KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#574 Belajar dari Negeri Seribu Tulip

1 Comment

Oleh Erwin Hendrawijaya 

Rasanya senang bercampur aneh berkesempatan menatap langsung bunga tulip di Canberra, Ibu kota Australia. Sejak melihat hamparan bunga tulip berwarna warni dengan bangunan kecil berkincir angin di gambar majalah waktu saya kecil dulu, saya selalu terngiang untuk suatu saat bertatap mata langsung dengan sang bunga menawan ini.

Tulip merupakan family liliacea dengan sekitar 109 species berbeda(1). Tulip merah adalah bunga yang paling popular. Bunga dengan warna bercorak biasanya lebih banyak dicari. Semakin unik kombinasi warna di setiap kelopak, semakin mahal harganya. Uniknya, warna campuran pada kelopak  bunga tulip disebabkan oleh virus yang menyerang kelopak bunganya. Meski berasal dari Turki, Belanda adalah Negara yang memprakarsai komersialisasi tulip pada abad 17. Pernah dalam kurun waktu yang disebut tulipmania (1636-1637) harga sekuntum  tulip 10 kali lebih besar dari penghasilan perbulan buruh berkeahlian(2).

Tidak hanya cantik, tulip juga punya andil besar dalam perekonomian Belanda. Tidak kurang dari 9 miliar kuntum tulip di panen tiap tahun, 7 miliar diantaranya di ekspor ke luar negeri. Dengan harga rata-rata perkuntum tulip di pasaran saat ini sebesar $5(3) terbayang berapa besar penghasilan yang dinikmati negara Belanda dari bisnisini.  Tulip juga yang menyebabkan Belanda tetap bertengger di urutan nomor 1 negara pengekspor bunga potong terbesar didunia.

Meski bukan habitat aslinya, di Belanda lah tulip dapat tumbuh dengan subur. Tulip memang memerlukan musim dingin untuk kemudian bisa berbunga baik. Beberapa ahli bilang, bukan tanah atau cuacanya yang menyebabkan tulip berkembang dengan baik, tapi passion dan kecintaan warga Belanda-lah yang menyebabkan tulip bisa berbunga baik dan akhirnya dapat meningkatkan taraf hidup masyarakatnya.

Meski tidak lagi dalam masa keemasannya, industri tulip saat ini masih menjadi primadona di Belanda. Pada tahun2007 ada sekitar 6.821 perusahaan yang memproduksi bunga tulip dengan nilai ekspor sebesar 5,5 miliar euro atau sekitar 71.5 triliun rupiah(4). Tidak hanya kuntum bunganya, perkebunan tulip yang berwarna-warni menjadi atraksi pariwisata favorit bagi wisatawan yang mengunjungi Belanda. Denganpassion dan perhatian pemerintah dalam pengembangan tulip di Belanda, bisnis tulip masih akan terus menjanjikan meski harga tulip mungkin tidak akan mencapai nilai yang pernah di raih tulip di masa kejayaannya.

Bunga termahal di dunia memang masih di pegang tulip. Tapi itu dulu kala, empat ratus tahun yang lalu. Di era modern ini, predikat bunga termahal diberikan kepada bunga anggrek. Satu pohon anggrek hasil rekayasa ilmuwan China terjual dengan harga USD200,000(5) atau sekitar 2 miliar rupiah. Menakjubkan. Dari sekian banyak  bunga komersial, anggrek memang masih berada di urutan pertama dalam hal harga.

Berguru pada keberhasilan Belanda memberdayakan tulip, mungkin sudah saatnya Indonesia lebih serius membudidayakan anggrek sebagai penggerak ekonomi nasional. Fakta bahwa Indonesia adalah negara dengan varietas anggrek asli terbanyak di dunia, menunjukan bahwa Indonesia memiliki kondisi lahan yang sesuai untuk anggrek berkembang biak. Dengan harga yang memikat dan fakta bahwa kuntum anggrek bisa bertahan segar hingga satu bulan setelah dipetik, anggrek dapat menjadi komoditas ekport primadona dari Indonesia. Dan mimpi (baru) saya berada di tengah hamparan anggrek bulan yang sedang mekar dengan gubuk bambu di tengahnya suatu saat bisa terealisir.

Referensi

1. World Checklist of Selected Plant Families. Retrieved 2010 (www.wikipedia.org)
2. http://www.stock-market-crash.net/tulip-mania/
3. http://www.hollandbulbfarms.com
4. http://afp.google.com/article/ALeqM5g5XOyVc1FCemgawsJXSJJJHVTxDw
5. http://www.petalsandblooms.ca/

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

One thought on “#574 Belajar dari Negeri Seribu Tulip

  1. Tulip memang indah bro.. saya baru bisa mengimpornya untuk dijual kembali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s