KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#455 Self Service Country, Mempelopori Diri Sendiri

Leave a comment

Oleh Josua Roniasi Dorulian

“Hey You, yes You, What comes to your mind when I say Holland?”, begitulah pembuka dalam sebuah video berjudul The Netherlands and The Dutch Culture di daring youtube. Seorang tikus yang menjadi tokoh dalam video itu menjawab “cheese”. Coba bayangkan jika pertanyaan itu diajukan kepada kita, apa yang akan kita jawab? Sepeda, Arsitektur, Bunga Tulip, Kincir Angin, Tanggul, dan berbagai penemuan lain oleh ‘Orang Belanda’.  Apa rahasia dibalik pencapaian Orang Belanda dan berbagai hasil karyanya yang menjadi pelopor di berbagai dunia? Menurut saya jawabannya adalah mentalitas Self Service Country.

Menurut sebuah blog sejarah, self service country adalah mentalitas masyarakat Belanda yang berusaha untukmengatur semuanya sendiri, yang membuat mereka sangat mandiri dan teratur. Satu hal lain yang membedakan masyarakat Belanda adalah mereka terbuka dan berterus terang dalam sikap dan bicara. Semangat kemandirian dan tanggungjawab atas diri sendiri sangat ditekankan dari mentalitas tersebut sehingga menghasilkan pribadi yang berani, kreatif, dan senantiasa produktif.
Sebelum saya melanjutkan tulisan ini, mari kita tonton video berikut:
 
Dari video tersebut kita dapat melihat betapa Belanda yang termasuk Negara kecil dengan luas 6000km2 telah membangun negaranya untuk maju dalam banyak sektor, mulai dari energi, industri, pertanian, peternakan, sampai olahraga. Selanjutnya dijelaskan keseharian keluarga Belanda. Banyak hal menarik yang dapat kita tangkap dari keseharian  tersebut, mereka selalu memulai aktivitas dengan sarapan pagi, masing-masing menyiapkan makanannya sendiri dan mereka pergi beraktivitas  menggunakan transportasi umum, naik sepeda, atau jalan kaki, dimulai dari ayah, anak-anak dan terakhir ibu, sungguh sangat teratur. Kita dapat melihat Jana yang berumur lima tahun pergi ke sekolah bersama abangnya dengan berjalan kaki tanpa diantar. Di sekolah, Jana beraktivitas untuk mengembangkan kreativitas, salah satu kegiatannya  adalah melukis. Dan Abangnya, Peter yang berumur dua belas tahun belajar matematika dan berdiskusi didalam pelajaran. Mereka bersekolah sampai umur 16 tahun dan tiap tingkatan sepertinya disesuaikan dengan perkembangan anak. Dalam video juga ditunjukan bagaimana Orang Belanda yang seringkali membawa bekal makan siang.  Saat makan malam, mereka makan bersama dengan kentang, daging, dan sayur-sayur yang segar dilanjutkan dengan menonton telivisi dan bisa juga mengerjakan aktvitas lain, jam tidur mereka pun tidak larut malam, OECD (Organisation of Economic Co-operation and Development) memberikan predikat worklife balance terbaik kelima di dunia untuk Belanda dengan nilai 8,7.

Mentalitas mengatur semuanya sendiri dapat kita lihat dari bagaimana anggota keluarga bangun pagi, menyiapkan sarapan, dan beraktivitas. Kegiatan melukis Jana adalah hal yang menarik karena menunjukan, bahwa sejak kecil Orang Belanda dididik untuk berani mengekspresikan diri. Mereka melukis bersama dalam satu papan panjang bersama teman-temannya, tidak terlihat guru yang mengarahkan mereka untuk melukis sesuatu, mereka bebas melukis apapun. Menurut saya melukis dalam papan panjang membuat anak-anak tersebut untuk berinteraksi dan berani menunjukan hasil karyanya. Hal menarik lainnya adalah bagaimana mereka saat libur dan merayakan hari besar negara setiap orang berkumpul, menghabiskan waktu untuk bersenang-senang. Hal itu menunjukan bahwa mereka dapat menempatkan diri secara tepat dalam menggunakan waktu.

Setiap orang bertanggungjawab atas dirinya sendiri. Belanda dan budayanya dapat menanamkan sifat individualisme sekaligus menciptakan masyarakat yang sejahtera. Kemandirian individu membuat mereka terus berpacu untuk mempelajari sesuatu dan menjawab kebutuhannya masing-masing. Jadi tidak mengherankan bagaimana mereka dapat menciptakan sesuatu dengan sangat baik. Menurut saya mentalitas untuk memenuhi kebutuhannya sendiri menjadikan Orang Belanda menjadi pelopor bagi kemajuan diri untuk berkarya, sesuatu yang belum banyak kita temui di Indonesia. Sekiranya dapat kita pelajari untuk maju dalam karya. Mari menjadi pelopor untuk kemajuan diri dengan mentalitas Self Service Country.
Referensi

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s