KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#439 Grotius, Pioner dari Hukum Perairan Internasional adalah Seorang Buronan?

Leave a comment

Oleh Nor Khalim

Masih lekat dalam ingatan kita tentang pengertian Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), batas laut teritorial, atau pun istilah- istilah lain yang berkaitan dengan hukum perairan internasional. Istilah tersebut seringkali mengingatkan kita pada pelajaran IPS semasa masih duduk di bangku SD, dan pelajaran Geografi di bangku SMP dan SMA. Sudah bisa dipastikan istilah- istilah tersebut selalu muncul lagi dan lagi.

Pernahkan terbesit pertanyaan dalam benak anda tentang darimana munculnya istilah tersebut? Atau mungkin juga Siapa sih yang usil menentukan aturan batas perairan di suatu Negara?

Yup!… dan jawaban dari kedua pertanyaan diatas adalah si cerdik Hugo Grotius dari Belanda. Grotius adalah seorang narapidana yang berhasil kabur dari kastil Loevestein melalui bantuan dari istrinya dan sebuah peti penyimpanan buku yang kemudian karyanya, Mare Liberum (The Freedom of the Seas), dijadikan sebagai pedoman dalam menentukan hukum perairan internasional.

Hugo Grotius atau di Belanda lebih dikenal Hugo de Groot adalah seorang cendekiawan yang lahir di Delft pada tahun 1583. Grotius sudah menampakan bakatnya sedari muda, ia mahir dalam menulis aksara latin sebagaimana ia juga mahir dalam menulis aksara Yunani dan Romawi kuno pada usia 8 tahun. Pada usia sebelas tahun ia masuk di Universitas Leiden, dan empat tahun berselang ia mendapat gelar Doktor dari Universitas Orelans. Tentu saja kecerdasan Grotious tidak bisa disamakan dengan anak seusianya pada waktu itu.

Pada tahun 1598, tepatnya saat Grotius masih berusia 15 tahun ia mendampingi Johan van Oldenbarnevelt, pengacara sekaligus perdana mentri dari persatuan Belanda untuk melakukan misi diplomasi dengan Perancis. Grotius membantu membentuk sebuah konsep komunitas internasional, dimana setiap anggota dari komunitas ini menjadi subjek dari hukum yang berlaku dan disepakati secara internasional. Pengaplikasian dari konsep komunitas internasional ini memiliki implikasi yang luas, termasuk Negara- Negara di Eropa dan Amerika. Semenjak itu, raja Henry IV memberikan gelar “The Miracle of Holland”kepada Grotius.

Pria dengan sejuta bakat ini tak pernah berhenti berkarya , ia menulis berbagai wacana tentang theologi dan perdamaian. Melalui salah satu tulisanya yang berjudul Mare Liberumia mengkritik hak yang dimiliki oleh Inggris, Spanyol dan Portugis untuk berlayar menguasai lautan. Jika Negara-negara tersebut secara sah memiliki kekuasaan untuk berlayar, tentu hal ini akan membatasi Belanda untuk berlayar, semisal berlayar untuk menemukan rute Negara penghasil rempah- rempah di Asia.

Grotius  berargumen bahwa kebebasan wilayah perairan internasional merupakan kunci dari komunikasi berbagai negara, tidak dibenarkan bagi suatu negara untuk memonopolinya maupun membatasinya. Ia juga menekankan bahwa orang Belanda berhak untuk turut serta menggunakan wilayah perairan internasional. Pemikiran Grotious inilah yang pada akhirnya digunakan sebagai dasar hukum perairan internasional hingga saat ini, ia dijuluki sebagai bapak dari Hukum Internasional.

Argumen dari Grotious yang berlawanan dengan paham Calvanist ini memicu sebuah perselisihan hingga akhirnya ia dihukum seumur hidup di kastil Loevestein. Grotius berhasil kabur dari kastil tersebut dan terus melarikan diri di berbagai Negara di Eropa, pemerintah menghadiahkan 2000 Guilder untuk kepala Grotius.

Nah…Siapa yang akan menyangka bahwa hasil pemikiran dari seorang narapidana yang kabur dari kastil Loevestein  di Belanda ini pada akhirnya digunakan menjadi dasar hukum perairan internasional. Seorang buronan menjadi pioner hukum perairan internasional?… Unbelievable!

Referensi

Oostrom, Frits Van. (2008). The Netherland in a Nutshell: Highlight from Dutch History and Culture.Amsterdam: Amstrdam University Press.
http://www.ccel.org/ccel/grotius?show=biography
http://www.bookrags.com/biography/hugo-grotius/

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s