KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013


Leave a comment

#100 Penemu Kapal Selam Berasal dari Belanda

Oleh Alek Kurniawan

Banyak piooner asal negeri tulip Belanda yang menemukan benda-benda dan alat transportasi yang digunakan dan bahkan popular di zaman ini. Seperti contohnya adalah penemuan dari Cornelis Jacobsz Drebbel yang berhasil membuat kapal selam pertama pada tahun 1620, Hans Lippershey yang pertama kali menciptakan dan menyebarkan desain teleskop yang praktis sekitar tahun 1608, Zacharias Janssen yang pada tahun 1590 dengan ayahnya menciptakan mikroskop yang menggunakan lensa cekung dan cembung untuk melihat benda kecil yang tidak bisa dilihat oleh mata telanjang, ada juga Anthony Van Leuwenhook dengan julukannya ‘Bapak Mikrobiologi’ yang berhasil menemukan lensa untuk mikroskop dan berhasil membuat sekitar 200 mikroskop dengan perbesaran yang berbeda-beda, dan masih banyak lagi penemu asal Belanda yang lainnya.

Saya sangat terkesan dengan penemuan kapal selam. Bagaimana mungkin Cornelis Jacobsz Drebbel pada saat itu berhasil membuat kapal selam dan bagaimana prosesnya?  Kalau begitu mari kita berkenalan lebih dekat dengan salah satu pioneer asal Belanda ini.

Cornelis Jacobsz Drebbel lahir di Alkmaar, Belanda pada tahun 1572. Pada tahun 1595 ia menikah dengan Sophia Jansdochter Goltzius. Mereka memiliki 4 orang anak. Drebbel adalah seorang inovator yang berkontribusi terhadap pengembangan sistem pengukuran dan kontrol, optik dan kimia. Drebbel dan keluarganya pindah ke Inggris pada tahun 1604 atas undangan raja Inggris pada saat itu, James I. Beliau juga sempat pindah ke kota Praha, Ceko pada tahun 1610. Tetapi beliau kembali ke Inggris lagi pada tahun 1612 sampai beliau wafat di London pada 7 November 1633. Hasil penemuan Drebbel yang paling terkenal adalah kapal selam.

Kapal selam model ketiga Drebbel

Drebbel bukan orang yang pertama yang berencana membuat kapal selam. Sebelumnya Leonardo da Vinci (1452-1519) pernah membuat sketsa kapal selam. Lalu William Bourne merancang rencana pembuatan kapal tersebut pada tahun 1578. Tetapi Drebbel lah yang akhirnya bisa membuat kapal selam pertama pada tahun 1620. Beliau menggunakan desain dari William Bourne. Lalu antara tahun 1620 dan 1624 Drebbel berhasil membangun dan menguji dua kapal selam lagi, masing-masing lebih besar dari yang terakhir. Model terakhir yang dibuat van Drebbel mempunyai enam dayung dan dapat menampung 16 penumpang. Kapal itu dapat menyelam selama tiga jam dan belayar hingga 12-15 kaki di bawah permukaan air dengan kecepatan sekitar 18 km/jam. Kapal selam tersebut dibuat hidrodinamik. Hidrodinamik dapat mengurangi hambatan ketika tenggelam.

Referensi
http://en.wikipedia.org/wiki/Cornelis_Drebbel
http://unikboss.blogspot.com/2010/09/cornelius-van-drebbel-penemu-kapal.html
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/fe/Van_Drebbel.jpg
http://www.gameo.org/encyclopedia/images/Cornelius-drebbel.jpg


Leave a comment

#099 Keukenhof sebagai Pelopor Taman Bunga di Dunia

Oleh Alek Kurniawan 

Pernahkah Anda berimajinasi untuk berlarian di sebuah taman bunga besar dengan bunga yang mekar dengan indahnya, dengan warna-warni bunga yang mencolok di mata, dengan semerbak harum bunga di akhir musim semi? Impian Anda akan terkabul! Pergilah ke negri kincir angin Belanda. Pergilah ke kota Lisse –sebelah barat Belanda-, maka Anda akan menemukan taman bunga terbesar di dunia, taman bunga Keukenhof.

Taman bunga Keukenhof mulai dibuka untuk umum pada tahun 1949 sebagai obyek wisata oleh walikota Lisse, W.J.H. Lambooy. Jika dilihat dari atas, hamparan ladang tulip ini memperlihatkan berbagai macam warna yang sangat mempesona. Taman dengan luas 32 hektar ini hanya buka selama dua bulan dalam satu tahun, yaitu dari pertengahan Maret sampai pertengahan Mei. Kenapa? Karena waktu terbaik untuk melihat mekarnya bunga adalah pada akhir musim semi dengan suhu berkisar antara 15-20˚C. Pada pameran bunga di taman bunga Keukenhof akan ada tema yang berbeda di setiap tahunnya. Tema pada tahun 2013 ini adalah United Kingdom – Land of Great Gardens. Pameran bunga tahunan Keukenhof adalah salah satu pameran bunga terbesar di dunia. Tidak sedikit warga dari seluruh dunia pergi ke Belanda, kurang lebih sekitar 50 juta warga dunia datang untuk melihat indahnya hamparan bunga tulip di taman bunga Keukehof.

Keindahan taman bunga Keukenhof

Bunga tulip pada dasarnya hanya dapat tumbuh di daerah pegunungan, tapi pada abad ke-16, seorang peneliti bidang botani dari Universitas Leiden, Carolus Clusius berhasil membiakkan tulip di Belanda, yang sebagian wilayahnya berada di bawah permukaan laut. Ini menjadikannya tokoh pelopor dalam perkembangan bunga tulip di Belanda.

Belanda juga menjadi pelopor negara lain dengan adanya taman bunga terbesar di dunia ini. Tidak sedikit negara lain yang mengimpor biji bunga tulip dari Belanda untuk membangun taman bunga serupa di negaranya masing-masing. Padahal bunga tulip sendiri aslinya bukan berasal dari Belanda, melainkan dari Turki. Tapi bunga yang sekarang menjadi bunga nasional Belanda ini sangat terkenal di negri yang juga terkenal akan bendungannya ini. Saat ini, 80% produksi bunga tulip di dunia, ada di Belanda. Warna-warni bunga pun semakin beragam dengan semakin canggihnya teknologi untuk melakukan penyilangan bunga tulip.  Indah sekali dunia ini, bunga tulip khas Belanda bertebaran di seluruh dunia :).

Contoh beberapa negara yang mengikuti jejak taman bunga Keukenhof :

1. Amerika Serikat

 

Skagit Tulip Festival di Seattle, AS.

2. Kanada

 

Canadian Tulip Festival di Ottawa, Kanada

3. Singapura

 

Tulipmania di Gardens by the Bay, Singapura

Bagaimana? Tertarik untuk mengunjungi taman bunga Keukenhof di Belanda ini yang telah menginspirasi seluruh taman bunga di dunia? Saya juga tertarik sekali! Silakan kunjungi situs resminya di http://www.keukenhof.nl/ untuk info lebih jelas. Nederland, zal ik komen!!! 🙂

Referensi

http://www.keukenhof.nl/
http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=XqVKPO83638#!
http://trisna11.blogspot.com/2010/04/flower-power-at-keukenhof-gardens_19.html
http://www.dutchdailynews.com/world-renowned-keukenhof-gardens-in-holland-will-open-march-21/
http://www.mupso.com/wp-content/uploads/2013/02/inside-keukenhof.jpg
http://4.bp.blogspot.com/-BSEQapuptYk/UUs4ARm_FHI/AAAAAAAAAKw/-aSJgDP6-1k/s1600/644592_10151270222526636_327127569_n.jpg
http://www.tulipfestival.org
http://tulipfestival.ca
http://www.gardensbythebay.com.sg/en/home.html


1 Comment

#098 Belajar Memperlakukan Manuskrip seperti di Belanda

Oleh Putri Agustina

Sebagai seorang yang baru terjun ke ranah komunitas pecinta pusaka, saya memiliki pertanyaan awam “Mengapa ada pusaka Indonesia berada nan jauh di Belanda?”. –Putri Agustina

Peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia mencerminkan peradaban adiluhung di masa silam. Salah satu maha karya leluhur kita adalah tulisan tangan (handschrift) yang lebih dikenal dengan sebutan manuskrip. Manuskrip dianggap sebagai salah satu sumber informasi budaya masa lampau dan merupakan dokumen budaya, karena di dalam naskah kuno tergambar jelas mengenai alam pikiran, adat-istiadat, kepercayaan, dan sistem nilai yang dianut orang pada zaman lampau. Kini, kita sebagai pewaris budaya nusantara menghadapi problematika dalam upaya perawatan dan pelestarian naskah klasik yang kondisinya cukup memprihatinkan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa negara Indonesia ini telah mengalami masa kolonialisme dalam waktu yang sangat lama. Pengalaman tragis terkait penjarahan naskah dialami oleh kerajaan atau kasultanan di Indonesia. Banyak naskah yang hilang diangkut ke negara-negara penjajah, termasuk Belanda. Mereka membawa pulang untuk mempelajari manuskrip tersebut. Kaum kolonial cenderung memiliki kelebihan dalam menghargai naskah. Berbeda dengan kita yang memperlakukan naskah sebagai benda pusaka, tidak boleh dibaca sembarangan sehingga justru berisiko hancur dimakan usia.

Idealnya sebuah manuskrip memerlukan perawatan khusus. Museum atau keraton di Indonesia sebagian besar hanya menggunakan kapur barus. Kapur barus hanya mencengah ngengat, namun tidak bisa menahan laju usia naskah.

Beberapa bulan belakangan ini, saya aktif dalam kegiatan konservasi kreatif oleh pemuda terhadap pusaka. Selama mempelajari pusaka, saya mendapatkan informasi bahwa beberapa pusaka Indonesia khususnya manuskrip tersimpan secara apik dan aman di Belanda. Salah satunya adalah La Galigo.

La Galigo ditulis ulang sebanyak 12 volume oleh Colliq Pujie atas permintaan B.F. Matthes, missionaris Belanda. Manuskrip terpanjang di dunia yang berasal dari tanah Bugis, Sulawesi Selatan ini merupakan bagian dari koleksi naskah-naskah Indonesia di the Netherlands Bible Society yang telah diberikan hak permanen ke Koninklijk Instituut voor Taal- Land- en Volkenkunde Leiden, Perpustakaan Universitas Leiden sejak tahun 1905 s.d 1915 di Belanda. Naskah ini disimpan di lantai dua dalam sebuah ruangan khusus bersuhu 18 derajat celcius.

Kini La Galigo masih tersimpan rapi di sana dan menjadi salah satu naskah tua yang paling dijaga karena sangat berharga. Siapa saja diperkenankan membaca, mempelajari dan mendiskusikan manuskrip ini. Penjaga perpustakaan biasanya menghimbau agar berhati-hati dalam membuka lembar demi lembar karena kertasnya sudah sangat rapuh. Bahkan, harus diletakkan di atas bantal agar tidak mudah koyak.

Beberapa versi La Galigo sebelum penulisan ulang telah hilang akibat serangga, iklim, dan perusakan. Iklim di Sulawesi terlalu panas untuk manuskrip tua sedangkan Belanda memiliki iklim yang lebih bersahabat. Banyak naskah asli La Galigo yang hancur karena kecerobohan pemiliknya.

Selain La Galigo, masih banyak naskah Indonesia yang tersimpan di Belanda. Di Universitas Blibiotheek Leiden misalnya ada sekitar 239 naskah Sunda. Naskah Leiden Or 266 yang berisi ajaran islam dikoleksi sejak tahun 1957 juga disimpan di perpustakaan Universitas Leiden.

Sebaiknya kita bercermin kepada Belanda dalam upaya merawat dan melestarikan warisan budaya yang rawan punah seperti manuskrip. Sudah selayaknya manuskrip yang masih ada di Indonesia mendapatkan perlakuan khusus agar terus menjadi bahan kajian dari masa ke masa.

Referensi

http://bugisbelanda.blogspot.com/
http://idha2908.blogspot.com/2012/04/leiden-berkunjung-demi-membaca-melihat.html
http://lontaraproject.com/category/101-la-galigo/
http://www.kabarkami.com/mengenal-universitas-leiden-penjaga-warisan-budaya-bugis-makassar.html


1 Comment

#097 Saking Kreatifnya Derek Tua Disulap Jadi Hotel

Oleh Putri Agustina

Ada-ada saja ide unik dari pasangan suami istri Carla Comello dan Willem Koornstra. Mereka menyulap alat derek (crane) yang dulunya digunakan untuk memidahkan kontainer, peti kemas, dan barang-barang berat lainnya di pelabuhan Harlingen tahun 1960 menjadi sebuah hotel yang sensasional.

Harbour Crane Hotel namanya. Hotel tersebut terletak di tepi laut Harlingen, bagian utara Belanda. Kira-kira menempuh waktu perjalanan sekitar satu jam dari Amsterdam.

Awalnya alat derek tersebut ingin dihancurkan karena usianya sudah tua dan nilai gunanya sudah berkurang. Namun namanya juga orang Belanda ya, muncul saja ide kreatif yang lebih bermanfaat dan menguntungkan. Hal ini tentu dapat menginspirasi masyarakat lainnya yang belum memiliki ide untuk mendaur ulang alat berat yang kerap menjadi rongsokan, betapa pioneer-nya Carla dan Willem.

Pada bagian luar, hotel masih mempertahankan bentuk aslinya. Menjulang tinggi sekitar 17 meter di atas, pemandangan luar biasa dari ketinggian kamar hotel bisa diakses tamu dengan lift modern. Semua fungsi crane masih dapat dijalankan dengan normal sehingga bisa dicoba secara langsung oleh tamu. Bagian dalam mesin tua tersebut disulap menjadi kamar tidur yang didekorasi dengan interior mewah bak hotel berbintang. Kamar dilengkapi dengan pengatur suhu yang dikontrol oleh komputer, lampu berteknologi canggih, tempat tidur berukuran king size yang nyaman, TV layar datar, kamar mandi, dan akses elevator. Wow keren sekali.

Sensasi dahsyat yang didapat dari hotel ini antara lain kamar hotel ini bisa diputar sendiri oleh penghuninya hingga 360 derajat. Jadi penghuni kamar dapat memilih suasana tertentu yang ingin dilihat dari kamarnya dengan memutar crane. Kemampuan kamar untuk berputar itu membuat tamu dapat menikmati panorama luar biasa secara menyeluruh dari Laut Wadden. Jika berada di atas laut seakan-akan tamu sedang mengambang di atas air.

Hanya orang beruntung yang dapat menikmati sensasi Harbour Crane Hotel ini karena ruangan hanya bisa direservasi untuk satu pemesan (memuat dua orang). Semoga kita menjadi orang yang beruntung tersebut^^.

Referensi

http://hotelunik.blogspot.com/2012/06/crane-hotel-belanda.html


4 Comments

#096 H2O, Musuh yang Kini Menjadi Sahabat

Oleh Putri Agustina

Bukan rahasia umum bahwa sebagian besar wilayah Belanda merupakan perairan. Netherland yang artinya “Tanah Rendah”, berdasarkan topografis rata-rata wilayahnya di bawah pemukaan laut antara 1 hingga 7 meter. Orang Belanda sejak dahulu memutar otak agar negara mereka tetap bertahan, mereka sadar sedang mendiami daerah yang tidak normal.

Karena anomali tersebut, air, yang dikenal dengan lambang H2O ini merupakan musuh utama mereka. Pernah dengar bagaimana cara melawan musuh dengan lebih elegan? Jawabannya adalah taklukkan mereka dengan menjadikan mereka sahabat. Kebanyakan musuh terutama yang berpotensi menyebabkan kerugian paling besar biasanya datang dari lingkungan yang paling dekat. Jadi sebenarnya kita dapat dengan mudah mengawasi mereka.

Artinya orang Belanda harus bersahabat dengan air.

Tsun Tzu seorang ahli strategi perang dari Tiongkok mengungkapkan “kenalilah dirimu tapi lebih kenali dan dekati musuhmu”. Falsafah tersebut dapat menjadi himbauan bagi Belanda untuk menyusun langkah strategis guna memenangkan perangnya dengan air.

Bentuk strategi perang Belanda antara lain proyek besar Deltaworks. Tanggul penahan ini merupakan upaya untuk mencegah terjangan badai Laut Utara terulang kembali. 13 bendungan raksasa menjadi tanda persahabatan dari Belanda kepada air agar nantinya tidak menimbulkan korban jiwa lagi.

Tak hanya menjadi petaka, ada hikmah di balik musibah. Seusai banjir besar, endapan lumpur yang terbawa oleh air juga menyebabkan tanah Belanda menjadi subur. Ini merupakan tanda persahabatan dari air untuk Belanda dengan hamparan warna-warni bunga tulip yang indah sebagai simbolnya.

Pembuatan 43 kincir angin untuk membuka lahan pemukiman penduduk merupakan strategi Belanda juga. Pengeringan Danau Beemster merupakan langkah konkritnya. Walau dalam hal ini Belanda harus menghilangkan sebagian sahabatnya tersebut, air. Kincir angin sudah menjadi tanda persahabatan antara Belanda dan air yang juga berfungsi sebagai alat untuk mengatasi banjir dan irigasi.

Air merupakan senyawa yang paling melimpah di muka bumi dengan rumus kimia H2O. Sebuah molekul air tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Air memang satu kesatuan jika saling bertemu dalam satu wadah. Namun air juga bisa diurai.

Penguraian air dapat terjadi jika uap air dipanaskan pada suhu tinggi atau jika air dialiri listrik. Rumus penguraian air yang digunakan Belanda yaitu H2 + O. Anggaplah “H2” merupakan Harmonious Holland dan “O” merupakan Outstanding. Jadi air dapat ditaklukkan melalui penggabungan harmonisasi orang Belanda dengan segala kekuatan mereka yang luar biasa. Untuk mengurai air, Belanda menggunakan kreatifitas dan kerja kerasnya bak panas dan listrik.

Berdasarkan sumber, atom seperti oksigen tidak akan stabil sebagai atom tunggal. Maka untuk mendapatkan stabilitas dan cukup aktif, perlu dibuat menjadi molekul seperti O2. Sehingga H2O dapat diurai menjadi H2 + O2. Nah berdasarkan penjelasan diatas, Belanda menambahkan Outcomes sebagai pasangan dari Outstanding (Outstanding Outcomes). Kekuatan besar yang mampu menghasilkan output-output luar biasa yang berguna bagi negeri Belanda.

Secara garis besar, Belanda sudah menaklukkan musuh besarnya tersebut. Kini Belanda dan air telah bersahabat dan hidup berdampingan dengan baik. Walau begitu, Belanda harus tetap waspada karena biar bagaimanapun air pernah menjadi musuhnya.

Referensi

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090112045915AAG0fAp
http://dahlanforum.wordpress.com/2009/08/14/air-h2o-senyawa-yang-paling-melimpah-di-muka-bumi/
http://kumpulan-artikel-menarik.blogspot.com/2008/10/belajar-dari-sun-tzu-untuk-perang.html
http://kompetiblog2012.wordpress.com/2012/05/23/717-musuh-bebuyutan-yang-membuat-bangsa-belanda-kreatif/
www.deltawerken.com
www.hellomagazine.com


Leave a comment

#095 Belanda Sang Pelopor Inovasi Dunia

Oleh Anggun Sugiarti

Belanda merupakan negeri berpenduduk sekitar 15,8 juta orang dengan luas hanya 41.548 km² dimana sekitar 27 persen wilayahnya berada di bawah permukaan laut. Hal tersebut menyebabkan Belanda terus berjuang menaklukan air layaknya menghalau musuh dengan melakukan berbagai macam cara untuk mengubah air tersebut menjadi tanah daratan. Awal mulanya, warga Frisian yang mendiami Belanda melakukan reklamasi pantai dan membangun apa yang disebut dengan Terpen, bendungan pertama yang dibangun untuk menghadang air laut utara.

Belanda menerapkan sistem reklamasi lahan melalui sistem polder yang kompleks untuk mempertahankan wilayah Belanda dari ancaman banjir dan air pasang. Pendirian Zuiderzee (pembangunan pantai baru, bendungan, serta pengeringan melalui pompa kincir angin, kanal-kanal, dan polder atau sistem tata air tertutup) dilakukan untuk memperkuat pembangunan sistem hidrolik inovatif di negeri Van Oranje tersebut. Oleh karena itu polder dan kincir angin akhirnya menjadi identik dengan Negeri Belanda.

anggun

Polder dan Kincir Angin di Belanda
wordschatter.blogspot.com

Negara Belanda merupakan negara yang tak pernah berhenti berupaya melahirkan inovasi. Perjuangan melawan banjir telah dilakukan Belanda hampir selama satu milenium. Hal tersebut mengingatkan kita pada untaian kata yang dilontarkan Rene Descartes, “God created the world, but the Dutch created Holland”, ujarnya. Filsuf Perancis tersebut mencoba menggambarkan bagaimana orang Belanda mengeringkan daratan yang digenangi air agar dapat menjadi permukiman yang layak didiami.

Pertarungan dengan laut tidak selesai sampai disitu. Suatu pekerjaan konstruksi modern yang jauh lebih besar setelah Afsluitdijk (pembangunan bendungan pada dua titik yang dipertemukan di tengah laut) adalah pembangunan bendungan berseri secara berturut-turut yang dinamakan proyek “Deltawerken”.

anggun2

Proyek Delta (Delta Works/ Deltawerken)
pembayunsekar.blogspot.com

Proyek Delta dikonstruksi hampir selama 5 dekade dan menjadi salah satu upaya pembangunan terbesar dalam sejarah peradaban manusia. American Society of Civil Engineers pun menetapkannya sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia modern. Terkait dengan pencapaian tersebut, dapat dirasakan bahwa semangat membangun dan berinovasi Belanda sangat tinggi. Inovasi tersebut merupakan instrumen utama dalam pembangunan Belanda menjadi sebuah bangsa yang sejahtera secara ekonomi, kaya akan budaya dan memiliki reputasi tinggi dalam bertoleransi.

Pemerintah Belanda juga melakukan tindakan preventif dengan mendirikan Water Board yaitu pengawasan terhadap pengelolaan air di setiap wilayah melalui suatu forum yang mengumpulkan masyarakat disekitar wilayah untuk membahas pengelolaan air secara demokratis. Dalam hal ini, terdapat jaminan kebebasan berpendapat dimana penduduk disana mempunyai posisi yang setara.

Kebebasaan tersebut menjadi pondasi yang kuat dalam karakter inovatif masyarakat Belanda sehingga melahirkan banyak kreasi-kreasi besar yang mendapat pengakuan dunia mulai dari karya lukisan dari Rembrandt yang sangat indah, hingga jam pendulum dan navigasi kapal hasil karya Cristiaan Huygens. Bahkan bunga Tulip dengan berbagai warna yang menjadi ciri khas Belanda juga merupakan hasil pengembangan botani para peneliti Belanda yang membawanya dari kawasan Asia Tengah.

Apa yang ada dibalik bendungan di Belanda menunjukkan bagaimana proses pembelajaran dan interaksi dengan air selama bertahun-tahun telah membentuk budaya masyarakat belanda yang terus gelisah dan berupaya untuk memperbaiki keadaan melalui teknologi konstruksi bangunan yang semakin canggih. Tidak berhenti sampai disitu karakter inipun merupakan penjelasan yang logis dari berbagai hasil karya inovatif hasil kreasi bangsa Belanda yang banyak dinikmati oleh berbagai belahan dunia saat ini. Untuk itu kita patut mempelajari apa yang terjadi dibalik bendungan Belanda tidak hanya konstruksi tetapi juga masyarakatnya.


Leave a comment

#094 The Power of Kepepet

Oleh Adibtya Asyhari

Apa yang kalian bayangkan ketika mendengar kata Belanda? Sebagian besar mungkin akan menjawab bunga tulip, sebagian lagi mungkin berpikiran kincir angin, atau mungkin kalian masih membayangkan, “penjajah”? Well, in my opinion, Dutch is a pioneer. Sebuah negara yang menyibak tirai pengetahuan dunia tentang pengelolaan sumber daya air.

Bunga Tulip dan Kincir Angin, Ikon Negara Belanda

Belanda merupakan negara dengan sebagian besar wilayahnya berada di bawah permukaan laut. Negara ini juga dilalui oleh tiga sungai besar, yaitu Sungai Rijn, Waal, dan Maas. Hal ini membuat Belanda sangat akrab dengan air.  Akan tetapi, air dalam jumlah yang tidak dapat dikendalikan dapat menjadi masalah yang sangat besar. Hal itulah yang dihadapi oleh bangsa Belanda selama ini, yaitu ancaman banjir dari dua penjuru sekaligus, luapan sungai dan muka air pasang.

 “God created the world, but the Dutch created Holland”,

 adalah sebuah ungkapan dari Rene Descartes yang menggambarkan bagaimana keajaiban bangsa Belanda menciptakan negara bagi mereka sendiri. Ungkapan ini tidak akan terkesan berlebihan apabila kita melihat ke belakang mengenai apa yang telah bangsa Belanda lakukan untuk menyelamatkan negaranya dari ancaman air.

Wilayah Negara Belanda

 Perjuangan bangsa Belanda dalam menghadapi musuh bebuyutannya telah dimulai jauh pada abad pertengahan dengan memperkenalkan sistem polder. Polder merupakan sebuah sistem pengelolaan air yang kompleks dengan elemen meliputi saluran air, tanggul, pompa, dan kolam penampungan air. Pada perkembangannya, ditambahkan satu lagi elemen dalam sistem ini, yaitu kincir angin yang berfungsi sebagai pompa. Kincir angin inilah yang akhirnya menjadi ikon dari negara Belanda.

Sistem Polder dengan Kincir Angin

Selain menggunakan sistem polder untuk mencegah banjir, bangsa Belanda juga berhasil memanfaatkan sistem tersebut untuk mengeringkan lautan. Seperti kita ketahui bahwa Belanda memiliki wilayah yang relatif sempit. Keterbatasan ini mendorong bangsa Belanda untuk merintis teknologi reklamasi. Melalui teknologi ini, bangsa Belanda berhasil menambah luas wilayah negaranya menjadi hampir dua kali lipat.

Badai Laut Utara (1953)

 Sebuah banjir besar yang diakibatkan oleh badai Laut Utara pada tahun 1953 mendorong Belanda untuk merintis sebuah proyek besar dalam memerangi musuh bebuyutannya, The Delta Project. Proyek tersebut merupakan sebuah proyek futuristik dalam bidang teknologi pengelolaan bajir pada masa mendatang. Bukannya melakukan analisa terhadap banjir yang terdahulu, proyek ini menitikberatkan pada sebuah konsep baru dalam penanggulangan banjir. Secara umum, proyek ini berisi identifikasi pada wilayah utama yang rawan dan perhitungan statistika untuk perencanaan bangunan pengaman yang kompleks. Proyek ini terbukti berhasil dan bahkan digolongkan ke dalam 7 Keajaiban Dunia Modern.

Saat ini Belanda dijadikan panutan dalam usaha pengelolaan sumber daya air. Insinyur-insinyur Belanda menjadi pionir dalam pembangunan proyek-proyek raksasa pengelolaan sumber daya air di seluruh dunia, termasuk penanganan banjir akibat Badai Katrina di Amerika Serikat maupun penanganan banjir di Jakarta.

The Delta Project

Tuhan menciptakan Belanda pada daerah yang tidak menguntungkan secara geografis, tetapi hal tersebut justru membuatn mereka bangkit. Mereka sadar betul akan kekurangannya dan berusaha untuk memulai perubahan. Saat ini, terbukti memang bahwa langkah-langkah yang telah mereka lakukan telah menciptakan negara Belanda itu sendiri. Sebuah negara yang sukses karena keterbatasannya. That’s the power of kepepet! 

Kanal di Amsterdam

 Jadi sekarang apa yang kalian bayangkan ketika mendengar kata Belanda?

 “Netherland, A Pioneer of Change”

Referensi

http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda
http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_Dutch_inventions_and_discoveries
http://en.wikipedia.org/wiki/Delta_Works
http://en.wikipedia.org/wiki/North_Sea_flood_of_1953
http://anggunsugiarti.blogspot.com/2012/02/belajar-dari-sistem-polder-negera.html