KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#572 Bio-Coat sebagai Energi pengganti yang ramah lingkungan

Leave a comment

Oleh Mokhammad Hilman Fatah

Saat ini banyak dikembangkan teknologi biotek untuk menggantikan bahan bakar konvensional  dikarenakan ketersediaan bahan bakar tersebut yang makin menipis. Pengembangan teknologi biotek tidak hanya sekadar untuk menggantikan bahan bakar yang sudah ada tetapi juga dikembangkan agar bahan bakar penggantinya juga berefek ramah lingkungan. Salah satu teknologi biotek yang saat ini gencar dilakukan pengembangannya ialah teknologi briket bio-coal. Bio-Coal merupakan bahan bakar alami yang diproses melalui proses Torrefaction (pembakaran)  dari bahan-bahan limbah yang kering. Torrefaction dianggap sebagai teknologi untuk membuat bio-mass lebih mudah terbakar.Torrefaction memproses bio-mass yang dipanaskan pada suhu antara 200-300° C dalam ruangan kedap oksigen. Proses ini melepaskan senyawa organik yang mudah menguap dalam bio-mass. Senyawa tersebut berupa gas yang mudah terbakar, sehingga dimanfaatkan untuk proses pengeringan bio-mass. Tentunya proses ini sangat efisien dalam penggunaan energi. Bio-Coal diasumsikan dapat efisien daripada bahan bakar konvensional saat ini.Torrefaction menghasilkan bio-coal berupa bahan bakar padat dengan tingkat kelembaban yang rendah, mudah digiling layaknya batu bara biasa dan diklaim mudah terbakar seperti serbuk kayu. Bio-coal diharapkan dapat mengsubtitusi penggunaan batu bara yang terus mengalami peningkatan signifikan.

Belanda merupakan Negara perintis untuk mengembangkan energi ramah lingkungan ini. Dengan pengembangan bioteknologi ini Pemerintah belanda mengharapkan dapat mengurangi emisi CO2 yang dapat berkurang hingga 50 persen, dan dapat mengakomodasi keperluan listrik di negaranya hingga 40 persen. Belanda tidak main-main untuk mengembangkan bioteknologi yang satu ini. Pemerintah belanda melalui ECN (Energy research Centre of the Netherlands) telah merintis cara inovatif untuk mengkonversi  bio-mass menjadi bio-coal (batu bara daur ulang) dengan Torrefaction. Bahkan seperti yang dilaporkan bahwa pemerintah belanda telah bekerja sama dengan Wood Spirit yang menginvestasikan uang sebesar € 199.000.000 untuk membuat pabrik pengolahan bio-coat di Delfzijl. Projek ini merupakan salah satu projek hijau terbesar yang pernah ada di Belanda dan salah satu penanaman modal yang terbesar dalam industri kimia di negara ini pada tahun-tahun kebelakangan ini. Dengan menggunakan teknologi ini pemerintah belanda dapat menghemat sekitar 25% dari energi keseluruhan yang digunakan di belanda. Sungguh teknologi yang harus dikembangkan oleh Negara lain dengan mengemban efisiensi dan ramah lingkungannya. Tentunya tidak hanya belanda yang menerapkan teknologi ini, Negara-negara maju di eropa ikut mengembangkan teknologi yang dirintisi oleh pemerintah belanda.

Sudah seharusnya dunia berpikir untuk mengembangkan energi pengganti yang lebih efisien dan ramah lingkungan daripada energi konvensional yang saat ini sedang kita gunakan. Ini adalah bahan bakar yang cocok untuk penggunaan komersial dan kebutuhan industri agar mudah untuk mengoperasikan industrinya tanpa merusak lingkungan sekitar. Bio-Coat memiliki karakteristik yang mirip dengan batubara biasa dengan perbedaan penting yaitu lebih ramah lingkungan dan merupakan sumber daya yang terbarukan.

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s