KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#401 Forget Love, I’d Rather Fall in Chocolate

1 Comment

Oleh Suryandhika Malatsih

Tidak ada yang bisa mengalahkan nikmatnya secangkir coklat hangat sebelum tidur. Semua stress dan rasa lelah setelah seharian beraktivitas seakan hilang bersama tetes demi tetes yang kita teguk. Tetapi mungkin hanya sedikit orang yang tahu bahwa minuman coklat tidak akan selezat sekarang tanpa jasa dari Belanda. Ya, salah satu tokoh yang berperan dalam kenikmatan minuman coklat adalah seorang ahli kimia asal Belanda bernama Coenraad Johannes van Houten. Pada tahun 1828, Coenraad van Houten berhasil menciptakan metode pembuatan bubuk coklat sehingga lebih mudah diolah menjadi minuman seperti saat ini. Metode ini kemudian lebih dikenal dengan nama Dutch process.
Sedikit mundur ke belakang, sebelum Dutch process diciptakan, coklat sudah dikenal luas oleh masyarakat dunia, khususnya Eropa. Awalnya, di Eropa coklat dikonsumsi sebagai minuman. Pembuatan minuman coklat dilakukan dengan menambahkan susu, gula, cinnamon, vanila dan berbagai bahan lain untuk mengurangi rasa pahit yang ada dalam coklat. Pada saat itu minuman coklat yang dihasilkan cenderung sulit larut dalam air, kental dan berminyak, karena tingginya kandungan lemak yang ada di dalam coklat. Kadar lemak yang tinggi tersebut juga membuat coklat lebih sulit untuk dicerna tubuh.

Coenraad Johannes van Houten

Coenraad van Houten lahir tanggal 15 Maret 1801 di Amsterdam dan merupakan putra dari pasangan Casparus van Houten dan Arnoldina Koster. Pada tahun 1815, ayahnya membuka sebuah pabrik coklat, atau tepatnya tempat penggilingan biji coklat. Penemuan Coenraad van Houten yaitu metode Dutch process sebenarnya adalah penyempurnaan dari penemuan sebelumnya dari sang Ayah. Casparus van Houten menciptakan sebuah metode hidrolik yang mampu menurunkan kadar lemak dalam coklat menjadi hampir setengah dari total awalnya. Bubuk coklat yang dihasilkan dari metode ini adalah ‘cikal bakal’ dari hampir semua produk coklat yang kemudian banyak beredar.

Coenraad van Houten menyempurnakan penemuan ayahnya dengan cara mereaksikan ‘cikal bakal’ bubuk coklat tersebut dengan alkali untuk menurunkan rasa pahit yang ada dalam coklat tanpa harus menambahkan susu atau gula. Pereaksian coklat dengan alkali inilah yang kemudian disebut Dutch process. Bubuk coklat dariDutch process ini lebih mudah larut di dalam air serta sehingga tentunya memudahkan untuk pengolahan coklat selanjutnya. Dan yang lebih penting, metode ini mudah dilakukan serta tidak memerlukan biaya yang besar untuk pelaksanaannya.
Bubuk coklat penemuan Coenraad van Houten inilah yang kemudian beredar luas dan dikenal di seluruh penjuru dunia. Seiring dengan perkembangan teknologi, pengolahan coklat menjadi lebih beraneka ragam, tidak hanya sekedar minuman. Bubuk coklatDutch process tetap menjadi bahan utama di setiap produk coklat yang banyak beredar, baik sebagai minuman, coklat batangan, kue coklat maupun tetap dalam bentuk bubuk coklat itu sendiri.  Untuk mengenang jasanya, nama Van Houten masih digunakan sebagai merk sebuah produk coklat dari negeri kincir angin tersebut.

Logo van houten

 Jadi sekarang, setiap kamu akan menikmati coklat hangat, ingatlah bahwa ada Belanda di tiap tetes yang kamu sesap.
 Selamat menikmati!

Let’s fall in chocolate

Referensi

http://en.wikipedia.org/wiki/Coenraad_Johannes_van_Houten
http://www.thenibble.com/reviews/main/beverages/cocoas/hot-chocolate-overview.asp
http://www.metaboliceffect.com/cocoa/
http://bakingbites.com/2009/01/what-is-dutch-processed-cocoa-powder/

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

One thought on “#401 Forget Love, I’d Rather Fall in Chocolate

  1. Pingback: Finalis Kompetiblog 2013 | KOMPETIBLOG 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s