KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#416 Kisah Imigran Gayseksual: Sebuah Refleksi Kebebasan LGBT di Belanda

1 Comment

Oleh Ida Ayu Prasastiasih Dewi

“Understand that sexuality is as wide as the sea. Understand that your morality is not law. Understand that we are you. Understand that if we decide to have sex whether safe, safer, or unsafe, it is our decision and you have no rights in our lovemaking.”― Derek Jarman

Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender (LGBT), kaum yang sering dianggap sebagai kaum sekunder atau minoritas ini masih ‘sibuk’ memperjuangkan kebebasannya. Katanya, ‘kebebasan’ adalah hak asasi manusia yang tidak terbantahkan. Namun, masih banyak yang membiaskan sebuah kebebasan jika terkait dengan isu sensitif seperti ini. Belanda sebagai Negara pertama yang melegalkan perkawinan dan pengasuhan anak oleh pasangan sesama jenis semenjak 1 April 2001 ini, berhasil menjadi Negara pioneeryang memperjuangkan kebebasan kaum LGBT di dunia.

Berita ini pertama kali saya ketahui bukan dari buku, majalah atau internet, melainkan dari dua orang teman saya yang beberapa tahun sempat tinggal di Belanda. Maka lebih menarik jika dalam artikel kali ini, saya akan lebih banyak membahas mengenai kisah nyata imigran Indonesia yang melihat dan merasakan langsung kebijakan kebebasan LGBT. Mega seorang teman yang bekerja sebagai naked photographer di Belanda beberapa tahun lalu. Ia adalah orang pertama yang bercerita kepada saya mengenai pengalamanya memotret pasangan LGBT secara bebas. Setelah mengetahui hal tersebut saya tertarik untuk menggali  informasi lebih dalam. Lalu, dikenalkanlah saya dengan seorang imigran Gayseksual Indonesia, masZachary (bukan nama sebenarnya – kawan lama dosen jurusan saya saat ia berkuliah di Belanda) yang dengan lantang bercerita mengenai kisahnya ketika bersekolah di Belanda (Utrecht University). Disana ia bebas mengakui statusnya sebagai kaum gay dan tidak menutup-nutupinya seperti saat ia berada di Indonesia. Saya tertarik dengan kisahnya mengenai bagaimana imigran gayseksual mampu diterima dengan baik di Negara Belanda (bukan Negara domisilinya) dan memperoleh kebebasan sebagai bentuk aktualisasi diri  kaum gay secara global.

Hitam-Putih

Kalimat pertama ketika ia mencoba menggambarkan kehidupan kaum gay di Indonesia dan Belanda yang sangat jauh berbeda. Bukan hanya sekedar kebijakan tertulis ,melainkan bentuk pengalaman yang ia rasa sangat luar biasa dilakukan di Belanda. Semenjak kecil, anak-anak disana sudah dididik untuk memahami adanya perbedaan orientasi seksual. Pasangan hidup bukan hanya antara laki-laki dan wanita, melainkan ada bentuk hubungan lain yang patut dihormati. Kebebasan Gayseksual di Belanda terlihat pada perayaan “queen’s day Koninginnedag”  yang diisi dengan Gay Parties pada tanggal 31 Agustus dan Amsterdam Gay Pride pada awal Agustus.

Pria yang kini memilih untuk menempuh pendidikanya lagi di Bali, mengatakan bahwa Belanda itu menarik dan ia ingin suatu saat nanti bisa kembali kesana lagi,  walaupun ia sangat mencintai Indonesia. Tak heran jika dari kebijakan ini berdasarkan World Happiness Report pada tahun 2012, Belanda masuk kedalam peringkat ke empat Negara paling bahagia di Dunia.

Referensi

Wawancara langsung dengan Zachary (bukan nama asli)  seorang imigran gay Indonesia yang sempat berkuliah di Utrecht University Belanda.
http://ayumization.blogspot.com/2012/05/menikmati-kebebasan-berorientasi.html
http://www.goodreads.com/quotes/tag/gay-rights
http://mycomparativepolitics.blogspot.com/2012/01/perbandingan-kebijakan-publik-di-beland.html

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

One thought on “#416 Kisah Imigran Gayseksual: Sebuah Refleksi Kebebasan LGBT di Belanda

  1. OKE LAH BISA BAHAGIA DI DUNIA YANG SEBENTAR/TIDAK ABADI, TAPI RASAKAN KESENGSARAAN DAN KEPEDIHAN DI AKHIRAT NANTI SELAMANYA/ ABADI.. SILAHKAN PILIH MANA.. SETIAP PERBUATAN AKAN DIMINTAI PERTANGGUNGJAWABNYA DIHADAPAN TUHAN..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s