KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#417 Dutch Inspire the World by The Hearing Voice Movement

Leave a comment

Oleh Dyazt Ayoe Septianingsih

Apa yang anda rasakan ketika sering berhalusinasi mendengar suara yang mengejek, mengancam atau bahkan menyuruh anda untuk melakukan sesuatu yang buruk? Pasti hal semacam ini akan menimbulkan kecemasan bahkan ketakutan, sehingga menurunkan kualitas hidup penderitanya. Terkadang halusinasi seperti ini diindikasikan sebagai gejala gangguan jiwa, seperti Skizofrenia. Tapi berdasarkan penelitian (Beaven, Read and Cartright, 2006) trauma terhadap sesuatu seperti pelecahan seksual, bullying, perceraian, kecelakaan bahkan perselingkuhan juga bisa menyebabkan seseorang mendengar suara. Bahkan Aktor Anthony Hopkin juga mendengar suara. Ia mengakui ini melalui media: I’ve always had a little voice in my head, particularly when I was younger and less assured”, he said. “While onstage, during classical theatre the voice would suddenly say, “Oh, you think you can do Shakespeare, do you?” and he added; “Recently, I was being interviewed on television and the voice inside my head said to me, “Who the hell do you think you are. You’re just an actor, what the hell do you know about anything”.
 
Marius Romme dan Sanda Escher

Marius Romme dan Sanda Escher

Ada beberapa orang yang merasa hidupnya menjadi lebih buruk akibat mendengar suara. Hal ini menyebabkan Marius Romme seorang pskiater sosial melakukan penelitian bersama Sandra Eschēr yang merupakan jurnalis sains pada tahun 1987 di Maastricht, Belanda. Romme memulai berbicara tentang fenomena mendengar suara ini di televisi belanda, kemudian menyuruh penonton yang mempunyai pengalaman mendengar suara untuk melaporkan padanya. Hasilnya, ada 450 orang yang mengaku mendengar suara, 300 yang bisa mengatasi suara tersebut, sementara 150 orang lain bisa mengontrol suara. Penelitian ini menyebabkan pembentukkan kelompok swadaya  yang disebut The Hearing Voice Movement. 

Tahun 1988 di Manchester, Inggris, dibentuk The Hearing Voice Networkyang terinspirasi dari hasil kerja yang dipelopori Romme dan Eschēr, untuk menyatukan pendukung bagi para pendengar suara. Sampai saat ini The Hearing Voice Network sudah tersebar di 26 negara, diantaranya: Austria, Kanada, Jerman, Belanda, Inggris, Jepang, Malaysia, Palestina, Afrika Selatan bahkan Amerika Serikat. Seluruh aktifitas dibawahi oleh INTERVOICE –The International Organization for Training, Education and Research into Hearing Voice- yang merupakan struktur organisasi resmi  yang memberikan dukungan serta koordinasi terhadap  aktifitas di berbagai negara yang terlibat.
Apa yang mereka lakukan?
Sebenarnya The Hearing Voice Network tidak melakukan pengobatan. Mereka hanya menyediakan tempat untuk berbagi pengalaman dan saling mendukung. Metode yang paling sering digunakan adalah Bridging the Gap yang mana memberikan mentor dan teman untuk melakukan kegiatan bersama seperti proyek media, menulis, menggambar, bermusik, membuat makanan sehat serta proyek pendidikan.
Pertemuan Proyek Media

Pertemuan Proyek Media

Launching Buku Puisi When the Roots are Stronger

Launching Buku Puisi When the Roots are Stronger

Hasil Karya Grup Perempuan

Hasil Karya Grup Perempuan

Hasilnya, berdasarkan laporan evaluasi Bridging the Gap oleh The Hearing Voice Network adalah:
  • Para pendengar suara lebih mudah bersosialisasi dengan masyarakat.
  • Mereka mendapatkan dukungan dari sesama pendengar suara yang mengakibatkan ketenangan pikiran, perasaan lega dan persahabatan.
  • Mendapatkan skill dan peluang baru. Sehingga mereka lebih aktif dan mudah untuk berkomunikasi.
  • Lebih menerima keberadaan suara itu, bahkan ada yang mampu mengontrol suara tersebut.
  • Menumbuhkan keyakinan mampu terlibat dan berkontribusi pada Haven dan masyarakat.
Bridging the Gap telah sukses di berbagai negara, terutama Australia, Inggris, New Zealand, dan Eropa. Ini membuktikan bahwa The Hearing Voice Movement berhasil menginspirasi dunia melalui pioneering Romme dan Eschēr.  Dunia patut berterimakasih pada Belanda!

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s