KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#564 Ke-pioneer-an Belanda di Indonesia

Leave a comment

Oleh Vicky Apriandana

Pada pertengahan April 2013 (meski pada akhirnya tulisan ini baru saya buat beberapa jam menjelang deadline kompetiblog tanggal 12 Mei 2013) tidak disengaja saya menemukan link berita tentang kompetisi blog neso Indonesia, sebuah kompetisi menulis tentang Belanda yang bertemakan be a pioneer. Tulisan yang saya buat kali ini adalah mengenai ke-pioneer-an Belanda di Indonesia, tidak begitu sulit untuk menemukan ide dan referensi mengenai tulisan ini, karena memang faktanya ada ikatan peristiwa sejarah antara Indonesia dengan Belanda, lebih dari sebuah ikatan antara negara penjajah dengan negeri yang dijajahnya, melainkan peninggalan sajarah yang menjadi pondasi sebuah eksistensi di masa kini.

Ke-pioneer-an Belanda yang pertama adalah dalam bidang penyediaan listrik melalui pemanfaatan tenaga air, atau yang dikenal dengan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Sejarah PLTA di tanah air dimulai sejak tahun 1917, Dientstvoorwaterkraht in Electriciteit sebuah perusahaan negara yang dibentuk untuk melakukan pengembangan kelistrikan dari sumber tenaga air berhasil meresmikan PLTA Pakar di tahun 1906. PLTA di bawah pengelolaan Bandungte Electriciteits Masatsehappij (maskapai listrik bandung) ini menjadi PLTA pertama di Indonesia dengan memanfaatkan aliran air sungai Cikapundung berkapasitas 800 kW. Setelah diambil alih oleh Gemeenschappelijk Electrisch Bedrift Bandoeng en Omstreken (kini menjadi PLN) pada tahun 1920, pemanfaatkan aliran air sungai Cikapundung untuk menghasilkan tenaga listrik diperluas dengan dibangunnya PLTA Bengkok (3.150 kW) dan PLTA Dago (700 kW) pada tahun 1923. Berdasarkan pengalaman saat saya melaksanakan tugas kedinasan ke PLTA Bengkok tahun 2012 lalu, PLTA tersebut masih beroperasi dengan baik dan mampu menyediakan kebutuhan listrik di sekitarnya.

Ke-pioneer-an selanjutnya masih dalam sektor kelistrikan, adalah Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) Kamojang yang menjadi saksi bagaimana J.B. Van Dijk, seorang berkebangsaan Belanda yang berhasil menemukan potensi panasbumi di gugusan Gunung Gajah Kamojang Bandung sebesar 300 MW pada tahun 1918. Hingga akhirnya beroperasi Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) Kamojang sebagai PLTP pertama di Indonesia pada tahun1982. PLTP menjadi harapan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan listrik negara di masa depan dengan bermodalkan potensi panasbumi Indonesia sebesar 27.357 MW atau sebesar 54.71 % potensi dunia. Selama setahun bertugas di PLTP Kamojang, saya merasakan bagaimana PLTP selain mampu menyediakan kebutuhan listrik, juga ikut menjaga lingkungan dari pemanasan global karena dalam pengoperasiannya tidak melakukan proses pembakaran.

Ke-pioneer-an yang terakhir adalah pengembangan sepak bola Jakarta melalui Voetbalbond Indonesische Jacatra (kini Persija). Alasan mengapa saya memilih isu tersebut lebih karena saya lahir dan besar di Jakarta, sekaligus merasakan bagaimana atmosfir sepak bola melalui Persija mampu menjadi hiburan sekaligus wadah kreatifitas anak-anak Jakarta di tengah pro dan kontra kiprahnya di Ibu kota. Klub Persija kini, awalnya bernama Voetbalbond Indonesische Jacatra yang didirikan pada tahun 1928 oleh pemerintahan Hindia Belanda. Juara Liga Indonesia 2001 yang disegani di belantika sepak bola tanah air tersebut merupakan inisiatif dari Belanda dalam bidang olahraga di Indonesia, sebuah manifestasi sportifitas yang sangat jauh dari aktivitas penjajahan Belanda di Indonesia pada masa itu.

Beberapa ke-pioneer-an yang saya sampaikan di atas sejatinya hanya sebagian kecil ke-pioneer-an bangsa Belanda, yang jika kita lihat dari perspektif masa lalu, masa kini, dan masa depan banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari padanya.

Referensi

http://id.m.wikipedia.org/wiki/Persija_Jakarta
http://ariefdjo.blogspot.com/2012/01/sejarah-hydropower-plta.html
SITPT.Indonesia Power UBP Kamojang: http://192.168.104.34/intranet/?page=profhistory

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s