KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#453 Realistic Mathematics Education (RME), Solusi Pembelajaran Matematika yang Bermakna bagi Siswa

Leave a comment

Oleh Ummy Salmah

Dewasa ini, matematika masih dianggap sebagai momok bagi siswa. “Matematika itu sulit.” Kata sebagian besar siswa. Banyaknya rumus dan konsep matematika mungkin menjadi hal yang tidak menarik bagi siswa, yang pada akhirnya membuat matematika lagi-lagi tidak menjadi pelajaran favorit bagi mereka. Bukan hanya itu, penyampaian materi oleh guru masih dianggap terlalu monoton dan bukannya menjadikan matematika menarik bagi siswa tetapi menjadi membosankan.

Padahal jika ditilik dari fungsi matematika, pelajaran ini bukan tidak ada gunanya sama sekali. Matematika sangat memegang peranan penting  karena dapat meningkatkan pengetahuan siswa dalam berfikir secara logis, rasional, kritis, cermat, efektif, dan efisien. Oleh karena itu matematika harus dikuasai sejak dini oleh para siswa.

matematika-stkip-pgri-nganjukBanyak metode dan cara-cara kreatif untuk memperkenalkan matematika kepada siswa. Sekarang ini, bermunculan berbagai macam metode yang berusaha membantu siswa memahami dan menyelesaikan permasalahan matematika. Bermunculan pula cara-cara praktis dan cara-cara singkat menghafal rumus matematika. Namun ternyata, tidak semua metode dan cara-cara itu mampu menjadikan matematika bermakna bagi siswa. Menghafal rumus hingga mengetahui cara-cara singkat penyelesaian soal matematika tidak menjamin siswa memahami secara mendalam konsep yang diberikan. Padahal yang terpenting sebenarnya adalah makna dari konsep tersebut yang harus tertanam di benak mereka. Bukankah akan lebih mudah menyelesaikan permasalahan matematika, jika memahami secara mendalam tentang konsepnya terlebih dahulu? Adakah metode yang mampu menghantarkan siswa memahami konsep tersebut?

1Di negeri Kincir Angin, Belanda, ada sebuah pembelajaran yang dikembangkan sejak tahun 1970 yang dikenal dengan Realistic Mathematics Education (RME). RME merupakan buah pemikiran penulis, pendidik, dan matematikawan Belanda berkebangsaan Jerman, Hans Freudenthal. Pemikiran menarik dari pendiri Freudenthal Institute ini salah satunya adalah ”mathematics as a human activity,mathematics must be connected to reality, stay close to children’s experience and be relevant to society, in order to be of human value”. Matematika harus relevan dengan kehidupan sehari-hari dan dekat dengan siswa.

Dalam pembelajaran RME, siswa dikenalkan dengan konsep dan abstraksi matematika melalui hal-hal konkret dan diawali dari pengalaman dan lingkungan sekitar siswa (use of context). Untuk mengantarkan siswa ke bentuk abstrak dari matematika, digunakanlah model berupa benda manipulatif yang tentunya juga harus menarik dan dapat meningkatkna minat siswa (use of model). Peran siswa dalam pembelajaran pun sangat diperlukan (student contribution), juga bagaimana mereka mampu berinteraksi dengan siswa lainnya maupun dengan guru (interactivity). Selain itu keterkaitan antara konsep dalam matematika juga penting perannya dalam pembelajaran RME ini (intertwining).

soal-matematika1Perkembangan RME saat ini sudah cukup luas, tidak hanya di tanah kelahirannya, Belanda. Di Indonesia sendiri, RME sudah mulai ramai diperbincangkan dan diterapkan di beberapa sekolah. Di Indonesia sendiri, RME telah diadopsi dan dikembangkan sesuai dengan karakteristik pembelajaran di Indonesia. RME di Indonesia dikenal dengan Pendididikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). Dalam kurun waktu empat tahun terakhir ini pula beberapa calon dosen yang tergabung dalam International Master Program on Mathematics Education (IMPoME), mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung tentang RME di Utrecht University. Apa yang mereka dapatkan di sana, nantinya akan diterapkan dan dikembangkan di Indonesia. Harapannya adalah, semoga pembelajaran RME mampu merubah image matematika menjadi pelajaran yang menyenangkan.

Referensi

Yuwono, Ipung. 2007. Pembelajaran Matematika Realistik. Malang: UM Press.
Marja van den Heuvel. 2000. Mathematics Education in the Netherlands: A guided tour. Utrecht University.

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s