KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#413 Menjadi Pionir yang Menembus Sekat-Sekat Pembatas

Leave a comment

Oleh Reza Ramadhan 

Huruf disusun untuk menjadi kata, kata disusun untuk menjadi kalimat dan kalian akan melihat bagaimana kalimat itu akan menciptakan duniamu sendiri, bahkan untuk urusan  yang lebih luas lagi.

Disaat massa pra kemerdekaan, pendahulu kita memperjuangkan Kemerdekaan dengan berbagai cara. Kemerdekaan diusahakan secara diplomatis, angkat senjata bahkan dengan rangkaian kata seperti yang dilakukan Eduard Douwes Dekker.

Yup.. Eduard Dowes Dekker.  Jika sepintas mendengar nama kebelanda-belandaan ini mungkin kalian akan terheran, di sudut pikiran kita telah tertanam bahwa Belanda adalah penjajah dan Indonesia korban. Belanda adalah salah dan Indonesia selalu benar, lalu bagamana bisa orang Belanda di massa penjajahan dulu mempunyai peran dalam kemerdekaan kita?

Lahir di Amsterdam Belanda, 2 Maret 1820, Eduard Douwes Dekker merupakan asisten residen Lebak sebelah selatan karesidenan Banten yang bertempat di Rangkasbitung. Dalam masa abdi tugasnya ia melihat banyak kesewenang-wenangan yang dilakukan pemerintah  kolonial di Hindia Belanda. Penderitaan rakyat yang luar biasa telah mengusik hati nuraninya melampau batas ras dan warna kulit.

Eduard yang kecewa, menulis buku berjudul Max Havelaar menggunakan pseudonim Multatuli yang dalam bahasa latin memiliki arti  ‘aku sudah banyak menderita’. Buku ini merupakan roman tentang penderitaan dan penindasan warga pribumi di Lebak, Banten yang ditulis dengan gaya satiris. pesan moral buku tersebut menggemparkan Belanda. Bahkan, ada beberapa mantan pegawai kolonial bunuh diri setelah membaca roman itu

Buku yang telah diterjemahkan ke dalam 40 bahasa ini dianggap roman terpenting kesusastraan Belanda di abad ke-19 dan masuk ke dalam daftar buku yang wajib dibaca para pelajar sekolah menengah di Belanda. Buku ini pula yang mengilhami perubahan politik penjajahan belanda. Robert Fruin. Yang Terinspirasi  Max Havelaar, menulis artikel tentang kewajiban pemerintah kolonial untuk meningkatkan taraf hidup warga jajahan. Dalam artikel ini dengan lantang ia mengatakan bahwa tanam paksa sebagai satu sistem yang bertentangan dengan hukum Belanda. Bola salju yang digelincirkan multatuli melalui romannya menggelinding kian membesar. Tulisan Fruin mempengaruhi tokoh-tokoh Belanda di Hindia Belanda yang menggagas politik etis seperti Van Deventer dan Pieter Brooshooft.

Tidak hanya di belanda tulisannya pun menginspirasi kesusasteraan dan pergerakan  di Indonesia. Pramoedya ananta toer merupakan salah satu sastrawana terpenting di Indonesia yang mengagumi multatuli, “Saya pegang ajaran Multatuli bahwa kewajiban manusia adalah menjadi manusia.” (Saya tidak Pernah Jadi Budak”: Tempo NO. 04/XXVIII/30 Mar – 5 April 1999). Pramoedya adalah pewaris nilai-nilai filosofis multatuli dengan kritik sastra terhadap pemerintah, sampai dia harus menjalani sebagian besar masa kreatifnya di pengasingan dan dalam penjara.

  

Raden Ajeng Kartini pun barangkali tidak akan terinspirasi untuk memajukan wanita Indonesia kalau bukan karena Multatuli. Dalam surat-suratnya yang fenomenal beberapa kali ia mengungkapkan kekagumannya, “Max Havelaar aku punja, karena aku sangat, sangat suka Multatuli”.

Eduard Douwes Dekker membuktikan bahwa nilai kebaikan bersifat universal melampaui sekat-sekat kedaerahannya. Jika Eduard yang notabene merupakan warga Belanda saja bisa menjadi pionir kemerdekaan Indonesia, lalu mengapa kita yang setiap hari tinggal di tanahnya, minum airnya, tidak bisa menjadi pionir dalam rangka memperthankan kemerdekaan? Ayo menjadi pioner untuk negri ini dan menginspirasi pionir-pionir lainnya!

Referensi

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s