KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#398 “Si Pembuat Awan” dari Belanda

1 Comment

Oleh Sofiyatun

Terkadang ketika duduk seorang diri dengan suasana hati yang tepat, imajinasi kita akan terbang ke tempat-tempat yang tidak terjangkau. kita membayangkan sedang menyusuri lorong klasik dengan awan putih yang menggantung di samping kiri dan kanan, atau ingatan kita terlempar ke masa kecil, ketika kepala mendongak ke langit. Kita tersenyum dengan mata berbinar, menunjuk awan, memiripkan awan-awan itu dengan mainan, kelinci ataupun bunga. Ada satu poin yang sama pada kedua deskripsi di atas. Apa itu? Itu adalah awan. Ya, awan selalu disejajarkan dengan hayalan, fantasi, dramatic scene, dan keanggunan.

 
Gambar 1. Berndnaut Smilde

Syahdan, hampir setiap orang mengagumi atau setidaknya pernah mengagumi awan putih. Namun, semua itu hanya sebatas kekaguman yang sungguh sulit direalisasikan. Kita harus terjun payung atau naik ke puncak gunung untuk menyentuh awan dan berfoto di antara kedramatisannya. Lalu, kenapa tidak berpikir untuk membawanya ke dalam toples atau ruangan? Oh ini sedikit tidak efisien. Bagaimana kalau membuatnya saja? Nah, this is a nice idea. Inilah space yang dilihat Berndnaut Smilde, seniman dari Amsterdam, Belanda. Ia tau betapa banyak orang yang ingin menikmati keindahan awan, ia tau bahwa mengantongi awan dari atas sana untuk di bawa ke bumi akan menguras biaya dan waktu, maka ia mengambil satu peluang, yaitu membuat awan.

 
Gambar 2. nimbus cukurkuma hamam

Dalam salah satu video tentang Smilde di youtube, kita bisa melihat seniman tampan itu menyemprotkan air untuk mengatur kelembapan dari hand sprayer ke udara. Ia juga memanipulasi suhu ruang dan pencahayaan seoptimum mungkin. Selanjutnya mesin asap yang menempel di dinding akan menyemburkan kepulan asap tebal. Aha, itu dia! Dalam beberapa saat, terbentuklah awan putih yang menggantung dramatis di tengah ruangan, momen singkat ini yang Smilde manfaatkan untuk mengambil foto-foto dari berbagai angel. Ia juga memberi nama setiap awan yang berhasil dibuat, seperti nimbus d’aspremont, nimbus cukurkuma hamam dan banyak lagi. Karya ini tentu sangat menggebrak dunia seni di seluruh dunia. Tak ayal, Smilde pun kemudian harus menampilkan awan dan pameran foto awan buatannya di banyak negara. Diantaranya di Ronchini Gallery di London , Galleries SFAC di San Francisco dan di Land of Tomorrow di Louisville, Kentucky. Awan buatan seniman kelahiran Groningan, 1978, inipun disebut sebagai “Best inventions of the year 2012” oleh majalah Time.

 

Gambar 3. Nimbus NP3

 
Gambar 4. Nimbus D’Aspremont
Awan buatan tersebut memang hanya bisa bertahan beberapa detik. Namun, justru dengan begitu ada rasa yang tercipta bagi setiap orang yang melihatnya. Karena disanalah diajarkan untuk menikmati sesuatu yang singkat dengan sepenuh hati. Di sanalah tercipta seni, keindahan yang dirindukan.
“I’m interested in the ephemeral aspect of the work” Ucap Smilde ketika diwawancarai.
 

Gambar 5. Nimbus II

 
Gambar 6. Nimbus green room II, 2013

Awan buatan ini tidak hanya mewujudkan hayalan banyak orang, tidak hanya melambungkan nama Smilde, tidak hanya mewangikan negara Belanda, namun memberikan pelajaran kepada banyak orang. Sesuatu yang tinggi, tidak tersentuh, bukan berarti tidak bisa diwujudkan.Smilde juga mengajarkan kita untuk tidak melupakan hal-hal yang ada disekeliling kita, sesederha apapun itu. ‘Using his daily surrounding as spaces as inspiration’ begitu kalimat yang tertulis pada sebuah artikel di http://www.dailymail.co.uk untuk mendeskripsikan sang pionir Berndnaut Smilde. Semoga kita bisa mengambil inspirasi dari karya ini dan segera bisa memiliki karya menakjubkan.

Referensi

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

One thought on “#398 “Si Pembuat Awan” dari Belanda

  1. Ini yang biasa banyak orang mengira foto penampakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s