KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013


Leave a comment

#573 Bronbeek, Sebuah Museum Riset

Oleh Taufik

Kepeloporan Belanda di dunia pendidikan tak perlu diragukan lagi. Universitas-universitas di Belanda termasuk dalam peringkat 10 di antara 200 perguruan terbaik di dunia. Beberapa universitas yang layak dicatat di antaranya, Leiden University, Utrecht University, University of Amsterdam, University of Groningen (untuk universitas riset); Amsterdam School of the Arts, Business School of Amsterdam(untuk universitas terapan), dan sebagainya.
Bahkan, pada tahun 2011, sebanyak 12 universitas di Belanda masuk dalam peringkat 200 besar daftar perguruan tertinggi di dunia. Daya tarik dunia pendidikan di Belanda tak terlepas dari keberadaan beberapa museum. Nama-nama museum itu sangat harum ke seluruh dunia, seperti Museum Leiden, Bronbeek, Tropen dan lain-lain. Museum-museum di Belanda menjadi destinasi dan tempat para ilmuan menggali rujukan sejarah
Saya beruntung bisa melihat negeri Belanda dari dekat, terutama bisa mengunjungi Museum Bronbeek di Arhem, Belanda pada 27 Juli 2010 silam. Selain menyimpan banyak benda-benda bersejarah, museum Bronbeek menjadi istimewa karena terdapat 43 veteran perang. Dari mereka pula kita bisa memperoleh cerita-cerita seputar perang di Nusantara. Mereka dengan senang hati mau berbagi kisah hidup serta pengalaman perang yang mereka alami sewaktu menjadi tentara kolonial dulunya.
Tak mengherankan jika negeri berpenduduk lebih kurang 8 juta orang itu mulai diperhitungkan sebagai kiblat kemajuan dan pusat pendidikan. Hal itu pula yang menyebabkan museum-museum di Belanda ramai dikunjungi para peneliti, pelajar, mahasiswa dan professor dari seluruh dunia.
Awalnya saya membayangkan museum Bronbeek pastilah seperti kebanyakan museum lain di tempat kita: tak terurus, pengap, berantakan dan sangat tak nyaman dikunjungi. Namun, begitu memasuki areal museum, kita pun terkagum-kagum. Kita dapat melihat bagaimana rapinya Belanda merawat ingatan bangsanya dengan nilai-nilai sejarah: melalui benda-benda perang (meriam) dan literatur. Meriam dari berbegai jenis itu dipajang mengelilingi dinding museum. Benda-benda perang ini dibawa dari sejumlah wilayah taklukan di Nusantara.

Museum Bronbeek ini termasuk salah satu museum tertua di Belanda. Pengelola atau conservator museum, Drs. Hans van den Akker menyebutkan, usia museum yang sering disebut Museum Perang ini sudah 150 tahun, sejak pertama kali dibangun oleh Raja Willem III tahun 1863.

Willem atau Willem Alexander Paul Frederik Lodewijk van Oranje-Nassau, lahir di Brussels, Belgia, 17 Februari 1817 merupakan Raja Belanda dan Grand-Ducal House of Luxembourg. Pada 23 November 1890, dia meninggal (pada umur 73 tahun) dan mewariskan tahta kepada putrinya, Wilhelmina (ketika itu baru berumur 10 tahun).
Menurut Hans, Raja Willem III membangun museum ini untuk mengenang pasukan setianya, KNIL sebagai penghormatan atas jasa mereka. Nama Bronbeek diberikan karena “di lokasi dibangun museum ini dulunya terdapat sungai kecil asli (bukan sungai buatan),” kata Hans. Dalam bahasa Belanda, Bronbeek berarti aliran air/sungai kecil.
Meskipun Bronbeek sebagai destinasi wisata untuk umum, museum ini juga menjadi tempat untuk anak-anak sekolah di Belanda mengenal sejarah bangsanya. Ini tak terlepas dari terobosan sistem pembelajaran yang dianut Belanda, melatih siswa untuk menganalisis dan memecahkan masalah dengan praktis dan mandiri melalui penekanan pada cara belajar mandiri dan kedisiplinan.
Museum Bronbeek ini jadi pilihan para peneliti yang ingin mempelajari sejarah Belanda dan bangsa-bangsa taklukannya. Mereka dapat mengakses semua dokumen, benda atau prasasti yang ada di sini untuk keperluan akademiki/studi. []

 

Referensi
http://www.nesoindonesia.or.id/sistem-pendidikan/institusi-pendidikan-di-belanda
http://www.defensie.nl/cdc/bronbeek/museum/
http://edukasi.kompas.com/read/2012/02/06/0949462/Mengapa.Memilih.Studi.ke.Belanda
http://id.wikipedia.org/wiki/Willem_III_dari_Belanda
http://jumpueng.blogspot.com/2011/05/belanda-yang-lain.html

Advertisements


Leave a comment

#572 Bio-Coat sebagai Energi pengganti yang ramah lingkungan

Oleh Mokhammad Hilman Fatah

Saat ini banyak dikembangkan teknologi biotek untuk menggantikan bahan bakar konvensional  dikarenakan ketersediaan bahan bakar tersebut yang makin menipis. Pengembangan teknologi biotek tidak hanya sekadar untuk menggantikan bahan bakar yang sudah ada tetapi juga dikembangkan agar bahan bakar penggantinya juga berefek ramah lingkungan. Salah satu teknologi biotek yang saat ini gencar dilakukan pengembangannya ialah teknologi briket bio-coal. Bio-Coal merupakan bahan bakar alami yang diproses melalui proses Torrefaction (pembakaran)  dari bahan-bahan limbah yang kering. Torrefaction dianggap sebagai teknologi untuk membuat bio-mass lebih mudah terbakar.Torrefaction memproses bio-mass yang dipanaskan pada suhu antara 200-300° C dalam ruangan kedap oksigen. Proses ini melepaskan senyawa organik yang mudah menguap dalam bio-mass. Senyawa tersebut berupa gas yang mudah terbakar, sehingga dimanfaatkan untuk proses pengeringan bio-mass. Tentunya proses ini sangat efisien dalam penggunaan energi. Bio-Coal diasumsikan dapat efisien daripada bahan bakar konvensional saat ini.Torrefaction menghasilkan bio-coal berupa bahan bakar padat dengan tingkat kelembaban yang rendah, mudah digiling layaknya batu bara biasa dan diklaim mudah terbakar seperti serbuk kayu. Bio-coal diharapkan dapat mengsubtitusi penggunaan batu bara yang terus mengalami peningkatan signifikan.

Belanda merupakan Negara perintis untuk mengembangkan energi ramah lingkungan ini. Dengan pengembangan bioteknologi ini Pemerintah belanda mengharapkan dapat mengurangi emisi CO2 yang dapat berkurang hingga 50 persen, dan dapat mengakomodasi keperluan listrik di negaranya hingga 40 persen. Belanda tidak main-main untuk mengembangkan bioteknologi yang satu ini. Pemerintah belanda melalui ECN (Energy research Centre of the Netherlands) telah merintis cara inovatif untuk mengkonversi  bio-mass menjadi bio-coal (batu bara daur ulang) dengan Torrefaction. Bahkan seperti yang dilaporkan bahwa pemerintah belanda telah bekerja sama dengan Wood Spirit yang menginvestasikan uang sebesar € 199.000.000 untuk membuat pabrik pengolahan bio-coat di Delfzijl. Projek ini merupakan salah satu projek hijau terbesar yang pernah ada di Belanda dan salah satu penanaman modal yang terbesar dalam industri kimia di negara ini pada tahun-tahun kebelakangan ini. Dengan menggunakan teknologi ini pemerintah belanda dapat menghemat sekitar 25% dari energi keseluruhan yang digunakan di belanda. Sungguh teknologi yang harus dikembangkan oleh Negara lain dengan mengemban efisiensi dan ramah lingkungannya. Tentunya tidak hanya belanda yang menerapkan teknologi ini, Negara-negara maju di eropa ikut mengembangkan teknologi yang dirintisi oleh pemerintah belanda.

Sudah seharusnya dunia berpikir untuk mengembangkan energi pengganti yang lebih efisien dan ramah lingkungan daripada energi konvensional yang saat ini sedang kita gunakan. Ini adalah bahan bakar yang cocok untuk penggunaan komersial dan kebutuhan industri agar mudah untuk mengoperasikan industrinya tanpa merusak lingkungan sekitar. Bio-Coat memiliki karakteristik yang mirip dengan batubara biasa dengan perbedaan penting yaitu lebih ramah lingkungan dan merupakan sumber daya yang terbarukan.


Leave a comment

#571 Bernostalgia dengan Museum Tertua di Belanda

 Oleh Mokhammad Hilman Fatah

Museum merupakan bangunan yang dibuat untuk melestarikan koleksi artefak dan benda-benda yang berasal dari karya seni, budaya, ilmu pengetahuan maupun koleksi peninggalan sejarah yang penting. Museum difungsikan bagi mereka yang ingin melihat benda-benda yang berharga tersebut secara langsung. Konon katanya, didirikannya Museum juga difungsikan sebagai tempat yang dapat mengajak pengunjungnya agar bernostalgia dan menyelami keadaan dari benda-benda yang sedang dipamerkan di museum. Negara belanda merupakan salah satu Negara yang memiliki sejarah panjang dan kiblat dari bidang kesenian dan kebudayaan. Inilah yang melatarbelakangi pemerintah untuk mendirikan beberapa museum. Saat ini tidak mengherankan jika di Belanda sendiri terdapat ratusan museum yang telah didirikan, contohnya saja seperti museum seni klasik dan kontemporer Van Gogh, Rijksmuseum, Royal Picture Gallery Mauritshuis, Bonnefantenmuseum Maastricht dan Kunsthal Rotterdam. Jika Anda merasa masih kurang menjelajahi museum kesenian klasik, Anda juga dapat mengunjungi museum sejarah dan budaya Belanda di Anne Frank House, Museum Sejarah Yahudi Royal Delft, dan Amsterdam Museum. Bahkan pemerintah belanda juga mendirikan museum yang diperuntukan untuk anak-anak. Tidak hanya mendirikan ratusan museum, pemerintah Belanda juga mengagendakan suatu event tertentu di museum yang terkait. Bahkan terdapat program gratis untuk mengunjungi lebih dari 500 museum yang tersebar di belanda pada akhir pekan pertama April yang dinamakan “National Museum Weekend”. Kebanyakan museum juga menyelenggarakan lokakarya dan kegiatan lain untuk kesempatan khusus ini. Akomodasi menuju ke museum juga telah diprogramkan oleh pemerintah contohnya dengan menggunakan Kartu City Pass. City Pass memfasilitasi para wisatawan agar dapat mengunjungi tempat wisata-wisata dan menaiki transportasi di belanda dengan harga yang murah bahkan gratis. City Pass ini diterima di seluruh Belanda, termasuk kota-kota besar Amsterdam, Rotterdam, Utrecht dan Den Haag. Semua program ini dibuat semata-mata untuk menarik wisatawan agar berbondong-bondong mendatangi tempat rekreasi di belanda termasuk Museum.

Pieter Teylers merupakan orang yang berjasa untuk pertama kalinya memperkenalkan museum di belanda. Pieter Teylers ialah salah satu bangsawan kaya yang dimiliki oleh Negara kincir angin saat itu. Dia sangat tertarik untuk mengumpulkan benda-benda berharga dan mewariskan kekayaannya untuk kemajuan agama, seni dan ilmu. Lalu dibuatlah sebuah monument pada saat itu yang dinamakan Museum Teylers untuk menampung benda-benda berharga milik Pieter. Museum Teylers didirikan pada tahun 1778 yang terletak di kota haarlem. Saat itu museum ini menjadi museum yang pertama didirikan di Negara kincir angin. Museum ini membagi hasil pamerannya dalam bidang seni, edukasi dan sejarah disetiap komplek bangunannya. Museum Teylers mengajak pengunjungnya untuk menelusuri berbagai item pada abad kedelapan belas yang ditampilkan melalui  sebuah layar bersejarah yang menarik dan hanya diterangi oleh sinar matahari. Hal ini seolah-olah Anda sedang bernostalgia sebuah ensiklopedi yang memungkinkan setiap objek untuk menceritakan kisah sendiri seperti dari benda- benda meliputi instrumen fosil, instumen mineral atau ilmiah, koin, medali, buku, dan lukisan. Beberapa terkenal, beberapa sangat kompleks, dan semua itu sangat menarik untuk ditelaah lebih jauh. Anda dapat mendengar cerita dari pameran ini melalui sebuah audio tur, atau belajar lebih banyak tentang mereka di kamar Multimedia yang telah disediakan oleh pihak museum. Kebanyakan objek yang ditampilkan di etalase yang sama di mana mereka ditempatkan sesuai tahun pada saat benda itu ditempatkan oleh orang-orang yang berjasa untuk museum teylers ini. Semua membangkitkan sensasi itu, hanya sesaat, dan Anda merasa tidak berada didunia modernisasi seperti saat ini. Di sinilah kita dapat melihat panggung pameran yang memberikan presentasi akan sorotan item tertentu dari koleksi permanen yang besar. Peristiwa ini sering diselenggarakan di sekitar museum saat ini, menggabungkan pinjaman penting dengan fosil kami yang paling indah, koin dan buku, atau dengan gambar oleh seniman terkenal.

Museum ini telah di nobatkan sebagai 100 warisan dari daftar situs Belanda sejak tahun 1990 dan dinominasikan pada tanggal 12 Desember 2011 oleh Kabinet Belanda sebagai status warisan dunia UNESCO berdasarkan sejarah panjang sebagai lembaga pengetahuan publik dan upaya untuk terus melestarikan akses publik terhadap perusahaan koleksi. Museum menyediakan fasilitas berupa informasi yang tersedia dalam bahasa inggris, prancis dan jerman. Tur dalam museum juga dilengkapi oleh tur audio untuk Ipod atau mp3 player Anda,  dan Anda dapat mengunduhnya melalui www.artcast.nl. Pemerintah belanda sangat memperhatikan sisi historis dari sebuah monumen ini hingga dinobatkan sebagai tempat warisan dunia. Benar-benar pemerintah ingin agar penduduk/wisatawan menyelami serta mengetahui sisi sejarah dari Negara belanda. Karena dengan mengetahui sejarahnya maka Anda akan lebih mengetahui lebih dalam tentang sebuah negeri.

“Sudut dari sebuah ruangan di Museum Teylers”


Leave a comment

#570 Total football sebagai dasar permainan sepak bola modern tiki taka

Oleh I Nyoman Kidarmajaya 

Siapa yang tidak kenal spanyol, negara yang saat ini merajai olah raga paling popular di planet bumi yaitu sepak bola. Rentetan gelar mulai dari juara euro 2008, piala dunia 2010 hingga yang terakhir mempertahankan gelar piala euro tahun 2012 dengan mengandaskan perlawanan Italia di final. Jika kita lihat bagaimana spanyol bisa berjaya diikuti dengan klub sepak bola Barcelona yang juga asal spanyol berhasil menguasai eropa dalam beberapa tahun terakhir,semuanya tidak lepas dari gaya permainan mereka yang terkenal dengan tiki taka.Permainan tiki taka adalah taktik permainan bola dimana umpan umpan pendek cepat dan jarak antar pemain yang rapat dengan pengusaan bola dominan sepanjang pertandingan dan dipadukan dengan pertahanan yang kuat karena setiap pemain saling bergerak mengisi kekosongan temannya.

 nyoman

 Spanyol juara eropa 2012

 

Melihat gaya permainan seperti ini  bukanlah hal yang baru,dahulu taktik seperti ini sudah pernah dilakukan tim sepak bola belanda. Belandalah yang pertama kali mengenalkan taktik seperti ini dengan “total footbalnya”. Tiki taka sebenarnya merupakan taktik yang mengadopsi dari sistem total football yang menjadi ciri khas permainan belanda. Sejarah mencatat jack Reynolds adalah orang pertama yang meletakan fondasi dasar total football kemudian di perhalus dan diperbaiki oleh rinus michels kemudian diperbaiki kembali lagi oleh Stefan kovacs.

Lalu bagaimana total football bisa berubah menjadi gaya tiki taka dengan team yang berbeda seperti yang digunakan spanyol saat ini?. Adalah hendrik Johannes cruyff atau johan cruyff yang merupakan maestro sekaligus guru  total football yang mengajarkan sepak bola ini ketika dia menangani klub spanyol Barcelona pada tahun 1988.johan cruyff adalah orang yang sukses mengusung dan menerapkan total football baik sebagai pemain maupun sebagai pelatih.

 nyoman2

 Cruyff sebagai pemain dan pelatih

.”move the ball because the ball never get tired” kata kata cruyff inilah yang menjadi pegangan permainan Barcelona dimana mereka mengalirkan bola ke semua sisi lapangan berusaha mencari celah untuk membuat gol dengan sabar. tidak heran Barcelona dengan gaya tiki taka yang merupakan evolusi dari penyempurnaan total football berhasil merajai kompetisi lokal maupun eropa dalam 25 tahun terakhir dan berimbas dengan gaya permainan team spanyol yang mayoritas teamnasnya adalah pemain Barcelona.

Keampuhan taktik total football belanda dibuktikan dengan gelar pertama mereka dengan menyingkirkan uni soviet di final eropa tahun 1988. sebelumnya belanda sudah dua kali masuk final piala dunia secara beruntun yaitu tahun 1974 dan 1978, dan yang terbaru mereka berhasil masuk final pada piala dunia 2010.

nyoman3

Belanda menjuarai euro 1988

Sampai saat ini belanda masih mengusung taktik total footbalnya untuk lolos ke piala dunia 2014 di brazil .Di bawah asuhan louis val gaal belanda menorehkan hasil sempurna dengan tidak terkalahkan dari 6 pertandingan dan tinggal membutuhkan dua kemenangan lagi untuk memastikan diri lolos ke piala dunia .

Banyak pelatih sepak bola dari negara lain yang berusaha meniru taktik tiki taka atau total football belanda namun tidak semua mampu melakukannya, dibutuhkan fisik yang kuat dan teknik tinggi untuk menerapkan gaya bermain ini dan cruyff sukses melaksanakannya bersama belanda dan Barcelona.

Indonesia adalah salah satu negara yang ingin mewujudkannya dengan menaturalisasi beberapa pemain keturunan belanda serta merekrut pelatih asal belanda.

nyoman4

Sergio van dijk,pemain naturalisasi asal belanda

namun tidak adanya pemain pemain yang memenuhi syarat taktik ini serta management organisasi sepak bola yang buruk dan tidak adanya pembinaan usia dini yang berkelanjutan membuat tiki taka atau total football belum dapat diterapkan di Indonesia. sebaliknya belanda dengan penduduk yang lebih sedikit dari indonesia berhasil menciptakan sebuah taktik sepak bola total football yang menjadi dasar peletakan taktik sepak bola modern saat ini yaitu “tiki taka”.

Referensi

http://www.duniabola.net/artikel/spanyol-juara-euro-2012.html

http://dgm04.wordpress.com/tag/tiki-taka/
http://www.themetonline.co.uk/sport/european-all-time-greatest-xi/attachment/johan-cruyff/
http://www.bisnis-jatim.com/index.php/2012/05/21/piala-eropa-juara-euro-1988-total-football-really-flying/
https://twitter.com/serginhovandijk


Leave a comment

#569 Belanda si penyebar virus “Pionir” dunia

Oleh Puji Astuti 

Tak salah memang bila Belanda dikatakan sebagai bangsa Pelopor. Belanda terus menjadi pelopor untuk menjawab “tantangan” dan mengubahnya menjadi suatu “kemenangan”. Menghadapi tanah airnya yang banyak tergenang air, Belanda mempelopori pembuatan “dataran buatan” dengan cara membangun bukit-bukit pasir raksasa (duiden), tanggul raksasa (dijken) dan kincir angin hingga tanah tersebut layak dihuni. Frederik dan Gerard Philip yang mempelopori lampu hemat energi Philips mampu mengubah Kota Eindhover yang gelap gulita menjadi kota metropolitan yang terang benderang saat ini. Euro yang digunakan di eropa juga tercipta atas prakarsa Belanda. Bahkan hingga saat ini Belanda terus bergerak sebagai pelopor green technology dunia dengan mega proyek Smart Highway dan Floating City-nya.Label bangsa pelopor yang melekat pada Belanda memang bersifat subjektif. Si A boleh saja berkata bahwa bangsa Amerika-lah yang lebih tepat dikatakab sebagai bangsa pelopor karena menjadi bangsa pertama yang mengangkat isu “Freedom” di dunia. Si B berpendapat bahwa Inggris lah sang pelopor karena mengawali revolusi industri yang akhirnya merevolusi dunia pada abad ke 18. Tetapi bagi saya, Belanda adalah bangsa yang paling tepat menyandang status ini. Mengapa? Karena Belanda tak hanya menjadi pelopor dalam menjawab tantangan di dalam negerinya saja, tetapi juga berupaya “menyebarkan” virus-virus kepeloporan/pionir ini ke seluruh dunia. Pada awal abad ke 19 ketika Indonesia masih menjadi bagian dari koloni Belanda, kehidupan masyarakat jawa yang mengenaskan akibat kebijakan tanam paksa pemerintah Hindia Belanda menggugah hati Pieter Brooshooft seorang wartwan dan sastrawan Belanda untuk memperjuangkan nasib bangsa Indonesia melalui tulisan-tulisannua seperti buku Memorie over den toestan in indie (catatan tentang keadaan di Hindia), Pamitan dengan Orang Sakit yang dimuat di surat kabar Semarang, De Locomotief pada 31 Desember 1903, dan Arm Java (Kasihan, Pulau Jawa). Brooshooft yang sejatinya tidak memiliki ikatan apapun dengan bangsa Indonesia mempelopori orang-orang Belanda lainnya dan dunia untuk peduli dan secara aktif bersuara atas nasib menyedihkan bangsa Indonesia.Tulisan-tulisan Brooshooft juga berhasil mengilhami Conrad Theodore van Deventer yang dikenal sebagai pemrakarsa Politik Etis. Politi etis yang terdiri atas irigasi, migrasi, dan edukasi telah membuka peluang bagi bangsa indonesia untuk memperoleh pendidikan pada masa itu. Bahkan ketika van deventer meninggal pada 1915, Nyonya van Deventer terus berjuang membantu menciptakan pionir-pionir Indonesia melalui Sekolah kartini, sekolah khusus wanita yang sangat jarang ditemui pada masa itu.Tak hanya di masa lalu, kini Belanda pun masih berupaya menyebarkan virus-virus Pioner-nya. Belanda menjadi negara pertama di eropa yang menawarkan program studi yang diajarkan dalam bahasa inggris. Belanda juga menjadi salah satu negara eropa yang aktif memberikan beasiswa oendidikan bagi pelajar berprestasi di seluruh dunia. Jika saat ini terdapat kurang lebih 1.700 pelajar asing di Belanda, bayangkan berapa banyak ide,inovasi, dan teknologi baru yang akan mereka ciptakan nantinya ketika mereka telah kembali ke tanah airnya masing-masing ?Belanda memang pantas meyandang status Negara Pelopor. Bukan karena sejuta inovasi yang telah berhasil mereka ciptakan atau ratusan peraih nobel yang telah berhasil mereka telurkan, namun karena mereka adalah negara yang tidak pernah lupa untuk membagikan dan menyebarkan virus pionir ini ke seluruh dunia, baik dulu maupun sekarang.


Leave a comment

#568 Pengkajian Islam di Belanda

Oleh Dwi Martutiningrum

Belanda, sebuah negara di benua Eropa yang memiliki sejuta prestasi dalam berbagai bidang. Potert negara maju yang juga merupakan pionir di bidang teknologi, sistem kenegaraan, pendidikan dan yang paling kondang, di bidang pengairan. Hampir semua orang mafhum terhadap penemuan-penemuan Belanda di bidang tersebut, namun di balik kepopuleran kepioniran Belanda di bidangyang telah disebutkan, terdapat satu bidang yang mungkin orang saat ini belum begitu menaruh perhatian. Pengkajian Islam. Ya, bidang ini sebenarnya telah banyak dikaji di Negara BngaTullip ini.

Sejarah Islam di Belanda dimulai pada abad ke-16, ketika orang Belanda pertama datang dengan berlayar ke luar negeri dan pedagang Ottoman (salah satu dinasti Islam yang besar pada masanya) menetap di kota-kota seperti Antwerpen dan Amsterdam. Baru-baru ini telah ditemukan bahwa setidaknya di Amsterdam ada beberapa masjid di awal abad ke-17. Sejak saat itu Belanda juga mengalami migrasi Muslim sporadis dari Hindia Belanda. Selama beberapa tahun di awal abad ke-20, setelah runtuhnya Kekaisaran Ottoman dan sampai kemerdekaan Indonesia, Kerajaan Belanda adalah negara muslim terbesar di dunia. Namun, jumlah Muslim di provinsi Eropa kerajaan tetap sangat kecil. Pertumbuhan ekonomi 1960-1973 yang dipimpin pemerintah Belanda untuk merekrut sejumlah besar pekerja imigran, terutama dari Turki dan Maroko, dan migrasi terus berlanjut dengan cara reunifikasi keluarga dan pencari suaka menambah komposisi penduduk muslim di Belanda secara signifikan. Selebihnya berasal dari bekas koloni setelah mereka merdeka, seperti Indonesia dan Suriname.

Data tahun 2009 menunjukkan bahwa penduduk pendatang muslim di Belanda sekitar 825.000 orang. Sebagian besar dari mereka tinggal di empat kota besar di negara ini, Amsterdam, Rotterdam, Den Haag dan Utrecht. Masjid pertama adalah Mobarak Masjid, dibangun oleh Ahmadiyah.

Pengkajian mengenai Islam hingga saat ini masih terus berkembang, dibuktikan dengan semakin majunya jurusan atau program studi di berbagai universitas di Belanda seperti di Leiden University, University of Rotterdam, dan sebagainya.

Belanda memiliki trackrecord yang cukup membanggakan, atau, sebaliknya, bisa juga disebut kelam di masa lalu atas kiprahnya dalam menjajah begitu banyak bangsa kala itu. Indonesia, sebagai salah satu negara yang pernah menjadi salah satu negara jajahannya dengan periode waktu tang cukup lama, tentu ditinggali beragam torehan rasa yang tidak sederhana. Banyak “warisan” yang ditinggalkan di sini. Mulai dari sistem kenegaraan, perundang-undangan, hukum, bahkan pendidikan, banyak dipengaruhi oleh Belanda. Mengenai pengkajian Islam, beberapa orang Belanda sebenarnya juga mengambi peran penting dalam hal tersebut. Terdapat beberapa nama seperti Christan Snouck Hurgronje, Douwe Adolf Rinkes dan Bertram Johanes Otto Schrieke yang memiliki caranya masing-masing dalam perannya terhadap pengkajian Islam di Indonesia kala itu.

Refrensi

N. J. G. KapteinDickvanderMeij. 1995.Delapan tokoh ilmuwan Belanda bagi pengkajian Islam Indonesia: kumpulan nekrologi. INIS: Indonesia.
http://en.wikipedia.org/wiki/Islam_in_the_Netherlands


Leave a comment

#567 Dari Belanda, Masa Depan Bagi Dunia

Oleh Meta Mulyani

Air dan kincir angin memang menjadi ciri khas Belanda. Jika orang mengatakan Belanda maka yang pertama kali terbayang adalah kincir angin. Terbukti, Belanda sering kita panggil dengan ‘Negara Kincir Angin’. Namun tahukah kita bahwa pada abad ke-19 Belanda dikategorikan dalam negara yang ‘lamban’ dalam proses industrialisasi jika dibandingkan dengan negara tetangganya, terutama karena ketergantungannya terhadap infrastruktur air dan kekuatan angin. Saat itu Belanda dianggap negara yang terlalu konvensional. Kini Belanda sanggup membuktikan bahwa dunia tidak akan lagi menyepelekan tradisi penggunaan kincir angin dan infrastruktur air.

Kincir angin pada awal keberadaannya di Belanda sekitar abad 13 berfungsi untuk mendorong air ke lautan agar terbentuk daratan baru yang lebih luas (polder). Hal ini mengingat letak dataran Belanda yang sebagian besar wilayahnya berada di bawah permukaan laut.

Dengan perkembangan teknologi, sekitar abad ke-17 kincir angin digunakan juga sebagai sarana pembantu di bidang pertanian dan industri. Seperti memproduksi kertas, mengasah kayu, mengeluarkan minyak dari biji, dan menggiling jagung. Pada tahun 1973, kincir angin modern atau turbin angin dimanfaatkan oleh Belanda sebagai alat pembangkit energi listrik. Khususnya pascakrisis energi yang sempat melanda dunia pada dasawarsa 1970-an.

Dimotori oleh pakar energi angin, Chris Westra, pada awal tahun 1970-an mereka aktif berpartisipasi mengembangkan sistem energi tenaga angin untuk memasok listrik bagi sekitar 27 ribu rumah tangga di wilayah sekitar Kamperduin. Dalam perkembangannya, kincir angin pembangkit listrik tak hanya di bangun di daerah daratan. Tetapi juga di laut, tepatnya di daerah-daerah lepas pantai.

Belanda merupakan negara yang sangat serius dalam pengelolaan energi. Terutama pengelolaan energi terbarukan yang ramah lingkungan. Ya, Belanda memang pionernya dalam memanfaatkan apa yang dimilikinya.

Salah satu bukti keseriusan Belanda untuk menjadi pioner pengelolaan energi terbarukan adalah ECN. ECN merupakan kepanjangan dari Energy Research Center of Netherlands. ECN  merupakan salah satu lembaga penelitian tentang energi terbesar di Eropa. ECN sudah mendunia lho.. ECN memiliki kantor di Amsterdam,EindhovenWieringermeerBrussels dan China. ECN meneliti dan menjadi pioner dalam meneliti dan membuat energi baru yang ramah lingkungan. ECN juga melakukan penelitian tentang peluang masa depandal latar belakang ekonomi di bidang energi loh… Semula ECN bernama Reactor Center Netherlands (RCN) yang fokus pada penyebaran energi nuklir yang damai. Namun kemudian Belanda menganggap bahwa energi masa depan tidak hanya bergantung pad nuklir saja. Netherlands is pioneer of peace.

Saat kebanyakan negara di dunia ribut tentang nuklir sebagai energinya, Belanda tenang saja karena Belanda sudah memikirkan teknologi untuk mengoptimalkan energi alternatif malalui ECN. Yup, seperti mottonya ‘Your energy. Our passion’. Energi alternatif ya Belanda lah pionernya.

Selain ECN, Belanda juga punya AEB (Afval Energie Bedrijf). Yeah, Belanda ternyata juga pioner dalam hal pengolahan sampah. AEB merupakan perusahaan terbesar penghasil energi listik berbasis sampah.  Perusahaan tersebut menjadi perusahaan pengolah sampah terbesar di dunia yang mampu menghasilkan energi listrik untuk memenuhi sekitar 320.000 rumah tangga dan listrik seluruh di Amsterdam.

Wow, Belanda memang pioner dalam hal energi alternatif yang ramah lingkungan bagi masa depan. Semoga semua negara di dunia bisa seperti Belanda.

Referensi

http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda
http://listrikindonesia.com/pemanfaatan_energi_angin_di_belanda_belum_optimal_125.htm
http://www.alpensteel.com/article/47-103-energi-angin–wind-turbine–wind-mill/558-perkembangan-energi-angin-belanda-kalah-bersaing-di-darat-.html
http://www.ecn.nl/nl/nieuwsbrief/engels/2013/march/new-strategic-direction-for-ecn-wind-energy/
http://en.wikipedia.org/wiki/Energy_Research_Centre_of_the_Netherlands