KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#389 De Toekomst

Leave a comment

Oleh Mochamad Fazar

Sama seperti kisah Laila dan Majnun, dua sejoli yang saling mencintai tapi tak pernah bisa bertemu, begitu pula kisah antara prestasi dan sepakbola di negeri kita. Bayang pengharapan akan prestasi dari masyarakat Indonesia terhadap sepakbola seperti sebuah kisah kasih yang tak pernah sampai. Harus ada sesuatu yang dilakukan agar sepakbola Indonesia bisa jadi jauh lebih maju. Ada beberapa elemen yang bisa mendorong sepakbola di negeri ini bisa jadi lebih berprestasi. Salah satunya adalah dengan membuat sebuah akademi sepakbola untuk pembinaan para pemain berusia muda. Lalu kemana kita bisa belajar, begitulah pertanyaannya. Ke akademi Ajax amsterdam, begitulah jawabannya.

Barcelona belakangan menjadi kaisar di kancah sepakbola dunia. Pada tahun 2009 Barcelona secara kurang ajar meraih 6 buah trofi dari 6 kejuaraan yang mereka ikuti padahal mereka tahu bahwa agama manapun mengajarkan bahwa Tuhan tidak menyukai manusia yang serakah. Dengan 8 pemain asli didikan akademi Barcelona yang menjadi starting line-up mereka menaklukan Eropa. Tetapi, tahukah anda bahwa akademi Barcelona yang bernama La Masia ini adalah sebuah copy dari Ajax Amsterdam Academy?. Alkisah pada tahun 1979 Johan Cruyff yang pernah menyabet gelar pemain terbaik Eropa 3 kali mengajukan proposal kepada Barcelona untuk membuat sebuah akademi sepakbola. Proposal ini diajukan karena Johan Cruyff adalah pemain yang tumbuh besar hasil dari didikan akademi Ajax Amsterdam. Untuk mengetahui seberapa legendarisnya Johan Cruyff ini mudah saja caranya. Yang perlu dilakukan adalah mencari dengan google siapa pemain Ajax saat ini yang mengenakan no punggung 14 (nomor punggung yang dikenakan Johan Cruyff semasa menjadi pemain). Hingga saatnya tiba Indonesia menjadi juara piala dunia sekalipun anda tidak akan menemukan satu pun pemain Ajax yang akan menggunakan no punggung 14 karena nomor itu dipensiunkan untuk menghormati kontribusi yang telah diberikan Johan Cruyff kepada sepakbola khususnya Ajax.

Jika akademi Ajax Amsterdam bisa menghasilkan dewa sepakbola seperti Johan Cruyff tentu saja ada sesuatu yang spesial dari akademi sepakbola Ajax Amsterdam yang bernama De Toekomst ini. Di tempat yang digagas oleh Rinus Michels ini yang juga seorang master sepakbola yang menggagasi gaya Total Football, anak anak berusia 5-18 tahun digembleng secara fisik dan moral untuk menjadi pemain profesional kelas dunia, anak anak ini dilatih secara intensif oleh pelatih pelatih yang juga mantan pemain Ajax. Dennis Bergkamp yang dijuluki “God” oleh supporter Arsenal adalah salah satu pelatih di De Toekomst. Tempat ini memiliki sebuah fasilitas riset olahraga nomor satu dunia yang disebut mi Coach dari Adidas. Di dalam fasilitas berbentuk setengah bola golf, yang lebih mirip laboratorium luar angkasa NASA ini ,seluruh hal yang berkaitan dengan performa pemain diselidiki secara menyeluruh dengan menggunakan teknologi terkini. Para pemain dari segala kelompok umur dilihat kemampuannya per individu dengan cara visualisasi komputer, dengan menggunakan kamera berresolusi tinggi dan sensor gerakan. Dengan pembinaan yang begitu sistematis dan berjenjang tak heran Ajax menjelma menjadi klub dengan segudang prestasi dan menghasilkan pemain-pemain besar.

Image

De Toekomst

micoach interiors

Interior dalam Mi Coach
yang memiliki ruangan kedap udara, dan ribuan kamera serta sensor motorik

Mari berharap bahwa Indonesia bisa membangun sebuah akademi yang menyerupai De Toekomst ini karena betapa kita sangat menginginkan ada piala piala yang bisa diangkat oleh pemain yang mengenakan kostum dengan lambang garuda di dada.

Referensi

http://thesmallworldmagazine.blogspot.com/2012/03/de-toekomst-ajax-akademi-sepakbola.html
http://rprasetyo.blogspot.com/2011/05/akademi-ajax-yang-melegenda.html
http://www.sapca.org.uk/page.asp?node=9&action=view_news&tid=1691&sec=&page=16
http://en.wikipedia.org/wiki/Johan_Cruyff

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s