KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#410 Belanda, Pioneer Infrastruktur di Negeri Kartini

1 Comment

Oleh Ridwan Mochammad Hilmi

Well, siapa yang tidak tau Belanda. Musuh bebuyutan yang 3,5 abad telah menumpang dan ikut mewarnai bangsa kita Indonesia.  Banyak hal yang ditinggalkan pastinya. Dari yang tidak enak, kurang enak, nyakitin hati, (wuih, negatif semua ya.,hehe) Anyhow, semuanya sudah berlalu hari ini. Sejak 1945 Indonesia sudah merdeka dan menjadi Negara berdaulat.

Ngomong-ngomong soal Belanda, selama 350 tahun hidup bersama tentunya tidak hanya hal negatif saja yang menjadi warisan. Yang paling bermanfaat sampai hari ini kita rasakan adalah pembangunan rel kereta api. Yap, Belanda menjadi pioneer perkeretaapian di Indonesia. Ju’mat tanggal 17 Juni 1864, diprakarsai oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Mr. L.A.J Baron Sloet van den Beele, dibangun jalur kereta pertama sepanjang 26 Km dari Desa Kemijen menuju Desa Tanggung. Sejak saat itu, mulailah sambung menyambung jalur kereta api di Indonesia.

1

Selain rel kereta, Belanda juga ngasih cendra mata yang berharga hampir di setiap kota besar di Indonesia. Apa coba…? Yap, betul. Bangunan artistik nan kuat berdiri kokoh hingga kini. Sering kita dengar orang membandingkan, “Bangunan peninggalan Belanda itu kokoh, beda dengan bangunan jaman sekarang”.  Toh memang begitu. Lihat saja di Bandung (Gedung Sate, Gedung Asia Afrika), di Jakarta (Museum Fathaillah, Gedung Kesenian Jakarta, ), di Yogyakarta (Benteng Vredeburg, Kantor Pos Besar), di Semarang (Lawang Sewu) dan tentunya banyak juga di kota lain yang ngga bisa disebutin satu-satu.

2

Ada juga jalan Anyer-Panarukan. Jalan raya sejauh 1000Km ini menghubungkan Anyer (Banten) sampai Panarukan (Jawa Timur). Project ini diinisiasi oleh Herman Willem Daendels, Gubernur Hindia Belanda pada masa kekuasaan Napoleon Bonaparte. Jalan Anyer Panarukan, atau dikenal dengan Jalan Raya Pos atau juga Jalan Deandelas diselesaikan hanya dalam waktu satu tahun, yakni pada 1808. Pembangunan jalan raya ini dilakukan oleh rakyat pribumi di bawah pimpinan bupati daerah masing-masing. Kini, diusianya yang ke 205, Jalan Raya Pos telah berperan sebagai salah satu urat nadi utama perekonominan Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.

3

Well, impact tidak menyenangkan yang ditimbulkan  dari kolonialisasi tempo dulu tentunya sangat besar, hanya jika disingkap, banyak ko peninggalan yang bermanfaat. Terutama infrastruktur di negeri Kartini ini.

“Setiap pengalaman yang tidak dinilai baik oleh dirinya sendiri ataupun orang lain akan tinggal menjadi sesobek kertas dari buku hidup yang tidak punya makna. Padahal setiap pengalaman tak lain daripada fondasi kehidupan”  Pramoedya Ananta Toer

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

One thought on “#410 Belanda, Pioneer Infrastruktur di Negeri Kartini

  1. Mohon maaf, penulisan “Infrastruktur” pada judul tidak sesuai dengan artikel yang saya kirimkan. Terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s