KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013


Leave a comment

#250 Let’s Go To Rijksmuseum

Oleh Nesa Tasya Asmarany

Layaknya di Indonesia di Belanda juga terdapat banyak sekali museum dan tempat bersejarah. Khususnya di Amsterdam ada lebih dari 60 museum. Masing-masing museum menyimpan keindahan sejarah yang berbeda-beda. Satu dari Museum ternama di dunia juga berada di Amsterdam. Yaitu Rijksmuseum, rumah seni berharga di Belanda ini bisa menjadi destinasi utama bila anda berkunjung ke Amsterdam.

Museum ini didirikan tahun 1876 dan dibuka unrtuk umum pada tahun 1885. Rijksmuseum didesign langsung oleh arsitek kenamaan Belanda P.J.H Cuypers. Setelah 9 tahun renovasi dan pemugaran, pada tanggal 13 April 2013 kemarin, Rijksmuseum kembali dibuka dengan ruangan pameran yang lebih besar, bercahaya, taman, dan fasilitas yang memadai. Secara keseluruhan setelah pemugaran, terdapat 80 ruang menampilkan 8.000 karya seni dan sejarah.

 Image

Rijksmuseum, Amsterdam setelah renovasi

33413_fullimage_eregalerij1_560x350

Interior Rijksmuseum

Rijksmuseum menyimpan bukti sejarah dan budaya Belanda sejak tahun 1100 sampai sekarang. Hal itu membuat Rijksmuseum adalah museum seni terbesar di Belanda. Rijksmuseum diketahui menjadi tempat penyimpanan karya masterpiece milik seniman terbaik Belanda khususnya dari era Golden Age. Seniman-seniman tersebut sepertiFrans HalsJan SteenJohannes Vermeer dan Rembrandt van Rijn’.

The Night Watch (de Nachtwacht) contohnya. The Night Watch menjadi sorotan utama di Rijksmuseum dan sering disebut The eye of Rijksmuseum. Mahakarya Rembrandt van Rijn’ tersebut  tersimpan apik di Rijskmuseum dengan lampu LED disekitarnya membuat lukisan yang menceritakan tentang  kelompok milisi lokal Amsterdam ini semakin memukau. Lukisan ini dibuat pada tahun 1642 dan sampai sekarang lukisan ini masih sukses menjadi perhatian Rijksmuseum sebagai sumber penggambaran konflik, misteri dan analisis. Maka itu tak mengherankan setiap pengunjung Rijksmuseum pasti dibuat terpukau setelah melihat lukisan ini.

 Image

Rembrandt’s Night Watch (de Nachtwacht)

Selain The Night Watch, masih banyak karya masterpiece yang diabadikan di Rijksmuseum seperti Delftware berbentuk biola dari Royal Delft, Luxury Doll’s Houses, The Wedding Potrait (1622) dari Frans Hals, dan yang paling mencuri hati Winter Landscape with Skaters (1608) milik Hendrick Avercamp.

 Image

Delftware berebentuk biola

 Image

Luxury Doll’s Houses

 Image

The Wedding Portrait, Frans Hals (1622)

 Image

Landscape with Skaters, Hendrick Avercamp (1608)

Banyaknya bukti sejarah seni yang tersimpan di Rijksmuseum membuat setiap pengunjung yang datang seperti dibuat menyusuri kembali masa-masa keemasan seni di Belanda pada abad ke 17 dan 18. Bukti-bukti tersebut seakan cukup membuat kita mengalami apa yang telah dialami para seniman pengukir sejarah tersebut. Tentunya hal ini membuat kita lebih tahu dan lebih menghargai budaya Belanda yang sangat kaya. Juga pengetahuan akan kepioneeran Belanda dalam bidang seni juga tergambar jelas di Rijksmuseum. Jadi, yuk ke Rijksmuseum!

Referensi

http://www.iamsterdam.com/en-GB/Ndtrc/Rijksmuseum
http://edition.cnn.com/2013/04/11/world/europe/rijksmuseum-rembrandt-nightwatch-interactive
http://www.holland.com/global/tourism/cities-in-holland/amsterdam/museums-in-amsterdam-2/the-rijksmuseum-amsterdam.htm
https://www.rijksmuseum.nl/
http://www.ballofdirt.com/media/12365/159536/748300.html

Advertisements


1 Comment

#249 Delft, City of Blue, City of Vermeer and also… City of Pioneer

Oleh Nesa Tasya Asmarany

City of Blue dan City of Vermeer mungkin sudah sering kata tersebut digunakan sebagai julukan untuk kota Delft. Tapi kalau City of Pioneer? Yang satu itu saya yang menambahkannya sendiri. Delft tidak bisa dipandang sebelah mata dalam hal dunia kepioneer-an di negeri kincir angin ini meskipun Delft tidak setenar kota-kota tetangganya yaitu Rotterdam dan Den Haag.

Image

‘Nieuwe Kerk’ (New Church) Gereja Bersejarah di Jantung Kota Delft

Ketika mendengar kata Delft mungkin kebanyakan orang akan teringat dengan Delftware. Delftware, kerajinan keramik yang identik dengan warna biru ini sudah menjadi produk ekspor utama di Delft lebih dari 400 tahun lamanya. Awalnya Delftware diciptakan untuk menyaingi porceleyn China yang sedang marak di pasar Eropa. Delftware hampir mirip dengan porceleyn China tetapi dalam hal komposisi Delftware tidak menggunakan sepenuhnya tanah liat. Delftware menjadi sangat populer antara tahun 1600 – 1800. Para bangsawan berlomba-lomba memperlihatkan memamerkan Delftware miliknya seperti vas dan piring.

Image

Delftware by Royal Delft

Abad ke 17 dan 18 menjadi masa kejayaan Delftware yang membuat kota Delft penuhdengan pengrajin Delftware. Itulah sebabnya Delft disebut The City of Blue karena pada masa itu hampir di setiap sudut kota terlihat tembikar Delftware yang berwarna Biru sedang dibuat atau pun dipamerkan. Pabrik Delftware yang masih berdiri sejak abad ke 17 sampai sekarang adalah Royal Delft. Royal Delft berdiri pada tahun 1653 dan hingga sekarang Royal Delft masih menjaga kualitas Delftware dengan tetap menggunakan hand-painted untuk ukiran Delftware. Royal Delft juga memiliki museum tersendiri yang digunakan untuk menyimpan dan memamerkan karya Delftware yang indah dengan banyak ukuran dan bentuk.

 Image

Belajar membuat Delftware di Royal Delft

Setelah Delftware, ada lagi Johannes Vermeer yang terkenal sebagai icon kota Delft. The Vermeer Centrum Delft merupakan bentuk penghormatan Delft terhadap Vermeer. Saat memasuki bangunan yang didirikan di situs sejarah eks St. Lucas Guild ini kita seperti dibuat masuk kembali ke dunia Vermeer yang penuh dengan cerita dan lukisan. Seperti kita ketahui Johannes Vermeer adalah seorang pelukis kelahiran Delft tahun 1632 dan menghabiskan hampir seluruh hidupnya membuat karya lukisan berharga di kota Selatan Belanda ini. Vermeer menjadi salah satu seniman terbaik Belanda dari Golden Age. Tujuh dari karya-karyanya termasuk karyanya yang fenomenal Girl with a Pearl Earring masih disimpan di museum Belanda: Mauritshuis di Den Haag dan Rijksmuseum di Amsterdam.

Vermeer Centrum Delft

The Vermeer Centrum Delft

 Image

Girl with a Pearl Earring (1665)

Setelah City of Blue dan Vermeer, menurut saya masih ada satu lagi julukan bagi kota Delft yaitu The City of Pioneer. Mengapa? Karena potensi yang ditunjukkan Delft tak hanya terhenti pada kesuksesan Delftware dan Vermeer saja. TU Delft (Delft University of Technology) bisa dijadikan bukti. TU Delft dapat dikatakan sebagai mesin pencetak pioneer di Belanda. TU Delft sukses menjadi almamater dari orang-orang hebat sepertiRupert De Graaf, penggagas konsep futuristik floating city dan Koen Olthuis, arsitek ternama Belanda. Nuon Solar Team pemenang World Solar Challenge di Australia selama 4 kali berturut-turut juga berasal dari TU Delft. Dengan panduan dari Wubbo Ockels yang merupakan professor TU Delft dan mantan astronot, mereka menciptakanNunasolar vehicle dengan design aerodinamis dan kecepatan prima.

Image

Nuna 3, seri ke 3 Nuna (2005)

Terpukau, ya itulah perasaan saya saat membuat artikel ini. Selain Delft mungkin Belanda masih menyimpan potensi kepioneer-an lain di kota lainnya yang belum saya ketahui. Because, it’s always possible in Netherland.

Referensi

http://www.delft.nl
http://www.delft.nl/delften/Tourists/Discover_Delft/To_see/Vermeer/Vermeer_Centrum_Delft
http://www.delft.nl/delften/Tourists/History_of_Delft/Delftware/History_Delftware
http://www.delft.nl/delften/Tourists/Discover_Delft/To_see/Vermeer/Vermeer_Centrum_Delft
http://www.tudelft.nl
http://www.citg.tudelft.nl/index.php?id=19935&L=1
http://en.wikipedia.org
http://www.raileurope.com/blog/11004-top-cities-in-the-netherlands
http://www.holland.com/global/tourism/cities-in-holland/morecities/delft-1.htm


Leave a comment

#248 Tong Tong Fair, Pioneer Kesenian Dan Budaya Di Belanda

Oleh Evi Yuniati 

dok.www.parkhoteldenhaag.nl

Siapa pernah mendengar atau pernah datang ke acara Tong Tong Fair? Bagi saya ini kali pertama mendengar tentang Tong Tong Fair. Tong Tong Fair adalah suatu festival besar yang diadakan setahun sekali di Belanda dan paling besar untuk Eropa-Indonesia. Festival tersebut sudah mulai diselenggarakan sejak tahun 1959 dan ini merupakan salah satu festival tertua, festival paling besar ke-4 di Belanda.

Sejarah

Tong Tong Fair diinisiasi oleh sekelompok orang keturunan Eropa-Asia (Indos) yang dipulangkan ke Belanda, diikuti dengan berakhirnya masa kepemimpinan Belanda di Indonesia.

Di tahun 1950-an, seorang penulis dan intelektual keturunan Eropa-Asia (Indos) Tjalie Robinson membentuk sebuah organisasi yang menyelenggarakan kebudayaan Indo dan menjadikannya dikenal luas di Belanda. Kali pertama digelar tahun 1959, dikenal dengan nama Pasar Malam Besar, yang berasal dari bahasa Indonesia/Melayu. Pada tahun 2009 berubah nama menjadi Tong Tong Fair untuk menekankan adanya hubungan dengan Yayasan Tong Tong di mana yayasan ini mendorong budaya Hindia Eurasia dan untuk memperluas pemahaman sejarahnya. Budaya Hindia Eurasia adalah budaya berabad-abad, yang dimulai ketika pedagang Eropa berlayar ke kepulauan Indonesia dan mendirikan pos perdagangan mereka.

dok.www.flickr.com

Tentang Tong Tong Fair

Tong Tong Fair diadakan di lahan seluas 22.000 m2 dimana di dalamnya terdiri dari banyak stand-stand makanan dan minuman khas Indonesia, area seni pertunjukan, area bengkel, juga area perdagangan. Acara ini berlangsung selama 12 hari dengan ratusan pertunjukan.

Artis-artis dari Indonesia seperti Waljinah, Anggun, Balawan dan lain lain mengisi acara Tong Tong Fair 2013. Tidak hanya artis yang berasal dari Indonesia saja, tapi ada juga artis mancanegara yang bertambah beberapa tahun belakangan seperti musisi dan penari dari Amerika, Eropa, juga beberapa yang menjadi undangan di Tong Tong Fair. Sejak tahun 1970 Tong Tong Fair konsisten mengundang artis-artis Indonesia untuk meramaikan acara tersebut.

Tahun ini Tong Tong Fair digelar tanggal 22 Mei – 2 Juni 2013, mulai pukul 12.00-22.00 waktu setempat. Tong Tong Fair diselenggarakan di Malieveld, pusat kota Den Haag(Koningskade 1, 2596 AA Den Haag). Lima menit dengan berjalan kaki dari stasiun kereta api pusat di Den Haag, 30 menit dari bandara Schiphol dengan kereta atau mobil, dan dua jam dari Brussels.

Tak Sekedar Festival

Sejak Tong Tong Fair ini digelar, banyak menarik perhatian publik. Bahkan Ratu Beatrix pernah meresmikan permulaan festival ini di tahun 2008.

Putri dari Keraton Solo, anak dari Pakubuwono XII pernah menggelar pertunjukan khusus, yaitu Tari Serimpi di tahun 1985. Itu adalah pertama kali dalam sejarah bahwa tarian tersebut dibawakan di luar Keraton Solo. Selain itu juga ada pertunjukan wayang kulit, wayang orang, bahkan orang-orang asing yang bermain gamelan.

Tak hanya menggelar, memperkenalkan seni budaya dan kuliner dari negara-negara Asia Tenggara, Tong Tong Fair juga membantu pembangunan kembali Keraton Solo yang rusak karena kebakaran tahun 1985, juga membantu korban tsunami di Indonesia tahun 2004 dari keuntungan festival tersebut.

Saya jadi teringat dengan Pekan Raya Jakarta yang ada di Indonesia. Dimana pada acara itu juga terdapat stand-stand makanan dan minuman, area seni dan pertunjukan, juga area perdagangan. Hanya saja waktu penyelenggaraan acara lebih lama, yaitu satu bulan dan diadakan untuk memperingati HUT Jakarta.


1 Comment

#247 Ketika Pohon Kehidupan Dilegalkan

Oleh Fuad Hasan

“Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapakah banyaknya Kami tumbuhkan di bumi itu pelbagai macam tumbuh-tumbuhan yang baik? ” (Asy-Syu’ara: 7)

Pohon ini menjadi momok yang begitu menakutkan di masyarakat. Banyak julukan negatif yang terlanjur tersemat kepadanya. Tanpa kita sadari informasi tentang kegunaan pohon ini tertutup dengan pemberitaan yang cenderung negatif. Saya percaya bahawa tidak ada tanaman yang diciptakan Tuhan yang sia-sia, termasuk Ganja.

Daun Ganja

Di luar negeri, ganja dibedakan menjadi dua bagian, yaitu ganja untuk kepentingan industri maupun medis yaitu ganja jenis Hemp, dan ganja terlarang sering disebut Cannabis. serat tanaman ganja jenis hemp pernah dipakai untuk tali pengikat kapal perang Tentara Armada Laut Amerika Serikat pada Perang Dunia II. Tentunya setelah diolah terlebih dahulu.

Tanaman ini, dari akar, batang, daun hingga ranting merupakan bahan istimewa untuk pembuatan kertas dan kain. Ganja jauh lebih baik daripada minyak bumi karena bersih dari unsur logam dan belerang, jadi lebih aman dari polusi. Lebih dari itu, biji ganja bergizi, dengan protein berkualitas tinggi, lebih tinggi dari kedelai.

Menurut para medis, komposisi kimia yang terkandung dalam ganja adalah Cannibanol, Cannabidinol atau THC yang terdiri dari Delta -9- THC dan Delta -8- THC. Delta -9- THC diyakini para ilmuwan medis mampu mengobati berbagai penyakit. Daun dan biji ganja membantu penyembuhan penyakit tumor dan kanker.

Belanda sudah lebih dahulu melegalkan ganja. Sejak tahun 1976, Belanda telah menjadi negara terdepan dalam mereformasi UU Narkotika dengan menarik garis perbedaan yang jelas antara narkoba ringan (soft drugs) dan narkoba berat (hard drugs). Ganja masuk kedalam golongan narkotika ringan dan legal dalam jumlah terbatas. Legal bukan berarti bisa digunakan sebebas-bebasnya.

Aturan untuk konsumsi pun diatur dengan ketat.  Usia minimal 18 tahun, dan mereka hanya diperbolehkan untuk menjual maksimal sebesar kurang lebih 5 gram untuk konsumsi pribadi di gerai gerai coffee shop yang marak tersebar disana.

salah satu tampilan menu di coffeshop Belanda

Pemerintah Belanda menyadari, larangan untuk jenis kategori narkoba kelas ringan ini pun tidak akan menghentikan peredaran ganja di luar sana. Bahkan, apabila dilarang, dampak yang ada justru akan berkembang marak peredaran ilegal berbahaya di jalan jalan sehingga nantinya lebih sulit untuk mengontrolnya.

Jika Anda berkunjung ke Amsterdam, ganja bisa dibeli dan dikonsumsi langsung di “Coffeshop,” tetapi menjual dan mengkonsumsi ganja diluar Coffeshop, ilegal. Nama-nama unik pun dipakai untuk menarik konsumen, seperti Bulldog Haze, Bubblegum Kush,White Widow, Original Afgan, O.Z Kush. Original afgan untuk ganja yang berasal dari Afganistan, O.Z Kush didatangkan dari Australia.

Sampai menu terbaru yakni, space cake; sejenis muffin ataupun juga brownies yang menggunakan gilingan daun ganja didalam adonannya yang cukup untuk membuat para pengunjung disana menjadi ‘melayang’ dan terus menerus tertawa.

Menu baru : Brownies Ganja

Sudah saatnya kita membuka mata kita dengan informasi-informasi yang selama ini ditutup-tutupi. Patut disayangkan, andai mereka mencoba memahami bukan langsung membenci, mungkin akan muncul kesadaran banyak mitos yang tidak benar tentang pohon ganja yang disebar-sebarkan dan diyakini. Sementara banyak fakta kebenaran yang tentang pohon ganja yang tidak diketahui orang-orang, apalagi dipahami kebenarannya.

Referensi

http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2013/02/02/mengintip-legalnya-ganja-di-amsterdam—525005.html
legalisasiganja.com
http://aneukagamaceh.blogspot.com/2009/01/ganjadi-aceh-lebih-populer-bakong-aceh.html


Leave a comment

#246 Serbuan Sepeda di Groningen

Oleh Fuad Hasan

kring kring kring ada sepeda,

sepedaku roda dua, ku dapat dari ayah, karena rajin bekerja..

ada masih ingat dengan lagu itu? Mungkin Anda tidak akan menemukan lagu anak-anak seperti sekarang? yah, berkat lagu itu dari kecil hingga sekarang, saya hobi naik sepeda. serasa punya tunggangan baru di kampus, Sepeda lipat hitam siap menemani kemana saja, dan siap dipinjamkan ke temen ke siapa saja. Bike to campus!

Sebenarnya banyak manfaat jika bersepeda, seperti :

  • keliling kota kemana saja.

Ini memang identik dengan sepeda,keliling kota rasanya lebih afdol jika naik sepeda bisa menikmati setiap sudut kota dan gang yang tidak terjamah oleh motor atau mobil, sambil keliling kita olahraga dan cuci mata.

  • ·go green, karena ini sepeda jadi tidak ada polusi yang ditimbulkan.
  • ·murah (pasti).

Padahal jika dikelola dan digalakkan secara serius, sepeda bisa dijadikan transportasi yang menguntungkan sekaligus murah dan nyaman. Anda pernah mendengar kota Groningen di Belanda?

Groningen memegang reputasi sebagai kota dengan persentase penggunaan sepeda terbesar di dunia. Tahun  2010 menunjukkan, dari populasi 190.000 orang,57% perjalanan dalam kota dilakukan dengan sepeda. Jumlah jalur sepeda mencapai 46 buah, dilalui oleh 216.000 perjalanan setiap harinya.Data itulah yang membuat Groningen berjuluk Kota Sepeda Dunia.  bagaimana Groningen bisa melakukannya?

Kota ini memperlakukan pengendara SEPEDA sebagai RAJA,dengan segala respek. Rentetan kebijakan pemerintah memanjakan pengguna sepeda. Kebijakan itu berbasis pada dua pilar utama. Pertama, menciptakan tata kota yang nyaman untuk pengguna sepeda. Caranya, perluasan kota tidak sampai melebihi jarak nyaman untuk bersepeda. 80% penduduk kota tinggal dalam radius tiga kilometer dari kota. Perumahan terjauh berada enam kilometer dari kota.

Pilar kebijakan kedua adalah meningkatkan fasilitas pengguna sepeda.Dengan penyediaan infrastruktur dan kemudahan bagi pengguna, jumlah sepeda berkembang pesat dari tahun ke tahun. Investasi besar-besaran dikucurkan untuk makin membuat nyaman pengguna sepeda. Setiap ada pembangunan perumahan baru, infrastruktur nomor satu yang diutamakan adalah jalur sepeda. andaikan kota saya seperti ini….

*parkiran sepeda di Groningen, rapi bukan?

sekarang,perilaku yang merugikan pengguna sepeda di Indonesia.

  • ·dianggap remeh,

seringkali saya bersepeda, tiba-tiba mobil berlalu lalang hampir menabrak seakan tidak melihat adanya pesepeda di situ, padahal posisi saya ada di pinggir jalan. Seolah dia (motor & mobil) jadi RAJA di jalanan.

  • kaum minoritas.

sebagai kaum yang terpinggirkan, pesepeda adalah minoritas. mereka adalah kaum yang harus dibela di jalanan. beberapa kota sedikit menghormati sepeda dengan membuat Car Free Day setiap akhir pekan, jadi keluarlah semua para pemilik sepeda menyemuti tempat CFD. selain itu ada juga lajur khusus sepeda.  tapi sekalinya saya menemukan lajur khusus sepeda yang ada malah seperti ini

 

Tidak ada salahnya jika kita studi banding ke groningen untuk penataan sepeda menjadi mass transportation. Daripada kita studi banding tentang UU Santet, sepertinya saya bisa usul jika ada UU sepeda, bisa jalan-jalan ke Groningen.

Referensi

http://planologie.wordpress.com/2010/03/15/case-study-groningen-netherlands/
http://urbanplanning21stcentury.blog.com/2011/01/21/groningen-world%E2%80%99s-cycling-city/


1 Comment

#245 Tulip, “Bunga Angkat” yang Berhasil Dikembangkan Belanda

Oleh Aghny Fitriany

Tahukah kalian kalau tulip adalah bungan nasional Iran dan Turki? Mungkin banyak yang tidak tahu. Mengapa? Karena ketika kita menyebut Tulip pasti kita langsung terpikirkan Belanda.
Koin negara Iran dengan gambar bunga tulip
Layaknya dogma yang sudah diberikan selama bertahun-tahun, ketika mendengar atau melihat bunga tulip pasti yang muncul pertama kali dipikiran kita adalah “BELANDA”. Bunga yang sudah lekat dengan Belanda ini, ternyata bukan berasal dari negri kincir angin tersebut. Percaya tidak percaya bukan? Memang bunga tulip sudah menjadi bagian negara Belanda, tapi bunga ini aslinya berasal dari Asia tengah, yakni di daerah Turki, Iran, dan sekitarnya. Siapa yang dapat menyangka, bunga tulip meraih popularitasnya di Eropa semenjak pertama kali diperkenalkan oleh Carolus Clusius, seorang ahli holtikultura asal Vienna, pada abad ke-17. Bunga tulip dapat memikat hati banyak orang dan menjadi salah satu komoditas yang diminati khususnya di Belanda. Saat ini Belanda sendiri dapat mengeksport 1,2 milyar bunga tulip per tahunnya. Hal ini semakin mengukuhkan belanda sebagai ‘pemilik’ bunga tulip. Padahal bunga ini adalah bunga nasional Iran dan Turki.
Mungkin bosan dengan bentuk dan warna yang begitu-begitu saja, Belanda tak habis akal untuk mendapatkan varietas-varietas baru bunga tulip. Dari bentuk awal kelopak bunga yang hanya bulat, sekarang kita dapat menikmati macam-macam bentuk bungan tulip, dari yang ujung kelopaknya rucing/lancip sampai yang bergelombang-gelombang indah. Kemudian dari yang hanya memiliki satu warna, Belanda berhasil mengembangkan varietas-varietas baru dengan dua warna atau gradasi warna yang cantik yang diperoleh dari hasil persilangan. Terdapat sekitar 1700 varietas tulip saat ini, dan 80% dari varietas tersebut berasal dari Belanda. Pencapaian tersebut tidaklah didapat dengan sekejap mata, mereka telah memiliki pengalaman selama 400 tahun dalam bidang tersebut. Bahkan untuk mengembangkan satu jenis varietas baru dibutuhkan waktu hingga 20 tahun. Bisa dibayangkan bukan, perjuangan dan kesabaran yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu jenis varietas saja. Alhasil bunga tulip ini sudah layaknya bunga yang di-anak emas-kan di negara Belanda ini. Terbukti dengan berkembangnya teknologi di bidang holtikultura yang dimanfaatkan untuk mengembangkan jenis-jenis bunga tulip yang baru.

Taman Keukenhof, Belanda

Maka tidak heran, karena kegigihan Belanda mengembangkan bunga tersebut, tulip saat ini memang dikenal sebagai simbol negara Belanda disamping kincir angin yang juga menjadi ciri khasnya. Selain dapat menikmati keindahan bunga tulip, Belanda juga mendapat keuntungan ekonomis, mulai dari hasil eksport tulip hingga meningkatnya wisatawan yang ingin melihat keindahan bungan tulip. Belanda mengemas ‘harta’ tersebut dengan apik, mulai dari membangun taman bunga  Keukenhof yang sangat menawan, hingga membuat festival bunga tulip yang dapat menarik banyak minat wisatawan.

Saking cintanya dengan tulip, Belanda pun dikabarkan akan membuat pulau tulip. Sebuah pulau buatan yang berbentuk bungan tulip. Kerja keras Belanda telah menjadikannya sebagai pioner dalam budidaya bunga tulip. Bunga yang bahkan bukan berasal dari negaranya, dapat dikembangkan dan menjadi kebanggaan Belanda saat ini.
Tentunya kita yang memiliki alam yang kaya ini harus bisa mengembangkan sumberdayanya, sehingga dapat memberikan manfaat bagi kita sekaligus dapat melestarikannya. Dengan keterbatasannya Belanda dapat maju seperti sekarang, bagaimana dengan kita? Semoga kita menjadi generasi pembangun bangsa. Semangat Membangun Negeri!
Referensi 


Leave a comment

#244 Rahasia Kokohnya Jalan Daendels

Oleh Aghny Fitriany

Jalan Daendels merupakan salah satu jalan hasil peninggalan masa Kolonialisme yang terbentang di sepanjang pesisir utara pulau jawa dan memiliki panjang kurang lebih 1000 km. Jalan Anyer-Panarukan ini dibangun dengan tujuan memepertahankan tanah jawa dari serangan Inggris, namun ada juga yang mengatakan sebagai jalur Pos.
Terlepas dari segala kontroversi pembangunannya, tahukah kalian kalau jalan ini ternyata memiliki fakta yang mengejutkan?
Pernah dengar CAT atau Cekungan Air Tanah? Bagi yang pernah belajar hidrologi pasti pernah mendengar istilah tersebut. CAT adalah wilayah keterdapatan air tanah yang dibatasi oleh kondisi hidrogeologis. BAtasan disini adalah batasan sebagai akibat dari kondisi geologi bawah permukaan, seperti zona sesar, lipatan, kemiringan lapisan batuan, dll. Indonesia sendiri 47 % wilayahnya adalah CAT sedangkan sisanya adalah daerah NON-CAT. Nah apa hubungannnya CAT dan jalan Daendels?

Dr.Ir.Robert J. Kodoatie,M.Eng dalam workshop “sustainabel use of groundwater”, menyatakan bahwa ternyata sebagian besar jalan Daendels dibangun diatas wilayah CAT. Di P.Jawa sendiri sebanyak 61% wilayahnya merupakan CAT dan selebihnya adalah NON-CAT. Faktanya jalan peninggalan Belanda ini memang sebagian besar dibangun diatas wilayah CAT. Dan bahkan jalur kereta api di pulau jawa yang juga peninggalan Belanda juga berada diatas wilayah CAT.
Mengapa ini menjadi penting?
Wilayah CAT adalah wilayah yang tidak memiliki banyak patahan, sehingga landslide jarang terjadi dibandingkan dengan wilayah NON-CAT. Selain itu, hujan yang turun didaerah CAT akan menjadi aliran permukaan dan aliran bawah tanah, sedangkan untuk NON-CAT umumnya hanya akan menjadi aliran permukaan saja. Sehingga pada wilayah NON-CAT rentan longsor (karena air hujan tidak meresap menjadi aliran bawah tanah dan menjadi aliran permukaan saja) dan kekeringan karena tidak memiliki groundwater.
Kebanyak kejadian bencana alam juga terdapat di wilayah NON-CAT. Jadi bukan sesuatu yang mengherankan jika jalan daendels dan jalur rel kereta api warisan Belanda tersebut nyatanya tetap kokoh berdiri tanpa permasalah yang signifikan. Tentu banyak faktor lain yang mendukung, namun fakta bahwa pembangunan tersebut sebagain besar diatas wilayah CAT pastilah hasil pemikiran yang sangat mengagumkan di zaman penjajahan dahulu. Tidak terbayangkan bahwa zaman dahulu pemerintah kolonial sudah memikirkan hal tersebut, yang bahkan sampai saat ini kita belum selesai memetakan wilayah CAT dan NON-CAT untuk seluruh wilayah Indonesia.
Nah, bagaimana dengan pembangunan jalan saat ini?
Kita ambil contoh tol Cipularang yang setelah diamati memang sebagain besar berada di wilayah NON-CAT dan mengalami beberapa permasalahan dan bencana seperti tanah longsor. Sejak peresmiannya tahun 2005, tol ini telah mengalami beberapa kali tanah longsor di tahun 2005, 2006, dan terakhir bulan februari 2013 kemarin. Selain itu, Ir. Robert Kodoatie juga menyatakan bahwa Tol Semarang-Solo juga mengalami permasalahan saat pembangunaanya karena memang berada diwilayah NON-CAT.
Meskipun Belanda telah menjajah kita, bukan berarti kita harus memandang sebelah mata bukan? Seharusnya kita bisa mengambil keuntungan dari apa yang telah ditinggalkan, termasuk ilmu-ilmu yang dapat dimanfaatkan untuk kemajuan bangsa kita. Semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi kita. Semangat Membangun Negri!
 
Referensi
Groundwater Use and It’s Effect in Indonesia (Dr.Ir.Robert J. Kodoatie,M.Eng), dipresentasikan pada Workshop for Sustainable Use of Groundwater, pada 13 Februari 2013 di Ditjen SDA, Kementrian PU, Jakarta