KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#530 From Dutch for Style to Dutch for Dry

Leave a comment

Oleh Evans Poton

1917 menjadi highlight penting dalam sejarah seni rupa ketika sebuah pemicu pergolakan seni modern meledak dari ‘bawah permukaan laut’. Adalah De Stijl atau“Dutch for Style” yaitu aliran yang dicetuskan oleh Theo van Doesburg yang menitik beratkan sajian visual dengan gaya minimalis berupa paduan horisontal, vertikal, warna primer dan hitam-putih.

gambar 1 • De Stijl magazine

tak hanya fenomena di negeri asalnya, namun juga menginspirasi Bauhaus Jerman (sekolah desain pertama pasca PD-I), seni konstruktivisme di Rusia, bahkan imbasnya masih nampak di dunia desain dan arsitektur sampai detik ini.

gambar 2 • beberapa imbas De Stijl dalam dunia pop

Selain Theo v.D dan Piet Mondrian, De Stijl juga melahirkan nama Gerrit Rietveldyang terkenal dengan The Rietveld Chair – sekarang tersimpan di Uthrecht Centraal Musea, bertetangga dengan rumah Miffy (Nintje) tokoh rekaan karya Dick Brunayang juga icon kota Uthrecht.

Dutch Arts & Design tak hanya berhenti disitu. Sejak tahun 1980, frasa kata Dutch Design memiliki tempatnya tersendiri pada kamus dunia seni visual. Dutch Designmeliputi semua Desain (visual, kriya dan produk) yang bersifat minimalis, eksperimental, konseptual, inovatif, quirky dan memiliki humor (witty) seperti kata seorang wartawan Amerika, Tracy Metz: “Dutch own ability to make fun themselves” maka jelas, dari semua desain yang ada di negara itu, entah itu untuk sarana publik dari pemerintah, institusi, urban planning, desain produk, visual campaign, dan environment art, kesemuanya bergaya what NOW had labeled as Dutch Design!

Beberapa contoh Platform desain, produk, dan fashion yang ada di Belanda sekarang ini diakomodir oleh Premsela.org, dan Droog (Dutch for Dry)

gambar 3 • humor dan inovasi dalam produk DROGG

In my assume: khusus untuk desain dari negeri Belanda, arti desain itu sendiri berani diredefenisi menjadi gabungan antara seni dan fungsi dan juga humor.. dan siapa sangka? sewindu belakangan ini, negara industri besar seperti China, Jepang, Amerika, dan Dubai terlibat untuk mengadopsi pakem Dutch Design secara masif.

Psst… Mau tahu rahasia dibalik itu semua?

Kita telah mendengar ini sering kali: Dyke dan Polder sebagai bukti bahwa Belanda ahli dalam artifisial. Lanskap tempat mereka berdiam adalah mega proyek yang mereka ‘desain’ sendiri! Tentunya Belanda selalu berkutat dengan ide gilaThey don’t think outside the box. They tend to think like there’s no box!

Tak hanya itu, filosofi Eksistensialisme dan budaya individualistis sangat diyakini oleh mereka. Berbeda dengan negara Asia kebanyakan dimana: “paku yang menonjol akan dipalu”. Bagi mereka, paku yang menonjol itu akan dikeluarkan, dikembangkan potensinya lalu dipromosikan (budaya kolektif).

There’s never enough space for inventions as there’s always a season of ingenuity; itu yang ada diyakini insan muda Belanda yang kadang menghabiskan waktunya di Café, terkepung oleh ‘aroma toleransi Belanda’ berbaur dengan segarnya Frambozen bierdan terbenam oleh obrolan berjam-jam tanpa rasa bersalah. Tak heran, banyak pemikir dan penemu terkenal di segala bidang lahir dari negeri ini,

Arus industri desain dan seni (kunst) di Belanda, juga tak lepas dari peranan akademik. adanya strong educational system dan government support dimana pemerintah memberikan grants khusus untuk dunia seni dan desain per-tahunnya. itulah yang menyebabkan output dan kualitasnya jauh dari kata mengecewakan; bahkan majalah TIME memberikan predikat “The Best Design School in The World” pada Academy Design of Eindhoven.

Tunggu apa lagi? Ayo bereksperimen dengan idemu di bawah permukaan laut!

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s