KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#526 Kepepet Bermanfaat Ala Belanda

4 Comments

Oleh Ayub Anggadireja

Pernah kepikiran engga, apa yang bakal kamu lakuin ketika sedang mendapat masalah yang mendesak? Apa cuma diam dan menunggu keajaiban? Atau berusaha supaya masalah itu bisa teratasi? Kalau kamu memilih jawaban yang ke dua berarti kamu sudah seperti orang belanda!

Pada abad ke-13, rempah-rempah adalah barang yang sangat berharga di dataran Eropa, tidak terkecuali di Belanda, pada awalnya para pedagang Belanda membeli rempah-rempah dari portugis, tapi karena kepepet untuk mencari rempah-rempah langsung dari daerah penghasilnya, para pelaut Belanda mulai mencari  jalan ke pusat penghasil meskipun Portugis berusaha merahasiakan jalan-jalan tersebut, dan muncullah nama-nama pelaut Belanda sepert Barentz yang mencari wilayah Asia melalui jalur ke utara, Cornelis de Houtman yang sampai ke Indonesia, dan Abel Tasman yang namanya dijadikan nama sebuah pulau di tenggara Australia.

 

 

Dibandingkan dengan negara lainnya di Eropa, Belanda adalah negara yang memiliki wilayah yang lebih kecil, karena wilayahnya yang kecil inilah orang Belanda mencari cara supaya wilayahnya makin luas, kalau dulu mereka pernah mengeringkan danau Beemster, sekarang  Belanda akan meluaskan wilayahnya dengan cara yang berbeda yaitu bikin kota di bawah kota! Waw, gimana bisa ya?

 

Ialah Profesor Moshe Zwarts, seorang ahli konstruksi dan arsitektur dari Belanda yang  merasa masyarakat Belanda di masa modern memerlukan tempat rekreasi yang luas dan tempat parkir yang mampu menampung banyak kendaraan, jika pada umumnya orang-orang akan berpikir untuk membangun ke atas seperti gedung pencakar langit, Profesor Mosce justru berpikir untuk ke bawah tanah untuk membangun sebuah kota sedalam 30 meter yang memiliki infrastruktur seperti jalan, lapangan, pusat perbelanjaan, dan tentunya  jaringan internet.

 

 

Jika Mosche membangun kota dibawah tanah karena kepepet, maka salah satu kultur yang ada di masyarakat Belanda satu ini bisa dibilang juga karena kepepet, kira-kira apakah itu?

 

 

Ya, itu adalah bersepeda! Karena krisis energi yang menimpa pada tahun 70an, mau tak mau warga Belanda harus menggunakan alternatif kendaraan lain yang lebih memungkinkan, dan hasilnya bisa lihat sekarang ini, Belanda adalah negara nomer 1 di dunia dengan jumlah pengendara sepeda, bagaimana tidak, sekitar 99 persen dari penduduk Belanda menggunakan sepeda untuk kehidupan sehari-hari, dan ada sekitar 18 juta unit sepeda yang ada di Belanda.

Sejarah dan kemakmuran Belanda juga tidak lepas karena kepepet, yap jika bukan karena kepepet masalah air tentunya Belanda tidak akan seperti sekarang, Belanda terkenal dengan kemampuannya mengelola air, ada sekitar 1500 perusahaan yang terlibat aktif dalam teknologi air, dimana perusahaan-perusahaan itu bersama-sama memiliki omset tahunan mencapai 17 miliar euro, belum lagi inovasi-inovasi seperti pengelolaan air bersih, wajar rasanya jika saat ini sekitar 99,9 persen dari rumah di Belanda memiliki air minum bersih yang bebas dari klorin.

Jika Belanda bisa maju karena kepepet, kita sebagai negara yang punya kekayaan alam melimpah ini harus bisa juga kepepet, yaitu kepepet untuk segera menyusul Belanda sebagai negara maju, siap untuk kepepet?

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

4 thoughts on “#526 Kepepet Bermanfaat Ala Belanda

  1. Ik lees net uw commentaar, dank je bro !

  2. Pingback: cerita ini nanti bersambung (part.1) | Think, Write, and Post!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s