KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#394 Mencium Hilversum dari Solo

Leave a comment

Oleh Fakhri Zakaria

Tahun 2010 lalu saya diberi kesempatan menunaikan mimpi besar jurnalis musik. Menulis artikel panjang untuk majalah Rolling Stone. Saya dan rekan saya, Ayos Purwoaji, datang ke Solo. Mengunjungi episentrum musik Indonesia bernama Lokananta. Sebuah pabrik piringan hitam yang kemudian berkembang menjadi studio musik, juga perusahaan rekaman yang didirikan pemerintah pada tahun 1956 silam.

Selama satu bulan kami masuk ke dalam brankas musik Indonesia. Membabat literatur-literatur tentang Lokananta, mencari jejak-jejak pendiri Lokananta sampai menemui musisi-musisi besar Indonesia yang pernah merintis karier di Lokananta, Waldjinah dan Buby Chen. Kami  akhirnya sampai pada satu nama. Berpuluh ribu kilometer di benua Eropa sana. Hilversum.

Hilversum Media Park. Sumber: http://www.tulipinnhilversum.nl/toeristische-informatie-hilversum.41081.aspx?Language=NL

Terletak 30 kilometer tenggara Amsterdam, Hilversum adalah “ibu kota” bagi stasiun radio dan televisi di Belanda. Studio televisi dan radio Nederlandse Omroep Stichting (NOS)lembaga penyiaran milik pemerintah Belanda berlokasi di kota yang berkembang sejak Zaman Perunggu atau tahun 800 S.M ini. Selain itu, studio dan kantor semua organisasi penyiaran publik di Belanda serta studio produksi siaran TV komersial juga ada di kota yang berpenduduk 86 ribu jiwa ini. Begitu pentingnya Hilversum terlihat di di banyak frekuensi radio tua di Inggris yang memiliki “Hilversum” sebagai posisi pada gelombang siaran mereka.

Hilversum juga menjadi rumah Radio Nederland Wereldomroep atau Radio Netherlands Worldwide (RNW) yang memproduksi dan menyiarkan program untuk publik internasional di luar Belanda. RNW memulai siaran sejak tahun 1927 dengan menggunakan gelombang pendek yang menghubungan Belanda dengan Indonesia.

Maladi, yang juga dikenal sebagai Menteri Penerangan serta tokoh sepakbola, bermimpi menjadikan Solo layaknya Hilversum. Solo terpilih karena menjadi pusat budaya mengingat posisinya yang dekat dengan empat kerajaan besar di Jawa yang masih eksis: Kasunanan dan Mangkunegaran di Solo serta Kasultanan dan Pakualaman di Jogja.

Lokananta diniatkan menjadi pusat rekaman untuk lagu dan budaya Nusantara. Mirip dengan Hilversum yang menjadi rumah seni sejak pada abad ke-19, terutama seni lukis lanskap. Sangat mungkin jika masterplan Maladi tadi berhasil, Solo saat ini seperti Hilversum.

Lokananta

Saat itu di medio 50-an, nama-nama seperti Nat King Cole, Frank Sinatra, dan Elvis Presley merajai chart musik RRI, mengalahkan penyanyi lokal. R. Maladi yang saat itu menjabat sebagai Direktur RRI Jakarta resah.

Maladi bersama dua rekannya R. Oetojo Soemowidjojo dan R. Ngabehi Soegoto Soerjodipoero, yang masing-masing menjabat sebagai Kepala Studio dan Kepala Teknik Produksi RRI Surakarta, lalu berinisiatif mendirikan pabrik piringan hitam milik pemerintah untuk mendukung siaran 49 jaringan RRI di seluruh Indonesia. Setiap stasiun lokal diinstruksikan mengirimkan minimal dua buah lagu daerah untuk diproduksi dalam format piringan hitam. Tanggal 29 Oktober 1956 Lokananta resmi berdiri.

Memang, Maladi belum berhasil mewujudkan mimpinya. Lokananta tenggelam pasca dibubarkannya Departemen Penerangan meski kini sudah ada inisiatif publik untuk merevitalisasinya. Namun yang jelas dari Hilversum kita semua tahu betapa pentingnya keberadaan media sebagai sumber informasi. Lewat Maladi, dari Lokananta dan Solo kita masih bisa mencium Hilversum.

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s