KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#568 Pengkajian Islam di Belanda

Leave a comment

Oleh Dwi Martutiningrum

Belanda, sebuah negara di benua Eropa yang memiliki sejuta prestasi dalam berbagai bidang. Potert negara maju yang juga merupakan pionir di bidang teknologi, sistem kenegaraan, pendidikan dan yang paling kondang, di bidang pengairan. Hampir semua orang mafhum terhadap penemuan-penemuan Belanda di bidang tersebut, namun di balik kepopuleran kepioniran Belanda di bidangyang telah disebutkan, terdapat satu bidang yang mungkin orang saat ini belum begitu menaruh perhatian. Pengkajian Islam. Ya, bidang ini sebenarnya telah banyak dikaji di Negara BngaTullip ini.

Sejarah Islam di Belanda dimulai pada abad ke-16, ketika orang Belanda pertama datang dengan berlayar ke luar negeri dan pedagang Ottoman (salah satu dinasti Islam yang besar pada masanya) menetap di kota-kota seperti Antwerpen dan Amsterdam. Baru-baru ini telah ditemukan bahwa setidaknya di Amsterdam ada beberapa masjid di awal abad ke-17. Sejak saat itu Belanda juga mengalami migrasi Muslim sporadis dari Hindia Belanda. Selama beberapa tahun di awal abad ke-20, setelah runtuhnya Kekaisaran Ottoman dan sampai kemerdekaan Indonesia, Kerajaan Belanda adalah negara muslim terbesar di dunia. Namun, jumlah Muslim di provinsi Eropa kerajaan tetap sangat kecil. Pertumbuhan ekonomi 1960-1973 yang dipimpin pemerintah Belanda untuk merekrut sejumlah besar pekerja imigran, terutama dari Turki dan Maroko, dan migrasi terus berlanjut dengan cara reunifikasi keluarga dan pencari suaka menambah komposisi penduduk muslim di Belanda secara signifikan. Selebihnya berasal dari bekas koloni setelah mereka merdeka, seperti Indonesia dan Suriname.

Data tahun 2009 menunjukkan bahwa penduduk pendatang muslim di Belanda sekitar 825.000 orang. Sebagian besar dari mereka tinggal di empat kota besar di negara ini, Amsterdam, Rotterdam, Den Haag dan Utrecht. Masjid pertama adalah Mobarak Masjid, dibangun oleh Ahmadiyah.

Pengkajian mengenai Islam hingga saat ini masih terus berkembang, dibuktikan dengan semakin majunya jurusan atau program studi di berbagai universitas di Belanda seperti di Leiden University, University of Rotterdam, dan sebagainya.

Belanda memiliki trackrecord yang cukup membanggakan, atau, sebaliknya, bisa juga disebut kelam di masa lalu atas kiprahnya dalam menjajah begitu banyak bangsa kala itu. Indonesia, sebagai salah satu negara yang pernah menjadi salah satu negara jajahannya dengan periode waktu tang cukup lama, tentu ditinggali beragam torehan rasa yang tidak sederhana. Banyak “warisan” yang ditinggalkan di sini. Mulai dari sistem kenegaraan, perundang-undangan, hukum, bahkan pendidikan, banyak dipengaruhi oleh Belanda. Mengenai pengkajian Islam, beberapa orang Belanda sebenarnya juga mengambi peran penting dalam hal tersebut. Terdapat beberapa nama seperti Christan Snouck Hurgronje, Douwe Adolf Rinkes dan Bertram Johanes Otto Schrieke yang memiliki caranya masing-masing dalam perannya terhadap pengkajian Islam di Indonesia kala itu.

Refrensi

N. J. G. KapteinDickvanderMeij. 1995.Delapan tokoh ilmuwan Belanda bagi pengkajian Islam Indonesia: kumpulan nekrologi. INIS: Indonesia.
http://en.wikipedia.org/wiki/Islam_in_the_Netherlands

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s