KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#395 A Good thing on the bad things

Leave a comment

Oleh Dwi Utami 

Ngomong-ngomong tentang Belanda, pasti yang langsung muncul di pikiran kita adalah masa penjajahan. Padahal kalau berbicara tentang Belanda, tidak memulu semua tentang penjajahan yang dilakukan di Indonesia. Kita tidak bisa mengelak bahwa kekayaan alam yang dimiliki Indonesia bisa tereksplorasi karena adanya penjajahan Belanda di Indonesia. Belanda merupakan pionir eksplorasi minyak bumi di Indonesia. Pada masa itu, Belanda memiliki teknologi lebih maju dan Indonesia memiliki kekayaan alam yang perlu dieksplorasi. Perkembangan industri minyak bumi di Indonesia pun tidak lepas dari peranan Belanda pada masa penjajahan.
Awal mula eksplorasi minyak bumi di Indonesia dimulai oleh seorang pengusaha Belanda bernama Jan Reerink. Pada Tahun 1871, Jan Reerink melakukan pengeboran minyak modern pertama di Indonesia yaitu di desa Maja, Majalengka, Jawa Barat yang diberi nama sumur Madja-1. Jan Reerink ini melakukan pengeboran dengan metode yang sama dengan yang dilakukan di Pennsylvania, Amerika Serikat (tempat pengeboran minyak pertama di Dunia oleh Kolonel Edwin L Drake dan William Smith de Titusville pada tahun 1859). Pengeboran dengan metode ini (menggunakan tenaga lembu) telah dilakukan di 4 buah sumur yang kemudian ditutup karena hasilnya tidak cukup memuaskan.
Eksplorasi selanjutnya juga masih dilakukan oleh seorang Belanda pada tahun 1883 di daerah Langkat, Sumatera Utara. Seorang Belanda ini adalah instruktur perkebunan tembakau bernama Jan Zijlker. Jan Zijlker menyadari adanya minyak di daerah tersebut setelah melihat penduduk setempat menggunakan obor dengan api yang tahan lama menyala. Pengeboran pun dilakukan dengan nama sumur Telaga Tunggal dengan modal yang berasal dari negeri Belanda dan membentuk perusahaan minyak dengan lokasi yang berdekatan.
Era tersebut merupakan era mulai berkembangnya eksplorasi minyak di Indonesia yang kemudian ditandai dengan penemuan-penemuan lainnya di daerah Surabaya, Jambi, Aceh Timur, Palembang dan Kalimatan Timur. Maraknya penemuan minyak di Indonesia ini, pemerintah Hindia Belanda pada akhirnya membentuk perusahaan minyak NV. Koninklijke Netherlansche Mij. Tot Exploitatie van Petroleum Bronnen in Netherlandsch Indie atau Royal Dutch Company dan sekarang lebih dikenal dengan Shell (Royal Dutch dan Shell melakukan merger pada tahun 1907). Setelah itu, dimulai adanya invansi perusahaan-perusahaan asing ke Indonesia dan membuat perkembangan industri minyak semakin besar.

Jika dilihat dari satu hal itu saja, ternyata Belanda juga membawa perubahan besar dan positif terhadap Indonesia diluar penjajahan yang dilakukan. So, there is always a good thing on the bad things.

 

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s