KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#477 Berkah Kecemasan Belanda

Leave a comment

Oleh Nadya Putri Saraswati

Cemas? Bagaimana kita mendeskripsikan kata “cemas”? Cemas seringkali hinggap dan membuat perasaan di hati tak menentu. Cemas karena menunggu hasil ujian, wawancara pekerjaan, atau bahkan menunggu jawaban “iya” dari pujaan hati. Hal ini juga yang dirasakan bangsa Belanda. Kondisinya yang serba kekurangan membuat Belanda diliputi rasa cemas dosis tinggi. Sadarkah kita bahwa dengan cemas justru ide-ide out of the boxseringkali keluar dengan sendirinya? Di Jakarta misalnya. Hampir setiap hari kita diliputi rasa cemas dengan kemacetan. Alih-alih cemas, justru pengguna jalan di Jakarta menjadi kreatif untuk mencari alternatif rute agar terhindar dari kemacetan ibukota.

Control your anxiety before it controls you – Albert Ellis, P.hD.

Kecemasan ini juga diterapkan dengan baik oleh bangsa Belanda. Meminjam peribahasa:Emas dan permata walaupun terbenam dalam lumpur takkan hilang kemilau cahayanya. Peribahasa yang tepat menggambarkan situasi di Belanda dengan segala kekurangannya. Lalu, apa kecemasan Belanda yang membuatnya menjadi Negara Pelopor?

Diawali pada abad ke-17. Pada saat itu Belanda hanya memiliki satu sekolah berbahasa latin dan parahnya hanya mereka dengan strata sosial tinggi yang dapat mengenyam pendidikan. Kondisi ini membuat Belanda memperoleh persentase terendah di bidang edukasi di Eropa.[1]

Belanda cemas akan masa depan pendidikan negaranya. Kecemasan Belanda di bidang edukasi menelurkan sistem pendidikan baru. Menjadi pusat budaya dan perekenomian di dunia, tidak sulit bagi Belanda untuk mempelajari bahasa Inggris. Ya, bahasa Inggris menjadi solusi kecemasan Belanda. Sebagai bahasa internasional, penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dapat menarik minat pelajar di seluruh dunia untuk melanjutkan studinya di Belanda. Lalu hasilnya? Menakjubkan! Pendidikan di Belanda berkembang pesat. Dengan total hampir 80.000 siswa internasional[2], menjadikan Belanda Negara non-berbahasa-Inggris pertama di Eropa yang menawarkan lebih dari 17.000 program studi berbahasa Inggris.[3]

Pemberian beasiswa juga menjadi penawaran yang menggiurkan bagi mahasiswa asing untuk mendalami ilmu di negeri kincir angin tersebut. Mereka seperti ‘dimanjakan’ dengan informasi beasiswa yang dengan mudah diberikan oleh situs studyinholland dannuffic. Pemerintah juga ingin mencetak anak didik yang mandiri. Dengan itu dibuatlah sistem Problem-based learning. Sistem ini berguna untuk melatih pelajar/mahasiswa dalam melakukan analisa dan memecahkan masalah secara mandiri. Menteri pendidikan, sosial dan budaya juga mendukung sistem ini karena pemerintah ingin menjamin semua orang mendapat pendidikan yang layak. [4] Hasil dari sistem Problem-based learningpatut diacungi jempol. Berbagai universitas menyumbangkan pemecahan masalah sesuai dengan disiplin ilmu yang mereka geluti. Seperti misalnya Leiden University yang menciptakan kemoterapi anti-tumor (kesehatan), TU Delft yang menciptakan superbus (teknologi), dan Utrecht University yang menciptakan tanaman anti hama (science).

Berkah kecemasan Belanda terhadap sistem edukasi berbuntut pada prestasi. 10 universitas di Belanda masuk dalam jajaran TOP 200 universitas terbaik duniamenurut Times Higher Education (THE). [5] Belanda patut berbangga hati karena mampu menyaingi negara-negara besar yang mengapitnya. Pun demikian mereka tidak pernah tinggi hati karena motto Belanda adalah

Let’s not pretend to be bigger than we are.

Cemaslah! Karena kecemasan akan menuntunmu menuju jalan penuh kreativitas, dan biarkan yang lain menjadi pengekor kesuksesanmu, layaknya Belanda berhasil memelopori dunia dengan pelbagai temuannya.

ANXIETY BRINGS YOU CREATIVITY. 

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s