menguap dalam bio-mass. Senyawa tersebut berupa gas yang mudah terbakar, sehingga dimanfaatkan untuk proses pengeringan bio-mass. Tentunya proses ini sangat efisien dalam penggunaan energi. Bio-Coal diasumsikan dapat efisien daripada bahan bakar konvensional saat ini.Torrefaction menghasilkan bio-coal berupa bahan bakar padat dengan tingkat kelembaban yang rendah, mudah digiling layaknya batu bara biasa dan diklaim mudah terbakar seperti serbuk kayu. Bio-coal diharapkan dapat mengsubtitusi penggunaan batu bara yang terus mengalami peningkatan signifikan.

Belanda merupakan Negara perintis untuk mengembangkan energi ramah lingkungan ini. Dengan pengembangan bioteknologi ini Pemerintah belanda mengharapkan dapat mengurangi emisi CO2 yang dapat berkurang hingga 50 persen, dan dapat mengakomodasi keperluan listrik di negaranya hingga 40 persen. Belanda tidak main-main untuk mengembangkan bioteknologi yang satu ini. Pemerintah belanda melalui ECN (Energy research Centre of the Netherlands) telah merintis cara inovatif untuk mengkonversi  bio-mass menjadi bio-coal (batu bara daur ulang) dengan Torrefaction. Bahkan seperti yang dilaporkan bahwa pemerintah belanda telah bekerja sama dengan Wood Spirit yang menginvestasikan uang sebesar € 199.000.000 untuk membuat pabrik pengolahan bio-coat di Delfzijl. Projek ini merupakan salah satu projek hijau terbesar yang pernah ada di Belanda dan salah satu penanaman modal yang terbesar dalam industri kimia di negara ini pada tahun-tahun kebelakangan ini. Dengan menggunakan teknologi ini pemerintah belanda dapat menghemat sekitar 25% dari energi keseluruhan yang digunakan di belanda. Sungguh teknologi yang harus dikembangkan oleh Negara lain dengan mengemban efisiensi dan ramah lingkungannya. Tentunya tidak hanya belanda yang menerapkan teknologi ini, Negara-negara maju di eropa ikut mengembangkan teknologi yang dirintisi oleh pemerintah belanda.

Sudah seharusnya dunia berpikir untuk mengembangkan energi pengganti yang lebih efisien dan ramah lingkungan daripada energi konvensional yang saat ini sedang kita gunakan. Ini adalah bahan bakar yang cocok untuk penggunaan komersial dan kebutuhan industri agar mudah untuk mengoperasikan industrinya tanpa merusak lingkungan sekitar. Bio-Coat memiliki karakteristik yang mirip dengan batubara biasa dengan perbedaan penting yaitu lebih ramah lingkungan dan merupakan sumber daya yang terbarukan.