KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#529 Sang Pembaharu Energi

Leave a comment

Oleh Charisma Ika Safitri

Pemanasan global merupakan isu yang sudah lama marak diperbincangkan di seluruh penjuru dunia. Salah satu pemicunya adalah karena produksi gas CO2 yang berlebihan di bumi atau yang lebih kita kenal dengan sebutan efek rumah kaca. Penyumbang CO2 di bumi, 2/3 berasal dari sektor industri yang sebagian besar negara-negara di dunia masih menggunakan energi fosil sebagai sumbernya, yaitu minyak bumi, gas alam, batu bara, panas bumi, dll.

Belanda, sebuah negara yang dikenal maju dalam sektor industri petrokimia berupaya untuk menekan produksi CO2 bumi dengan menerapkan sistem CCS (Carbon Capture Storage). Sistem tersebut diimplementasikan dalam “Crust Project”, yaitu dengan menginjeksikan gas CO2 ke dalam permukaan bumi untuk meningkatkan produksi minyak bumi. Seperti yang kita ketahui bahwa minyak bumi merupakan salah satu sumber energi yang tidak dapat diperbaharui. Tetapi Belanda dengan teknologi tersebut mencoba untuk memperbaharui minyak bumi dengan memanfaatkan gas CO2. Suatu teknik yang boleh dibilang “sekali medayung, dua tiga pulau terlampaui”, karena selain dapat memperbaharui minyak bumi secara otomatis dapat langsung mengurangi jumlah gas CO2 di atmosfer.

Tidak berhenti di situ saja, Belanja juga megoptimalkan energi-energi terbarukan sebagai alternatif lain sumber energi, melalui biomassa yang murah dan ramah lingkungan. Belanda telah berhasil mengembangkan pembangkit listrik bersumber biomassa kotoran ayam. Menakjubkan karena tenaga listrik yang dihasilkan kotoran ayam tersebut mampu menerangi 90000 rumah. Pembangkit listrik tenaga biomassa terbesar di dunia itu terletak di Moerdijk, dekat Rotterdam dengan produksi listrik sebesar 270 kWH per tahun. Di Indonesia pun sudah mulai dilakukan penelitian dan pengembangan biomassa dari kotoran ayam.

Lagi, sebuah energi terbarukan yang dimanfaatkan Belanda untuk mengurangi emisi gas buang, yaitu angin. Kincir angin yang awalnya hanya berfungsi untuk mengatur aliran air, mulai tahun 1973 sudah dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik dengan mengubahnya menjadi kincir angin modern atau turbin. Empat kincir angin pertama yang dibangun di lepas pantai, di desa Kinderdijk berkapasitas 1 megawatt. Namun, beberapa tahun belakangan, jumlah listrik yang berasal dari energi angin menyusut sampai 13%. Kondisi angin yang kecepatannya berkurang disinyalir menjadi penyebab turunnya kapasitas listrik.

Selain energi angin, beberapa energi alternatif lain juga terus dikembangkan di negeri Ratu Beatrix itu. Salah satunya adalah sistem pembangkit listrik tenaga sampah. Di Belanda, Afval Energie Bedrijf menjadi perusahaan terbesar penghasil energi listrik berbasis sampah. Kini, perusahaan tersebut menjadi perusahaan pengolah sampah terbesar di dunia yang mampu menghasilkan energi listrik untuk memenuhi sekitar 320.000 rumah tangga dan listrik seluruh di Amsterdam.

Dan kali ini Indonesia memalui Pertamina sedang menjalankan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi dengan kapasitas sekitar 120 megawatt (MW). Selain di Bekasi, PLTSa mulai dikembangkan di Riau yang rencananya akan berkekuatan 20 megawatt dengan menggunakan bahan sampah 500 ton per harinya di pembuangan sampah Muara Fajar. Dengan adanya PLTSa tersebut, pemerintah provinsi Riau menyatakan bahwa akhir tahun 2013 masyarakat Pekan baru ditargetkan sudah dapat menikmati listrik hasil sampah di Pembuangan Muara Fajar.

Dan kesimpulannya, Belanda adalah sebuah inspirasi yang wajib dicontoh di seluruh negara di dunia, khususnya Indonesia, yaitu untuk selalu berinovasi memanfaatkan energi terbarukan dan peduli terhadap bumi.

Referensi 

http://www.indofiles.web.id/showthread.php?t=84778
http://geoligence.wordpress.com/tag/carbon-capture-and-storage/
http://www.agussuwasono.com/artikel/iptek/84-tahi-ayam-menerangi-90000-rumah.html
http://listrikindonesia.com/pemanfaatan_energi_angin_di_belanda_belum_optimal_125.htm
http://riautelevisi.com/home/berita/daerah/kota-pekanbaru/item/631-akhir-tahun-warga-pekanbaru-nikmati-listrik-tenaga-sampah
http://pulsatokenlistrik.com/2012/10/ada-pembangkit-listrik-tenaga-sampah/

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s