KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#573 Bronbeek, Sebuah Museum Riset

Leave a comment

Oleh Taufik

Kepeloporan Belanda di dunia pendidikan tak perlu diragukan lagi. Universitas-universitas di Belanda termasuk dalam peringkat 10 di antara 200 perguruan terbaik di dunia. Beberapa universitas yang layak dicatat di antaranya, Leiden University, Utrecht University, University of Amsterdam, University of Groningen (untuk universitas riset); Amsterdam School of the Arts, Business School of Amsterdam(untuk universitas terapan), dan sebagainya.
Bahkan, pada tahun 2011, sebanyak 12 universitas di Belanda masuk dalam peringkat 200 besar daftar perguruan tertinggi di dunia. Daya tarik dunia pendidikan di Belanda tak terlepas dari keberadaan beberapa museum. Nama-nama museum itu sangat harum ke seluruh dunia, seperti Museum Leiden, Bronbeek, Tropen dan lain-lain. Museum-museum di Belanda menjadi destinasi dan tempat para ilmuan menggali rujukan sejarah
Saya beruntung bisa melihat negeri Belanda dari dekat, terutama bisa mengunjungi Museum Bronbeek di Arhem, Belanda pada 27 Juli 2010 silam. Selain menyimpan banyak benda-benda bersejarah, museum Bronbeek menjadi istimewa karena terdapat 43 veteran perang. Dari mereka pula kita bisa memperoleh cerita-cerita seputar perang di Nusantara. Mereka dengan senang hati mau berbagi kisah hidup serta pengalaman perang yang mereka alami sewaktu menjadi tentara kolonial dulunya.
Tak mengherankan jika negeri berpenduduk lebih kurang 8 juta orang itu mulai diperhitungkan sebagai kiblat kemajuan dan pusat pendidikan. Hal itu pula yang menyebabkan museum-museum di Belanda ramai dikunjungi para peneliti, pelajar, mahasiswa dan professor dari seluruh dunia.
Awalnya saya membayangkan museum Bronbeek pastilah seperti kebanyakan museum lain di tempat kita: tak terurus, pengap, berantakan dan sangat tak nyaman dikunjungi. Namun, begitu memasuki areal museum, kita pun terkagum-kagum. Kita dapat melihat bagaimana rapinya Belanda merawat ingatan bangsanya dengan nilai-nilai sejarah: melalui benda-benda perang (meriam) dan literatur. Meriam dari berbegai jenis itu dipajang mengelilingi dinding museum. Benda-benda perang ini dibawa dari sejumlah wilayah taklukan di Nusantara.

Museum Bronbeek ini termasuk salah satu museum tertua di Belanda. Pengelola atau conservator museum, Drs. Hans van den Akker menyebutkan, usia museum yang sering disebut Museum Perang ini sudah 150 tahun, sejak pertama kali dibangun oleh Raja Willem III tahun 1863.

Willem atau Willem Alexander Paul Frederik Lodewijk van Oranje-Nassau, lahir di Brussels, Belgia, 17 Februari 1817 merupakan Raja Belanda dan Grand-Ducal House of Luxembourg. Pada 23 November 1890, dia meninggal (pada umur 73 tahun) dan mewariskan tahta kepada putrinya, Wilhelmina (ketika itu baru berumur 10 tahun).
Menurut Hans, Raja Willem III membangun museum ini untuk mengenang pasukan setianya, KNIL sebagai penghormatan atas jasa mereka. Nama Bronbeek diberikan karena “di lokasi dibangun museum ini dulunya terdapat sungai kecil asli (bukan sungai buatan),” kata Hans. Dalam bahasa Belanda, Bronbeek berarti aliran air/sungai kecil.
Meskipun Bronbeek sebagai destinasi wisata untuk umum, museum ini juga menjadi tempat untuk anak-anak sekolah di Belanda mengenal sejarah bangsanya. Ini tak terlepas dari terobosan sistem pembelajaran yang dianut Belanda, melatih siswa untuk menganalisis dan memecahkan masalah dengan praktis dan mandiri melalui penekanan pada cara belajar mandiri dan kedisiplinan.
Museum Bronbeek ini jadi pilihan para peneliti yang ingin mempelajari sejarah Belanda dan bangsa-bangsa taklukannya. Mereka dapat mengakses semua dokumen, benda atau prasasti yang ada di sini untuk keperluan akademiki/studi. []

 

Referensi
http://www.nesoindonesia.or.id/sistem-pendidikan/institusi-pendidikan-di-belanda
http://www.defensie.nl/cdc/bronbeek/museum/
http://edukasi.kompas.com/read/2012/02/06/0949462/Mengapa.Memilih.Studi.ke.Belanda
http://id.wikipedia.org/wiki/Willem_III_dari_Belanda
http://jumpueng.blogspot.com/2011/05/belanda-yang-lain.html

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s