KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013


Leave a comment

#450 Dutch Pioneering : Ay Ay, Captain, I Will Uphold!

By Neltji Steffany Noya

The Netherland is identically as a colonizer in the past. People in Indonesia are also usually sarcastic when they hear ‘Belanda’. They think that every Dutch people is abysmal. But, everyone can’t deny that they have left many things that we could learn. They accomodate us with the education, politics, irrigation, transportation, and any other systems while they also create our long-history hurtfully. So, leave all the negative things behind then. Let’s see what The Dutch has got peacefully and wisely. That ‘Orange’ state must be beautiful in another side.

Dutch itself means “Low Country” due to the condition of the surface. Most of the areas below sea level are man-made, caused by centuries of extensive and poorly controlled peat extraction, lowering the surface by several meters. The Netherlands has a long-pathetic story because the flood. For years, Netherlands lose more than thousand people. The events made them very carefull for the nature disasters.

The uniqueness of Netherlands is they have a motto, “I Will Uphold”. When every Europeans admit that The Netherlands couldn’t hold on due to the condition of the surface, The Netherlands stands alone with the motto and become a very great nation in Europe even in the world. The history records that Netherlands was one of the first countries to have an elected parliament. The Netherlands are also a founding of EU, NATO, OECD, and WTO. These prove that The Netherlands is a Pioneer from Europe.

The Netherlands really shows what he’s got. He is really ‘Orange’ then. For your information, since the 16th century, shipping, fishing, trade and banking have been leading sectors of the Dutch Economy. From my opinion, after reading some their articles in Wikipedia, it’s such a wow! They lead almost every single sector in Europe. I couldn’t even know how to explain how pioneering they are.

Pioneer itself means to be one of the first people to do something. All the articles entire the web proves that The Netherland is the country that will stand and stick to be the greatest one to create the continuity of human life. Pioneer is all about the power of will to build the good life for the better future. Ay ay, Captain, I will uphold!

Advertisements


Leave a comment

#449 Kota di Atas Awan

Oleh Dini Kusumawardhani

Pepohonan rindang, ruang terbuka luas, fasilitas umum bersih dan terawat, pedestrian dan jalur sepeda yang lega merupakan gambaran kota impian warga dunia. Sayang, tak banyak kota yang mampu mempersembahkan utopia tersebut untuk warganya. Akibat pembangunan yang progresif, lahan kota makin terbatas, jarak antarbangunan makin rapat, dan jalanan makin sempit dan padat. Berdasarkan penelitian United Nations Environment Programme, 70% penduduk dunia akan tinggal di kota pada 2050. Jika lahan sudah tak ada, di mana manusia sebanyak itu akan bermukim nantinya?

Artikel “Crowded House” di The New York Times (8/6/08) melansir, pada awal milenium ketiga, arsitek Belanda bernama Winy Maas memberi kuliah tentang kota abad 21 di Yale University. Maas menggambarkan kota masa depan sebagai tumpukan kapling-kapling tanah dengan pekarangan-pekarangan yang menggantung di udara. Artikel tersebut menyebutkan bahwa Maas bukan arsitek pertama yang memprotes kekacauan pembangunan, tapi mungkin dia yang pertama menawarkan konsep baru ruang kota: kota vertikal. Pernahkah terbayang tentang kota di atas awan?

 image

image

Gambar 1. Ilustrasi Kota di Bawah Awan dan di Atas Awan. (Sumber: Dok. Pribadi)

Bersama The Why Factory (T?F)—global think-tank dan lembaga penelitiannya, Maas memulai penelitian dengan rentetan pertanyaan: mengapa pembangunan harus diawali dengan penggusuran? Mengapa tidak mengangkat kota ke atas? Dan seterusnya. “The why factor, that requires us to keep asking questions until we reach the answer and thus, the next question.” tegasnya saat pembukaan T?F di Delft University of Technology pada Oktober 2009. Maas yang juga co-founder dari biro arsitektur MVRDV ini menekankan kebutuhan akan penelitian mendalam untuk melahirkan arsitektur yang argumentatif dan dapat mengekspresikan konten yang lebih besar, dalam dan kritikal kepada audiens yang lebih luas. Di hadapan ratusan hadirin, Maas mengungkapkan agenda perdana dari T?F, yaitu The Future City.

imageGambar 2. The Why Factory di Delft University of Technology. (Sumber:http://architecturenews.com)

Salah satu program The Future City adalah The Vertical Village. Program ini menganalisis dan menawarkan solusi atas pertumbuhan kota yang pesat di Asia Timur. The Vertical Village menggabungkan konsep science-fiction dalam arsitektur. Sains yang serba presisi dan terukur, karena didukung data dan riset mendalam, menghasilkan bentuk fiktif—penuh khayalan, fantastis dan jenaka. Maas menegaskan bahwa konsep vertikal merupakan solusi sekaligus protes untuk melindungi lahan kota yang tersisa tanpa harus menggusur.

 imageGambar 3. Ilustrasi “The Vertical Village” (Sumber: http://bustler.net)

 imageGambar 4. Instalasi “The Vertical Village” yang dipamerkan di The Total Museum of Contemporary Art, Seoul. (Sumber: http://totalmuseum.org)

Ide dan solusi dari T?F tentu tidak diterima begitu saja. Mengada-ada, berlebihan, buruk rupa dan merusak wajah kota hanya sebagian dari kritik yang terdengar. Namun, itulah tujuan dari T?F: membuka debat dengan masyarakat. Ketika mayoritas arsitek dan urbanis masih mempermasalahkan konsekuensi spasial yang terjadi akibat kepentingan individu dan kelompok di lahan kota, Maas dan “pabriknya” sudah membawa “kenapa-kenapa?” tersebut ke tingkat yang lebih tinggi. Diawali dengan mempertanyakan kemudian menghasilkan pemikiran yang mungkin bisa (atau sudah) jadi solusi dengan segala pro-kontranya.

Terlepas dari dieksekusinya program-program tersebut atau tidak, berhasil atau tidak, Winy Maas dan T?F merupakan visioner dan pembuka jalan baru di bidang arsitektur dan perkotaan. Jalan tersebut bisa lancar atau berduri, tapi mencoba menembusnya selalu lebih baik daripada mundur atau diam sama sekali. Bangunan, kota, bahkan negeri pencakar langit mungkin terkesan angkuh dan tak mau menginjak bumi, namun Belanda yang sudah berpengalaman dalam membangun negeri di bawah permukaan air kini meninggikan permukaannya dan mencoba bersahabat dengan awan di masa depan. Sky is the limit, why not?

Referensi

Frey, D. (2008, June 8). Crowded House. The New York Times [Online]. Diakses 10 Mei 2013 di:http://www.nytimes.com/2008/06/08/magazine/08mvrdv-t.html?pagewanted=all&_r=2&.
http://thewhyfactory.com. Diakses 10 Mei 2013.
http://unep.org/Documents.Multilingual/Default.asp?DocumentID=2713&ArticleID=9474&l=en&t=long. Diakses 11 Mei 2013.
The Why Factory (Eds.) (2012). “The Why Factor(y) and The Future City”. Rotterdam: NAi Publishers.


Leave a comment

#448 Membangun Ekonomi Kreatif Melalui Agrikultur dan Bunga

Oleh Nanda Nur Rafiana

Kreatif!!! Kata yang tepat untuk menggambarkan Belanda. Negeri sudah terkenal di seantero dunia dengan tulipnya. Bertempat di Kekeunhof kebun bunga tulip dibudidayakan. Tulip sangat berbeda dengan bunga lainnya. Orang-orang Belanda membudidayakan tulip dengan beraneka warna. Warna putih, merah,kuning,merah jambu bahkan tulip yang berwarna hitam pun ada loh.
nandaBandingkan dengan bunga yang umumnya seperti mawar yang hanya memiliki dua warna yaitu merah dan putih. Melati yang hanya memiliki satu warna yaitu putih. Sungguh hal ini merupakan ide kreatif orang Belanda karena sudah menjadi pengetahuan umum bahwa bunga tulip bukan tanaman asli dari Belanda melainkan tanaman ini tumbuh dan hidup serta merupakan tanaman nasional di Iran dan Turki. Namun, masyarakat Belanda dapat membudidayakan bunga ini hingga dapat dijadikan kebun bunga terbesar yang terkenal di seluruh dunia yaitu Kekeunhof.
Ada hal khusus lain yang menjadi fondasi ekonomi kreatif Belanda. Bunga-bunga tulip serta jenis bunga lainnya di Belanda juga diperdagangkan melalui kegiatan ekspor dan impor. Seperti halnya perdagangan saham di bursa efek ternyata bunga juga dapat diperdagangkan melalui proses lelang. Aalsmeer Flower Auction(Bloemenveiling Aalsmeer) merupakan pusat bursa lelang bunga terbesar di dunia. Perdagangan yang dilakukan mencapai sekitar 20 juta bunga dan tanaman per harinya.
nanda2
Kreatifitas Belanda pun dapat terlihat nyata dari pusat bursa lelang bunga di Aalsmeer, karena peralihan mata pencaharian penduduk kota ini, dahulunya bukanlah di bidang pertanian dan pembudidayaan bunga. Dahulu kota ini didominasi oleh perairan dalam bentuk danau. Mata pencaharian penduduk di kota ini sebagian besar mengandalkan pada bisnis perikanan. Dengan kekuatan di bidang pertanian dan bunga ini Belanda dikenal sebagai salah satu eksportir bunga terbesar di dunia.
nanda3Belanda merupakan negara yang identik dengan bunga. Di negeri ini terutama masih di wilayah Aalsmeer juga terdapat sekolah merangkai bunga profesional yaituBoerma Instituut. Institusi ini sudah mendapatkan predikat sekolah merangkai bunga profesional terbaik di dunia. Pelajar yang mengenyam ilmu di sekolah ini banyak warga domesik maupun warga negara asing. Institusi ini sangat bermanfaat bagi pelajar yang ingin mrngembangkan bisnis florist atau sekedar tertarik ingin      menambah ilmu pengetahuan saja.
Kreatifitas masyarakat Belanda menciptakan pertumbuhan ekonomi kreatif di sektor pariwisata Belanda. Kekeunhof dengan kebun bunga terbesar dan terkenal di dunia, Aalsmeer dengan bursa pelelangan bunga terbesar di dunia, dan Boerma Institut dengan sekolah merangkai bunga terbaik di dunia merupakan bukti kreatifitas dan suatu inovasi yang dilakukan masyarakat Belanda. Seperti halnya Kekeunhof dan Boerma Institut telah menghadirkan wisatawan domestik dan mancanegara yang dapat menambah devisa negara serta disisi lain dapat memperkuat promosi pariwisata Belanda. Begitu juga Aalsmeer dengan bursa pelelangan bunga terbesar di dunia dapat menambah devisa negara melalui kegiatan ekspor dan impor tanaman dan bunga. Ketersediaan lahan yang terbatas bukan merupakan penghalang bagi masyarakat Belanda dalam membangun industri pertanian dan pembudidayaan bunga, terbukti ketiga icon telah menjadikan negeri kinci angin ini pioneer kemajuan ekonomi kreatif melalui industri agrikultur dan bunga.
Referensi


1 Comment

#447 BELANDA : “Mengatasi Masalah dengan Masalah”

Oleh Rizky Purnama

Siapa yang tidak tahu beasiswa Erasmus mundusErasmus Mundus adalah beasiswa berbasis dana hibah Uni Eropa dimana penerima beasiswa dapat berkuliah dipaling sedikit di 2 universitas dan 2 negara anggota Uni Eropa yang berbeda dengan Ijazah double, multiple, joint degree dan juga tunjangan yang sangat menggiurkan. Tapi siapa sangka beasiswa Erasmus mundus diambil dari seorang bernamaDesiderious Erasmus Rotterdamus, seorang Ahli Theologi dan Humanis kebangsaan Belanda abad ke-15 yang belajar di sekolah monastik terbaik di berbagai negara Eropa dan terkenal sebagai pelajar terpandai pada masanya.
Ternyata, Belanda telah melahirkan banyak tokoh sepertiDesiderious Erasmus Rotterdamus yang namanya diabadikan untuk nama beasiswa bergengsi. Belum lagi banyaknya peraih nobel yang berasal dari Belanda. Ataupun ilmuwan Belanda yang diakui dunia. Wah, penasaran, apasih yang membuat Belanda dapat melahirkan tokoh-tokoh diatas? Yap, salah satunya adalah sistem pendidikannya.
Sistem pendidikan yang dianut oleh Belanda adalah Problem Based Learning (PBL) yang saat ini diikuti Indonesia dan Negara-negara lain. PBL atau pembelajaran berbasis masalah adalah pembelajaran yang menjadikan masalah sebagai dasar atau basis bagi untuk belajar. PBL membuat Pembelajaran teacher centered berubah menjadi student centered, membuat siswanya berfikir keratif, kritis serta inovatif. Adalah Maastricht University sebagi pioneer, pengembang dan ahli di bidang PBL selama lebih dari 35 tahun.
Kalau di flashback, trnyata negara Belanda memiliki banyak masalah, masalah utama yang paling signifikan adalah dataran yang rendah.Dataran rendah ini mengakibatkan dua pertiga dari wilayah Belanda termasuk wilayah rawan banjir. Untuk mengatasinya, pemerintah membuat tanggul, bendungan, dan kincir angin.
Pada tahun 1912 terjadi badai dan banjir besar. Sehingga Belanda membuat tanggul yang bernama Afsluitdijk, dengan cara “mengeringkan air laut”, yang dapat menimbulkan masalah baru bagi Belanda, namun dengan teknik modern, kegigihan, kerja keras dan inovasi, Aufsluitdijk berhasil dibangun dan merupakan proyek konstruksi bendungan yang luar biasa yang mampu membelah Laut Selatan.
Nah, inilah yang menjadi senjata Belanda melawan banjir.  Dan, tidak dapat dipungkiri, tanggul, bendungan, kincir yang digunakan Belanda untuk mengatasi masalah, justru menjadi daya tarik tersendiri bagi Belanda. Seolah, ketiga hal tersebut menjadi ciri khas Belanda.
Masalah kompleks satu ini menegaskan bahwa, Belanda mengatasi masalahnya dengan masalah, dan menjadikan masalah sebagai sebuah solusi penyelesaiannya. Disini terlihat bahwa kekokohan Belanda saat ini adalah hasil dari tempaan masalah alam yang dialami negaranya secara menahun.
Walaupun PBL baru 35 tahun yang lalu dikembangkan di Belanda, namun penyelesaian masalah lewat masalah ini telah Belanda terapkan sejak ratusan tahun yang lalu, terlihat dari inovasi-inivasi Belanda terhadap berbagai masalah negaranya. PBL dikembangkan sangat baik di Belanda, dibuktikan dengan banyaknya universitas riset yang ada di Belanda yang bahkan 85% diantaranya  masuk dalam 200 universitas terbaik di dunia. PBL yang awalnya diterapkan Universitas Maastricht di bidang kedokteran, sekarang dapat diterapkan di segala bidang, dan bahkan dapat memajukan Negara Belanda. Dan Indonesia, boleh loh menerapkan PBL, agar mahasiswanya dapat berfikir think out the box, sehingga mahasiswa dapat menyelesaikan permasalahan Indonesia yang lebih runyam dibanding Belanda J

“Karena jika masalah dibiarkan menjadi masalah akan tetap manjadi masalah, namun jika masalah diselesaikan dengan masalah dapat menjadi solusi yang menyelesaikan masalah.” Berfikir global, bertindak local!

Referensi


1 Comment

#446 Negara Monarki Paling Bahagia Ini Dicintai Rakyatnya

Oleh Sunandar Yudha P

William The Silent (Foto: Wikimedia.org)

William The Silent (Foto: Wikimedia.org)

Pengunduran Ratu Beatrix bulan April 2013 lalu, membuat publik Belanda kaget. Pasalnya, Beatrix telah menyentuh hati rakyatnya. “Saya tidak terlalu peduli dengan kerajaan, tetapi betul, dia ratu yang luar biasa, ratu untuk rakyat,” ujar Leo van der Horst (65), warga Belanda.

Monarki memang telah menjadi pemerintahan Belanda sejak 1566 melalui pewarisan dari keluarga Orange-Nassau. Sebagai raja pertamanya adalahWilliam I dengan kerajaan Dutch Republic. Beliau dinilai setara George Washington, pendiri Amerika. Pasalnya, William merupakan pendiri pondasi Belanda masa kini.

Era baru pemerintahan monarki Belanda sendiri ditandai dengan pembentukan Kingdom of the Netherlands pada 1815, setelah Perancis berhasil diusir dari Belanda. Sebagai raja adalah William I, pemimpin perebutan kembali Belanda dari tangan Perancis sekaligus anak William V, pemegang tahta terakhir Dutch Republic.

Mulai era ini, wajah monarki Belanda banyak berubah. Adolphe Quetelet, statistikawan Belgia, menuliskan bahwa pada 1820an, negara baru ini memiliki tingkat kematian yang rendah, persediaan makanan melimpah, pendidikan yang baik, kesadaran publik yang tinggi, dan rata-rata dana sumbangan amal tertinggi di dunia.

Kerajaan Belanda juga mengalami perubahan sistem politik menjadi Monarki Konstitusional. Sistem yang diproklamasikan 3 Nopember 1848 ini membatasi kekuasaan raja, membangun pemerintahan sipil, dan menggelar parlemen. Adapun raja atau ratu bertindak sebagai kepala negara. Sistem ini juga melindungi kebebasan sipil dan memberikan persamaan hak untuk warganya.

Perubahan ini juga berdampak pada kebangkitan seni dan sains di akhir abad 19. Sebagai contoh, pelukis aliran Realis Belanda ternama Vincent Van Gogh, lahir di era ini. Dalam bidang sains, terdapat Johannes Diderik van der Waals (1837-1923). Dia meraih gelar PhD dari Leiden University dan berhasil memenangkan Hadiah Nobel pada 1910 dalam bidang termodinamika. Saintis lainnya adalah Hendrik Lorentz (1853-1928) dan muridnya Pieter Zeeman (1865-1943) yang meraih hadiah Nobel dalam bidang Fisika pada 1902. Era ini juga memunculkan Hugo de Vries (1848-1935), penemu genetika Mendellian.

Menjelang pergantian abad, Belanda melakukan langkah fenomenal di zamannya. Karena ketiadaan penerus pria, Belanda mengangkat Wilhelmina sebagai Ratu pada 1898. Padahal mengangkat wanita sebagai pemimpin adalah hal terlarang di Eropa saat itu.

Ternyata Ratu Wilhelmina merupakan sosok yang tepat untuk memimpin Belanda dalam menghadapi masa-masa krisis, seperti: Perang Dunia I, Perang Dunia II, dan krisis ekonomi 1933.

Ratu Wilhelmina bersama anaknya Juliana yang kelak meneruskan tampuk kepemimpinannya. (Foto: wikimedia.org)

Ratu Wilhelmina bersama anaknya Juliana yang kelak meneruskan tampuk kepemimpinannya. (Foto: wikimedia.org)

Salah satu momen paling dikenang adalah ketegaran Ratu Wilhelmina menghadapi Perang Dunia II. Pasalnya, pada 1940-1945 Belanda dikuasai Nazi yang membuat keluarga kerajaan mengungsi ke London, Inggris.

Hebatnya, Ratu Wilhelmina langsung membangun pemerintahan pengasingan dan rantai komando perjuangan Belanda serta mengirimkan pesan kepada rakyatnya melalui Radio Oranje.

Menjelang berakhirnya Perang Dunia II, Ratu Wilhelmina memilih berkeliling Belanda untuk memotivasi rakyatnya. Seringkali, hal ini dilakukannya menggunakan sepeda.

Hal serupa dilakukan oleh penerusnya: Ratu Juliana dan Ratu Beatrix. Ratu Juliana bahkan menginginkan dipanggil “Mevrouw” (Nyonya dalam bahasa Belanda) dibandingkan “Yang Mulia”. Bahkan, ketika Belanda dilanda badai pada Januari 1953, dia sendiri yang membagikan makanan dan pakaian kepada korban.

Melihat tindak-tanduk ratu dan rajanya, tak heran bila rakyat Belanda mencintai negara dan pemimpinnya. Dilengkapi dengan pendapatan per kapita terbesar kesepuluh di dunia, tak salah bila Belanda dinobatkan OECD sebagaiNegara paling Bahagia di dunia.***

Referensi

Kompas.com
Wikipedia – List of Monarchs of the Netherlands
Wikipedia – House of Orange-Nassau
Wikipedia – William I
Wikipedia – Dutch Republic
Wikipedia – Kingdom of the Netherlands
Wikipedia – William I
Wikipedia – History of the Netherlands
www.koninklijkhuis.nl – Head of State
www.rijksmuseum.nl
Wikipedia – Wilhelmina
Wikipedia – Juliana
Wikipedia – Beatrix
www.koninklijkhuis.nl – Queen
cerminsejarah.wordpress.com – Sejarah Negeri Belanda


Leave a comment

#445 Submarines, The Silent Hunter

By Dinisa Diah Winari

As we all know, more than 65 percent of the earth’s surface were covered by seas. That’s why, lots of  human activity ranging from peaceful trading to chaotic wars were conducted here at sea.

At the early 1600s, the nations of Europe started to realize that its advancement at seas would be an absolute terms for the nation’s glory and wealth.

Image

Great Britain, French, Germany and another European countries started their race to build the strongest navy across the globe. Great Britain, as the only archipelago nation on Europe felt that it should create the best navy to protect its operations which mostly at seas.

James the 1st, King of England at the time, thought that his country would easily won the war if  British ships cannot be seen by their opponents. This means that his ships should be sailed underwater. So, James invite the engineers from all across Europe to develop such kind of ship for him.

A Dutch engineer, Cornelius Drebbel was able to fulfill the king’s need. He created a vehicle that shaped like church’s bell and can navigate underwater. This ship was propelled by oars that can be controlled from inside the vessel.

Image

Nowadays, submarine has become standard equipments for most navy in the world. There are also several types of submarines such as attacking submarine, destroyer submarine and nuclear submarine. The sizes are also varied. There is a submarine that stretched 60-70 meters up to almost 200 meters long for nuclear submarines.

Image

The utilization for submarines were not only limited for military purpose. There are also several submarines that used for oil and gas exploration, offshore service and tourism purpose.

Image

Despite of its several use, all submarines have several advantages over the surface ships. The most significant advantage is its ability to operate even on the worst weather conditions. Nowadays, there were thousands of submarines that spread all across the globe that can be operated normally even on the worst storm.

Image


Leave a comment

#444 Amsterdam Stock Exchange, Bursa Saham Pertama di Dunia

Oleh Dinisa Diah Winari

“Nilai saham LQ-45 turun drastis….”

“IHSG mencapai rekor baru, pemerintah memangkas suku bunga….”

“Pemerintah mendorong supaya bursa dapat menembus level psikologis baru….”

Pernah membaca atau mendengar berita yang bunyinya seperti kalimat-kalimat di atas….?

Tahukah kalian apa yang dibicarakan di atas….?

Ya… Bursa saham…

Bursa-Efek-jakarta

Bursa saham adalah sekumpulan perusahaan yang berkumpul untuk menjual saham mereka. Dengan adanya bursa saham ini, kepemilikan sebuah perusahaan dapat dibagi-bagi untuk 100, 1000 bahkan belasan ribu orang. Atau, dengan kata lain, bursa saham adalah cikal bakal dari perusahaan-perusahaan modern yang kita kenal saat ini.

Tapi tahukah kalian dimanakah bursa saham pertama dunia diciptakan…?

Bukan..bukan di New York…

Jawabannya adalah di Amsterdam.

url

Pada awal dibukanya bursa saham amsterdam pada tahun 1602, bursa ini menjual saham dan surat hutang bagi perusahaan dagang Belanda, Dutch East Indie Compagnie atau yang kita kenal sekarang dengan nama VOC.

VOC

VOC adalah awal mula perusahaan multinasional dunia. Perusahaan ini begitu besarnya sehingga tidak mungkin jika hanya pemerintah Belanda sendiri yang membiayainya. Oleh sebab itu, dibuatlah suatu bursa saham supaya seluruh masyarakat yang ingin berpartisipasi dan berinvestasi dalam pelayaran internasional dapat turut memilikinya.

Metode pembagian kepemilikan untuk memperbesar modal inilah yang kemudian ditiru oleh perusahaan-perusahaan di seluruh dunia.

Saat ini, setiap negara memiliki bursa saham sendiri untuk mengatur arus keluar masuk modal di negaranya. Indonesia memiliki Bursa Efek Indonesia (BEI), Amerika mempunyai New York Stock Exchange (NYSE) dan banyak lagi di negara lainnya.

Tanpa adanya bursa saham dan pasar modal pertama di Amsterdam, maka tidak akan ada perdagangan saham global dan perusahaan-perusahaan raksasa yang mendunia saat ini.
MNC