KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#441 Poldervrouw, Wanita dari Belanda

Leave a comment

Oleh Hera Hikmawati Ruswandi

Menjadi seorang pionir sepertinya memang sudah melekat dalam jiwa bangsa Belanda. Terlihat dari berbagai ide kreatif yang tercipta dari masyarakatnya. Mengubah masalah menjadi suatu berkah sudah menjadi hal biasa. Justru karena hal itulah saya berpikir bahwa Belanda itu luar biasa. Tidak hanya kaum laki-laki yang berkembang dan menjadi pionir, namun kaum wanita Belanda pun turut berkontribusi untuk menjadi bagian dari solusi. Selain terkenal dengan kecerdasannya, tidak materialistis, dan menarik, para poldervrouw (sebutan bagi wanita Belanda) juga hebat dalam mewujudkan suatu ide. Meskipun hari Kartini (21 April) dan International Women’s Day (8 Maret) sudah lewat, tidak ada salahnya kita mengintip hal apa saja yang wanita Belanda lakukan untuk menyemarakkan semangat “Pioneers in International Bussiness”.

Belanda juga memiliki seorang ‘Kartini’ yang bernama Anna Barbara van Meerten-Schilperoort (1778-1853). Beliau memperjuangkan women’s role in modern society. Tentu saja Anna menjadi sosok pionir bagi wanita Belanda. Berkat jasanya, maka muncullah ‘Kartini’ lainnya di era post-modern sekarang ini.

Seorang arsitek bernama Francine Houben telah memperoleh pengakuan internasional untuk karya-karyanya. Banyak karya yang ia ciptakan sejak tahun 1980. Salah satunya adalah The Library of Birmingham, Inggris. Houben menggabungkan disiplin ilmu arsitektur, perencanaan kota dan arsitektur lansekap untuk menciptakan karya-karyanya yang unik sehingga pernah dinobatkan sebagaiVeuve Cliquot Business Women of the Year 2008.

     

Adapun Corien Pompe, seorang Chefdesigner Color & Material Design Strategies untuk Volvo Cars. Pada tahun 1982, Volvo mencari seorang desainer perempuan untuk produknya, dan menemukan Pompe sebagai desainer ideal yang baru lulus dari Akademi Desain Eindhoven dengan latar belakang bidang teknik, seni, dan arsitektur. Menurut Pompe, dunia internasional banyak melibatkan orang Belanda dalam hal desain karena konsep berpikir orang Belanda yang selalu inovatif, Bangsa Belanda yang memiliki kemampuan berbicara dalam berbagai bahasa, dan juga bersahabat dalam mengenali budaya asing.

Memikirkan apa yang orang lain tidak pernah pikirkan adalah ungkapan yang patut ditujukan kepada Marije Vogeljang. Seorang eating designer ini memiliki pemikiran yang berbeda terhadap makanan. “Food goes to the stomach, but it can also activate the brain and can rouse strong memories and emotions”, begitu katanya. Mungkin yang terlintas di pikiran kita hanyalah “food goes to stomach” saja, tanpa memperhatikan hal lainnya. Namun, di mata Marije, terdapat delapan poin penting yang berhubungan dengan makanan, yaitu indra, alam, budaya, masyarakat, teknik, psikologi, ilmu, dan aksi. Pernah terpikirkan sebelumnya?

    

Apa hubungannya dari Hari Kartini hingga ke wanita Belanda? Jangan salah, di Belanda seorang Raden Ajeng Kartini pernah menjadi legenda. Ada beberapa jalan yang dinamai R.A. Kartinistraat. Jalan tersebut berada di Utrecht, Amsterdam, Harlem, dan Venlo. Semasa hidupnya, Kartini memang sering mengirimkan surat-surat dan tulisannya pada surat kabar di Belanda. Tak heran jika namanya dikenal dengan baik.  Bahkan pertama kali dicetak pada tahun 1911, buku berisi kumpulan surat Kartini terbit dalam bahasa Belanda. J.H Abendanonsaat itu mengumpulkan dan membukukan surat-surat Kartini, memberikan judulDoor Duisternis tot Licht, atau “Dari Kegelapan Menuju Cahaya”.

Dengan begitu terbukti bahwa Bangsa Belanda juga menghargai wanita. Wanita bebas menyatakan ide-idenya lewat karya sesuai dengan passion yang dimiliki. Kemajuan suatu Bangsa pasti akan selalu melibatkan wanita didalamnya. Bagaimana denganmu, ‘Kartini’ baru?

Referensi

http://www.marijevogelzang.nl/www.marijevogelzang.nl/overzicht.html
http://www.ccaa.nl/page/49775/nl
http://article.wn.com/view/2013/04/21/Jelajahi_empat_Jalan_RA_Kartini_di_Belanda/

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s