KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#460 The Voice of : Radical Revision of Talent Show

Leave a comment

Oleh Nana Sitompul

Saya jarang nonton TV karena tayangannya tidak begitu menarik perhatian saya. Apalagi belakangan ini acara reality singing talent show agak menjadi bias karena bukan hanya suara ataupun teknik menyanyi yang kadang dijadikan pertimbangan namun sering kali justru gesture maupun fisik para peserta. Suatu hari saya menonton The Voice of Indonesia. Hati saya tergugah menonton acara ini. Karena formatnya tidak bisa. Dari manakah asalnya talent show ini? Ternyata sang pionir acara talent show spectakuler ini adalah Belanda. Pertama kali disiarkan di Belanda pada tahun 2010 dengan judul The Voice of Holland.

The-Voice-NBC_20110406112636-e1302089509795

Menurut hemat saya, kelebihan kelebihan pada acara TheVoice merupakan revisi yang cukup radikal terhadap talent show sejenis. Sehingga acara show ini memang lebih humanis, lebih jujur, lebih menonjolkan bakat yang dimilki peserta. Sejauh ini keunggulannya sbb:

 1. Saat kontestan bernyanyi, para coaches membelakangi kontestan yang notabene mereka tidak melihat para kontestan. Keputusan coaches berdasarkan suara dan teknik menyanyi, tidak bias dengan bentuk wajah maupun tubuh. Setelah babak demi babak, yang tersisa adalah para kontestan terbaik. Jadi, pemirsa memilih lebih kepada selera karena seluruh kontestan pada babak Live Show memang yang terbaik.

 2. Konsep coaches. Peserta memiliki coach. Sebenarnya X Factor juga mengusung konsep yang sama. Namun kelebihan the Voice, coach memilih saat blind audition.

 3. Lebih jujur. Dengan konsep peserta dinilai berdasarkan suara dan teknik vokal, The Voice menghadirkan acara yang lebih jujur

 Menurut data Imdb, rating The Voice di Amerika merupakan acara talent show tertinggi dibandingkan dengan acara sejenis lainnya seperti X Factor dan Idols. The Voice mendapatkan nilai rating sebesar 6.5, sementara X Factor 5.0 dan Idols 4.1. Hal ini membuktikan bahwa talent show asal negeri kincir angin ini lebih diminati karena lebih rasional.

John_de_Mol_jr

 The Voice of ini merupakan ciptaan seorang Belanda bernama John De Mol. Beliau merupakan pioner dalam merombak Talent Show menjadi lebih kompeten dan disesuaikan dengan peruntukannya. Meski acara ini masih seumur jagung, yaitu 2010, namun hingga saat ini terhitung 49 negara termasuk Indonesia mengudarakan acara talent show ini yang diberi judul awal The Voice dan diikuti dengan nama negara masing-masing. Bahkan acara ini telah mengalami diversifikasi yaitu dengan adanya acara The Voice Kids yang diperuntukkan bagi anak anak.

 Siapakah John De Mol? Beliau adalah seorang tycoon media. Namun menurut hemat saya, beliau adalah seorang kreatif, inovator dan pebisnis sejati. Bagaimana John De Mol sampai pada proses kreatif tersebut? Tentunya itu tidak terjadi dalam sehari. Namun merupakan akumulasi dari keputusan keputusan penting yang telah dilakukannya di masa lalu. John De Mol tentunya melihat keinginan masyarakat akan tayangan yang lebih honest.

Referesi

1.  http://en.wikipedia.org/wiki/John_de_Mol
2.  imdb
3.  http://en.wikipedia.org/wiki/The_Voice_of_Holland

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s