KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013


Leave a comment

#328 Dutch, The Pioneer of the Building Art: Jejak Peninggalan Bangunan Belanda di Indonesia

Oleh Alfi Nuri Khoirunisa

Belanda , negara yang pernah menjajah indonesia selama 3,5 abad telah meninggalkan berbagai jejak penderitaan dan kesengsaraan bagi bangsa ini. Namun dibalik cerita kelamnya, Belanda juga meninggalkan karya-karya arsitektur indah yang masih berdiri kokoh hingga saat ini.
Yuk intip berbagai arsitekturnya ūüėÄ

1. Telephone Office Surabaya

 
                                               Telephone Office Surabaya (dibangun tahun 1922)
2. Rumah sakit PT Pelni Petamburan
 
     Rumah sakit PT Pelni Petamburan (dibangun tahun 1914-1915)

3. Stasiun Kota Jakarta

Stasiun Kota Jakarta (dibangun tahun 1928-1929)

Stasiun yang diremsikan pada tanggal 8 Oktober 1929 merupakan rancangan arsitek F.J.L Ghijsels, ia merupakan salah seorang pendiri AIA(Algemeen Ingenieur Architectenbureau). Karya-karya AIA yang dapat dilihat hingga saat ini seperti Rumah Sakir PELNI Petamburan di Jakarta dan Rumah Sakit Panti Rapih di Yogyakarta.
Stasiun Kota Jakarta merupakan karya besar F.J.L Ghijsels yang dikenal dengan ungkapan Het Indische Bouwen yakni perpaduan antara struktur dan teknik modern barat dipadu dengan bentuk-bentuk tradisional setempat. Dengan balutan art deco yang kental, rancangan Ghijsels ini terkesan sederhana meski bercita rasa tinggi. Sesuai dengan filosofi Yunani Kuno, kesederhanaan adalah jalan terpendek menuju kecantikan.

4. Hotel des Indes

 
 
Hotel des Indes (design pada tahun 1928)
Setelah Indonesia merdeka, hotel ini diambil alih Pemerintah Indonesia pada tahun 1960, dan diganti namanya menjadi Hotel Duta Indonesia. Pada tahun 1971, bangunan hotel dibongkar untuk didirikan Pertokoan Duta Merlin.
Bangunannya yang tak hanya indah, tapi juga masih awet dan memiliki konstruksi yang tidak mengabaikan lingkungan sekitar patut ditiru untuk diaplikasikan di Indonesia. Nah, bagi putra ‚Äď putri Indonesia yang belajar arsitektur, tak salah jika menilai Belanda sebagai tempat tujuan belajar karena Belanda adalah Art of Building‚Äôs Pioneer yang telah dibuktikan oleh sejarah bangsa kita
Referensi 
Buku Ir. F.J.L. Ghijsels , Architect in Indonesia (1910 Р1929) diterbitkan oleh Seram Press Utretch Netherlands
Advertisements


Leave a comment

#327 Belanda: Tindakan Kecil Untuk Seluruh Dunia

Oleh Novia Rizki Amalia

Belanda, dikenal hebat dalam segala hal. Kemampuannya dalam mengolah suatu ‚Äėketerbatasan‚Äô menjadi keuntungan tidak dapat dipungkiri merupakan yang terhebat di dunia. Lihat saja bagaimana negeri ini mengolah musuh utamanya, air, menjadi sesuatu yang menguntungkan. Jiwa kreatif dan inovatif yang melekat erat pada masyarakatnya membuat Belanda menjadi negara penghasil pionir-pionir hebat dunia.¬†Sikap keterbukaan akan pengetahuan dan kedisiplinannya yang tinggi mengolah negeri ini cakap di semua bidang. Mulai dari pendidikan, ekonomi, seni, dan bahkan sampah! Ya, sampah. Negara maju seperti Belanda tentulah takkan luput dari masalah sampah. Lalu, mengapa Belanda memiliki lingkungan yang bersih dan tanpa sampah?

Utrecht, Belanda. dengan keasrian dan kebersihannya.
Jawabannya adalah KIKS. Kolaborasi, Inisiatif dan KeSadaran. Kolaborasi antara pemerintah dengan masyarakat dalam mengolah sampah menjadi kisah sukses belanda dalam menangani masalah ini. Puluhan tahun yang lalu, pengolahan sampah di negeri kincir angin ini  masih sama dengan yang dilakukan di Indonesia, yaitu dengan cara dibakar. Namun, karena polutan berbahaya dan efek global warming yang ditimbulkan maka bangsa inipun kembali mengolah otak dan kreatifitasnya daaaan, tidak hanya masalah sampah dapat diatasi, namun juga dari sampah bangsa ini memperoleh kompos + listrik!
Sekarang ini, sampah di Belanda tidak lagi membutuhkan lahan TPA (landfill) yang luas, karena pengelolaan sampah di Belanda bertumpu pada 3 proses, yaitu : incineration (pembakaran), recycling (daur ulang) dan composting (kompos). Data pada tahun 2006 menunjukkan bahwa dari total 13 juta ton sampah yang dihasilkan, hanya 23 % (3 juta ton) sampah yang dibuang ke TPA, sisanya sebanyak 42 % dibakar di incinerator, 11,5 % dijadikan kompos dan 15 % di recycle. Untuk listrik sendiri dihasilkan dari pembakaran sampah oleh incinerator yang sanggup membakar 50 ribu ton sampah setiap jamnya dan  menghasilkan listrik sebesar 15 Mw serta menghasilkan kompos sebesar 150 ribu per tahun!
Petugas sampah yang sedang mengambil sampah dari KLIKO

Keberhasilan bangsa ini dalam mengolah sampah juga tak luput dari kesadaran masyarakatnya yang secara bijaksana akan memilah-milih sampah, baik sampah kering yang dapat di recycle dan sampah basah yang dapat dijadikan kompos. Dimana pemerintah Belanda memberikan tempat sampah khusus Rumah tangga yang disebut KLIKO dan terdiri atas KLIKO hitam untuk sampah basah, Hijau untuk sampah organik, dan biru untuk kertas dan karton. Setiap minggunya, pengambilan sampah dilakukan untuk setiap kliko secara bergantian. Bukan hanya itu, kesadaran belanda dalam meminimalisir sampah juga ditunjukkan dengan kebiasaan masyarakatnya yang selalu membawa kantong plastik sendiri setiap ingin berbelanja. Mengapa bisa? Pada awalnyapun, masyarakat terbiasa membuang sampah secara sembarangan dan tidak suka memilah milih sampah. Lalu pemerintah memberikan insentif kepada para warga agar mau memisahkan sampah basah dan kering ditempat yang berbeda. Ternyata usaha keras pemerintah Belanda membuahkan hasil, tanpa harus diberikan insentif sekalipun, masyarakat sekitar sudah sadar akan kebersihan dan pentingnya mengelola sampah. Sekarang, pemerintah mewajibkan setiap individu untuk membuang dan memilah sampah dengan ancamaboete/denda bagi yang tidak patuh.

Salah satu proses pengolahan sampah di Belanda
Ya, dimulai dari tindakan sederhana seperti yang dilakukan masyarakat Belanda ini mampu untuk memberikan perubahan-perubahan besar, bukan hanya pada negaranya, namun juga dunia. Inilah yang menyebabkan Belanda termasuk negara penghasil para pionir hebat dunia. Dimana masyarakatnya sendiri mampu untuk mempelopori dunia secara tidak langsung melalui hal-hal kecil seperti diatas. lantas, bagaimana dengan kita?


Leave a comment

#326 Belanda: Dari Keterbatasan, Tercipta Para Pionir Hebat

Oleh Novia Rizki Amalia

Belanda, dikenal sebagai negeri yang penuh dengan kreatifitas dan inovasi serta cakap diberbagai bidang. Bagaimana tidak? Bisa dikatakan bangsa ini adalah pelopor dalam segala hal. Tak usah jauh-jauh, kita dapat melihat contoh hasil kreatifitas dan inovasi bangsa Belanda yang begitu luar biasa dari peninggalan-peninggalannya kepada indonesia saat masa penjajahan. Tidak hanya arsitektur atau tata kota yang banyak dipelopori oleh Belanda, namun juga bidang pendidikan, ekonomi, industri, teknologi dan masih banyak yang lainnya.
Apa sih yang membuat bangsa ini menjadi bangsa yang dikenal sebagai pelopor negara-negara didunia?
Benar sekali, jawabannya adalah keterbatasan.
Netherland atau Nederland yang berarti dataran rendah. Sesuai dengan namanya, negara yang hanya memiliki luas¬†41,526¬†km2¬†ini mempunyai wilayah dengan kondisi separuh tanahnya berada 1 m dibawah permukaan laut, bahkan dataran terendahnya memiliki ketinggian 7 meter dibawah permukaan laut! Bayangkan saja bagaimana orang-orang dari negeri tulip ini harus memutar otaknya dengan keras agar dapat bertahan dalam kondisi ‘hampir tenggelam’. Tidak hanya itu, topografi belanda juga memungkinkan negara ini tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah.
Namun, sekarang tak dapat dipungkiri justru keterbatasan yang dimiliki negara inilah yang membuatnya menjadi salah satu negara maju yang menjadi pelopor bagi seluruh negara di dunia. Seperti ucapan yang dikatakan oleh Vincent Van Gogh, salah satu pelukis terbesar dalam sejarah Eropa asal belanda yang karyanya merupakan karya seni termahal didunia mengatakan:
” I am always doing what I cannot do yet, in order to learn how to do it.”
 
Yep, itulah mental bangsa Belanda. Pekerja keras dan selalu melihat peluang diantara ketidakmungkinan. Selalu belajar dari pengalaman di masa lalu dan berusaha menjadikan musuh menjdai sahabat. Hal inilah yang membuat Belanda disebut sebagai¬†self-service country,negara¬†mampu untuk¬†mengatur dan mengurus dirinya sendiri, membuat masyarakatnya dikenal mandiri serta teratur. Orang-orang Belanda mempunyai prinsip¬†“straightforward”¬†atau keterbukaan akan ilmu pengetahuan dan inovasi yang begitu kuat. Inilah mengapa sistem pendidikan di Belanda begitu baik karena setiap siswanya dituntut untuk open minded, melihat visi yang jauh kedepan dan terus memberikan inovasi-inovasi terbaik, bukan hanya demi kemajuan negerinya sendiri namun juga untuk dunia.

Belanda, negeri kincir angin ini hebat disegala bidang bukan hanya karena orang-orang besar seperti Vincent Van Gogh, namun karena konstribusi setiap individu di negara ini yang terus berusaha untuk maju dan berinovasi.

Belanda yang ‘terbatas’ saja mampu untuk menutupi kekurangannya, bagaimana dengan Indonesia? Kita nantikan…
 


Leave a comment

#325 Berani

Oleh Sabri

Tampaknya apapun bisa dilakukan demi bertahan hidup. Alam yang keras menjadikan manusia mencurahkan segala pikirannya untuk menjaga keperiadaan. Dengan tekad baja, Belanda mulai menjelajahi dunia mengikuti tradisi Marcopolo atau Columbus. Lalu, di satu selang waktu, takdir mengarahkan mereka tiba dan menjajah Nusantara, surga rempah-rempah penghangat raga kala musim dingin yang mengiris tiba di negeri Kincir Angin di awal tahun.

Sekelompok bangsa membangun peradaban yang sangat maju di negeri yang daratannya terletak lebih rendah dari permukaan laut, sungguh membutuhkan nyali luar biasa. Membayangkannya sering membuat tercengang. Merintis kehidupan yang bersahabat dengan laut, mereka tidak hanya membendung airnya yang bisa sewaktu-waktu merendam tanah mereka. Hempasan gelombang bagaikan tsunami abadi itu takluk dan bahkan menjadi sahabat.  Mereka hidup bersinergi dengan laut yang airnya laksana darah mereka sendiri. Sungguh, Belanda mencapai peradaban berlandaskan ilmu pengetahuan dan teknologi yang luar biasa.

Dengan kedisiplinan dan etos kerjanya, Belanda merintis rekayasa banyak sisi peradaban, dari fashion hingga football. Meski tim nasionalnya belum pernah mengangkat trofi Piala Dunia, Total Football telah melahirkan Ruud van Nistelrooy, ataupun Robin van Persie yang bertalenta cemerlang hingga diganjar sebagai penyerang termahal Manchester United.

Lalu, bagaimana semua ide kreatif dan solutif itu muncul dari negeri yang populasinya kecil; malah sangat kecil jika dibandingkan dengan Indonesia? Pendidikan yang dikelola dengan baik dan benar? Secara khusus, mari kita lihat Pendidikan Matematika. Matematika, yang bagi banyak siswa di Indonesia terus menjadi momok, oleh Belanda, pembelajarannya direkayasa dengan anggun. Adalah Hans Freudenthal yang mencetuskan Realistic Mathematics Education (RME), inisiatif cerdas yang mengubah arah pembelajaran matematika. Dia tidak mengikuti tradisi New Math Amerika Serikat yang  menjejalkan ide abstrak matematika yang baku ke benak siswa. Dengan RME, belajar matematika dipindahjalurkan menjadi kegiatan matematisasi yang memberi siswa kesempatan menemukan kembali matematika.

Reinventing mathematics sebagai daily activities adalah ide yang brilian. Siswa diberi ruang untuk menapaktilasi keberhasilan matematikawan pendahulu dalam menjawab masalah dengan ide cemerlang yang bertahan abadi hingga kini. Peserta didik diberi kesempatan memadai untuk mengeksplorasi ide di benak mereka. Mereka terpapar ke masalah kontekstual dan diberi peluang menyelesaikannya dengan cara matematika bagaimanapun anehnya. Mereka diberi wadah untuk menjadi Gauss atau Riemann cilik. Dengan matematisasi dalam hidup mereka, siswa disadarkan bahwa matematika ini berguna. Pembelajaran semacam ini sekaligus mempersiapkan mereka melanjutkan pengembangan matematika secara antusias, dengan kesadaran bahwa matematika tidaklah lahir laksana wahyu yang mutlak benar tanpa boleh dipertanyakan.

Lebih empat puluh tahun inisiatif RME tumbuh, berkembang, lalu mendunia. Pemerintah Belanda mendukungnya. Pamor RME demikian kuat, meski bukan mazhab pendidikan yang bebas celaan. Rintisan dan celaan yang menyertainya memang paduan yang niscaya. Sejumlah negara mengadaptasinya, tak terkecuali Indonesia dengan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia. Amerika Serikat, kiblat inovasi pembelajaran, pun mengadopsinya sebagai Mathematics in Context.

Tanpa menafikan kualitas lainnya, perintis sungguh membutuhkan kualitas penting,berani. Sejarah telah membuktikan Belanda memiliki kualitas itu. Lalu, tengoklah negeri kita. Jangankan menggagas inisiatif yang berkelas dunia, merintis Sekolah Bertaraf Internasional di kabupatenpun gagal. Anehnya, negara bukannya membantu mengembalikan alur pelaksanaannya ke jalan yang benar. Malahan diketuk palu untuk membubarkannya lalu menghapus payungnya dalam undang-undang. Kita memang kurang (atau tidak?) berani.


Leave a comment

#324 Belanda: Kemelut Berbuah Inovasi

Oleh Zul Astri

Pada tahun 1970-an, Belanda mengalami krisis energi yang berdampak ke krisis ekonomi. Berbagai kebijakan dikeluarkan oleh pemerintah Belanda agar krisis tidak terlalu mempengaruhi keadaan masyarakat.  Salah satu kebijakan yang dikeluarkan tersebut adalah penggunaan sepeda.

Berdasarkan http://top10hell.com/top-10-countries-with-most-bicycles-per-capita/ bila dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia yang juga menggalakkan sepeda, Belanda memiliki persentase tertinggi soal jumlah pesepeda. Ada 99.1 persen pemakai sepeda di Belanda dari total warga 16,6 juta. Bandingkan dengan Denmark misalnya yang 80.1 persen, Jerman 75.8 persen, Swedia 63.7 persen, dan Norwegia 60.7 persen.
 Fasilitas Parkir Sepeda di Belanda
Tahukah kalian karena krisis energi tersebut maka orang-orang Belanda mulai melirik bisnis sepeda dan menjadi printis dalam hal pembuatan sepeda modern yang disesuaikan dengan fungsi dan spesifikasinya masing-masing. Dengan begini tujuan pemerintah untuk mengurangi jumlah pengangguran pun bisa sedikit teratasi.
Mungkin pertama-tama kita harus melihat bentuk awal sepeda itu. Walaupun bukan Orang Belanda yang pertama kali menemukan sepeda tetapi Belandalah yang mampu bertahan dengan rintisan inovasi sepedanya.
Inilah sepeda pertama  tanpa pedal yang dibuat Baron Karls Drais von Sauerbronn yang berkebangsaan Jerman
Sekarang sepeda yang diproduksi di Belanda tidak seperti itu lagi. Sudah banyak modifikasi yang disesuaikan fungsinya karena bukan Belanda kalau tidak kreatif.  Bahkan kadang inovasinya sudah tidak berbentuk seperti sepeda awal ditemukannya. Perhatikan saja gambar-gambar berikut :
Sepeda Taxi
Mungkin ada yang mengira ini bukan sepeda tetapi mobil, tetapi benar ini disebut Sepeda Taksi di Amsterdam. Konsep sepeda taxi cukup menarik “many people, one bicycle“, bisa untuk bersepeda bersama teman-teman .
Sepeda Lipat
Dari namanya saja sudah bisa diketahui bahwa sepeda ini bisa dilipat dan tidak makan tempat .
Sepeda Kontainer atau Kargo 
Sepeda container ini didesan untuk orang yang berjualan dan perlu container yang cukup besar.  Dengan begini para konsumen tidak membutuhkan biaya besar untuk pengiriman barang pesanan karena alat pengirimnya tidak membutuhkan bahan bakar.http://video.tvonenews.tv/arsip/view/55926/2012/05/05/belanda_inovasi_sepeda_kargo_upaya_kurangi_polusi.tvOne
Monster Bike
Sepeda ini didesain untuk mereka yang suka menguji adrenalin. Monster Bike merupakan buatan Wouter van den Bosch. Sepeda ini  beratnya mencapai 450 kg ini terbuat dari tabung baja, bagian-bagian sepeda dan ban traktor.  Penasaran dengan bentuknya silakan liat sendiri :
Sepeda Taga Hybrid

Mau yang Hybrid ? ada juga nich sepeda buatan desainer Belanda-Israel bisa jadi pilihan bagi ibu-ibu yang ingin lebih ringan dalam bersepeda. Desainnya yang menarik dan mampu membawa dua anak bisa jadi pilihan bersepeda dengan keluarga.
 Sepeda Tandem
Kalau dengar tandem mungkin sudah tahu bentuknya seperti apa karena Indonesia juga sudah mengadopsi bentuk ini, yang sering kita liat di Kota Tua Jakarta tetapi di Belanda bentuknya lebih unik.

Sepeda tandem bisa dijadikan sebagai pilihan menarik bagi mereka yang suka bersepeda bersama keluarga.
Masih banyak lagi inovasi baru yang sedang dikembangkan Belanda terkait dengan teknologi sepeda.  Sepeda bukan hanya sebagai solusi mengatasi krisis energi di Belanda tetapi juga untuk mengatasi masalah pengangguran dan juga masalah polusi dan lingkungan . Satu solusi untuk beragam masalah. Belanda tidak terpuruk dengan krisis yang mereka alami tetapi berusaha melihat peluang ditengah masalah. Semoga kita mendapatkan pelajaran dari hal ini dan semoga Indonesia bisa melihat peluang ditengah bencana nasional yang senantiasa timbul.

Referensi


Leave a comment

#323 Be a Pioneer and Be Creative in Dutch

by Nurafni Ramadaniah
The Netherlands is a country located on the continent of Europe. It is Famous with windmill and dam system. Dam system has made the Dutch State safe from major flooding and ocean storms that often hit the country. One of the biggest modern work as the implementation of dam system is Atsluitdjik system. It is located along 32 miles of straight-plate with length is 90 m. It looks like the line that separates the sea.
In the past, Netherland had born many scientists who have gotten some noble in economic, physic, chemistry, peace, physiology, or health. It makes many students in the whole world come to Netherland and study in this Orange country. This is also because the government offers big support in education by giving a slogan with title is¬†‚Äúbe pioneer and creative‚ÄĚ.
Education system in the Dutch is different from other countries in the world. The education system in Netherland is determining based on talents and interests of students who have been determined when the student is still a common education. This is an important factor which makes the quality of education in the Netherlands that can produce human resources that can contribute to the development of the Dutch State and the world.

Yogi Ahmad Erlangga as the one who can solve the Helmholtz is one of the students from Indonesia who graduated from Delft University of Technology (DUT) in Netherland. He can find the Helmholtz which is used in the process of seismic data become faster. It becomes good news for oil companies because this method has been proven as the faster and usable. Because of his finding, Yogi Ahmad Erlangga got Bakrie Award. It is an award for them who have given big contribution for Indonesia.

The example of Yogi’s success have proven the fact that government of Netherland always cares and supports a good quality and cheap education  in order to birth more critical scientist  who can make useful work for the people in the world.


Leave a comment

#322 Negeri Seribu Museum

Oleh Ervanggis Minggar Kusumasari

Holland itulah namanya. Atau yang lebih dikenal dengan dengan sebutan Belanda. Negeri tulip ini memilki berjuta pesona pada setiap pengunjungnya. Apalagi tentang museumnya.
Siapa yang tak kenal van Gogh? Pelukis terkenal asal negeri kincir angin itu diabadikan namanya menjadi nama sebuah museum beserta mahakaryanya.
Bicara tentang museum di Belanda, tidak lengkap kalau tidak dibahas satu per satu. Ya, museum di Belanda sangatlah lengkap. Ada bermacam-macam kategori museum yang dapat dikunjungi sesuai selara dan kebutuhan.
Untuk pecinta seni, van Gogh museum dapat menjadi pilihan pertama. Museum ini menampilkan berbagai lukisan karya van Gogh yang terkenal. Museum ini juga menjadi museum nomor satu di Belanda dengan pengunjung terbanyak. Menurut dataNederlandse Museumvereniging (Asosiasi Museum Belanda) tahun 2012 museum ini memiliki 1.483.000 pengunjung. Pilihan berikutnya ada pada Rijksmuseum, museum nasional di Amsterdam yang kembali dibuka pada April lalu setelah direnovasi selama 9 tahun. Di museum ini pengunjung dapat menikmati  karya seni bernuansa Belanda. Museum ini tercatat sebagaimenempati peringkat ketiga dengan 965.000 pengunjung.
Untuk penggemar sejarah dapat mengunjungi Hermitage museum di Amsterdam, di sepanjang sungai Amstel. Museum ini menampilkan hubungan sejarah Rusia dan Belanda. Museum yang mengadakan pameran setiap 6 bulan ini menduduki peringkat 4 dengan jumlah pengunjung 569.000 orang. Yang tak kalah menarik adalah museum Anne Frank House yang menduduki peringkat kedua dengan 1,090,500 pengunjung. Museum ini menampilkan kisah dari diary seorang gadis yang hidup pada masa perang dunia kedua.
Bagi yang tertarik dengan dunia sains, Royal Eise Eisinga Planetarium menjadi pilihan tepat. Museum ini sangat cocok dengan pecinta astronomi. Ada juga Science Center NEMO yang menawarkan berbagai pameran sains yang tentu akan menambah ilmu pengetahuan bagi pengunjungnya. Ada juga Naturalis Biodiversity Center dan Corpus museum yang keduanya disulap menjadi tempat belajar yang menyenangkan, berwisata sekaligus tempat pembelajaran ilmu biologi pada manusia.
 The Netherlands Architecture Institute (NAI) merupakan museum dalam bidang arsitektur yang mempunyai koleksi terbanyak di dunia baik fotografi, sketsa, dan 35.000 buku.
 
Dalam dunia anak dan hiburan, museum Speelklok merupakan museum tempat mengajarkan kreativitas anak dalam dunia musik. Museum ini yang cocok untuk menambah keceriaan anak-anak.
Ada pula museum Madame Tussauds Amsterdam, di museum ini terdapat banyak patung lilin para selebritis dan tokoh terkenal dunia. Ada pula The National Maritime Museum menampilkan sejarah kemaritiman yag tentu akan menambah wawasan setiap pengunjungnya.
 
Museum yang tersebut di atas hanyalah sebagian kecil dari keselurtuhan museum yang ada di belanda yang jumlahnya hampir mencapai 1000 museum dan tersebar dari ujung utara sampai selatan negara ini. Demikian juga secara mengejutkan mayoritas museum yang mahsyur tersebar di ibukota negara, Amsterdam. Sebagai negara yang memiliki kepadatan museum tertinggi di dunia, tak heran jika Belanda menjadi pioneer pariwisata museum sekaligus menjadi daya tarik dalam studi ilmiah. Inilah yang menjadi keunikan Belanda, di mana banyak tempat untuk berwisata sekaligus belajar banyak hal yang bermanfaat. Belanda mampu mengemas sedemikian rupa aset wisatanya, menghadirkan pengalaman yang berbeda.

Referensi

Top 55 Museumbezoek 2012, Nederlandse Museumvereniging, 2012.