KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013


Leave a comment

#500 Keukenhof, Surga Dunia Versi Belanda

Oleh Gilda Miranda

“The world is a book and those who don’t travel read only one page”-Augustine of Hippo

Bagi para travellers, Belanda sudah menjadi salah satu tujuan destinasi. Kalau dengar kata keju, sepeda, kincir angin, tulip, kita pasti langsung terbayang negeri Belanda. Khusus dalam hal bunga tulip, siapa yang tak kenal dengan Taman Keukenhof? Taman yang dijuluki sebagai Garden of Europe ini selalu menjadi salah satu tujuan destinasi kalau ke Belanda. Taman bunga ini terletak di dekat kota Lisse, sekitar ± 37 km di barat daya kota Amsterdam.

 

Taman Keukenhof ini hanya dibuka selama musim semi sekitar bulan Maret sampai Mei. Dan setiap tahunnya para wisatawan akan dihadapkan pada hamparan bunga seluas 32 hektar yang didesain dengan berbagai bentuk sesuai tema pada tahun itu. Tentu saja bukan hanya bunga tulip. Lavender, mawar, chrysanthemum, daffodil, dan tumbuhan subtropis lainnya yang juga bermekaran di taman ini.  Nah siapa sih sebenarnya yang pertama kali mendesain taman bunga ini? Kok bisa sih ngedesain taman seluas ini? Namanya juga orang Belanda, dari dulu sampai sekarang selalu gila akan kreativitas. Namanya J.D dan L.P Zocher, duo arsitek landscape dari Belanda pada abad ke-19 yang pertama kali menyulap taman yang dulunya berupa taman untuk menanam tanaman herba menjadi sebuah taman bunga. J.D dan L.P Zocher mendesain taman ini dengan gaya English Landscape. Pasangan ayah dan anak ini juga dikenal sebagai arsitek perancang taman Vondelpark di Amsterdam.

 

           J.D. Zocher

 

 Bagi siapa aja yang berencana mengunjungi taman Keukenhof alias si Surga Dunia dari Belanda, sebaiknya susun jadwal sebagus mungkin. Seperti yang kita tahu taman bunga ini hanya buka selama periode Maret sampai pertengahan Mei. Jadi jangan sampai ketinggalan buat nyaksiin gimana indahnya bunga-bunga tulip bermekaran di Belanda.

Referensi

http://www.amsterdamcitytours.com/keukenhof-tours.html

http://www.itotours.nl/keukenhof.html

Advertisements


Leave a comment

#499 Nereda Sulap Air Limbah Jadi Air Bersih Dengan Bakteri

Oleh Gilda Miranda

 “The knowledge of all things is possible”- Leonardo da Vinci

Air bersih adalah sumber kebutuhan. mau makan, minum, buang air, mandi, mencuci pakaian dan lainnya kita pasti butuh air. kebutuhan akan air menjadi prioritas utama bagi manusia, hewan, maupun tumbuhan.

Sekarang sumber air sudekat…
Beta sonde pernah terlambat lagi…
Lebih mudah bantu mamak ambil air untuk mandi adik…”

Mengutip kalimat dari salah satu iklan produk air mineral di Indonesia yang diucapkan dengan logat khas Nusa Tenggara Timur tersebut sudah dapat kita bayangkan bahwa ketersediaan air bersih seringkali menjadi masalah di berbagai tempat di dunia. Sumber air itu banyak, hanya saja dibutuhkan pengolahan dan pemurnian untuk menghasilkan air yang layak konsumsi.

Kalau ingat Belanda pasti kita langsung terpikir bahwa di Negara itu banyak terdapat sumber air. Ya jelas saja, wilayahnya hampir sebagian berada di bawah permukaan laut. Ketersediaan air bukan masalah bagi Belanda. Di negeri penghasil kreativitas dan inovasi ini, ketersediaan air bersih juga bukanlah suatu masalah. Kalau ke Belanda dan haus ketika jalan-jalan, gak perlu repot karena kita bisa langsung mengkonsumsi air yang terdapat di kran-kran. Dijamin layak konsumsi. Hal ini berkat teknologi yang terus mereka kembangkan dalam proses pemurnian air.

Salah satu proyek terbaru dari Negeri Van Orange ini adalah Nereda, pemurnian air limbah domestic dan komersial menjadi air bersih menggunakan bakteri dengan prinsip hemat energi. Teknologi ini dikembangkan oleh Prof.dr.ir. M.C.M. Mark van Loosdrecht dari TU Delft.

    

Prof. Mark van Loosdrecht

Pengolahan air limbah di Belanda sebenarnya sudah dilakukan sejak lama. Lalu apa yang spesial dari teknologi Nereda ini ?Nereda adalah teknologi baru menggunakan bakteri dalam air limbah untuk membersihkan air. Selain itu, teknologi ini juga tidak membutuhkan ruang yang besar. Seperti yang kita tahu umumnya pabrik pemurnian air membutuhkan area yang luas. Tidak dengan Nereda karena pengolahan air limbah dapat dilakukan pada luas area yang kecil, hemat energi sebesar 30% dibanding teknologi pemurnian air lainnya, dan juga biaya konstruksi yang lebih rendah sekitar 20%.

Skema proses pemurnian air dengan teknologi Nereda

Teknologi Nereda ini telah berjalan di Belanda. Tepatnya di kota Epe, Provinsi Gelderland sudah berdiri pabrik pemurnian air yang menggunakan teknologi Nereda ini. Saya berharap semoga suatu saat teknologi dan inovasi karya para pioneer Belanda ini dapat diterapkan di Indonesia. Bayangkan kalau Indonesia punya teknologi semacam Nereda juga, saudara-saudara kita di belahan Indonesia lainnya pasti tidak kesulitan dalam mengkonsumsi air bersih 🙂

Referensi

http://www.tnw.tudelft.nl/
http://www.dhv.com/Markets/Water/Water-treatment/Wastewater/Nereda/Nereda


Leave a comment

#498 Kebahagiaan itu abstrak? Siapa bilang?

 Oleh Gilda Miranda

“the most important thing is to enjoy your life, to be happy, it’s all that matters” – Audrey Hepburn

Bahagia itu sebenarnya sederhana, kita gak mesti punya harta yang berlimpah buat bahagia. Bahagia itu datang dari kreativitas kita, bagaimana kita menciptakan ide-ide untuk menghasilkan sesuatu yang menyenangkan dan menghargai apa yang ada disekitar kita. Seperti kata Dalai Lama “Happiness is not something ready made. It comes from your own actions.” Jadi intinya kita mesti punya aksi yang bisa membuahkan kebahagiaan 😀

Tujuan utama semua orang dalam hidup pastinya gimana supaya mencapai kebahagiaan. Begitu juga tujuan orang Belanda dan mereka sudah berhasil mencapainya. Pada April 2012, PBB menerbitkan World Happiness Report dan Belanda menempati posisi keempat dari sepuluh daftar negara paling bahagia di dunia. Pada April 2013, UNICEF mengumumkanUNICEF Charts The Well-Being Of Children In Rich Countries. Dan hasilnya Belanda berada pada posisi pertama dengan anak-anak paling bahagia!

Dari arti pentingnya kebahagiaan itulah seorang professor dari Belanda mengadakan riset tentang kebahagiaan. Ruut Veenhoven, seorang professor dari  Erasmus University of Rotterdam yang berlatar belakang ilmu sosiologi dan psikologi ini  adalah seorang Bapak Riset Kebahagiaan. Kebahagiaan yang dulunya kita kenal abstrak, sekarang bisa diukur dengan angka berkat metode yang dibuatnya.

Di Erasmus University of Rotterdam, Ruut Veenhoven mengelola websitenya yang bernama World Database of Happiness (http://www1.eur.nl/fsw/happiness/). Disini kita bisa melihat identitas kebahagiaan dari setiap Negara dan alasan kenapa suatu Negara kurang bahagia. Berkat kreativitas pioneer Belanda ini kebahagiaan menjadi lebih mudah untuk dicapai. Cari ukuran identitas kebahagiaannya, analisa alasan kurangnya kebahagiaan, dan cari solusinya!

Dengan risetnya ini, Ruut Veenhoten membantu Negara-negara di dunia untuk mencapai kebahagiaan masing-masing. Dan berkat pioneer Belanda ini semoga saja Negara-negara yang lain juga bisa mencapai target bahagia seperti Belanda ya 🙂

Referensi

http://www.unicef.org/policyanalysis/index_68637.html
http://www.dutchdailynews.com/dutch-kids-ranked-happiest-in-the-world/
http://www1.eur.nl/fsw/happiness/hap_quer/hqi_fp.htm
http://www.cato-unbound.org/contributors/ruut-veenhoven


Leave a comment

#497 Buku, Sihir Kebangkitan Bangsa Belanda

Oleh Randi

Belanda yang masuk dalam eropa  yang saat ini kita kenal sebagai pusat peradaban modern dengan segala kemajuan teknologinya saat ini. Dahulu kala selama 1000 tahun saat Masa Kegelapan sebelum abad 15 diisi oleh masyarakat anarki yang terbelakang dan brutal. Rangkaian peperangan tiada putus-putusnya, korupsi, tiadanya hukum, obesesi terhadap mitos aneh dan kebodohan yang tak terkatakan benar-benar menjadi keseharian bangsa eropa di masa kegelapan.
Saat era ini, buku yang dahulu mudah di dapat saat kejayaan romawi berubah menjadi barang yang amat langka karena kebanyakan dibakar pada awal kehancuran Roma, Yang tersisa begitu sedikit, mungkin hanya ada ratusan di seluruh benua Eropa. Kertas papirus menghilang dan tidak ada yang mengerti bagaimana memperolehnya. Sejak saat itu, lembaran buku harus dibuat dari kulit domba yang dinamakan parkemen. Pembuatannya sangat sulit, lama, dan tentu saja mahal. Akhirnya, bukupun bernasib sama. Buku menjadi sangat jarang. Kalaupun ada, hanya sedikit yang mampu membelinya. Rendahnya pengetahuan membuat orang-orang eropa saat itu tidak punya gairah untuk mengembangkan diri.

Lalu, bagaimana sebuah bangsa yang dahulunya terbelakang dan tidak beradab bisa bangkit dari keterpurukannya kemudian berbalik arah menjadi penguasa dunia saat ini ?. Awal revolusi ini terletak ketika ditemukannya rahasia saat spanyol direbut dari tangan orang-orang muslim. Rahasia itu adalah cara membuat kertas.

 
Buku sebagaimana di peradaban-peradaban lainnya, juga menjadi modal awal yang vital dalam proses belajar bangsa belanda. Terbongkarnya rahasia pembuatan kertas membuat akselerasi pertumbuhan intelektual dan munculnya lebih banyak lagi pemikir-pemikir dalam bidang ilmu pengetahuan dan praktis pada awal abad ke-13 semua ilmu yang lebih maju yang berasal dari bangsa arab telah habis diterjemahkan dan ditransfer.
Kecintaan bangsa belanda akan buku dapat dilihat dari budaya pengarsipannya yang dikenal sengat terjaga dan rapi. Bahkan, sebagian besar naskah, manuskrip dan semua dokumentasi berharga tentang perjalanan bangsa indonesia tersimpan dengan rapi di Universiteitsbiliootheek Leiden, dan di Koninklijk Instituut voor TaalLand en Volkenkunde yang sering.  Sedikitnya ada 26.000 manuskrip kuno Indonesia yang saat ini berada di perpustakaan universitas ini. sedangkan, perpustakaan Nasional Indonesia kini hanya memiliki 10.300 manuskrip kuno. Dengan kata lain, dokumen penting yang kini berada di Leiden 2,5 kali lipat lebih banyak dibanding yang berada di negara Indonesia.
Lalu mengapa bangsa Indonesia tidak membawa kembali manuskrip itu  ke tanah asalnya yakni bumi pertiwi?.  Tidak semudah itu ternyata, karena pemerintah belanda memperoleh kertas bersejarah itu tidak mudah karena mereka harus membeli, itu artinya mereka sudah berinvestasi dalam jumlah yang besar. Biaya perawatan manuskrip ini pun tidak tanggung-tanggung, segala treatment seperti penyimpanan di ruang hampa udara yang suhunya dijaga dengan sangat teliti menandakan bahwa mereka sangat menghormati dan menyadari arti penting dari sebuah buku apalagi yang berhubungan dengan sejarah. Karya-karya peneliti diarsipkan dengan baik agar dapat digunakan oleh generasi selanjutnya untuk melanjutkan estafet kemajuan bangsa dan tidak mengulangi kesalahan-kesalahan yang terjadi di masa lalu.  Sikap ini tidak begitu saja terlahir karena harus melalui proses yang cukup panjang, dimana mereka harus mempersiapkan pusat-pusat pengembangan ilmu pengetahuan. Perpustakaan adalah salah satu pusat ilmu pengetahuan. Tidak hanya koleksi buku yang sangat lengkap dan rapi, desain perpustakaan yang unik dan kreatif semakin  menarik minat baca dikalangan masyarakat.
 randi
Bangsa belanda yakin betul akan kunci atau rahasia peradaban-peradaban maju sebelumnya yaitu menciptakan percepatan kualitas intelektual manusianya. Manusia yang lebih cerdas akan menciptakan ilmu dan teknologi yang lebih maju dan pada akhirnya ekonomi, industri, dan miliiter unggul. dan untuk mencapai itu, sebuah sistem pendidikan yang berkualitas tinggi harus dibentuk. Yakni melalai peningkatan minat baca dikalangan masyarakat dengan cara yang unik dan menyenangkan.  Pendidikan bagi semua menjadi keharusan dan mutlak untuk dilakukan.
Semoga bangsa kita dapat memahami dan menyerap rahasia ini untuk bisa kita tiru prosesnya untuk menciptakan manusia-manusia yang juga sehebat mereka dan yang benar-benar unggul. … yaitu rahasia untuk menjadi bangsa yang besar….logika sederhana belajar dari yang terunggul, semua yang terunggul, bangsa-bangsa terunggul, dan manusia-manusia terunggul dalam sejarah umat manusia.  Salah satunya Negara Belanda walaupun wilayahnya kecil tapi dapat mendikte luas nya bumi ini.
Referensi
Laksono, Eko. 2010. Imperium III.  Jakarta : Mizan Media Utama.


Leave a comment

#496 Melompatlah dari Kenyamanan

Oleh Tinnesia Martina

Hidup di era 20 adalah suatu kehidupan dimana hal yang kau perlukan itu tentang kepercayaan pada diri sendiri.Remaja yang tak perlu lagi berjalan kaki jauh atau berkuda untuk ke sekolah atau menimba air dari sumber air.Kehidupan yang bahkan tak perlu memindahkan badan dan hanya berpikir tentang masa depan.

Tetapi entah kau hidup di zaman secanggih apapun itu ,pembaharuan akan selalu terjadi.Indonesia,Negara  yang dikenal sebagai Taman Eden dari Timur ,sumber daya alam yang berlimpah sekali pun tak akan member kita makan dengan sendirinya.Belanda,yang dulu hidup bergantung pada rempah-rempah yang dibeli di Lisabon,bukanlah pilihan untuk selamanya.Tak ada seorang pun yang hidup dengan prediksi yang akurat.Disaat zona nyaman pedagang-pedagang di Rotterdam terganggu oleh kekuasaan Spanyol,Belanda harus melakukan tindakan untuk menyelamatkan kelanjutan kebutuhan akan sumber daya alam ,meskipun kisah mengenai perjalanan melewati Tanjung Harapan  menuju Asia Tenggara bukanlah pilihan yang aman.

Jan Huugen von Lincscoter dengan Cornelis de Houtman  berlayar membawa harapan banyak warga Belanda akan menemukan tempat berasalnya rempah-rempah,yaitu Indonesia.Menjadi seorang pioneer  pelayaran ke Asia Tenggara,bukanlah hal yang mudah,karna bukan hanya berlayar ,de Houtman juga harus menandingi persaingan dengan negara-negara Eropa lainnya dan tentu juga harus berusaha  menjalin kerjasama dengan warga Banten dan Maluku kala itu.Walaupun hasilnya tak sebagus yang diperkirakan,tapi pelayaran de Houtman telah membuka lebar pintu ide yang tadinya hanya impian.Warga Belanda menyambut dengan optimis akan pelayaran berikutnya.

Jika kau mengetahui lebih,kau dapat membantu lebih.Pengaturan strategi yang lebih baik lagi membawa Jacob van Neck &Wybrect lebih diterima masyarakat.Dengan membangun relasi dengan sultan maupun raja-raja menghasilkan hasil lebih banyak,mampu menarik minat pengusaha-pengusaha Belanda.Pemerintah Belanda merasakan akan antusiasme pedagang-pedagang,dan berusaha membuat terobosan terbaru untuk mencapai target kebutuhan dengan lebih baik.Beberapa faktor seperti jarak Belanda-Indonesia yang memerlukan waktu yang sangat lama dianggap kurang efisien jika hanya mengirimkan beberapa perwakilan pemerintah dan semakin ketatnya persaingan rempah-rempah antara Inggris,Spanyol,dll menghasilkan keputusan memberlakukan suatu sistem yang efisien,praktis,dan dapat mengatur proses perdagangan.

Terbentuklah VOC(Vrerenigde Oost Compagnie) suatu persekutuan dagang yang memonopoi aktivitas perdagangan di Asia.VOC dianggap sebagai perusahaan multinasional pertama di dunia karena mempunyai hak-hak yang sangat dominan hingga mampu melaksanakan perjanjian dengan negara-negara maupun sultan atau raja setempat dan banyak kelebihan lainnya.Sekaligus merupakan perusahaan pertama yang mengeluarkan sistem pembagian saham.Untuk memaksimalkan kinerja VOC,terdapat 6 bagian (Kamers) di Amsterdam ,Middelburg,Enkhuizen,Delft,Hoorn,dan Rotterdam.

Semua sistem perdagangan VOC ini menjadi jendela bagi Indonesia,dimana mulai memahami suatu sistem yang lebih resmi mengenai perdagangan,dan hal-hal mengenai produk-produk yang dapat di eksport.Semua hal yang akhirnya menjadi keuntungan besar bagi Belanda berawal dari suatu keinginan untuk menjadi kehidupan manusia lebih baik lagi,dan generasi berikutnya akan terus memperbaharuinya.Jiwa sebagai seorang pelopor untuk kehidupan disekitar kita.

image

image

image


Leave a comment

#495 Can You Be Yourself?

By Tinnesia Martina

Netherlands with its capital city,Amsterdam .It has Economic growth in developing countries is now at the heart of the agenda for international cooperation, with greater use being made of Dutch know-how, including business sector expertise. Public-private partnerships, business instruments and economic diplomacy can lead to gains in both commercial profit and poverty reduction.One of developed countries in the world.

One of the effects is this country has been the destination from many people around the world.There are many immigrants have been naturalized to be Dutch.But still there are some cultures  and appearances that make the difference among the society.This multicultural fact has made the distance among society,it is called the discrimination.

With or without we realize this problem has taken on serious stage.It makes us become difficult to work on together with other races.The government of Netherland has been thinking to solve this problem .In June 2009,a national campaign to combat discrimination was launched .The tagline was “Do you have to leave yourself at home when you go outside? “

It is the freedom that has been declared that we can express ourselves in everyway through the good activities.No matter who you are,or where you come from.The Netherlands is the first country in Europe that settled these matters by law.In 2009 the government started a cooperation agreement with the Union of Netherlands Municipalities (Vereniging Nederlandse Gemeenten)

New strict integration policy was installed in October 2010 by the Ministry of Interior and Kingdom Relations (immigration,integration,and Asylum Policy).A national electronic signposting system that brings together  risk signal of youth.

Police,judicial authorities,and social workers work together from one location so-called  Safety House (Veiligheidshuizen) on tracking,prosecution,and assistance.This is such a brilliant idea,where the government cares about the next generation,its problem.The discrimination cant be solved if there is not a willing to work on together.We have been thought that separation will bring nothing to our country.

image

image

image

image


Leave a comment

#494 Netherlands: Think Out of the Box

Oleh Dyah Ratna Tiaraaksmi 

Ingatkah kalian teka – teki tentang 9 titik yang disusun 3×3 dan meminta kita untuk menghubungkan kesembilan titik tersebut dengan 4 garis tanpa terputus?

9 dots

Dibutuhkan cara yang tidak mainstream untuk memecahkan teka-teki tersebut. Agar teka-teki tersebut dapat dipecahkan, kita harus menggambar garis melewati batas yang “seolah-olah” dibentuk oleh kesembilan titik tersebut. Itulah yang disebut berpikir out of the box. Artinya berpikir di luar batasan yang dibuat pemikiran kita sendiri.

Belanda, Negara Out of the Box.

Air menjadi elemen penting dari Belanda, mempesona dan menantang.  Seperti negara yang terlahir di bawah naungan Aquarius, Belanda adalah negara yang progresif , berpikiran bebas dan bangga menjadi berbeda. Belanda menyikapi masalah air dengan cara yang berbeda, out of the box. Moses Bridge dan De Bloemenmarkt adalah sebagian kecil buktinya.

1.  Moses Bridge

Kanal Hasteren merupakan parit benteng pertahanan perbatasan Belanda dengan Belgia. Lansekap pemandangan yang luar biasa indahnya sayang apabila di rusak oleh sebuah jembatan. Alih-alih membangun jembatan yang  menghalangi pemandangan dan mengubah lanskap parit, biro arsitek Belanda bernama RO&AD Architecten mencetuskan sebuah ide untuk  membuat jembatan yang terinspirasi dari cerita Nabi Musa.

jembatan mainstream

jembatan mainstream

jembatan out of the b

jembatan out of the box

invisible-sunken-bridge-the-netherlands-holland-moses-bridge-12 (1)

2. De Bloemenmarkt.

Apa yang terlintas di pikiran kita apabila mendengar pasar bunga? Tentunya terbayang sebuah lorong panjang  dengan kios-kios bunga berjejer di kanan-kirinya. Tapi tidak dengan pasar bunga di Belanda. De Blomenmarkt adalah pasar bunga apung pertama di dunia. Terdapat 15 kios bunga di Kanal Singel diantara Muntplein dan Koningsplein. Keunikan inilah yang membuat banyak orang berbelanja di sana ataupun sekedar menikmati secangkir kopi.

5kios bunga mainstream

7

kios bunga out of the box

800px-SingelBloemenmarkt

Belanda adalah negara yang berpikir out of the box tidak hanya dalam bidang arsitektur saja. Masih ada banyak hal lain yang membuat Belanda menjadi pionir dalam berbagai bidang. Tidak usah berpikir terlalu rumit, hal yang sederhana pun jika kita pikirkan secara out of the box, maka hasilnya akan berbeda.  Misalnya saja, landmark di depan Rijksmuseum. Signage kota yang bertuliskan I Amsterdam tersebut menjadi berbeda hanya dengan menambahkan huruf I di depan kataAmsterdam. Efek yang ditimbulkan sungguh berbeda, seolah berkata, “Saya adalah Amsterdam”. Asumsi sekarang, belum ke Belanda kalau belum foto di signage ini. Wisatawan datang = tambahan pemasukan. Simpel tetapi unik bukan?

item0.rendition.slideshowWideHorizontal.1.-Rijksmuseum

Belajar dari Belanda, kita juga bisa membuat landmark INDONESIA yang simpel tetapi dengan kesan mendalam. Dengan membuat huruf ONE berwarna putih, dan sisanya berwarna merah menimbulkan kesan bahwa Indonesia adalah “satu”, Bhineka Tunggal Ika. Dijamin kurang afdol kalau ke Jakarta tapi belum berfoto di landmark ini .

10

Ayo, kita ubah cara pikir kita untuk menjadi pionir-pionir di segala bidang seperti Belanda. Dunia ini luas, bukan dunia kotak segi empat yang sempit. Berpikirlah di luar kotak untuk menciptakan terobosan-terobosan baru yang menginspirasi, membuat dunia yang lebih baik dan menyenangkan.

Referensi

http://prafulla.net/graphics/travel-and-tourism/bloemenmarkt-the-only-floating-flower-market-of-the-world-in-amsterdam/
http://esabiwibowo.blogspot.com/2012/06/uniknya-jembatan-moses-musa-dari.html
http://www.cntraveler.com/daily-traveler/2013/01/amsterdam-rijksmuseum-museum-to-open-in-april-011113