KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#490 Belanda, belajar dari filosofi lumut : mengubah keterbatasan menjadi kekuatan

Leave a comment

Oleh Ria Santi Kusuma

Kenapa lumut disebut sebagai tumbuhan pioner. Yap, karena lumut mampu menghancurkan batu dan mengubahnya menjadi tanah sehingga tanaman lain bisa tumbuh di sana. Artinya, disebut pioner karna mampu menciptakan hal baru yang dapat bermanfaat bagi mahluk lain.

Dimanapun yang disebut pioner itu sama. Merekalah yang lebih kita kenal sebagai penemu, pencipta atau apalah. Merekalah pencetus dari sebuah ide baru yang bermanfaat bagi orang banyak kemudian orang lain berbondong-bondong mengikutinya karna merasakan kebermanfaatan dari temuannya tersebut. Luar biasa!

Dan hal itulah yang saya temukan di negeri yang sering disebut sebagai negri “seribu kincir angin”. Begitu banyak temuan, hal baru dan asing yang saya temukan. Mereka benar-benar terbiasa bergelut dengan kreativitas. Memang tak heran, karena mereka terbiasa hidup di iklim kreatif seperti itu. Dan tak heran pula, karena mereka lahir dari nenek moyang yang telah membuktikan diri sebagai pencetus. Dan negara itu, BELANDA!.

Negara apakah Belanda yang ilmuwan disana bernama Antoni van Leeuwenhoek menemukan mikroskop yang sampai sekarang sangatlah berguna bagi ilmu kedokteran dan mikrobiologi. Negara yang telah mendedikasikan diri sebagai pencetus hidup ramah lingkungan dengan banyaknya pengguna sepeda, menciptakan tenaga listrik kincir angin, dan menjadikan wisata taman bunga tulip menjadi magnet wisata yang mendatangkan devisa berlimpah.

Sebenarnya jika melihat peta Eropa, Belanda tidak lebih hanya liliput di tengah dua negara besar, yaitu Perancis dan Jerman. Berbeda dengan Perancis dan Jerman, yang merupakan pusat prestise, aristokrasi dan kekuasaan politik dan ekonomi Eropa dengan segala kemegahannya. Belanda hanya bisa bergantung pada satu hal untuk hidup, yaitu perdagangan. Sehingga untuk bertahan, para saudagar Belanda harus memutar otak dalam rangka beradaptasi di tengah ‘himpitan’ Perancis dan Jerman.

Jika ingin melakukan perjalanan dinas ke Paris atau Berlin, maka menguasai bahasa Perancis atau Jerman menjadi suatu kewajiban. Sebagai bangsa yang besar, tidak mungkin mengharapkan orang Perancis atau Jerman untuk berbahasa Belanda. Alhasil, para saudagar Belanda terpacu untuk mempelajari bahasa Jerman dan Perancis, selain bahasa Inggris, untuk melancarkan urusan bisnis mereka di Paris atau Berlin.

Itulah mengapa bagi orang Belanda mampu berbicara dengan lebih dari satu bahasa  (polygloth) adalah hal yang lumrah. Di stasiun, sudut kota, rumah makan dan tempat lainnya tidak hanya memakai bahasa Belanda. Ini semakin meyakinkan bahwa mereka adalah negeri yang terbuka terhadap perubahan.

Negeri Belanda sebenarnya terlahir bukan sebagai negara yang beruntung. Karena berdasarkan buku-buku sejarah, awalnya suku asli Belanda tidak memiliki tempat untuk menetap. Sehingga mereka harus berpikir keras. Bukannya menumpang di tanah orang lain. Mereka justru menciptakan tempat sendiri di muka bumi. Kok bisa? Mereka justru menguras air laut dan membuat negara baru di atas tanah tersebut. Jiwa berusaha dan mandiri yang dimiliki nenek moyang Belanda banyak menginspirasi tidak hanya bagi keturunannya tapi juga bagi masyarakat dunia. Bahwa terlahir menyedihkan tidak berarti selamanya begitu. Selalu ada jalan bagi mereka yang berusaha, bukan ?

Belanda, benar-benar membuat saya iri. Belajar dari filosofi lumut, mereka berhasil mengubah segala keterbatasan menjadi kekuatan. Itulah yang membuat negara “penyuka warna orange” ini berbeda. Kita selalu bisa belajar dari manapun. Sekalipun pada negri yang pernah menjajah Indonesia ini.

Referensi

http://www.winarto.in/2012/06/suka-duka-belajar-di-negeri-orang/
http://www.netsains.net/2009/01/keunggulan-menjadi-bangsa-multilingual-studi-kasus-belanda/
http://www.miramarsellia.com/2010/04/28/belanda-di-mata-dunia-inovasi-dari-masa-ke-masa/
Sumber gambar 

http://bangazul.blogspot.com/2012/08/penanaman-pohon-khas-jakarta.html
http://masvisa.blogspot.com/2012/12/visa-belanda.html
http://www.hps.cam.ac.uk/whipple/explore/microscopes/adutchpioneer/
http://onthelpotorono.wordpress.com/2009/11/12/bersepeda-di-belanda/
http://fatinahmunir.blogspot.com/2013/05/belajar-dari-negeri-penjinak-air.html
http://ayurisyadominata.blogspot.com/
http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s