KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013


Leave a comment

#350 Mari Belajar Psikologi Pionir!

Oleh Wawan Kurniawan

Adakah yang pernah mendengar tentang Psikologi Pionir? 

Mungkin anda mendengarnya dari dosen Psikologi di kampus anda, atau seorang teman yang kebetulan berstatus sebagai mahasiswa Psikologi, atau tak sengaja menemukannya di surat kabar, buku, atau mendengarnya dari perbincangan sahabat anda. Jika belum sama sekali, mari melanjutkan membaca tulisan sederhana ini yang kuharap akan menjadi jawaban atas pertanyaan yang telah menjadi pembuka atas tulisan ini.
Dalam tulisan ini saya berharap ada pintu atau jendela yang kemudian membiarkan kita melihat, menyentuh, dan merasakan belajar tentang Psikologi Pionir dengan singkat, padat, dan menyenangkan.
Coba kita berkunjung pada satu negara yang melahirkan banyak pionir dengan berbagai hal yang menarik dan selalu indah untuk diceritakan, apalagi kalau bukan Belanda?
Asosiasi yang muncul seketika saat menyebut Belanda; “Kincir Angin”
Pada mulanya Kincir angin lahir sekitar abad 13 berfungsi untuk mendorong air ke lautan agar terbentuk daratan baru yang lebih luas (polder). Hal ini mengingat letak dataran Belanda yang sebagian besar wilayahnya berada di bawah permukaan laut. Dengan perkembangan teknologi, sekitar abad ke-17 kincir angin digunakan juga sebagai sarana pembantu di bidang pertanian dan industri. Seperti memproduksi kertas, mengasah kayu, mengeluarkan minyak dari biji, dan menggiling jagung.
Konsep tersebut kemudian diikuti oleh negara lain. Belanda lahir sebagai pionir atas Kincir Angin, maka pantas Belanda dijuluki sebagai negara Kincir Angin atau dijuluki Bangsa Pionir.
Kondisi Belanda yang berada di bawah permukaan laut tidak membuat mereka kemudian berhenti untuk menemukan solusi. Warga Belanda kemudian dapat memecahkan masalah tersebut kemudian menjadi penemuan yang luar biasa. Bencana yang menakutkan itu berhasil diubah melalui kreativitas yang tinggi.
Apa senjata Belanda untuk mengalahkan segala keterbatasan tersebut?
Nelson Mandela, “Education is the most powerful weapon which you can use to change the world”. Berbagai hal tersebut didapatkan tidak lain karena Belanda menempatkan pendidikan sebagai prioritas pembangunan Sumber Daya Manusia yang berkualitas. Belanda merupakan negara pertama di Benua Eropa yang menawarkan program-program belajar yang diajarkan dalam bahasa Inggris. Para mahasiswa pun didorong untuk berpikir kritis, kemudian kreatif dan inovatif. Hal tersebutlah yang kemudian menumbuhkan ide-ide luar biasa yang menjadi kekuatan untuk Belanda sehingga layak disebut Pionir.   .
Dalam hal pendidikan tinggi, Pada tahun 2011, sebanyak 12 universitas di Belanda masuk dalam peringkat 200 besar daftar perguruan tertinggi di dunia. Peringkat ini juga menempatkan sistem pendidikan tinggi Belanda di tempat ketiga, yang dalam pengukuran tersebut sebagai sistem nilai pendidikan terbaik di dunia.
 
Picture: Andre Geim
Belanda dipenuhi dengan orang-orang kreatif. Terbukti bahwa Belanda memiliki sejumlah penerima hadiah Nobel yang banyak. Penerima hadiah Nobel ternama dari Belanda antara lain adalah Andre Geim untuk bidang Fisika pada tahun 2010. Serta Pieter Zeeman dan Hendrik Lorentz yang bersama-sama memenangkan Nobel Fisika tahun 1902.
Di Indonesia, negara yang pernah dijajah Belanda. Pendidikan belum seutuhnya dijadikan sebagai senjata. Di kota besar, para siswa dimanjakan fasilitas yang lengkap, sedangkan di desa terpencil atap sekolah bocor, lapuk dan siswa benci saat hujan datang bertandang. Adakah Indonesia mampu menjadi pionir, jawabannya Ya. Saat Pendidikan telah menjadi Pendidikan yang sebenarnya.
“The educated differ from the uneducated as much as the living differ from the dead.” 
Aristoteles.


Leave a comment

#349 Pertanian di Belanda: belajar dulu, belajar lagi, belajar terus

Oleh Annisa Nur Ichniarsyah

 “Ngapain kamu kuliah di sana? Ntar kuliahnya pake capingdonkNyangkul di sawah thok

Itu adalah reaksi seorang sahabat saya saat ketika mengetahui niat saya kuliah di bidang pertanian. Tak bisa dipungkiri, imej pertanian adalah‘caping’, ‘sawah’, ‘kotor’, ‘kumuh’, dan sebagainya. Imej seperti itu tak lepas dari kurangnya perhatian pada sektor ini. Masih segar dalam ingatan beberapa waktu lalu terjadi kenaikan harga bawang. Apakah penyebabnya karena supply tidak bisa mengimbangi demand? Mari berkaca ke negeri Kincir Angin.

Dengan luasan yang hanya 0.02 kali wilayah Indonesia, ternyata pertanian di Belanda sudah maju sejak berabad lalu. Hanya saja, hal ini kurang dikenal karena dahulu literatur berbahasa Inggris sangat kurang. Adalah H. Colman berkebangsaan Inggris (dikutip dari Michael Wintle) yang mengungkapkan temuannya dari hasil perjalanannya ke negara-negara di Eropa utara:

Hal ini menunjukkan kemajuan pertanian Belanda dibandingkan negara-negara tetangganya.

 

Topografi Belanda secara umum rata. Perbedaan tingkat kesuburan ditentukan jenis tanah: tanah liat dan berpasir. Daerah yang kandungan liatnya tinggi adalah daerah subur, banyak terdapat di pesisir. Oleh karena itu, daerah-daerah pesisir merupakan penghasil produk pertanian yang berlimpah dan menyuplai kebutuhan daerah lain. Perlu diketahui bahwa melimpahnya hasil pertanian Belanda sebelum 1880-an terjadi tanpa bantuan pupuk buatan. Letak daerah pesisir yang strategis  dan tingginya mobilitas penduduk menyebabkan sejak sebelum abad ke-19 pertanian di Belanda telah terintegrasi penuh dengan pasar yang menunjukkan kemajuan sektor agroindustri.

Komoditas pertanian andalan Belanda saat itu antara lain gandum, sayur-sayuran, dan produk ternak. Hasil pertanian juga bertambah melalui beberapa inovasi antara lain seperti memompa air dari kawasan rendah dengan kincir angin dan menggunakan sistem tanam bergilir agar tanah tidak dibiarkan kosong. Hal inilah yang menjamin keberlangsungan produksi bahan pertanian dari Belanda.

Kemakmuran pertanian Belanda tentu tidak selalu berjalan mulus. Krisis yang melanda pada tahun 1830-1880an menyebabkan Belanda terus bertumbuh. Berikut ini adalah skema cara Belanda menyelesaikan tantangan-tantangannya.

 

Hingga saat ini, Belanda masih menjadi negara yang menjadi acuan bagi perkembangan pertanian holtikultura. Alasannya, karena hampir setengah bagian wilayah adalah lahan pertanian dan 8% adalah hutan. Belanda juga merupakan negara eksportir terbesar ketiga dalam produk pertanian setelah AS dan Perancis. Ditilik dari produksi dan ekspor, sektor holtikultura adalah sektor yang amat penting dalam pertanian Belanda. sekitar 270,000 orang bekerja pada sektor ini dengan nilai 6.5 miliar Euro. Selain itu, berdasarkan data dari Kementerian Pertanian, Alam, dan Kualitas Makanan Belanda, kelompok terbesar produksi hortikultura dihasilkan dari bunga dan tanaman hias.Yang patut diacungi jempol, hampir seperempat dari ekspor sayuran segar Eropa seperti tomat, jamur, dan biji lada adalah dari Belanda dengan konsumen terbesar adalah Jerman dan Inggris.

Belajar dari pengalaman masa sulit abad ke-19 di atas, menurut Martin Kropff, Rektor Universitas dan Research Wageningen, Belanda melakukan investasi di bidang riset yang menghasilkan inovasi-inovasi di bidang industri pertanian. Industri benih merupakan salah satu penghasil utama pertanian di samping industri bunga. Jika diilustrasikan, sekilogram benih tomat di Eropa lebih mahal daripada sekilogram emas. Itu semua merupakan hasil riset dan teknologi yang dikembangkan Belanda sejak lebih dari setengah abad lalu.

 

Selama manusia masih membutuhkan makanan,

selama itu pulalah sektor pertanian perlu terus dikembangkan – Annisa

Referensi

http://www.bahs.org.uk/AGHR/ARTICLES/39n1a2.pdf
http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda
http://politikinternational.wordpress.com/2010/08/30/negara-belanda-mampu-hidup-sebagai-negara-maju-hanya-dari-sektor-pertanian/
http://www.enterpriseirregulars.com/1434/nice-dutch-project-using-%E2%80%98waste%E2%80%99-heat-and-co2-to-increase-greenhouse-yields/
http://www.emb-news.com/a000005.php


Leave a comment

#348 Berlian suatu Bencana

Oleh Monalisa Pertiwi Siregar

“What doesn’t kill you makes you stronger”
Lirik ini mungkin sering kita dengar tapi kayanya susah deh dinalarin ‘sesuatu yang ga membunuh akan membuat kita kuat”..??!?
Kemudian saya membaca mengenai sebuah pemukiman cantik di Negara Belanda, Giethoorn namanya (Pernah dengar?? Saya juga baru denger :D). Nah pertanyaan, apa yang membuat tempat ini spesial dibandingkan daerah lain (dan nyambung dengan lirik sebelumnya)? Begini ceritanya.
 
Giethoorn tampak dari atas
Giethoorn adalah sebuah desa di provinsi Overijssel, sekitar 5 km barat daya Steenwijk. Nama Giethoorn sendiri digunakan karena dahulu didaerah tersebut ditemukan banyak tanduk kambing liar yang tewas karena banjir. Oleh buronan Mediterani (yang dulunya datang dan menetap disana) daerah tersebut disebut ‘Geytenhorn’ atau tanduk-kambing, kemudian setelah bertahun-tahun berubah  menjadi Giethoorn.  Giethoorn kemudian terkenal karena disebut-sebut sebagai desa-bebas-polusi atau “Venesia dari Utara”.
“Loh Venesia ko di Belanda? Bukannya di Itali??” *bingung*
 
Belanda diterjang badai besar

Sejarah mencatat banjir besar pernah melanda Belanda pada 19 November 1421.  Banjir tersebut disebabkan karena badai besar di dekat pantai laut utara yang menyebabkan tanggul-tanggul rusak dan membajiri sebagian besar wilayah. Tercatat 71 orang hilang dan kurang lebih 2000 – 10.000 orang menjadi korban (terluka dan meninggal). Banjir ini meninggalkan kerusakan hebat di Zeeland dan Holand (Bahkan banjir ini mendapat peringkat kesepuluh banjir terburuk di Belanda, Fyi).

Lalu sisa yang ditinggalkan oleh bencana tsb adalah luapan air yang menggenangi rumah dan lingkungan. Alih-alih memperbaiki daerah tersebut (seperti sebelumnya), pemerintah setempat  mendapat gagasan untuk membuat suatu konsep baru dari kerusakan yang ditinggalkan. Mereka kemudian membangun pulau-pulau kecil yang untuk saling berhubungan akan menggunakan jembatan atau perahu kecil. Jadi mereka bisa tinggal seperti di pulau pribadi dimana perahu dapat diparkir di halaman depan (How cool is that…).
 
Giethorn di musim panas dan musim dingin
Konsep awal pembangunan Giethoorn adalah sebagai kota dengan jalur air. Jadi untuk transportasi maupun pengangkutan barang/ kebutuhan masyarakat harus dengan berjalan kaki atau menggunakan perahu kecil. Kendaraan umumnyapun menggunakanperahu (yang seperti bus) dan menggunakan mesin yang tidak berisik sehingga disebut perahu berbisik.
 
Sarana transportasi di Giethoorn
Coba deh bayangin kalau setelah banjir sebelumnya pemerintah setempat memilih untuk memperbaiki wilayah seperti semula, pasti Giethoorn tidak akan pernah ada dan menjadi salah satu desa apung di Belanda. Mungkin Giethoorn akan menjadi kota indah di Belanda yang hampir sama dengan wilayah lainnya, tanpa keistimewaan yang menonjol. Bener ga?
Tapi yang membuat saya kagum akan Belanda adalah Giethoorn merupakan hasil dari sebuah bencana. Desa ini tidak hadir dari faktor geografis yang mendukung, sepertikawasan apung lainnya.Tetapi karena Belanda bisa melihat potensi dari hal yang hampir “membunuh” mereka.
Nah, Indonesiakan baru-baru ini mengalami bencana banjir besar tuh dan beberapa masalah lainnya, keliatannya harus belajar dari Belanda untuk dapat mengubah kegagalan menjadi potensi besar. Caranya seperti apa, saya belum tau. Tapi mulai hari ini mari belajar bersama. Belanda saja bisa, Indonesia pasti juga bisa. Semangat Indonesia! ^^

Referensi
http://www.berani.co.id/news/22/1008154/1004440/Wisata%20Kanal%20Venesia%20Ada%20di%20Belanda?/23
http://www.zwaantje.nl/uk.giethoorn.html
http://news.citydirectory.co.id/polhuk/berita/Desa-Giethoorn-Venesia-Ala-Belanda
http://en.wikipedia.org/wiki/St._Elizabeth%27s_flood_%281421%29


Leave a comment

#347 Pieter van Musschenbroek

Oleh Handika Sandra Dewi

Pieter van Musschenbroek  adalah seorang fisikawan Belada yang menemukan kapasitor. Dia menemukan Leyden Jar, sebuah perangkat yang dapat menyimpan muatan listrik, dibuat dengan menempatkan air dalam wadah logam dan menggunakan bahan semikonduktor sebagai dielektrik, kemudian dipasangi kawat kuningan di atas tabung, melewati gabus dan dicelupkan ke dalam air.
 
Pieter van Musschenbroek lahir pada tanggal 14 Maret 1692 di Leiden-Belanda. Ayahnya bernama Johann Joosten van Musschenbroek (1660-1707) adalah seorang pembuat alat-alat fisika seperti pompa air, mikroskop, dan teleskop. Pieter menikah pada tahun 1724 dengan Adriana van de Water (lahir 19 Januari 1694, meninggal Utrecht 8 Mei 1732). Setelah kematian istrinya, Pieter menikah lagi dengan seorang wanita bernama Helena Alstorphius (lahir 12 Juli 1692, meninggal Leiden 3 Desember 1760), pada pernikahan kedua ini ia dikaruniai dua orang anak bernama Maria van Musschenbroek (lahir Utrecht 1 Mei 1725, meninggal di Hanau 25 Januari 1767) and Jan Willem van Musschenbroek.
Pieter lulus dari Latin school pada tahun 1708, ia dapat berbicara dalam bahasa Yunani, Latin, Prancis, Inggris, Jerman, Italia, dan Spanyol. Pieter melanjutkan studinya di Universitas Leyden, di mana ia menjadi murid sekaligus teman dari W.J. Gravesande. Pieter menerima gelar di bidang kedokteran pada tahun 1715 dengan De aeris praesenhia in humoribus animalium sebagai judul disertasinya. Setelah itu, ia pergi ke London untuk mengikuti kuliah dari Desagulier dan Isaac Newton, hingga akhirnya ia menyelesaikan studi di filosofi (fisika) pada tahun 1719. Sejak tahu 1719 hingga 1723, Pieter menjadi seorang professor Matematika dan Filosofi di Duisberg (Jerman), di tempat inilah Pieter bekerja bersama Fahrenheit. Pada tahun 1721 ia juga ditunjuk sebagai professor di bidang kedokteran. Pada 1731 Musschenbroek menolak undangan ke Copenhagen, dan telah dipromosikan sebagai koordinator astronomi di Utrecht pada tahun 1732. Musschenbroek terpilih sebagai anggota dari Royal Society of London pada 1734, dan pada tahun yang sama, menjadi anggota dari French Academy of Sciences. Pieter juga merupakan anggota dari Societies of Sciences di Montpiller, Berlin dan Stockholm. Pada 1754 Pieter ditunjuk sebagai professor honorer di Imperial Academy of Science, St. Petersburg.
Musschenbroek dan Leyden jar
Musschenbroek menggunakan friction machine miliknya untuk menginvestigasi gaya listrik dan mengobservasi zat-zat yang kehilangan muatannya di udara bebas. Dia menyimpulkan bahwa material-material yang bersifat non-konduktor adalah penyebab zat kehilangan muatannya. Dalam satu eksperimennya, Musschenbroek menuangkan air ke dalam tabung kaca dengan tujuan untuk mempelajari pegerakan muatan di dalam tabung tersebut. Pengamatan tersebut tidak membuahkan hasil hingga akhirnya  Musschenbroek bertemu dengan Andreas Cunaeus (seorang asisten) yang sedang menggenggam kawat kuningan sambil dicelupkan ke dalam air yang berada di vas kaca. Sambil mengamati perangkat tersebut menggunakan tangan kirinya, Musschenbroek menggunakan tangan kanannya sebagai peraba untuk menghasilkan gesekan pada bola kaca, tangan kirinya menyebabkan tabung bermuatan. Musschenbroek telah membuat hubungan antara dua permukaan tabung (menutup aliran listrik)
Referensi


Leave a comment

#346 Leyden Jar : Konsep Dasar Kapasitor Modern

Oleh Handika Sandra Dewi

Kapasitor adalah piranti yang berguna untuk menyimpan muatan dan energi. Kapasitor terdiri dari dua konduktor yang berdekatan tetapi terisolasi satu sama lain dan membawa muatan yang sama besar dan berlawanan. Kapasitor yang biasa digunakan adalah kapasitor keping sejajar yang menggunakan dua keping konduktor sejajar.
 
Ruang antara konduktor pada kapasitor biasanya diisi dengan bahan isolator yang dinamakan dielektrik, misalnya kaca, kertas, mika, atau bahan dielektrik lainnya. Proses pengisian kapasitor itu sendiri dilakukan dengan menghubungkan kapasitor dengan beda potensial. Selain untuk menyimpan muatan, prinsip kerja kapasitor ini juga digukan pada beberapa jenis keyboard komputer.
Ada beberapa jenis keyboard yang digunakan pada komputer menggunakan skalar kapasitansi. Suatu keping logam yang ujungnya dihubungkan dengan tombol  keyboard berfungsi sebagai salah satu keping konduktor dari suatu kapasitor. Ketika tombol ditekan, jarak pemisah antara keping kapasitor bagian atas dan bagian bawah berubah sekitar 5 mm sampai 0.3 mm dan kapasitansi bertambah. Perubahan kapasitansi memicu sirkuit elektronik untuk memasukkan informasi  pada komputer.
Seluruh teknologi di atas, berawal dari Leyden Jar. Leyden Jar merupakan kapasitor pertama untuk menyimpan muatan yang besar. Leyden Jar ditemukan oleh ilmuwan Belanda bernama Pieter van Musschenbroek  pada tahun 1745 di Leiden . Penemuan tersebut diberi nama sesuai dengan tempat ditemukannya, yaitu Leiden.
Leyden Jar terdiri dari tabung kaca yang setengahnya diisikan air dan dibungkus oleh logam tipis di bagian dalam dan luarnya. Tabung kaca tersebut berfungsi sebagai dielektrik. Biasanya terdapat kawat logam yang menembus gabus di atas tabung. Kemudian, rantai disambungkan pada sesuatu yang dapat mengalirkan listrik. Setelah disambungkan, tabung tersebut akan menyimpan dua muatan yang berlawanan dengan keseimbangan, hingga tabung dihubungkan dengan kawat lain yang menghasilkan sedikit kejutan atau percikan.
Oleh karena itu, sepertinya kita harus berterima kasih kepada Pieter van Musschenbroek, yang telah menemukan Leyden Jar ini, karena tanpa Leyden Jar dan segala konsep dasarnya, kapasitor dan teknologi modern tentang listrik belum tentu bisa seperti sekarang.
Referensi
Tipler.1998.Fisika Untuk Sains dan Teknik.Jakarta:Penerbit Erlangga.


Leave a comment

#345 Euforia Kebebasan Pers Belanda

Oleh Vassilisa Agata

Dalam peta dunia, Belanda hanya mengisi 0,03% dataran bumi[i]. Bagi dunia internasional, negeri mungil ini tersohor di bidang politik, ekonomi, dan kebebasan pers[ii].

Secara politik, Belanda terlibat sebagai promotor beberapa organisasi internasional, seperti European Economic Community (EEC), European Union (EU), the Benelux Economic Union, NATO, dan OECD. Belanda, dengan pemerintahan monarki konstitusional dan demokrasi parlementer, terkenal dengan kondisi politik dan ekonomi yang stabil. Hal ini didukung dengan keberadaan The Hague, kota pemerintahan terbesar di dunia, yang menjadi rumah bagi beberapa institusi yuridikasi internasional[iii]. Sistem perindustrian Belanda disokong oleh Rotterdam sebagai kota pelabuhan terbesar dan tersibuk di dunia[iv]. Kini, Belanda mengejar visi menjadi negara inovatif di berbagai sektor pembangunan. Lantas, apa yang menjadi kekuatan Belanda sebagai negara maju?

(Radio Netherlands Worldwide, 2011)

Marta Cooper, Editorial Researcher di Index on Cencorship, mengungkapkan, “press freedom is the bedrock of democratic society.”[v] Sebagai negara demokrasi, kebebasan berekspresi dijunjung tinggi di Negeri Kincir Angin. Sejak tahun 2007, Freedom House’s Freedom of the Press menobatkan Belanda sebagai 1 dari 10 di dunia yang menjamin kebebasan pers[vi].

Kebebasan ini diuji ketika revolusi internet memengaruhi pergerakan pers, terutama tahun 2012. Gerakan protes melalui sosial media di Arab, Tunisia, dan Libya membuktikan kekuatan sosial media. Sayangnya, beberapa negara, seperti Korea Utara dan Turki, secara politik dan hukum menekan badan pers, mengakibatkan pemberitaan bias, pengekangan serta pembunuhan terhadap jurnalis. Di tengah gejolak tersebut, Belanda justru menjadi pioneer dalam kebebasan pers. Bertepatan dengan hari Pers Sedunia 2013, Reporters Without Borders menyatakan Belanda sebagai negara kedua di dunia yang menjamin keberadaan pers[vii].

Belanda juga mengalami krisis digitalisasi, ditandai dengan degradasi sirkulasi media cetak termasuk publikasi media gratis. Sebagian besar warga Belanda kini beralih menjadi digital citizen (89,5% aktif di dunia maya), membuat Belanda sebagai negara dengan aktivitas online tertinggi di Eropa. Peluang ini dimanfaatkan oleh Raymond Spanjar, Koen Kam, dan Florist Rost van Tonningen dengan menciptakan sebuah jejaring sosial Belanda, Hyves, pada tahun 2004. Menjelang Mei 2010, Hyves telah mengumpulkan 10,3 juta pengguna, sayangnya, pertumbuhan situs ini tak sebesar Facebook maupun Twitter[viii].

Komitmen Pemerintah Belanda dalam menjaga kebebasan informasi ditunjukkan dalam gerakan Bits of Freedom, sebuah lembaga nirlaba yang dibentuk tahun 2000. Lembaga ini memperjuangkan kebebasan berkomunikasi di dunia digital dan berhasil memprakarsai pengesahan net neutrality law pada tahun 2012. Setelah Chile, Belanda adalah negara kedua di dunia (dan pertama di Eropa) yang memiliki net neutrality. Hukum ini melarang provider internet untuk campur tangan atau menutup server tertentu, kecuali bila ada konten yang membahayakan negara. Selain itu, provider dilarang menarik biaya tambahan dari konsumen untuk aplikasi gratis seperti Skype dan Whatsapp[ix].

Secara kuantitatif, Belanda telah menunjukkan apresiasi tinggi terhadap pers dan mendukung kebebasan informasi. Namun, institusi media di negeri ini belum lepas dari krisis. Digitalisasi menuntut institusi media mengubah penyajian informasi dan membuat strategi bisnis baru. Pengukuhan net neutrality juga masih diperdebatkan di kalangan praktisi media. Kekhawatiran akan budget dan peraturan pemerintah terkait konten, membayangi para pemilik media[x].

Semoga di tengah euforia digital dan inovasi, Belanda tetap mempertahankan kebebasan pers dan informasi sebagai oksigen bagi kemajuan negara.

Referensi

[i] Anon. (n.d.). Countries of  The World by Area. In One World Nations Online. Retrieved from http://www.nationsonline.org/oneworld/countries_by_area.htm.
[ii] Puustinen, L., Thomas, P., Pantti, M. (2008). Mapping Media and Communication Research: The Netherlands. Retrieved fromhttp://www.helsinki.fi/crc/Julkaisut/ReportHolland.pdf
[iii] ibid
[iv] Anon. (2012). Netherlands GDP Growth Rate. In Trading economic. Retrieved from http://www.tradingeconomics.com/netherlands/gdp-growth.
[v] Graham-Dixon, C. (2012). Marta Cooper: Press Freedom is the bedrock of democratic society. In The Journalism Foundation. Retrieved fromhttp://www.thejournalismfoundation.com/2012/05/marta-cooper-press-freedom-is-the-bedrock-of-democratic-society/
[vi] Anon. (2010). Freedom of Expression: Country Studies-Netherlands. InDemocracy Web: Comparative Studies in Freedom. Retrieved fromhttp://www.democracyweb.org/expression/netherlands.php
[vii] 2013 World Press Freedom Index: Dashed hopes after spring. In Reporters Without Borders. Retrieved from http://en.rsf.org/press-freedom-index-2013,1054.html.
[viii] ibid
[ix] van Daalen, O. (2012). Netherlands First Country in Europe with Net NeutralityIn Bits of Freedom. Retrieved fromhttps://www.bof.nl/2012/05/08/netherlands-first-country-in-europe-with-net-neutrality/
[x] de Waal, M. et.al. (2011). Mapping Digital Media (Netherlands). Retrieved from: http://www.opensocietyfoundations.org/sites/default/files/mapping-digital-media-netherlands-20120118.pdf.
Image: Fisher, T. (2011). Dutch Press Review. In Radio Netherlands Worldwide.Retrieved from http://www.rnw.nl/english/article/dutch-press-review-wednesday-26-october-2011-0.


Leave a comment

#344 I²C Bus, Ketika Teknologi Menjadi Lebih Simpel dan Efisien Berkat Belanda

Oleh Rahmat Hidayat

Anda pasti tahu smartphone kan? kira-kira ada komponen apa saja di dalamnya? Umumnya, smartphone tersebut memiliki mikroprosesor yang berfungsi sebagai “otak” dari smartphone tersebut. Mikroprossesor ini mengendalikan banyak komponen, contohnya Kamera, WiFi, Bluetooth, speaker, touchscreen, serta masih banyak lagi yang akan panjang ceritanya jika kita bahas satu-satu.

alarms 300x258 I²C Bus, Ketika Teknologi Menjadi Lebih Simpel dan Efisien Berkat Belanda

Gambar 1. Smartphone dan fitur-fiturnya

Komponen-komponen sistem ini terintegrasi kedalam sebuah IC (Integrated Circuit) atau bisa juga disebut chip. Jadi, ada chip untuk WiFi, bluetooth, kamera, touchscreen dan setiap komponen lainnya. Chip ini jugalah yang membuat smartphone memiliki banyak fungsi, namun dengan ukuran yang tetap kecil.

 ic photo 300x220 I²C Bus, Ketika Teknologi Menjadi Lebih Simpel dan Efisien Berkat Belanda

Gambar 2. Contoh IC (Integrated Curcuit) atau disebut juga Chip

Nah, dalam dunia elektronika digital, komponen pengendali seperti Mikroprosesor disebut sebagai Master, sedangkan komponen yang dikendalikan seperti misalnya chip sensor, disebut Slave. Master dan Slave ini saling berhubungan. Satu Master akan terhubung ke banyak Slave melalui suatu jalur data.

Secara konvensional, setiap satu buah komponen Slave membutuhkan satu jalur data ke Master. Jika ada 100 komponen Slave, otomatis akan dibutuhkan 100 jalur data. Banyaknya jalur data ini akan memboroskan Pin yang terpakai di Mikroprosesor. Banyaknya Pin yang dibutuhkan juga akan mempengaruhi ongkos produksi Mikroprosesor dan rangkaian sistem secara keseluruhan. FYI, Pin adalah kaki-kaki yang ada di Mikroprosesor dan komponen IC lainnya.

Untungnya, jauh sebelum komputer dan smartphone berjaya seperti saat ini, tepatnya pada awal era 1980-an, sebuah perusahaan asal Belanda telah menemukan solusi untuk masalah tersebut. Philips Semiconductor, perusahaan yang didirikan oleh Philips, menemukan sebuah teknologi yang mereka namakan I2C Bus. Teknologi ini memberi kemudahan dalam menghubungkan komponen Master dan beberapa Slave dengan hanya menggunakan 2 buah jalur data saja. Dua buah jalur data ini disebut SDA (Serial Data) dan SCL (Serial Clock). Dengan hanya menggunakan 2 buah jalur data ini, sebuah komponen Master dapat terhubung dengan 127 komponen Slave lainnya. Jika di Indonesia kita mengenal slogan “2 Anak cukup”, maka Philips juga punya slogan “2 Jalur Data Cukup”, he..he..

I2clogo I²C Bus, Ketika Teknologi Menjadi Lebih Simpel dan Efisien Berkat BelandaGambar 3. Logo I2C Bus

Nama I2C sendiri merupakan singkatan dari Inter-Integrated Circuit. Nama yang menggambarkan fungsi I2C itu sendiri sebagai penghubung antar komponen IC.

i2c 300x156 I²C Bus, Ketika Teknologi Menjadi Lebih Simpel dan Efisien Berkat Belanda

Gambar 4. Ilustrasi hubungan Master dan Slave yang terhubung melalui I2C Bus (Klik Gambar untuk memperbesar)

Philips Semiconductor yang saat ini berganti nama menjadi NXP Semiconductor mengembangkan teknologi I2C dengan tujuan awalnya adalah menemukan cara termudah untuk menghubungkan CPU ke Chip Peripheral yang ada di TV-Set. Seiring perkembangan teknologi yang semakin maju, I2C ternyata cocok diterapkan hingga ke perangkat modern yang dapat kita jumpai saat ini, seperti Laptop, Smartphone, Tablet, Kamera DSLR, dan PC. I2C benar-benar membuat penggunaan jalur data menjadi lebih simpel dan efisien. Rangkaian sistem juga akan lebih sederhana dan konfigurasi hardware bisa diubah-ubah dengan lebih mudah.

New Picture 3 300x201 I²C Bus, Ketika Teknologi Menjadi Lebih Simpel dan Efisien Berkat Belanda

 Gambar 5. Teknologi I2C Bus digunakan berbagai macam perangkat

Saat ini, produsen-produsen chip ternama di dunia, seperti Xicor, ST Microelectronics, Infineon Technologies, Intel, Texas Instruments, Maxim, Atmel, Analog Devices and lainnya telah mengadopsi teknologi I2C Bus, bahkan tipe Bus komputer ini telah dijadikan standar de-facto di dunia industri modern.

Sekali lagi, Belanda telah membuktikan diri sebagai pioneer di bidang teknologi yang hasilnya telah diakui dunia. Kebiasaan mereka untuk selalu berinovasi dan menciptakan solusi baru untuk berbagai permasalah yang ada di dunia terus mendorong para inovatornya untuk berkarya. Bagi mereka “Problem is not a problem”, karena justru masalah tersebut lah yang membuat mereka semakin maju seperti saat ini.

Referensi

http://www.nxp.com/campaigns/i2c-bus/
http://www.totalphase.com/support/kb/10037/#history
http://en.wikipedia.org/wiki/I%C2%B2C
http://siliconvalleygarage.com/i2c-history.html
http://www.esacademy.com/en/library/technical-articles-and-documents/miscellaneous/i2c-bus/general-introduction/history-of-the-i2c-bus.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Bus_komputer