KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#563 Menemukan Cheese, Menciptakan Sistem Transportasi yang Terintregasi

1 Comment

Oleh Eny Rofiatul Ngazizah

Menyebut Amsterdam dan Jakarta akan menghasilkan abstraksi yang berbeda. Apa yang tergambar dengan Jakarta? macet karena banyaknya jumlah mobil pribadi dan transportasi publik yang tidak memadai. Lalu jika menyebut Amsterdam? Seperti di bawah inilah jawabannya.

Belanda telah memiliki sistem transportasi publik yang terintegrasi, hal ini pula yang terjadi di Amsterdam, transportasi publiknya mudah diakses, diantaranya adalah: Pesawat terbang, Kereta, Kapal Feri, Taksi dan Tuks-Tuks, Bus, dan yang terakhir adalah yang terpopuler: Sepeda!

Uniknya di Amsterdam, sangat sedikit pengguna mobil disini. Beberapa kebijakan mempengaruhi, salah satunya biaya parkir mobil. Bayangkan saja, perjam pengguna mobil harus membayar EUR 4-8, sehari bisa menghabiskan EUR 50 hanya untuk parkir mobil. Ditambah jika terkena denda, mobil bisa diderek dan akan semakin mahal biaya yang dikeluarkan. Bandingkan dengan memutari kota Amsterdam dengan tram, metro, atau bis kota, cukup mengeluarkan tiket 24 hours sebesar EUR 7.50. Atau jika jarak tempuh yang akan dituju pendek, cukup beli one way tiket seharga EUR 2.80 (dan hanya EUR 1.oo jika menggunakan OV Chipkaart). Sangat murah kan? Wajar jika orang akan secara sukarela menggunakan transportasi publik.

Bagaimana dengan Taksi? Ongkos taksi dari Amsterdam Airport Schipol ke dalam kota terdekat menghabiskan EUR 50 dan jika arus padat, bersiaplah membayar sekitar EUR 60. Mahal!

Jika kamu ke Amsterdam, mari bersepeda. Amsterdam Loves Bikes! Bahkan Amsterdam mendapatkan julukan most bicycle-friendly city in the world! Hampir setiap orang menggunakan sepeda, eigh to eighty people of all ages are cycling. Sepertinya orang akan bangga berkata: This is Amsterdam and this is my bike! Posisi sepeda seperti Motor di Jakarta. Orang akan ke stasiun, ke sekolah, ke toko, pasar, museum, dan memutari dalam kota dengan sepeda. Bosan di dalam kota Amsterdam? Kamu pun bisa ke luar kota dan menyewa sepeda, yang hanya mengeluarkan EUR 2.50-4.00 per hari. Kepopuleran Belanda, khususnya di kota besar seperti Amsterdam yang berhasil membudayakan bersepeda, bahkan sudah diadaptasi ke America sebagai grand design untuk menumbuhkan budaya bersepeda disana.

Di Amsterdam sudah ada Bikelane, jalur khusus untuk pengguna sepeda, juga rambu-rambu lengkap agar keamanan pengguna sepeda terjaga, dan himbauan mengunci sepeda. Di salah satu website diberitahukan, ribuan sepeda hilang setiap tahunnya. Selain itu untuk menunjang keamanan pengguna sepeda di malam hari, kamu harus menyalakan lampu putih di depan sepeda dan lampu merah di belakang sepeda. Bisa dilihat support pemerintah Belanda sendiri sangat besar terhadap kebiasaan bersepeda ini.

Sudah tergambar bukan bagaimana Integrated Public Transportation System di Amsterdam? Mudah-mudahan Jakarta akan segera berubah dengan transportasi masa yang saat ini dalam proses di bangun dan disempurnakan. Permasalahan transportasi di Jakarta dan kota besar lainnya bisa diselesaikan dengan mempelajari bagaimana Belanda membuat kebijakan dan sosialisasi yang baik untuk warganya agar menggunakan public transportation. Tidak ada salahnya kan belajar dari teknologi yang sudah sukses?

Belanda telah terbukti merespon perubahan dengan cepat dan taktis dalam teknologi tranportasi, seperti dua tokoh dalam buku “Who Moved My Cheese” karangan Spencer Johnson, MD: Sniff, tikus yang sangat suka merespon perbahan dengan cepat; dan Scurry, tikus yang selalu bergegas mengambil tindakan saat harus membuat keputusan. Dan hasilnya terbukti: Cheese, Dutch Pioneering!

Referensi

http://www.holland.com/uk/tourism/transport/public-transport-in-holland/parking-in-rotterdam.htm
http://www.holland.com/uk/tourism/transport/public-transport-in-holland/parking-in-amsterdam.htm
http://www.holland.com/uk/tourism/transport/public-transport-in-holland/public-transport-in-amsterdam.htm
http://www.awesomeamsterdam.com/articles/20/the-complete-guide-to-bicycling-in-amsterdam
http://www.iamsterdam.com/en-GB/experience/plan-your-trip/getting-around/parking/parking-in-amsterdam
http://www.raileurope.com/europe-travel-guide/netherlands/amsterdam/train-station/centraal-train-station.html
http://www.tripadvisor.co.uk/Travel-g188590-c134770/Amsterdam:The-Netherlands:Parking.In.Amsterdam.html
http://www.tripadvisor.co.uk/Travel-g188590-c164488/Amsterdam:The-Netherlands:Transportation.Summary.html
http://www.holland.com/uk/tourism/transport/public-transport-in-holland.htm
http://www.youtube.com/watch?v=xOwvEp4A1o0
http://www.youtube.com/watch?v=EOkqTDdtlc4
http://www.youtube.com/watch?v=22XM8-YTC98&list=PL1C43118AF5C517FB
http://www.youtube.com/watch?v=swqaAIkGtpA
http://www.access-nl.org/media/13970/public_transport_guide_completed.pdf

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

One thought on “#563 Menemukan Cheese, Menciptakan Sistem Transportasi yang Terintregasi

  1. Pingback: Finalis Kompetiblog 2013 | KOMPETIBLOG 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s