KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#558 Penemu Janda Selamatkan Jutaan Nyawa

Leave a comment

Oleh Albertus Indratno

Bisa jadi dia satu-satunya penemu Janda alias Jawa – Belanda: Willem Einthoven. Pria keturunan Belanda kelahiran Kota Semarang, tahun 1860 ini menciptakan alat bernama Electrocardiograph (ECG) yang bermanfaat untuk mendeteksi penyakit di jantung. Selama 10 tahun ia tinggal di Kota Lumpia itu, sebelum akhirnya pindah ke Utrech, Belanda. Einthoven kuliah di Leiden University sampai ia mendapatkan gelar Ph.D dan profesor dari almamaternya tersebut. Bisa jadi iklim belajar di Belanda yang menjunjung tinggi semangat inovasi membuatnya semakin cinta dengan bidang fisiologis. Awalnya penemuan itu terjadi saat Einthoven menyaksikan demonstrasi seorang ahli medis bernama Augustus D Waller dari St. Mary’s Medical School London di sebuah pertemuan bertajuk “First International Congress of Physiologists” di Kota Bale tahun 1889. Lalu, pada tahun 1893 ia memperkenalkan terminologi “electrocardiogram” pada pertemuan Dutch Medical Association. Secara sederhana, bisa dikatakan ECG merupakan alat yang berfungsi untuk mengukur perubahan dan dinamika listrik di jantung. Seperti diketahui bahwa setiap kali jantung berdetak, setiap kali itu juga ada aliran listrik yang dihantarkan ke seluruh tubuh. Aliran listrik ini yang  dimanfaatkan sebagai indikator untuk menemukan penyakit yang berhubungan dengan jantung. Cara untuk menangkap sinyal-sinyal listrik ini ialah dengan menempelkan elektroda di kulit sebagai penyadap. Penempelan di kulit, baik di dada, tangan atau kaki dianggap sudah mampu mewakili sinyal jantung. Elektroda yang ditempelkan ini mampu mengidentifikasi kerusakan pada jantung, lalu hasilnya berupa grafik digital atau cetakan kertas disebut elektrokardiogram. Para dokter menggunakan elektrokardiogram sebagai “standar emas” untuk mendiagnosa aritmia jantung (gangguan irama jantung), terapi untuk pasien yang dicurigai menderita infark otot jantung (gangguan aliran darah ke jantung) atau gangguan yang disebabkan oleh elektrolit seperti hiperkalamia dan hipokalamia. 

Willem Einthoven dengan ECG ciptaannya

Penemuan Einthoven itu terus berkembang. Pada 1928, Ernstine dan Levine menggunakan tabung kedap udara untuk memperkuat ECG. Pada tahun yang sama, perusahaan milik Frank Sanborn, selanjutnya dikenal dengan nama Hewlett – Packard, merubah ECG yang bentuknya seperti meja menjadi ECG portabel dengan berat 50 pounds (sekitar 22 kg) dan menggunakan energi dari baterai 6 volt. Tahun 1938, American Heart Association dan The Cardiac Society of Great Britain mendefinisikan standar untuk posisi, pemasangan kabel untuk mendiagnosa masalah jantung. Sedangkan pada tahun 1942, Emanuel Goldberger  menyempurnakan ciptaan Einthoven dengan menambahkan tiga indikator. Pada ECG sebelumnya hanya ada 9 indikator. ECG dengan 12 indikator inilah yang digunakan sampai hari ini.

 

ECG yang menggunakan 12 indikator.

Penemuan Einthoven sangat bermanfaat. Menurut data dari World Healt Organization (WHO) 2011 yang dilansir situs www. worldlifeexpectancy.com, Indonesia menempati urutan ke-51 dari 192 negara. Data tersebut menunjukkan bahwa 150 per 100.000 penduduk Indonesia berpotensi meninggal karena terserang penyakit jantung. Tahun 2010 populasi penduduk Indonesia berjumlah 237.641.236 (menurut Biro Pusat Statistik). Semisal tahun 2012 penduduk Indonesia menjadi 250.000.000, maka 375000 orang berpotensi meninggal karena serangan jantung. Semisal 10 persennya saja mengecek kondisi jantung dengan ECG, maka kemungkinan ada 37500 orang yang akan terselamatkan. Sedangkan bagi dunia kedokteran, ECG karya Einthoven dipandang sebagai tonggak sejarah yang menandai perkembangan teknologi medis. Buktinya ialah Hadiah Nobel Bidang Fisiologis yang diterima Einthoven pada 1942.

Referensi

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s