KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#507 Sebuah Parade ‘Kebebasan’, Dari Belanda Untuk Kaum LGBT

Leave a comment

Oleh A.A Gede Ngurah Putra Adnyana

Ketika angin musim panas telah mengepung kota Amsterdam dan sekitarnya, masyarakat Belanda memilih untuk merayakannya dengan sebuah parade. Beberapa kapal telah dihiasi dengan pernak-pernik meriah dan glamor. Warna pink tetap mendominasi di tengah rimbunan warna-warni extravaganza. Di dalam kapal pun tak kalah hebohnya, beberapa gerombolan laki-laki mengenakan kostum eksentrik. Ada yang mengenakan outfit berkonsep semi-military, polisi, buruh, raja hingga bajak laut. Pun dengan para wanita yang tak kalah seksi dengan kostumextravaganza mereka. Eitsss..tapi jangan sampai tertipu dengan penampilan. Karena di antara wanita-wanita berambut palsu lengkap dengan make-up tebal sertadresscode ala Lady Gaga itu, beberapanya adalah Waria. Di bawah langit musim panas yang terik itu, orang-orang Belanda khususnya kaum homoseksual tengah merayakan sebuah parade kebebasan mereka yang bertajuk Amsterdam Gay Pride.

Amsterdam Gay Pride ini diselenggarakan pertama kali pada tahun 1996, sekaligus merupakan event akbar termeriah kedua di Belanda setelah perayaan Anniversary Ratu Belanda. Kapal-kapal yang mengikuti parade ini pun akan mengarak para peserta LGBT untuk menelusuri beberapa kanal di sepanjang pusat kota Amsterdam; mulai dari Westerdok kemudian melintasi kanal Prinsengracht, Amstel, Oude Schans, dan berakhir di daerah Oosterdok. Di luar dari kemasannya yang riuh dengan kesan hura-hura, Amsterdam Gay Pride sesungguhnya merupakan sebuah ekspresi liberalisme Negeri Kincir Angin ini terhadap eksistensi kaum homoseksual. Seluruh parade tersebut adalah atribut kemerdekaan kaum homoseksual di Belanda dalam mendapatkan pengakuan hidup dan hak asasi setara dengan kaum heteroseksual pada umumnya.

 

Belanda memang dikenal sebagai negara yang paling toleran dengan keberadaan kaum homoseksual –di saat negara-negara Barat atau pun Timur lainnya yang kental dengan religiusitas masih menganggap tabu untuk menerima mereka. Terlebih di Indonesia, eksistensi LGBT pun masih mengundang kontroversi. Toleransi pun bukan sekadar wacana, Belanda telah menjadi negara pertama yang melegalkan pernikahan sesama jenis semenjak 1 April 2001. Kala itu, Walikota Amsterdan, Job Cohen melalui Catatan Sipil Amsterdam menikahkan secara langsung tiga  pasangan gay dan sepasang lesbian. Dari sanalah angin segar ‘kemerdekaan’ kemudian berhembus ke tengah-tengah pasangan homoseksual, dimana tercatat sedari 1 April 2001 hingga 1 Januari 2011 jumlah pernikahan sesama jenis pun mencapai 14.813.

Melirik pengesahan Undang-Undang Pernikahan Sesama Jenis di Belanda itu pun, membuat negara-negara seperti Belgia, Spanyol, Canada, Afrika Selatan, Norwegia, Swedia, Denmark, Portugal, Islandia, Argentina, Mexico dan beberapa negara bagian Amerika Serikat seperti Connecticut, Iowa, Massachusetts, New Hampshire, Vermont dan Washington D.C pun turut mengikuti jejak Negeri Tulip ini.Keputusan Parlemen Negeri Belanda tersebut memang didasari oleh esensi perjuangan penegakan HAM itu sendiri yang dimana perlawanan diskriminasi terhadap gay dan lesbian juga menjadi topik di dalamnya.

Untuk mendapatkan sebuah pengakuan bukanlah tanpa perjuangan, bahkan di Belanda sendiri telah berdiri sebuah organisasi LGBT tertua di dunia bernamaCenter for Culture and Leisure pada tahun 1946 yang vokal menyuarakan hak-hak kaum homoseksual. Perjuangan panjang yang penuh tekanan sosial itu pun akhirnya berbuah kemerdekaan, serupa dengan apa yang ingin diselebrasikan dalam Amsterdam Gay Pride tersebut. Di tengah euforia parade kaum minoritas ini, masyarakat heteroseksual pun ikut berbaur untuk merasakan gegap gempita mereka. Di sanalah kebersamaan dan toleransi sesungguhnya benar-benar terpancar. Sebuah toleransi yang nampaknya sulit untuk diwujudkan di tanah air kita.

Referensi

http://www.traveljunkieindonesia.com/the-netherlands-gay-lesbian-love/
http://travel.kompas.com/read/2011/08/09/15391211/Wow.Parade.Gay.di.Amsterdam.
http://www.geocities.ws/rona_cinta/berita/09/closeup_1.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Same-sex_marriage_in_the_Netherlands
http://forum.jalan2.com/topic/3851-fakta-tentang-gay-di-belanda/

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s